
Aldara dan Algi terlihat duduk dihalaman rumah, Algi menatap lekat wajah yang tengah mengandung anak nya itu sedangkan Aldara sendiri asik dengan susu yang di minumnya.
"Maaf Ald, " ucap Algi tulus.
"Aku telah mendengar ucapan itu satu milyar kali mungkin. Jadi jangan menyebutkannya lagi aku cape harus jawab iya terus! " ucap Aldara dan mengambil martabak dan memakannya.
"Tapi aku tidak pernah mendengar kamu menjawab iya, kau hanya selalu diam! " sahut Algi
"Diamnya wanita berati iya. Hanya saja butuh pertimbangan untuk mengucapkannya! Karena takut nantinya akan salah dan menyesal. " sahut Aldara, dan kembali mengambil martabak itu.
"Sekarang kau yakin padaku, kan? " Algi tersenyum dan menatap Aldara dalam.
"Hu um!" Aldara mengangguk pelan dan membuat Algi gemas.
"Kurangkah?" tanya Algi.
"Tentu saja, kali ini aku ingin martabak telor ya! " Aldara menoleh dengan senyum dan mata berbinar.
"Kalo di tanya makanan langsung senyum! Kau tau Ald, dulu hidupku selalu sendiri apa-apa sendiri. Bahkan sampai kakak ku punya masalah aku pun tau saat pulang dari luar negri, tapi semenjak kau datang dan berada di hidupku rasanya dunia bukan hanya memiliki awan hitam saja, langit yang cerah pun terlihat saat aku membuka hatiku untukmu. Sangat menyesal aku sampai terhasut sehingga aku melakukan hal patal padamu, aku tau itu hal yang buruk tapi sifat ku yang sensitif membuat aku tidak bisa menguasai diriku saat emosi. Tapi kali ini emosiku berbuah kebahagianaan, walau hidup pedih harus kurasakn lagi sebelumnya," Algi menghampiri Aldara dan berjongkok mensejajarkan kepalanya pada perut Aldara.
"Aku seneng dia tumbuh di rahimnu, wanita yang aku sayangi. Aku mohon jangan benci padaku,aku sangat menyayangimu dampingi aku saat bahagia maupun sedih aku akan senatiasa akan selalu menggengam tanganmu untuk hidup di dunia yang kejam ini sampai aku mati. "
"Menikah lah dengan ku nanti hari senin mendatang! " Algi menggengam tangan Aldara dan mengengamnya kuat, sedangkan Aldara menelan ludahnnya merasakan getaran di hatinya membuat dia menatap Algi yang menatapnya penuh keyakinan.
"Hem! " Aldara menunduk.
"Hem?" Algi menarik sebelah alisnya bingung.
"Ya! " jawab singkat Aldara menoleh dengan pipi yang merona.
"Wah, keajaiban memang benar adanya tentu saja! Karena masih ada yang menyayangiku! " Algi memeluk Aldara dan menciumi seluruh muka Aldara.
"Maksudmu?" tanya Aldara.
"Kata orang keajaiban itu datang dari orang yang tersayang. Buktinya kau sayang aku kan, dengan menerima lamaran ini, semua harapan aku terwujud dan seperti mimpi. Maaf tidak megah tapi nanti kalau dede kita lahir, aku akan mengadakan pesta paling megah dan mewah." ucap Algi sambil mengelus perut Aldara pelan lalu merogoh kotak cincin dari sakunya dan memakaikannya ke jari manis Aldara.
Aldara yang sedari tadi terdiam kini menoleh pada Algi lalu menagkup kedua pipinya.
"Emang awalnya pun aku tidak seharusnya membenci dirimu, tapi yang dulu biarlah berlalu, karena tidak akan ada pengulangan waktu hanya perlu memperbaiki diri agar di masa depan kita bisa hidup dengan bahagia dan tidak ada kejadian serupa!" ucap Aldara seraya tersenyum.
"I love you! " Algi menoleh sambil memegang perut Aldara dengan kedua tangannya
"too"sahut Aldara memegang tangan Algi di perutnya.
__ADS_1
Lalu mereka saling melempar senyum dan menempelkan kening.
"Roni, Roni! " teriak Tina sambil berlari mengejar Roni.
Aldara dan Algi pun menjauhkan diri mereka dan menatap aneh pada kedua anak yang tengah berlarian.
"Kenapa mereka? " tanya Algi.
"Entah, sepertinya mereka tengah bermain kejar-kejaran! " sahut Aldara.
"Daddy martabak telornya! " sambung Aldara berbisik, dan membuat jantung Algi berdebar dengan kencang. Sebutan itu sangat membuatnya senang tidak ada tandinginya.
"Daddy akan belikan sekarang! " Algi mencium kening Aldara dan perut Aldara sebum pergi.
"Roni tunggu! " terdengar kembali suara Tina, dan akhirnya dia terduduk di rerumputan karena lelah. sedangkan Aldara hanya tersenyum menanggapi kelakuan Roni dan Tina.
"Dasar anak-anak! " gumam Aldara, dan berbalik masuk ke rumah. Sedangkan Algi telah pergi untuk membeli martabak.
"Kau baik-baik saja? " tanya Roni pada Tina, dan berlari ke arah Tina.
"Kena, sekarang kamu yang kucing! " Tina menepuk bahu Roni sambil tertawa lalu beranjak berlari tapi pergelangan tangannya dipegang Roni hingga Tina tidak bisa melanjutkan aksinya untuk kabur.
"Yah lepaskan kau curang! " teriak Tina.
"Khawatir, kau sayang padaku? " tanya Tina polos sambil malu-malu dengan wajah yang memerah.
"Khm, pipi mu mulai memerah lagi Tina. Kamu tau kata-kata itu dari mana? Seperti orang dewasa saja!" Roni tidak melepaskan tangan Tina malah menggengam tangan Tina yang satunga lagi.
"Helen, dia suka baca novel bibinya! " beritau Tina.
"Oh pantesan! " sahut Roni.
"Lepaskan tanganku kau yang kucing aku akan berlari! " Tina menggoyangkan kedua tangannya agar Roni melepaskannya.
"Tina kau menyukaiku? " tanya Roni tiba-tiba, membuat Tina terdiam.
"Suka-suka apa, kita masih kecil ! Lepaskan cepat aku tidak sabar di kejar oleh mu dan aku yakin kau bakalan tidak akan pernah menangkap ku! " Tina tersenyum.
"Hm, baiklah! "
brukk
"Roni! " teriak Tina, karena Roni melepaskan kedua tangannya begitu saja hingga Tina terjatuh ke tanah.
__ADS_1
"Makanya jangan mau aku melepaskanmu agar kau tidak terluka! " Roni cekikikan.
"Kau ini, " Tina berdiri seraya menepuk bajunya yang kotor itu.
"Aku bakalan kena omel mamih! " Tina mengerucutkan bibirnya.
"Tidak bakalan, itu tidak terlalu kotor! " Roni membantu Tina menepuk bajunya agar debu yang menempel bisa hilang dari baju Tina.
"Roni! Tina! Kalian ini malah cinta-cintaan aku di anggurin tidak ada yang mengejar! " teriak Helen menyilangkan keduan tangannya di dada.
"Hey panggil aku kakak! Tidak sopan! " ucap Roni dan membuat Helen menutup mulutnya.
"Helen tau cinta-cinta dari mana? " tanya Indah, yang muncul di belakang Helen yang akan menemui Aldara, karena dirinya sudah lama berada di rumah Rumi.
"Eh tante, aku suka baca novel punya bibi! " Helen menggigit bibir bawahnya.
"Kau baca novel? Membacamu sudah sepintar itu kah? " tanya Indah terkejut.
"Aku pintar lo tante, karena selain di sekolah Bunda selalu mengajariku jadi aku dibuat paham dengan bacaan ku sendiri," Sahut Helen dan Indah pun hanya melongo.
"Novel apa aja yang kau baca? " tanya Indah.
"Sekret Admirer, kalau tidak salah judulnya tante seru lho cinta cinta an, kaya Roni dan Tina kejar-kejaran nantinya di peluk gitu! " ucapan Helen membuat Indah menepuk keningnya lalu menoleh pada Rumi yang kini menghampirinya.
"Kenapa menatapku seperti itu? " tanya Rumi polos karena tatapan tajam Indah yang mengarah padanya.
"Rumi simpan dan sembunyikan novel-novel romansa itu, lihatlah Helen jadi korban dari novel itu tidak baik masih kecil lho! " Indah memperingati membuat Rumi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Disaat Rumi, Indah dan Helen tengah berbincang Roni dan Tina malah saling menatap.
"Tina jangan lupa sama aku ya kalau sudah besar nanti, aku juga gak bakalan lupa sama kamu!" ucap Roni.
"Oh kamu udah tau rupanya kalau aku mau menetap diJepang! Tentu saja aku gak bakalan lupa sama kamu yang tampan! " sahut Tina dan segera menutup mulutnya.
"Jangan halangi bibir mu, kau manis jangan ada yang ditutupi! " Roni menarik tangan Tina menjauhi bibirnya.
Keduanya pun saling senyum dan saling berpegangan.
TERIMA KASIH BANYAK SEMUA TELAH MEMBACA SAMPAI BAB INI, AKU SENANG ADA PENYEMANGAT.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE SERTA FAVORIT YA ......
MENGINGAT CERITA INI AKAN TAMAT, JADI AUTHOR BAKALAN BIKIN LAGI CERITA LAIN.....
__ADS_1
JADI IKUTI TERUS CERITANYA....