Dendam Sang Adik

Dendam Sang Adik
Kesedihan Roni


__ADS_3

Setelah istirahat mereka berencana untuk bermain sebuah permaian untuk keluarga, terlihat beberapa tali memanjang dan membentuk barisan. Mereka akan bermain kelereng estapet, dimana yang pertama adalah orang tua akan berjalan sambil membawa klereng disendok yang dia apit dibibirnya, lalu memberikan kelereng itu pada sang anak yang tengah siap di depan dengan sendok dibibirnya juga untuk menerima klereng tersebut. Jika yang pertama memasukan klereng itu ke toples maka itu lah pemenangnya.


Algi, Aldara dan orang tua lainnya telah siap digaris star sedangkan Roni, Helen dan beberapa anak lainnya bersiap dengan sendok mereka yang akan membawa klereng itu, jarak mereka tidak jauh hanya dua meteran, lalu jarak dari posisi anak dan toples pun sama dua meter.


Pluit telah siap ditiup oleh sang guru, hingga Aldara bersiap dan memfokuskan dirinya agar yang pertama sampai sedangkan Algi hanya menatap Roni sendu, dia baru melihat bahwa Roni sesenang itu dia merasa menyesal karena tidak pernah meluangkan waktu walau sebentar bersama Roni.


Priitttttttt


Aldara segera berjalan dan menyeimbangkan jalannya agar klereng itu tidak jatuh, walau sebagian orang tua yang lain menjatuhkan klerengnya Aldara tidak peduli dia hanya ingin anaknya juara.


Aldara telah sampai didekat Helen dan klereng pun kini sudah berganti tempat menjadi di sendok Helen.


"Ayo Helen! " teriak Aldara lalu terkejut melihat Roni yang sudah agak jauh. Aldara pun menoleh pada Algi, yang ternyata tengah memandanginya. Algi yang melihat Aldara menatapnya, dia mengusap hidung dengan jempolnya menadakan kalau dia lebih unggul darinya.


Kini ada tiga murid yang hampir mendekai toples, Roni, Helen dan salah seorang murid laki-laki . Semua orang dibuat tegang dan tempat itu menjadi sangat ramai dengan teriakan menyemangati.


"Helen lebih cepat, sedikit lagi! " teriak Aldara.


"Dian kau bisa, ayo lebih cepat! " teriak ibu yang tadi bergosip tentang Algi.


Ternyata ibu yang tadi ditempat bubur dan yang menggosipkan Algi, adalah ibunya Dian yang sekarang ini tengah bersaing dengan Helen dan Roni.


"Ayo Dian kalahkan mereka! " kembali ibu itu berteriak membuat Aldara disampingnya menoleh.


"Helen kau bisa menjadi yang pertama! " teriak Aldara dan mengundang perhatian ibu itu.


"Anakku yang akan menjadi pemenagnya! " ucap ibu itu.


"Kata siapa lihatlah anak perempuanku yang tangguh yang akan menjadi pemenangnya! " sahut Aldara.


"Anak aku lah! " ibu itu menatap Aldara.


"Helen yang juara! " sahut Aldara.

__ADS_1


"Dian yang akan menjadi yang pertama! " ujar ibu itu.


"Akhirnya Roni yang memenagkan permainan ini!" teriak sang guru dengan alat pengerasnya membuat Aldara dan ibu itu menelan air liurnya sendiri, lalu menoleh kedepan dan benar saja anak mereka kalah oleh Roni.


"Anakku yang lebih unggul dari anak kalian! " tiba-tiba dari belakang Aldara dan ibu itu Algi berbicara dan membuat keduanya menoleh, jika tatapan Aldara kesal beda lagi dengan tatapan ibu itu pada Algi, dia menatap kagum atas ketampanan Algi.


"Roni goodjob! " teriak Algi mengancungkan kedua jempolnya, dan Roni menoleh dan kembali mengacungkan kedua jempolnya membalas Algi.


"Wah tampannya! " gumam ibu itu seraya tersipu.


"Heh menyingkir dari sini! " usir Melinda menyenggol bahu ibu itu.


"Ogah, aku mau disini biar deket sama babang tampan! " sahut ibu itu.


"Dasar tidak tau diri! " hardik Melinda, sedangkan Algi dan Aldara serta orang tua lainnya bubar menyisakan mereka yang tengah beradu argumen.


Aldara menghampiri Helen yang tengah menunduk karena kalah.


"Ini hanya permaianan, jangan menyesal masih ada permaian lainnya lagi maaf Bunda tidak cepat tadi! " ucap Aldara menarik dagu Helen agar menatapnya.


Roni yang menyaksikan hal itu menjadi iri melihat itu, dia juga ingin dipeluk dan dicuim seperti Helen.


"Roni, kau kenapa? " tanya Algi lalu mengikuti arah pandang anaknya itu, begitu juga dengan Melinda dia melihat Helen dan Aldara yang sedang berpelukan.


"Anak Daddy yang pintar, lihatlah kau juara! " Algi mencoba menghibur Roni.


"Mau Daddy peluk? " Algi merentangkan kedua tangannya, tapi keduluan oleh Melinda yang begitu saja memeluk Roni.


"Aku ada disini, aku akan senantiasa menjadi momihmu! " Melinda mengusap kepala Roni, tapi Roni semakin kesal dia tau yang dilakukan Melinda hanya ingin perhatian dari Daddynya saja, tidak benar-benar tulus.


"Menyingkirlah aku haus! " ucap Roni, Melinda pun melepaskan pelukannya. Lalu Roni berlari dengan air matanya menuju tenda dan hal itu tidak diketahui oleh Melinda begitu juga Algi.


Sesampainya ditenda Algi sesegukan dibalik tasnya, dia menginginkan pelukan Bunda yang selama ini di impikannya merasa percuma menjadi juara pun, walau yang lebih diharapkan tidak kunjung dia dapatkan.

__ADS_1


Hingga Aldara dan Helen melewati tenda yang ditempati Roni.


"Bunda ada suara anak menangis!" beri tahu Helen menghentikan langkahnya sambil kembali memakan ice cream yang dia pegang.


"Dimana? " tanya Aldara mengigit ice crem batang itu, walau terasa ngilu dia tetap mengigitnya.


"Diam Bunda dan dengarkan! " ucap Helen.


Aldara dan Helen pun semakin mendekatkan telinga mereka ketenda, dan Aldara membuka paksa tenda itu.


"Roni! " ucap Aldara dan Helen bersamaan.


"Kamu kenapa? " tanya Aldara menarik tangan Roni perlahan.Roni terduduk dan menatap Aldara.


"Bolehkah jika kau memeluku? " tanya Roni parau pada Aldara.


"Ten-"


Belum Aldara menyelesaikan ucapannya Roni segera memeluk Aldara erat, dengan derai air mata yang membasahi bahu Aldara.


"Aku akan berusaha membuatmu bersama dengan kami! " gumam Aldara membalas pelukan Roni, bagaimana pun Roni juga keponakannya yang harus dia rawat dan jaga walau saat ini belum waktunya.


Mengingat hal itu, Aldara meneteskan air matanya memeluk erat Roni, semua perpisahan ini ulah dari keluarga Algi dan Aldara kini semakin membenci mereka.


"Aku akan selalu ada untuk mu! " Aldara segera menghapus air matanya lalu melepaskan perlahan pelukannya pada Roni.


"Jangan menangis, kau adalah pemenangnya tadi bagaimana kalau kita beli es krim untuk mu! " hibur Aldara menghapus air mata yang berada di pipi Roni dengan kedua ibu jari miliknya, seraya tersenyum walau dalam hati kenyataannya sesak dan memendam penuh amarah. Roni hanya mengangguk menanggapi.


"Baiklah, ayo kita rayakan kemenagan Roni! " Aldara menatap Roni dan Helen bergantian, lalu menarik tangan Roni dan Helen menuju penjual ice cream didepan sana.


Sedangkan dari jauh Algi memandang Roni dengan sedih, dirinya mengeratkan rahangnya dia sadar yang Roni inginkan adalah bundanya jadi dia bertekat untuk mendapatkan Aldara. Pandangannya beralih menatap Melinda yang tengah terduduk direrumputan, dia merasa aneh kenapa Roni tidak menyukai Melinda. Padahal sedari kecil dia selalu menemani Roni hingga pikirannya terganggu, dia merogoh ponsel disakunya lalu berjalan menjauhi Melinda.


"Selidiki kenapa Roni tidak suka sama Melinda!" ucap Algi menelepon seseorang suruhannya, jika ada apa-apa Algi akan selalu menghubungi asisten pribadinya itu, beda dengan kali ini dia merasa berbeda dengan sekertaris itu, kurang percaya tentunya!

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK, DENGAN LIKE KOMEN FAVORIT JUGA VOTE


BACA JUGA KARYA AUTOR YANG BERJUDUL GURU DUNIA AKHIRAT.


__ADS_2