Dendam Sang Adik

Dendam Sang Adik
Cabai Setan


__ADS_3

Mobil Lamborghini Huracan EVO AWD yang dikendarai oleh Jefri membelah jalanan kota, setelah menemui dan meyakinkan keponakannya itu dia selalu merasa sia-sia, sampai dia berfikir mungkin Fadil telah mencuci otak keponakannya yakni Algi.


"Khm! " Jefri merasa tenggorokannya kering, mungkin karena tadi dia berteriak dikantor Algi. Jefri memarkirkan mobil mewahnya di depan sebuah toko mini market menurutnya, padahal dia telah salah masuk toko karena yang dia masuki sekarang adalah toko sayuran.


Jefri terus mengelilingi bagian dalam toko itu karena minuman yang dia inginkan tidak kunjung ditemukan, hingga Rumi yang merupakan pemilik toko itu menghampiri Jefri.


"Permisi ada yang bisa saya bantu? " tanya Rumi dengan sopan serta senyum manisnya yang dia pancarkan.


Jefri pun menoleh dan mendapati Rumi, pandangannya cengo dengan mulut yang terbuka, Jefri terkesima melihat Rumi.


"Iya aku minta tolong! " sahut Jerfi tatapannya tidak lepas dari Rumi.


"Mau mencari sayur apa? " kembali Rumi bertanya, membuat Jefri tersadar dan menggelengkan kepalanya.


"Cantik! " gumam Jefri.


"Pak! " kembali Rumi menyadarkan Jefri, karena laki-laki itu tidak kunjung mengatakan apa maksud kedatangannya.


"Ah iya, aku mau mencari minum karena tenggorokan ku merasa terikat, " ucap Jefri sedangkan Rumi hanya mengangkat alisnya sebelah.


"Oh maksudnya tenggorokan anda tercekat, biar saya ambilkan sebotol air mineral anda bisa menunggu di kasir! " Rumi pun membalikan badan dan mulai melangkahkan kakinya.


"Tunggu! " ucap Jefri mengehentikan langkah Rumi.


"Iya? " Rumi pun kambali menoleh pada Jefri.


"Jangan tinggalkan aku, karena penyebab terikatnya tenggorokanku adalah kamu yang seakan telah mengikat hatiku jadi aku tidak bisa bersuara saat melihat kecantikanmu, " godaan yang dilontarkan Jefri pada Rumi membuat Rumi sendiri harus menghembuskan nafasnya, karena bukan hanya Jefri yang berusaha menggodanya.


"Jangan berbohong buktinya anda masih bersuara dan berusaha menggodaku, jika tidak ada yang dibutuhkan anda boleh keluar! " usir Rumi membuat Jefri tersenyum jail.


"Menarik! Dia tidak terpesona oleh ku! Dan dia wanita pertama yang berbicara lantang padaku! " suara hati Jefri.


"Aku butuh air dan cabai bisa anda berikan?" tanya Jefri dengan melipat tangannya di dada.

__ADS_1


"Cabai apa? Hijau? Apa yang Merah? Yang kriting atau mau yang kering? Cabai ceplak juga ada, " pertanyaan Rumi membuat Jefri pening mendengarnya, pasalnya dia tidak tau berbagai jenis cabai yang ada dimuka bumi ini, yang dia tau cabai ya rasanya pedas.


"Cabai setan ada gak! " ucap Jefri asal dengan senyum yang di paksakan.


"Tentu saja ada!"


"Benarkah? Bagaimana bentuknya? " Jefri melebarkan kedua matanya pada Rumi.


"Mau berapa kilo? " tanya Rumi.


"Lima kilo! " Sahut Jefri dengan mengangkat kelima jarinya pada Rumi.


"Anda pecinta pedas rupanya, biar saya ambilkan anda tunggu di kasir! " titah Rumi dan kali ini Jefri menurut. Seiringnya Rumi berjalan Jefri pun berbalik menuju kasir


Jefri melihat sekeliling sambil berjalan menuju kasir, dia baru menyadari kalau di sekelilingnya hanya ada berbagai macam sayuran.


Jefri pun sampai di depan meja kasir dan di sana sudah ada Rumi yang menunggu dengan senyumnya.


"Manis! " kembali Jefri mengaggumi kecantikan Rumi.


"Banyak sekali ini! Jadi cabai setan ini seperti ini? " ucap Jefri mencapit satu buah cabai yang berbentuk besar dan warnanya oranye itu dengan telunjuk dan jempolnya.


"Iya, itu cabai setan! " sahut Rumi dengan menekan kata setannya, karena Rumi sudah tidak ingin lagi berurusan dengan Jefri yang menjengkelkan. Menaggapi hal tersebut Jefri dibuat terkejut, dia kembali di sentak oleh Rumi.


"Dia belum tau aku siapa? " ucap Jefri menggrtakan giginya. Kebanyakan wanita kalau melihat Jefri langsung terpesona kepadanya, bahkan sekali saja dia menggoda wanita langsung bisa dia ajak keranjangnya.


"Kamu tau mobil dihalaman toko ini, itu adalah mobilku! " lagak pamernya dia perlihatkan pada Rumi.


"Apakah mobil itu mau anda jual? " pertanyaan Rumi sukses membuat Jefri terkejut.


"Apa kamu bercanda! " tegas Jefri menatap lekat Rumi.


"Hanya saja setelah saya memberitahu nominal belanjaan, anda memperlihatkan mobil itu barangkali mau di tukar tambah! Cabai dengan mobil lamborghini, " ucap Rumi acuh, padahal dia manahan tawanya.

__ADS_1


"Iya kamu benar aku pecinta pedas mulai sekarang, karena pada umumnya cabai walau pedas tapi tetap selalu diinginkan. Begitu juga kamu walau kata-katamu pedas terhadapku aku semakin menginginkanmu! " ucap tegas Jefri, membuat Rumi beberapa kali dibuatnya aneh.


"Kok jadi ngawur ucapannya," sahut Rumi.


"Kau berhasil mengejekku, bukan hanya cabai ini yang bisa aku beli tapi toko ini juga bisa aku beli! " Jefri membanting kartu black card dimeja kasir, lalu pergi sambil membawa kresek yang berisi cabai dan sebotol air mineral itu.


Dengan cepat Rumi berlari mengikuti Jefri yang sebentar lagi akan memasuki mobilnya.


"Hai! " teriak Rumi.


"Nah kan dia pasti bakalan kepincut juga, setelah ini aku bakalan mengajak dia bersenang-senang dibawahku! Uang memang segalanya! "gumam Jefri tersenyum sinis menatap Rumi yang semakin mendekatinya. Jefri pun buru-buru memasuki mobilnya.


"Hai bisa turun dulu! " teriak Rumi menggedor kaca mobil itu. Jefri yang menahan senyumnya itu berdehem supaya dia tidak menampakannya di hadapan Rumi.


Jefri pun dengan ketampanannya yang terkesan dingin itu kembali keluar dari mobil. Jika beberapa orang yang berada di sana terkesima tapi tidak dengan Rumi.


"Kartu ini kalau tidak memakai pin mana bisa saya mengambil uang nya, " ucap Rumi, dan hal itu membuat Jefri semakin senang di buatnya.


"Jika tidak berkenan bayar dengan kartu bisa dengan tunai saja! Di dalam masih banyak pelanggan dan saya harus segera bekerja, jadi bisa di percepat pembayarannya? " kali ini ucapan Rumi bagai petir disiang bolong bagi Jefri. Kenyataan tidak sesuai harapannya.


Jefri pun mengembil semua uang tunai di dompetnya lalu memberikannya ke tangan Rumi.


"Ambil semua untukmu! " ujar Jefri dan Rumi hanya menggelengkan kepalanya.


"Cukup hanya dua lembar saja," Rumi meraih tangan Jefri lalu mengembalikan uang itu.


"Tidak ini untukmu! " sergah Jefri.


"Anda hanya orang asing bagiku, dan aku tidak bisa menerimanya jadi maaf saya hanya akan mengambil hak saya saja." Rumi tersenyum lalu berbalik dan berjalan kembali ke toko dengan uang dua lembar berwarna merah ditangannya.


"Ingat lah sekarang kau menganggapku orang asing tapi untuk besok dan seterusnya kau akan menganggapku orang usang, yang akan menemanimu sampai berlama-lama waktunya bahkan sampai ajalmu menjemputmu! " teriak Jefri dan menghiraukan tatapan orang disekelilingnya, sedangkan Rumi hanya terus berjalan dan menghiraukan ucapan Jefri.


"Laki-laki hidung zebra! " gumam Rumi dengan dengusannya.

__ADS_1


JANGAN LUPA KASIH SEMANGAT DENGAN LIKE, KOMEN, FAVORIT DAN VOTE YA 🙏🙏🙏😉


__ADS_2