Dendam Sang Adik

Dendam Sang Adik
Jati Diri Aldara


__ADS_3

HAPPY READING


.


.


.


Diruang kantor yang ditempati Fadil terlihat dia tengah menbanting sesuatu pada bawahannya, serta terlihat ruangan itu sangat berantakan.


"Kalian tidak becus! Bagaimana bisa uang sudah masuk rekening tapi kenyataannya uang itu tidak ada! " teriak Fadil dan mereka yang berada di ruangan itu hanya terdiam menunduk.


"Bukannya pengalaman IT mu sangat baik, kenapa bisa kalah sama penyusup! " Fedil menarik kerah laki-laki yang kini berada di depannya.


"Dia terlalu jenius hingga aku tidak bisa melawannya! Tapi sepertinya selain membobol data pribadi Anda si penyusup itu juga mengetahui sesuatu tentang rahasia Hong Company, dan bisa saja di antara orang kepercayaan anda telah berkhianat! " alasan laki-laki itu, membuat amarah Fadil semakin menjadi, dia pun menjambak rambut laki-laki itu.


"Maksudmu penyusup itu adalah diantara kalian? " Ucap Fadil dengan tatapan tajamnya.


"Selain sandi yang terbobol, saya juga mendeteksi bahwa data saham Hong Company telah ada yang mengetahuinya dan tentu saja sipenyusup itu, dan yang pasti hanya orang kepercayaan Anda yang tau kata kuncinya. Mungkin saja dia kenal dengan sipenyusup! "ucapan laki-laki itu membuat Fadil melepaskan kasar tangan dari kepala bawahannya.


"Sekerteris pribadi Algi! panggilkan dia untukku! Dan oh aku mengerti, yang menginginkan Hong Company juga ! " Fadil menyeringai seraya tersenyum jahat dengan tatapan mematikan.


"Selidiki serinci mungkin tentang Aldara dan bibinya terutama benarkah kalau anak perempuan itu lahir dari rahim Aldara? " Fadil bicara dengan lantang lalu semua yang berada di sana terlihat membubarkan diri keluar dari kantor Fadil.


"Baiklah si musuh kecil telah tiba! Walau aku belum yakin bahwa mereka yang melakukannya tapi apa salahanya jika diperiksa terlebih dahulu" gumam Fadil.


Aldara buru-buru memakai foundation untuk menutup tanda kemerahan di lehernya dengan agak tebal, dirinya kini tengah mematut di cermin toilat sesekali melirik lehernya yang terpantul cermin itu.


"Kenapa kali ini badanku merespon jika bertemu dan berdekatan dengan Algi? Padahal dulu-dulu biasa saja! Aku harus membuat diriku tenang!" gumam Aldara dalam hati lalu bersiap untuk rapat pagi ini.


Di ruang rapat Aldara sesekali menguap, kelopak matanya seakan berat susah untuk terbuka bahkan sudah serkali-kali Aldara mengerjap dan menggelengkan kepalanya agar rasa kantuk itu menghilang tapi hasilnya tetap saja tidak bisa. Hingga suara gebrakan tangan Algi pada meja membuat Aldara terperanjat kaget.


"Apa kalian paham!" sentak Algi menatap seluruh karyawannya.


"Iya Pak!" jawab salah seorang dari sana dan yang lainnya pun ikut menggangguk tanda paham.

__ADS_1


"Rapat sampai sini, jangan sampai kesalahan ini terulang lagi! " Algi begitu saja pergi meninggalakan ruangan itu diikuti oleh sekertaris pribadinya, Aldara pun dengan cepat menyusul Algi.


"Aku perlu bicara denganmu! " tiba-tiba Algi kepada sekertaris pribadi itu.


"Baik! " sahut sekertaris peribadi itu.


Mereka menuju ruang Algi dan menyisakan Aldara yang berada dimejanya, dengan seringai dan diiringi mata yang sayu karena mengantuk.


"Padahal aku ingin melihat mereka bertengkar, tapi sayang mataku tidak bisa diajak kompromi! " ucap Aldara seraya meletakan kepalanya ke meja dan matanya perlahan menutup.


Di ruang kantor Algi, sekertaris pribadi itu terlihat membenarkan kaca matanya sambil menunduk.


"Apakah ini semua rencana mu dan bos mu, untuk membuat perusahaanku bangkrut?" tanya Algi geram.


"Mana mungkin tuan, saya tidak akan melakukan hal kotor seperti itu aku senantiasa setia kepadamu!" sahut sekertaris pribadi itu.


"Benarkah? Apa aku sebodoh itu dibohongi oleh kalian! Aku tau kau bekerja sama dengan menejer pemasaran untuk membuat nilai penjualan menjadi berkurang!" Algi membanting kertas juga beberapa foto pada sekertaris itu. Foto dirinya saat transaksi bersama kolega tanpa sepengetahuan Algi, juga foto bersama Ibu menejer untuk membuatnya bergabung dalam misinya.


"Anda percaya dengan hal ini? Waktu itu saya hanya ingin kejelasan tentang bagaimana garis yang diberikan itu menurun drastis, makanya saya langsung menanyakannya tanpa memberitahu Anda dulu, karena waktu itu sedang mengantar tuan muda Roni kemping dan untuk urusan saya menemui ibu menejer Anda boleh melihat foto ini, " jelas sekertaris pribadi itu menyodorkan foto Aldara dan ibu menejer yang tengah berada di tempat ayam bakar seperti tengah membahas suatu hal, karena ditangan mereka ada beberapa kertas.


"Aldara mungkin saja dia tengah merencanakan sesuatu! " sahut sekertaris pribadi itu.


"Apa untungnya bagi dia, memang dia itu siapa bisa-bisanya berbuat masalah sebesar ini! Dia hanya karyawan biasa! Jangan asal menuduh kalau tidak ada bukti yang jelas!" Algi menatap sekertaris pribadinya itu, tidak terima jika Aldara harus menjadi kambing hitam diantara masalah mereka.


"Mungkin Anda telah terjerat olehnya, tapi sebenarnya dialah orang yang kita perlu cari tau!" Sekertaris itu menyodorkan beberapa berkas serta foto pada Algi, Algi menerima dan membacanya seketika dia terkejut.


"Jadi Dia! " Ucapan Algi tertahan saking tidak percayanya.


"Dia adalah adik dari Sarah Saraspati yang merupakan kakak ipar Anda, bisa saja dia ada niat jahat pada keluarga besar Gunawan! " timpal sekertaris pribadi itu.


"Yang salah adalah kakaknya dan kenapa Aldara terbawa juga! Kalau kamu mau menghancurkanku jangan bawa-bawa dia! " teriak Algi menyobek foto dan lembaran kertas itu.


"Anda harus waspada pada Aldara, mungkin saja buat dia untuk dendam pada keluarga Gunawan karena perusahaannya yang diambil dan menyebabkan ayahnya meninggal hingga dia hanya mempunyai bibinya saja dengan kehidupan yang sangat menyedihkan tanpa ekonomi yang banyak! " kembali sekertaris pribadi itu menjelaskan, membuat Algi merasa gundah.


"Pergi! " teriak Algi sambil menujuk pintu, agar sekertaris pribadinya itu keluar.

__ADS_1


Sekertaris pribadi itu menurut keluar, Algi segera memijit kepalanya yang dirasa pening karena banyaknya pemikiran. Tatapan yang mengarah pada sekertarisnya itu yang tengah terdiam di meja, membuat nya menggelang.


"Mana mungkin Aldara melakukan hal itu, karena yang seharusnya marah adalah aku! Berkat kakaknya keluargaku menjadi berpencar dan menyebabkan perselisihan di antara kami!" Algi mencoba untuk tidak mencari kesalahan pada diri Aldara dia tidak mau permasalahan ini ada sangkut pautnya dengan Aldara yang merupakan wanita yang dicintainya itu.


Algi teringat sesuatu hingga dirinya segera mengambil ponselnya di saku dan mulai menelepon seseorang.


Jefri yang kini berada dirumah bersama Rumi dengan terpaksa harus menanggung aktivitas mereka karena ada suara telpon.


"Algi! " Jefri terkejut melihat dilayar ponselnya kalau yang menelepon adalah keponakannya. Tentu saja terkejut karena ini pertama kalinya Algi menghubunginya duluan, setelah perselisiahan itu terjadi.


"Hallo! " Jefri mengangkat telponnya.


"Kita perlu bicara, dilestoran jepang dekat dengan kantor ku sekarang! " ucap Algi dan langsung saja mumutuskan sambungannya membuat Jefri kesal.


"Anak ini! Tidak tau kami lagi enak-enak saling menyatukan ****** ***** harus terganggu dengan nada ketus dan perintah yang membuat jengkel saja! " Jefri membanting ponselnya ke sofa di kamar mereka.


"Ada apa? " tanya Rumi mengangkat selimutnya menutup sebagian tubuhnya.


"Algi menyuruhku untuk bertemu dengannya sekarang! " jawab Jefri.


"Ya sudah sana saja pergi!" Rumi beranjak dari kasur dengan menyeret selimut.


"Tidak! " teriak Jefri dan membuat Rumi terdiam lalu menoleh padanya.


"Kita tuntaskan dulu yang tadi, " sambung Jefri kembali menarik tubuh Rumi ke tempat tidur.


"Padahal udah beberapa kali, dan dikira mau selamat malah mau ditamatin! " gumam Rumi.


"Gak bakalan tamat sampai kau mati sayang! " Jefri mengerlingkan matanya sebelah.


HAI READERS YANG BAIK DAN PERHATIAN JUGA YANG TELAH SETIA MENUNGGU CERITA INI, UCAPAN TERIMAKASIH DARI HATI YANG PALING DALAM 😉😉 UNTUK KALIAN😍


SEPERTI BIASA KASIH SEMANGAT DENGAN CARA LIKE KOMEN FAVORIT JUGA VOYE YA 🌹🌹🌹


JANGAN LUPA JUGA MAMPIR DIKARYAKU YANG UDAH TAMAT DENGAN JUDUL GURU DUNIA AKHIRAT

__ADS_1


__ADS_2