Dendam Sang Adik

Dendam Sang Adik
Ingin masakanmu


__ADS_3

Aldara duduk dikursi kerjanya dengan santai, tangan yang terus menepuk perutnya yang agak buncit karena kenyang. Algi yang melihatnya membuat dia tersenyum jail.


"Enak-enakan dia pacaran dan makan sampai kenyang!" Algi menekan tombol pada telpon, dan tersambung pada telpon yang berada di meja Aldara.


"Hallo di sini dengan sekertaris CEO, ada yang bisa dibantu? " tanya Aldara, setelah mendekatkan gagang telpon itu ketelinganya.


"Sepertinya bangga sekali menjadi sekertarisku, sekarang keruangan ku! " sentak Algi dan segera memutuskan sambungan telepon itu.


Aldara segera menoleh pada jendela yang didalamnya terdapat atasannya, sebelah bibirnya tertarik ke atas untuk beberapa detik.


"Dia tidak memberikanku luang hanya sekedar diam! " gumam Aldara dan bergegas menghampiri pintu lalu memasuki ruang kantor Algi.


"Bapak memanggil saya! " Aldara tersenyum dipaksakan, setelah berada di hadapan meja Algi.


"Apa yang kau dapatkan tadi? " tanya Algi, dan Aldara pun tentu saja mengerti.


"Aku hanya melihat kalau sekertaris bapak terlihat kesal setelah keluar dari ruangan ibu menejer itu," jawab Aldara, tapi Algi terlihat tidak puas dengan jawaban Aldara.


"Terus! " Algi berdiri lalu menghampiri Aldara.


"Setelah sekertaris pribadi bapak menjauh, saya keruangan ibu menejer itu dan dia terlihat tengah sedih, " kembali Aldara berucap.


"Terus! " Algi terus mendekatkan diri pada Aldara. Dia akan merasa tertarik dengan Aldara entah karena apa?


"Aku keruangan dia dan mencoba membujuk dia agar berbicara tentang dirinya dan sekertaris bapak, "


"Terus! " Algi menarik pinggang Aldara, sehingga tidak ada jarak lagi diantara mereka.


"Hm, dia mengatakan kalau sekertaris bapak mengajaknya untuk kerja sama dengannya dengan dalih agar perusahaan yang Bapak bina ini semakin meningkat, " Aldara menekan dada Algi dengan kedua tangannya.


"Terus! "


"Pak kalau bisa jangan memotong pembicaraanku agar bapak tidak berkata terus melulu, dan ini bisa dilepas! " Aldara tersenyum dengan tatapan malas melihat Algi.


"Aku ingin bicara seperti ini bersamamu! " Algi menatap lekat Aldara dan hal itu membuat Aldara gugup.


"Aku mengajaknya ke lestoran jepang, di sana kami membicarakan perihal jodoh karena dia menangis belum juga mendapatkan suami! " Aldara mendorong-dorong dada Algi berharap dia bisa melepaskannya.

__ADS_1


"Sebelum kau menemui menejer itu, kau bertemu siapa? " tanya tegas Algi.


"Sekertaris itu mulutnya bocor juga! " gumam Aldara dalam hati.


"Dia Andris teman ku! " jawab Aldara.


"Benarkah? Kau mencoba membohongiku? " tanya Algi tepat di telinga Aldara, dan membuat sang pemilik telinga itu bergidik.


"Tidak penting jika Bapak mengetahuinya pun!" ucapan Aldara membuat Algi kesal.


"Apakah orang yang berada dibagian administrasi itu benar-benar temanmu? " ucap tegas Algi, dan membuat Aldara mengerutkan keningnya.


"Apa jika aku terus berkata kalau dia temanku apa anda bisa percaya kepadaku? " Aldara malah bertanya balik.


"Menjijikan kau berpacaran dengan orang seperti itu! Kau selingkuh dariku! Sekarang juga putuskan hubunganmu dengannya! " teriak Algi dan melepaskan Aldara.


"Aku tidak berselingkuh, kau dan aku tidak ada hubungan selain atasan dan bawahan. Jangan pernah masuk dalam kehidupan pribadiku, dan untuk Andris. Kau tidak perlu menggangunya!" Aldara beranjak dari ruang kantor Algi, dia tidak bisa mengontrol dirinya untuk tidak marah pada atasannya itu.


"Terserah sekarang kau mau bicara seperti apa juga, karena untuk kedepannya kau yang akan mengemis cinta kepadaku! " gumam Algi dengan pandangan yang tidak lepas dari Aldara.


"Daddy! " Roni berlari menghampiri Algi dengan girangnya.


"Roni? Dengan siapa kamu kemari hm? " tanya Algi lalu menggendong Roni dipangkuannya.


"Tadi aku meminta pak supir untuk mengantarku kekantor Daddy, " jawab Roni dan Algi mengangguk.


"Daddy nilai ulangan tengah semesterku sempuran,lihatlah!" Roni menyodorkan lembaran kertas yang berangka seratus plus, pada Algi.


"Bukannya setiap ulangan atau ujian anak daddy ini selalu mendapatkan nilai yang sempurna? " heran Algi, karena Roni tidak biasanya riang seperti ini jika mendapat nilai sempurna, mungkin karena terlalu sering mendapatkan nilai sempurna jadi biasa saja tapi beda dengan sekarang.


"Selama ini Roni tidak pernah meminta hadiah dan semacamnya. Jadi Roni ingin meminta hadiah karena nilai Roni selalu bagus dari awal-awlanya dan baru kali ini Roni menginginkan sesuatu yaitu Roni ingin Daddy ikut ke acara kemping sekolah minggu depan, gimana Daddy mau ya?" Roni mengerjapkan kedua matanya yang mempunyai bulu mata yang lentik, dan hal itu yang membuatnya tambah lucu dan menggemaskan.


"Biar Daddy pikirkan!" sahut Algi lalu datanglah sekertaris pribadinya itu.


"Nak Roni ada disini? " tanya sekertaris pribadi itu.


"Iya Pak, aku meminta Daddy untuk ikut ke acara kemping nanti minggu depan, yang di adakan sekolah," sahut Roni pada sekertaris pribadi itu.

__ADS_1


"Menurut saya, ikut aja Pak Algi kasian nak Roni juga menginginkan orang tuanya ikut andil dalam acara sekolah itu, " ucap sopan Sekertaris pribadi itu.


Algi sekilas menatap laki-laki paruhbaya didepannya, laki-laki yang pernah dia anggap seperti ayahnya sendiri kini menjadi iblis, yang akan mengahncurkannya. Untuk menatap pun sekarang merasa enggan, Algi pun memalingkan wajahnya.


"Roni minggu depan masih ada beberap hari lagi, nanti Daddy putuskan di rumah. Sekarang Roni pulang dulu, atau mau sama Daddy makan disini? " tanya Algi.


"Daddy, Roni harap tidak mengecewakanku ya! " Roni menunduk memainkan jemarinya.


"Daddy usahakan! " jawab singkat Algi, dan Roni pun berpamitan pada Algi lalu pergi bersama sekertaris pribadinya itu. Tentu saja Algi yang menyuruhnya, karena supir yang tadi menjemput Roni dari sekolah telah kembali kerumah.


Algi berjalan keluar seletika perutnya bersuara, sesaat terbesit Melinda yang selalu membawakannya makanan jika sudah waktunya jam makan siang.


Algi membuka pintu lalu terlihat Aldara tengah fokus dengan perkerjaannya. Menyadari bahwa Algi keluar Aldara segera berdiri dan membungkuk.


"Carikan aku makanan!" perintah Algi.


"Baik! " ucap Aldara.


Aldara pun bergegas pergi tapi sesuatu menghalangi langkahnya, Algi menahan pergelangan tangan Aldara.


"Aku ingin makanan, yang dimasak olehmu seperti waktu kau menginap diapartemenku! " ucap Algi.


"Kalau begitu apakah aku harus pulang dulu?"tanya Aldara menoleh pada Algi.


"Terserah kamu saja, asal dua puluh menit kau bisa menyajikan makanan itu di meja ku! " ucapan itu membuat Aldara terperanjat, dua puluh menit mau membeli bahan makanan juga pasti waktu itu habis.


"Tapi-"


"Tidak ada tapi-tapian, atau kau yang akan aku makan sekarang!" ancam Algi karena Aldara mencoba membantah.


"Aku akan pergi sekarang! " Aldara buru-buru melepaskan diri dari Algi.


Algi tersenyum senang menanggapi tingakah Aldara, dia semakin dan selalu ingin menggoda sekertarisnya itu. Bahkan sepertinya kalau Aldara menjauh dia tidak akan bisa tenang.


Tidak sengaja Algi terpikir tentang Andris, sebenarnya dia itu siapanya Aldara? Karena saat ditelpon waktu Aldara masuk rumah sakit, Andris mengaku sebagai pacarnya. sedangkan Aldara sendiri tidak mengakuinya.


"Tidak ada yang boleh menghalangiku! " ucap Algi.

__ADS_1


__ADS_2