Dendam Sang Adik

Dendam Sang Adik
Kekasihku


__ADS_3

Algi menginjak rem mobilnya tepat dirumah Aldara, setelah pertemuan dengan kolega dilestoran siang tadi Algi dan Aldara tampak merasa canggung terutama Aldara.


"Terima kasih, sudah mengantar saya! " ucap Aldara menunduk lalu membuka pintu mobilnya tapi tidak kunjung terbuka juga.


"Kau kenal dengan Fadil dan Jefri? " tanya Algi tiba-tiba lalu menoleh pada Aldara.


"Saya baru mengenal mereka tadi! " jawab Aldara.


"Mulai detik ini kau menjadi kekasihku tidak ada penolakan! " ucap tegas Algi membuat Aldara tersenyum mengejek.


"Saya boleh keluar dari mobil ini? " Aldara mengetuk pintu mobil disampingnya.


"Tidak! " jawan tegas Algi.


"Apa mau mu! Kenapa kau menjadikanku kekasihmu? Agar kau bisa menggerayangi tubuhku?" teriak Aldara.


Algi mendekati Aldara sampai hidung mereka bersentuhan, lalu mengunci Aldara dengan kedua tangannya sehingga Aldara hanya bisa bersandar pada pintu mobil itu.


"Kau mengenal Sarah Saraspati? " Tanya Algi pelan sambil matanya yang terus menatap kearah bibir Aldara.


"Tidak! " jawab cepat Aldara smabil memalingkan wajahnya kesamping.


"Benarkah! " lagi Algi berucap membuat Aldara tidak bisa berkutik, mereka terlalu dekat. Aldara menyentuh dada Algi dan berniat untuk mendorongnya, melihat hal itu Algi hanya menyunggingkan senyum jahat nya.


"Kau itu wanita! Sebesar apa pun kekuatan tubuh mu tidak bisa mengalahkan aku!" Algi meniup mata Aldara , sehingga Aldara pun memejamkan patanya.


Algi tersenyum melihat Aldara memejam dia pun mendekatkan bibirnya kebibir Aldara segera, lalu memegang kedua tangan Aldara dengan satu tangannya dan tangan yang lainnya menekan tengkuk Aldara. Seketika Aldara melongo dan mulai memberontak, tapi kali ini dia kalah dengan tenaga Algi yang lebih kuat darinya.


Algi mulai menggerakan bibirnya di permukaan bibir Aldara, *******, menyesapnya dengan lembut lidahnya masuk ke mulut Aldara tapi Aldara tidak kunjung membuka mulutnya hingga Algi menggigit bagian bawah bibir Aldara.


"Aw! " erang Aldara, dan hal itu dijadikan kesempatan untuk Algu memasuki mulut Aldara.


Algi terus memasukan lidahnya seakan tengah mengabsen gigi Aldara satu-persatu, saking Algi menghayatinya tanpa sadar Aldara pun terhanyut dengan ciuman yang diberikan Algi . Mereka sekan sepasang kekasih yang sedang dirundung gelora asmara yang menggebu.


Mata Algi yang tadinya menutup perlahan membuka, dan mendapati Aldara yang tengah terpejam membuatnya senang dan degupan jantungnya pun semakin memompa dengan cepat.Algi kembali memejamkan matanya walau tidak ada balasan dari Aldara Algi tetap menikmati mulut dan bibir Aldara.


"Arrgghhh, " Algi melepaskan tautan bibir itu, karena Aldara mengigit lidah Algi.

__ADS_1


"Cara membunuhmu terlalu modern juga! " ucap Aldara mengusap bibirnya kasar.


"Itu bukan cara membunuhku, itu cara menaklukanmu! " Algi mengusap bibirnya dengan ibujari miliknya, lalu menyesapnya dan menatap Aldara dengan tajam sambil menarik bibirnya sebelah.


"Kau mengambil ciuman pertama dan keduaku, dasar laki-laki batu krikil! " gumam Aldara dalam hati sambil mengigit bibir bawahnya.


"Kenapa kau menatapku seperti itu, bibirmu juga kau gigit, mau lagi? " goda Algi, Aldara pun bersiap memukul pipi Algi tapi dengan sigap Algi menahannya dan malah menarik kepelukannya.


"Kau akan aku laporkan, atas pelecehan!" Aldara memukul sekuat tenaga punggung Algi, dan mengigit dadanya. Sedangkan Algi malah mengeratkan pelukannya.


"Aku tidak merasa melecehkanmu, bahkan kau juga menikmatinya kan? " sahut Algi, dan Aldara bertambah marah pada laki-laki tegap yang tengah memeluknya itu.


"Ah bukannya kau seorang jaben, tapi aku merasakan kalau aku yang pertama kali untuk bibirmu! " Algi mendaratkan dagunya dipuncak kepala Aldara, dan merasakan kehangatan dari tubuh Aldara. Walau dia pernah memeluk beberapa wanita, tapi baru kali ini dia merasakan kehangatan yang membuatnya nyaman.


Algi pun pernah mencium dengan beberapa wanita sebelum Aldara jadi dia bisa tau kalau Aldara tidak pernah berciuman, karena itu faktanya.


"Apa jaben? Dan kata siapa yang pertama, mulutku udah beberapa kali, bahkan berkali-kali dilumat oleh suamiku dulu!" bohong Aldara sambil memalingkan tatapannya dari Algi.


"Lalu kenapa janda bening sepertimu tidak membalas ciuman ku? " tanya Algi dan Aldara tertawa mendengar hal itu, jadi maksudnya jaben itu janda bening.


"Emang semua wanita yang kau pernah ciumi itu membalasmu mungkin karena ingin terpakai oleh mu, tapi menurutku ciumanmu itu tidak ada manis-manisnya, ibarat rasa sayur pare pahit ha ha! " Aldara terus tertawa dengan terbahak tanpa memperdulikan Algi dengan amarahnya yang memuncak.


Setelah Aldara menghilang dipintu itu, Algi tersenyum kecut dengan memandang rumah Aldara.


"Bahkan dia pun menghayatinya, wanita memang pintar berdalih!" gumam Algi dan segera melajukan mobilnya, pergi dari halaman rumah itu.


"Bunda! " Helen memeluk Aldara.


"Anak Bunda pasti ada maunya sampai menyambut segala, " Ucap Aldara mencium kening Helen.


"Bunda tau aja," Helen menautkan kedua tangannya sambil menatap Aldara penuh harap.


"Bunda mandi dulu, nanti kalau bunda udah bersih dan wangi kita bicara ya! " Aldara mencubit gemas pipi Helen.


"Oke Bunda, Helen tunggu! " sahut Helen.


"Eh, Tante belum pulang? Ini udah jam tujuh malam lho!" tanya Aldara pada anaknya itu sambil mengkat tangannya melihat jam yang melingkari pergelangannya.

__ADS_1


"Nenek Rumi gitu Bun! Dia belum pulang! " jawab Helen dan membuat Aldara terkekeh.


"Iya nenek Rumi! " ucap Aldara lalu berlalu kekamarnya dan Helen pun menghampiri sofa dan kembali bersama tablet nya.


Di kamar Aldara merasa ada yang aneh dengan Rumi, karena kalau mau kemana saja selalu ngasih tau dulu biar tidak khawatir.


"Bahkan tadi aku nelpon dia jam empat sore, katanya di jalan! Masa belum nyampe juga, pasti ada sesuatu! " gumam Aldara lalu segera merogoh ponselnya.


Panggilan Aldara tidak dijawab oleh Rumi, dan membuat Aldara tambah khawatir pada bibinya itu. beberapa kali dia menelepon, tapi tetap tidak diangkatnya akhirnya dia menelepon seseorang.


"Cari Bibi ku sampai ketemu! " Ucap Aldara pada seseorang yang dia telpon, lalu segera dia mematikan sambungan itu dan meraih handuk.


Beberapa puluh menit berlalu, Helen sedari tadi mengetuk pintuk pintu kamar Aldara tapi tidak kunjung dibuka.


"Bunda buka pintunya!" teriak Helen, Aldara yang tengah mengeringkan rambutnya segera membuka pintu kamar itu.


"Helen tidak sopan mengetuk pintu sambil berteriak! " hardik Aldara kepada anaknya itu.


"Maaf Bunda lagian pintunya tidak kunjung dibuka, padahal ada yang penting." Helen kembali menautkan tangannya lalu menunduk.


"Sini, dikamar Bunda saja bicaranya. " Aldara berjalan lalu duduk di ranjang dan di ikuti oleh Helen.


"Ada apa? " tanya Aldara.


"Bunda nanti minggu akan ada acara kemping, dan diharapkan orang tua bisa ikut karena Helen kan masih kelas dua!" beritahu Helen lalu menyodorkan selembaran kertas pada Aldara.


"Apa! " teriak Aldara, dan Algi di lain rumah dan dilain tempat.


"Daddy ikut ya," bujuk Roni menggoyangkan bahu Algi.


"Tiga hari itu lama, daddy harus kerja! " ucap Algi dengan kertas ditangannya.


"Bunda juga ikut, Daddy ikut ya? " Roni mamamerkan mata lebar yang penuh harap.


"Hah! " Algi terkejut.


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, FAVORIT DNA VOTE YA

__ADS_1


BACA JUGA KARYA AOTHOR YANG BERJUDUL GURU DUANIA AKHIRAT, NOVEL ITU UDAH TAMAT LHO!


__ADS_2