Dendam Sang Adik

Dendam Sang Adik
Sesungguhnya!


__ADS_3

HAPPY READING


.


.


Aldara terduduk lemas dilantai dengan tatapan tidak lepas dari layar leptop, dia ingin menghentikan video itu tapi dia harus melihat keseluruhannya agat dia tau yang sebenarnnya, karena video itu seperti terekam oleh ponsel yang disimpan tersembunyi.


"Dinar dia mencoba merayuku, aku mencoba untuk menepisnya tapi dia malah semena-mena terhadapku aku selalu ingin membicarakan hal ini padamu tapi aku tidak berani karena dia selalu mengancamku!"Fadil berdalih dengan akting sedihnya.


"Sarah kau! " ucapan Dinar terhenti.


"Dia bohong! Kau jangan percaya padanya aku sunggguh-sungguh tidak seperti itu! " Sarah berlari menghampiri Dinar dan menggenggam tangannya.


"Fadil itu pamaku adik ayahku dan aku mengenalnya jauh sebelum aku mengenalmu, aku benar-benar tidak menyangka kau segampangan itu!" teriak Dinar mendorong tubuh Sarah kelantai.


"Percayalah padaku! Aku tidak seperti itu! " teriak Sarah.


"Dia bohong Dinar, aku muak dengan dia sedari dia menikah denganmu karena aku pernah melihatnya dibar dan minum-minum! " Fadil merogoh saku jasnya dan menyodorkan sebuah foto pada Dinar.


Dinar terlihat marah dan melemparkan foto itu didepan Sarah, "Aku ceraikan kau, dan akan aku buat perusahaan ayahmu hancur. Kau telah mengecawakanku, aku telah membuka hati untukmu sampai sikembar lahir dan kau mengkhianatiku selama ini! Setaga itu kau padaku! Apa kau cuma ingin investasi perusahaan ku agar selalu mengalir pada perusahaan Hong!"


"Dinar jangan ceraikan aku, aku mohon dia yang berbohong dia berlaku kejam padaku dan selalu memperlakukanku dengan tidak senonoh! Percayalah padaku cintaku tulus padamu, Aku sangat mencintaimu ku mohon. Dan jangan libatkan keluarga dan ayahku tidak bersalah! " Sarah terlihat memeluk kaki Dinar.


"Aku harusnya curiga kau sama sekali tidak pernah berniat membatalkan perjodohan itu, ternyata sikapmu yang bebas itu menjadikanmu wanita penghianat dan penggoda! " Dinar terlihat berbalik dan hendak pergi.


"Kau juga merasakan kalau kau yang pertama bagiku dimalam itu kan! Kenapa kau tidak percaya padaku! Mas! mas! Kau tidak bisa memperlakukanku seperti ini dan jangan melibatkan perusahaan, jangan membuat ayahku kecewa, DINAR! " Sarah berteriak sekencang mungkin agar Dinar menoleh padanya tapi Dinar tidak menanggapi dan terus saja berjalan.


"Wanita malang! " Fadil tersenyum licik pada Sarah sebelum dia meninggalkan Sarah sendiri dengan air mata yang deras mengalir melewati pipinya.


Terlihat di Video itu, Sarah mengusap air matanya lalu menutup pintu dan menguncinya lalu menelepon seseorang.


"Ald kau sedang apa? " terdengar suara Sarah yang sedang menelepon Aldara kala itu, membuat Aldara teringat waktu itu dia masih dikampusnya.


"Aku rindu padamu, bisa kita bertemu dilestoran yang menyajikan makanan barat yang terletak tidak jauh dari kampusmu?" kembali suara Sarah dari video itu terdengar.


"Kakak tunggu jangan sampai telat ya, " Sarah terlihat menutup telponnya lalu menghampiri ponsel yang tadi merekam kejadian pilu dirinya.


"Ini adalah bukti real, aku sengaja menyimpan ponsel ini dengan keadaan rekam video karena Fadil selalu memperlakukanku seperti tadi bukan hanya sekali ini saja, aku sengaja karena aku ingin diadili dengan bukti ini. Tapi Dinar datang lalu malah salah paham dan menceraikanku serta akan menjatuhkan perusahaam ayahku. Aku tidak bisa mencegahnya karena Dinar tidak percaya padaku!"


"Dinar aku sungguh mencintaimu, Ayah maafkan aku dan untuk adiku Aldara jagalah keponakanmu untuku aku sayang sama kamu, maaf merepotkanmu aku sudah tidak sanggup menghadapi penderitaan ini! "


Video selesai dan membuat Aldara terus mengeluarkan air matanya, dadanya terasa sesak hingga bayangan tahun lalu saat sang kakak hanyut di sungai setelah bertemu dengannya dilestoran waktu itu.

__ADS_1


FLASHBACK ON


"Kakak tunggu jangan sampai telat ya? " suara sang kakak lewat telpon pada Aldara yang tengah berkumpul bersama temannya itu.


"Ald kau mau kemana?" tanya perempuan itu yang merupakan teman Aldara dikampus, karena terlihat Aldara berdiri dan memasukan ponselnya ke saku celananya.


"Aku harus menemui kakakku dulu, sorry aku gak bisa shoping hari ini!" Aldara beranjak dari sana.


"Hati-hati! " teriak teman Aldara. Aldara pun menoleh dan melambaikan tangan pada mereka.


Sesampainya di lestoran, terlihat Sarah belum datang. Sembari menunggu Aldara memesan minuman sambil memainkan ponselnya.


"Keduluan! " Suara Sarah dan pelukannya mengejutkan Aldara yang tengah memainkan game farm di ponselnya.


"Kakak kau mengagetkanku! " Aldara cemberut dan memasukan ponselnya ke tas.


"Benarkah? " Sarah duduk dan senyum manisnya nampak di wajah pias itu.


"Kak matamu sembab, habis nangis? Siapa yang berani membuat kakak kesayanhanku ini sedih, apa suamimu kak? " pertanyaan Aldara membuat Sarah tertawa lalu menggengam tangan adiknya itu.


"Ald jaga ayahmu ya! " ucap Sarah membuat Aldara mengerutkan dahinya.


"Tidak mau, kita harus menjaganya sama-sama itu kesepakatan kita saat ibu meninggal dulu kan! " Aldara sambil menyedot jus jeruk.


"Memang, tapi. kakak sudah punya suami jadi tidak akan selalu menjaganya jadi kau yang harus menjaganya ya! " Sarah mengambil minuman Aldara.


"Kakak menagis! " Aldara memajukan wajahnya pada sang kakak.


"Ald! " Sarah semakin deras menitikan air matanya, rasa pilu yang dia rasakan, rasa sakit yang teramat perih membuat air mata itu semakin melaju membasahi kedua pipinya bahunya bergetar serta kedua tangannya yang menutup mulut agar tidak terdengar banyak orang.


"Kakak kenapa, maaf kan aku biar jus ini untuk kakak semua! " Aldara menghampiri Sarah lalu memeluknya dan dibalas Sarah dengan pelukan yang sangat erat.


"Ald biarkan aku seperti ini dulu, peluk aku lebih erat Ald! " suara parau Sarah terdengar jelas ditelinga Aldara, sedangkan Aldara sendiri merasa sangat bingung tentu saja dia berfikir tidak akan seprti itu kakaknya kalau hanya menginginkan jus miliknya tadi.


Aldara semakin mengeratkan pelukannya, otaknya dipenuhi berbagai pertanyaan tapi dia urungkan.


"Ald jaga Roni dan Rina ya!" Sarah merenggangakan pelukannya.


"Kak kalau ngomong jangan ngada-ngada kakak kan momihnya masa harus aku yang jagaian, emang kakak mau kemana? " tanya Aldara.


"Menemui ibu! " jawab polos Sarah dan mengusap air matanya.


"Hus! Jaga ucapanmu kak! Sebenarnya ada apa? katakan padaku! " Aldara menggengam erat kedua tangan Sarah.

__ADS_1


"Aku tidak dipercaya oleh suamiku sendiri, dan membuat Ayah bangkrut! " Sarah tersenyum dipaksakan dan menoleh pada Aldara.


"Apa maksudmu Kak? Perusahaan Ayah baik-baik saja kok, ya Kak jangan seprti ini aku takut! " Aldara kembali merangkul Sarah.


"Aku mau jusnya! " Sarah mengalihkan pembicaraan.


"Semua untukmu Kak! " Aldara menyodorkan jus itu.


"Harus nangis dulu, giliran tadi pelitnya minta ampun kau memang adiku yang manja! " Sarah mengusap puncak kepala Aldara.


Mereka berjalan mengikuti trotoar dan sampai dijambatan yang dibawahnya terdapat sungai, Sarah nampak menghirup udara sekitaran sana.


"Sejuk ya Ald" ucap Sarah.


"Panas gini dibilang sejuk! " Aldara menopang dagunya pada jembatan itu.


"Ini sejuk lho Ald, aku jadi ingin berenang disungai itu!" Sarah menaiki jembatan itu, Aldara yang melihat itu terkejut.


"Kak turun itu bahaya! " Aldara mencoba mencegah dengan rasa cemasnya.


"Tidak hanya gini aja kok, udara disini adem Ald! " Sarah duduk diatas jembatan dengan tatapan kosong menghadap sungai dan membuat Aldara was-was.


"Kak ku mohon jangan disana, sini turun! " Aldara menarik perut Sarah tapi Sarah menahanya dengan berpegangan pada jemabatan itu. Aldara pun tidak pantang dia terus menarik Sarah agar turun dari sana sedangkan Sarah semakin mengaratkan pegangannya hingga akhirnya tangan Aldara dicubit dengan keras oleh Sarah.


Spontan Aldara melepaskan tangannya dan Sarah yang limbungpun terjatuh, tapi dengan gesit Aldara meraih tangan Sarah.


"Kakak aku akan menarikmu jangan tinggalkan aku! " teriak Aldara air matanya jatuh ke wajah Sarah.


"Tidak kau akan ikut jatuh, lepaskan tanganmu Ald?


"Kakak kau gila! Aku tidak akan melepaskanmu!" Aldara kembali berteriak.


"Ald jaga ayah, Roni dan Rina. Aku sayang kamu, maafkan kakak! " Sarah menitikan air matanya dan pangutan tangan itu akan terlepas akibat keringat dari tangan keduanya serta Sarah yang tidak menggengam tangan Aldara.


"Tidak Kak tidak, kak! "


"Aku sayang kamu adiku! "


"Tidak jangan lepaskan tanganku kak, " Teriakan itu memililukan dan Aldara tetap dengan kuat memegang jari Sarah.


"Ald maafkan aku! "


"TIDAK! KAKAK! " terikan Aldara bersamaan dengan Sarah yang terjatuh kesungai itu.

__ADS_1


FLASHBACK OFF


KASIH SEMANGAT DENGAN MENINGGALAKN JEJAK, SEPERTI LIKE, KOMEN, FAVORIT JUGA VOTE.....


__ADS_2