Dendam Sang Adik

Dendam Sang Adik
Cup


__ADS_3

Di meja kerja Aldara termenung, memikirkan kejadian pagi tadi yang sempat mencekik Algi. Dia mungkin lebih senang kalau kala itu Algi meninggal, tapi disatu sisi dia sangat menyesal, karena terlalu gegabah tidak berfikir tentang konsekuensinya. Mana boleh rencana yang sudah di rancang beberapa tahun itu harus gagal hanya dengan membunuh Algi, sedangakan masih ada lagi yang lebih pantas Aldara bunuh. Dia pun terperanjat karena ibu menejer yang mendobrak mejanya.


"Ya ampun Bu, ada apa? " tanya Aldara dengan nada lesunya.


"Kamu naik jabatan menjadi sekertaris CEO!" nada ketus itu keluar dari mulut yang tebal akan lipstik merah. Sedangkan Aldara sudah tidak terkejut lagi.


"Aku lupa untuk surat pengunduran diriku! " gumam Aldara dan terdengar oleh ibu menejer.


"Apa kamu gila Ald, kamu akan membayar ganti rugi atas kerja kontrakmu! Apa kamu lupa baru saja tanda tangan kontrak untuk perpanjangan kan! Kebayang berapa!" ibu menejer itu membulatkan matanya di susul dengan Aldara yang menganga.


"Seratus juta lebih dan kau harus membayar uang kompensasi lagi, apa kamu sanggup! " Ucapan ibu menejer membuat Aldara menelan air liurnya susah.


"Lagian kamu dipilih jadi sekertaris CEO, apa kamu tidak bahagia? Uang gajih mu bakalan bertambah dan uang kompensasi juga bertambah banyak! Apa lagi di tambah plus plus nya! " ibu menejer itu berbicara sambil mengerakan telunjuknya.


"Plus, plus? " Aldara bingung.


"Jangan berlagak bodoh, dia itu dutam! "


"Dutam? " Aldara mengerutkan alisnya, semakin tidak mengerti dengan ucapan ibu menejer.


"Duda tampan! " Jelas ibu menejer sambil tersenyum sendiri, sedangkan Aldara kembali menunduk di mejanya.


"Baiklah aku akan menjadi kucing lagi untuk beberapa saat, sebelum menjadi harimau ha ha!" Aldara dalam hati.


"Ald aku iri sama kamu! " ucap ibu menejer membuat kembali Aldara mendongkak menatapnya.


"Kalau bisa di ganti, kita tukeran saja Bu! Biar aku yang jadi menejer Ibu yang menjadi asisten CEO, gimana? " Aldara mengerjapkan matanya.


"Ucapanmu ngawur!" ibu menejer melipat kedua tangannya di dada.


"Bukannya ibu iri karena saya menjadi sekertaris CEO? " tanya Aldara memperjelas.


"Ia sih, tapi mana bisa menukar pekerjaan ku yang sudah lama ku tekuni! "


"Aldara ditunggu oleh tuan diruangannya! " Tiba-tiba asisten pribadi Algi muncul entah dari mana.

__ADS_1


"Ibu kau pasti akan merindukanku! " Aldara tersenyum lalu menghembuskan nafas panjang, mencoba bersikap tenang sebelum bertemu Algi.


"Nggak bakalan, sana pergi! " ibu menejer itu begitu saja melongos menuju ruangannya.


"Saya akan mengemasi barang-barang, jadi nanti saya kesana, " ucap Aldara pada sekertaris pribadi Algi itu.


"Barang-barang nanti akan ada yang mengambil sekarang Anda perlu keruangannya saja dulu, karena ada hal penting yang akan di sampaikan olehnya. "


"Hah! Baiklah! "Aldara pun hanya mengambil tasnya lalu pergi.


Hingga akhirnya Aldara tiba diruangan Algi itu, sebelum masuk dia pun membenah diri agar tidak ada yang bisa membuatnya malu karena penampilan.


"Permisi! " Aldara membuka pintu perlahan , tapi baru saja sebagian tubuhnya masuk ada yang menarik dan membungkam mulutnya.


Aldara meronta dan mencoba menggelengkan kepalanya, agar terlepas dari cengkramannya.


"Jika semua orang bisa kau bodohi, maka kau salah karena aku tau kau yang sebenarnya! Aldara anggraini adik dari Sarah Saraspati!" Ucap Fadil , membuat Aldara menyeringai lalu menggigit telapak tangan Fadil sampai berdarah. Aldara pun bisa terbebas dari cengkraman Fadil.


"Dasar kau! " Fadil hendak memukul Aldara, tapi Aldara bisa menghindar.


"Wah sekertaris pribadi Pak Algi itu ternyata anak buah Anda ya tuan Fadil! " Aldara menatap Fadil dengan tatapan mengejek.


"Kenapa Anda harus mengawasiku, memang sebelumnya kita pernah bertemu? Atau saya pernah menyinggung Anda? Perasaan kita baru bertemu dua kali, urusan apa sehingga kau seperti mengkhawatirkan ku? " Pertanyaan Aldara, membuat Fadil tersenyum sinis menatap tajam pada Aldara.


"Ternyata kamu berbeda dengan kakakmu yang ramah, santun dan penurut! "


"Tentu saja, karena aku tidak akan mudah ditindas oleh orang seperti anda yang kurang ajar! " ucapan Aldara penuh dengan penekanan.


"Kali ini aku akan berurusan denganmu, karena ada sesuatu yang kau sembunyikan mengenai bukti itu!" ucap Fadil dan hal itu membuat Aldara mengernyit bingung. Begitu juga dengan Algi yang baru membuka pintu.


"Ada apa ini?" tanya Algi menatap Aldara dan Fadil bergantian.


"Apakah kalian saling kenal? Lalu Paman sejak kapan berada di runganku? " pertanyaan itu membuat Fadil mengusap tengkuknya bingung. Sedangkan Aldara hanya acuh menanggapi.


"Paman kesini mau memberi tau soal nilai saham yang berada di Hong Company! " alasan Fadil, dan sesaat Aldara melirik mendengar nama perusahaan ayahnya di sebut.

__ADS_1


"Dan Aku mau membericarakan hal kecil, bagaimana kalau nama perusahaan itu di ganti saja! " Fadil melirik Aldara yang sedang menatapnya tajam.


"Biarkan saja, nama itu sudah melekat pada perusahaan itu biarpun yang punya dulunya pernah mengkhianati Papah dan Kakak ku! " sahut Algi.


"Perusahaan itu hasil rebutan ya? " tanya Aldara dengan muka sok polosnya, dan hal itu membuat Algi menatap Aldara.


"Apa maksudmu? " selidik Algi.


"Ah tidak!" Aldara menunduk, menyembunyikan rasa kesalnya.


"Paman untuk urusan itu bukankah kemarin aku sudah membereskannya? Apa ada alasan lain sehingga membuat paman menyusup keruang kantorku? " Algi menatap Fadil.


"Jangan berperasangak buruk padaku, karena aku selalu setia padamu! " sahut Fadil.


"Komplotan yang menarik perhatian untuk dicincang! " gumam Aldara dalam hati.


"Kalau begitu aku akan pergi! " Fadil pun beranjak pergi meninggalakan ruang kantor itu, menyisakan Aldara dan Algi di sana.


Algi menatap tajam kearah Aldara lalu berjalan mendektinya, sedangkan Aldara yang tau kalau Algi marah padanya hanya menghembuskan nafasnya.


"Dia tidak akan melepaskanku! " gumam Aldara sedangkan Algi setelah mendengar itu begitu saja tertawa.


"Kau tau jika membuat masalah denganku apa? Kau berniat membunuhku-"


"Dan kau berniat melecehkanku! Kau menyentuh tubuhku seenakmu! Jadi kau pantas mendapatkannya! " Timpal Aldara dan Algi hanya membuang muka.


"Kenapa? Kau akan kembali mencoba membunuhku! Aku tidak takut! Lagian kau sekarang masih sehat kan? Jadi apa masalahmu? Sekarang kita udah impas!" Aldara melangkah mundur lalu berbalik hendak pergi.


"Saya tidak tau apa alasan Anda menjadikanku sebagai sekertarismu! Saya akan bekerja profesional. Tanpa melibatkan masalah pribadi. Sekarang saya akan duduk di meja depan ruangan bapak!" Aldara sesaat menoleh pada Algi dan kembali berjalan keluar, menghampiri meja tempat kerjanya sekarang.


"Apa kau mengenal pamanku! Mendengar kau berbincang dengannya tadi sepertinya kalian saling mengenal, " selidik Algi.


Aldara menghentikan langkahnya lalu kembali menghampiri Algi.


"Ini jam kerja, selain dari pekerjaan saya tidak akan melakukan atau menjawabnya!" Ucap Aldara seraya memajukan mukanya pada Algi sambil melotot.

__ADS_1


Cuppp


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, FAVORIT DAN VOTE!! 😊😄😄


__ADS_2