Dendam Sang Adik

Dendam Sang Adik
Jackpot


__ADS_3

Siang hari yang sangat terik diluaran, beda jika di gedung yang berAC. Algi nampak memikirkan beberapa hal sampai waktu makan siang pun telah tiba, tapi dia tetap terdiam di kursinya.


"Pak sudah waktunya makan siang, " beritahu Aldara, dan secara tidak sengaja dia pun sebenarnya meminta izin untuk makan.


"Sekertaris ku kemana? " tanya Algi tanpa menyahuti ucapan Aldara.


"Saya? " Aldara menunjuk dirinya.


"Selain dirimu!" maksud Algi menatap Aldara.


"Saya tidak tau, tapi saya tadi melihat dia ke arah lorong menuju ruang menejer pemasaran! " Aldara menunduk, dia menahan lapar saat itu.


"Ikuti dia, tapi jangan sampai ketauan! "titah Algi dan Aldara hanya tersenyum dipaksakan lalu bergegas keluar.


Aldara sepanjang lorong mendumel mengucapakan kata serapah pada Algi karena amarah, tentu saja dia akan melewatkan makan siangnya kali ini padahal dia sudah sangat lapar.


"Ald kau mau kemana? Bukannya arah kantin kesana! " tiba-tiba Andris berada di samping Aldara, dan dia pun dengan cepat menutup mulutnya.


"Apa kau mendengarakan ocehanku? " tanya Aldara dengan melongo menatap Andris.


"Aku hanya mendengat kata, 'kau akan aku tendang!' seperti itu," jawab Andris dan Aldara pun bersyukur.


"Memang ada orang yang membuatmu amarah kali ini? " tanya Andris.


"Iya, " jawab singkat Aldara.


"Kau mau kemana? " tanya Aldara pada Andris karena sedari tadi mereka berpapasan Andris menjadi mengikuti langkah Aldara.


"Aku sampai lupa mau makan, jadi mengikutimu! " Andris terkekeh.


"Soal pertemuan terkahir itu, aku minta maaf! " Aldara tersenyum dan Andris pun menjadi terkesima melihat nya.


"Andris! " panggil Aldara karena dia menatap Aldara tanpa berkedip.


"Ah , iya aku senang melihat mu tersenyum! " sahut Andris.


Sekertaris pribadi itu seketika menutup pintu ruang menejer dengan kasar dari luar, sehingga Aldara dan Andris terperanjat kaget.


Andris terlihat menunduk ditatap oleh sekertaris pribadi Algi, begitu juga dengan Aldara.


"Berpacaran di kantor tidak diperbolehkan! " suara sekertaris itu sambil terus berjalan melewati keduanya, Aldara dan Andris pun saling menatap.


"Dia kenapa? " tanya Andris.


"Lagi mens mungkin! " jawab Aldara dan membuat Andris tersenyum menanggapi.

__ADS_1


"Oh iya, katanya kamu naik jabatan menjadi sekertaris CEO. Kapan kau akan menteraktirku ?" Andris berkata dengan hati-hati, sedangkan Aldara menjadi kepikiran perihal apa antara menejer dan sekertaris pribadi Algi itu. Sepertinya sekertaris itu marah!


"Ald! " Andris menepuk bahu Aldara.


"Apa? " spontan Aldara bertanya, dan melupakan pertanyaan Andris sebelumnya.


"Memang menjadi sekertaris CEO berat kali ya? " gumam Andris, dan Aldara menjadi bingung menanggapi ucapan Andris.


"Apa maksudmu? " Aldara menatap Andris.


"Janjimu dulu, mau makan denganku. Aku menagihnya sekarang! " ucap Andris lalu Aldara pun menganggut mengerti.


"Pulang sore ini, kebetulan aku tidak ada aktifitas lain! " sahut Aldara, senyuman Andris tentu saja mengukir indah di wajahnya.


"Awas ya jangan sampai kau membohongi ku lagi! " Andris mengingatkan.


"Iya! " jawab singkat Aldara.


"Sekarang kamu mau bareng ke kantin?" tanya Andris.


"Tidak aku ada hal lain, " jawab Aldara.


"Baiklah aku ke kantin, jangan lupa pulang kerja ya? " Andris pun berlalu meninggalakan Aldara. Setelah Andris benar-benar tidak ada dipandangannya lagi, Aldara pun berjalan dan memasuki ruang menejer atasannya dulu.


"Permisi! " sapa Aldara, dan ibu menejer pun terperanjat.


"Ald! " gumam ibu menejer, dengan mata sembab.


"Ibu kenapa? " tanya Aldara menghampiri ibu menejer.


"Tidak, aku hanya sedih karena aku sudah setua ini tapi belum juga dapat jodoh! " bohong ibu menejer dan Aldara pun menghembuskan nafas panjang.


"Dia mungkin diancam!" gumam Aldara dalam hati.


"Kamu kesini mau ngapain? Aku bukan atasan mu lagi sekarang! " tanya ibu menejer.


"Aku ingin curhat! " Aldara menunduk.


"WHAT! " ibu menejer itu menggebrak meja, menatap Aldara tidak percaya.


"Apa ini Aldara yang aku kenal, kau mau curhat kepadaku? Sungguh seperti hal yang mustahil. " Ibu menejer itu kembali duduk dikursinya.


"Tentu saja, aku memang jarang bicara soal pribadi tapi kali ini aku membutuhkan saran!"


"Baiklah bicaralah! " titah ibu menejer itu pura-pura acuh.

__ADS_1


"Kebetulan ini jam istirahat bagaimana kalau kita bicara di luar sambil menghabiskan makanan, " saran Aldara biar dia dapat makan tentunya.


"Kau yang teraktir! "


"Iya! "


Mereka pun beriringan menuju lestoran jepang, karena lokasinya yang tidak jauh dari perusahaan. Setelah memesan makanan Aldara mulai menjalankan aksinya.


"Bu bisa aku bicara sekarang?" tanya Aldara menatap ibu menejer dihadapannya.


"Kau tidak sabaran rupanya, baru kali ini aku melihat sisi lain dari dirimu! " Ibu menejer memalingkan wajahnya kejendela.


"Karena aku sepertinya sangat tersiksa bekerja menjadi sekertaris CEO! " Aldara menunduk dan Ibu menejer segera menoleh padanya.


"Apa maksudmu? " tanya Ibu menejer penasaran, dan hal itu membuat Aldara tersenyum hingga pelayan datang dengan beberapa makanan lalu menatanya di meja.


Setelah pelayan itu pergi Aldara menjawab pertanyaan ibu menejer.


"Sepertinya sekertaris pribadi Pak Algi sangat protektif, hingga pekerjaanku seperti diawasi olehnya sampai hal kecil pun. Aku menjadi tidak nyaman bekerja! " beritahu Aldara dan menyuapkan sushi kemulutnya.


"Sekertaris pribadi Pak Algi, alasan mu tidak nyaman?" tanya ibu menejer.


"Tentu saja!" sahut cepat Aldara.


"Ternyata bukan hanya kau saja yang diganggu, aku juga merasa terganggu olehnya! " Ibu menejer itu menatap Aldara.


"Mana mungkin dia memgganggu ibu, kan jauh! " Aldara mencoba memancing ibu menejer itu agar banyak bicara.


"Tentu saja karena ada maksud lain, selain dia dulu berani membuat bibirku terluka kali ini dia mengancamku. Kalau aku tidak mau diajak kerja sama maka aku akan didepak dari perusahaan dan lebih parah lagi dia mengancamku kalau aku tidak akan diterima bekerja di mana pun kalau aku sudah keluar dari perusahaan. Itu aki-aki jahat banget, aku kira dia setia sama yang punya perusahaan eh tau-taunya dia malah berkhianat padahal dia sudah lama bekerja di sini untuk perusahaan ini, aneh banget dia bisa kaya gitu! Aku juga sangat kesal kepadanya sekarang! Bagaimana ibuku kalau aku tidak kerja, masa pengobatannya harus terhenti. Ald aku juga lagi gegana, kalau aku bekerja sama dengannya aku takut jika ada yang mengetahuinya apa lagi itu perbuatan kotor, tapi kalau tidak aku-" ucapan ibu menejer itu terhenti tatkala tidak tahan menahan tangis yang kini mendera.


Aldara sangat puas dengan yang ibu menejer itu katakan, tangannya terulur mengambil tisu lalu memberikannya pada ibu menejer.


"Aku harus bagaimana? " tanya ibu menejer dan mengambil tisu di tangan Aldara.


Aldara seperti mendapat jackpot dari perkataan ibu menejer itu, senyum smiriknya dia sunggingkan dalam tundukannya. Pikirannya berkelana pada rencana yang telah terukir dalam otaknya.


"Ibu menejer sepertinya kita yang harus kerja sama, aku juga tidak ingin di ganggu sekertaris pribadi itu! " Ucap Aldara cemberut dan ibu menejer itu tidak kalah mengerucutkan bibir merahnya.


"Apa rencanamu? Kau pintar, jadi kau bisa menyelesaiakan masalah ini. Aku juga sebenarnya bisa menghadapi hal semacam ini tapi kali ini pikiranku mengarah pada kesedihan sehingga tidak bisa berfikir dengan jernih, " alasan ibu menejer agar tidak terlalu bodoh dihadapan Aldara, sedangkan Aldara memutar bola malas.


"Baiklah sini! " Aldara menyondongkan kepalanya mendekati ibu menejer. Lalu berbisik tentang suatu rencana.


MAAF UNTUK KETERLAMBATAN UPNYA


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, FAVORIT DAN VOTE, MAKASIH 😊😊

__ADS_1


__ADS_2