
Didalam mobil lamborghini tepatnya didepan toko sayur milik Rumi, Jefri sedang asik memandangi seseorang didepannya yang tengah memakan ayam bakar dengan lahapnya.
"Kau itu wanita, tidak bisakah makanmu anggun sedikit apa lagi dihadapan laki-laki seperti ku! " ucap Jefri membuat Rumi yang hendak menyuapkan ayam goreng itu tertahan lalu menoleh pada Jefri.
"Jika makan harus anggun itu akan sangat menyiksa, makanan yang terhidang pun walau enak tidak akan terasa mantap. mending jadi diri sendiri asal bisa sopan jika ada seseorang bersamamu! " sahut Rumi lalu kembali menyuapkan ayam bakar itu.
"Kau itu semangka, beda dari wanita lainnya! " ujar Jefri dan Rumi hanya menyunggingkan senyumnya, mendengar bualan Jefri.
"Semangka itu buah, apa akal mu masih sehat? " Rumi Menatap Jefri.
"Maksudnya kau itu wanita langka yang aku temukan, kau sangat berbeda dari yang lainnya!" maksud Jefri dan Rumi hanya mengacuhkannya.
"Apa ayam bakar itu benar-benar enak, kau sangat menikmatinya, " ucar Jefri.
"Apa perlu aku belikan lagi untukmu? " Jefri tidak berpaling sedikitpun untuk tidak menatap Rumi.
"Ap-"
"Kalau lagi makan jangan bicara terus, nanti tersedak baru tau rasa! " ucap Rumi sambil menyumpal mulut Jefri dengan paha ayam yang dibakar, sehingga ucapan Jefri tadi terhenti.
"Kau ini! " Jefri mengambil ayam bakar itu dari mulutnya.
"Ayamku udah mau habis aku harus pulang! " ucap Rumi dan Jefri menjadi tidak bersemangat.
"Jangan pergi dulu, temani aku sampai jam delapan malam saja! " rengek Jefri sambil memegang tangan Rumi dan sentak Rumi pun menarik tangannya.
"Dilihat dari postur wajah kayaknya kamu udah berumur empat puluh tahunan, kau pasti udah nikah dan lagi nyari selingkuhan kan! "selidik Rumi sambil menatap Jefri lekat.
"Kau mengejeku! Aku belum setua itu! Dan aku belum menikah denganmu, mana mungkin mencari selingkuhan!" sahut Jefri dan membuat Rumi memutar bola mata malas.
__ADS_1
"Aku tidak mau menikah dengan orang yang tidak setia, aku sudah salah sedari awal aku kira kau orang baik yang selalu menolong ternyata ada maksud lain dari baikmu itu dasar zebra!" ucap Rumi sambil membereskan sisa makannya tadi dan beranjak untuk keluar mobil tapi susah untuk membuka pintunya, hingga Rumi melipatkan tangan di dada.
"Buka pintunya! "titah Rumi dengan tatapan melekat pada Jefri.
"Aku bilang temani aku sampai jam delapan malam! " ucap tegas Jefri, Rumi yang mendengarnya menjadi lebih waspada. Hingga suara ponsel Rumi berdering.
Rumi segera mengangkat telepon itu, tapi tangannya di cekal oleh Jefri.
"Aldarakah yang meneleponmu? " tanya Rumi.
"Ternyata kau sudah mengetahui keluargaku, tidak sia-sia aku membuka sedikit identiras kami dan kau langsung menemukannya bagus sekali! " ucap Rumi dengan senyum menyeringai, dan tangan yang di cekal Jefri itu masih bisa menekan tanda hijau dilayar pinselnya dan dengan sengaja dia menekan loudspeaker.
"Bibi kau dimana?" tanya Aldara disebrang sana.
"Aku sedang dijalan akan pulang, kenapa? " Rumi bertanya balik sambil menoleh pda Jefri.
"Bibi kita perlu bicara! "
"Kau tidak jadi menikah kenapa? " tanya Rumi dan sentak saja Jefri terkejut.
"Kau sepertinya bukan orang biasa! " ujar Jefri.
"Oh iya, kau mau menikahiku karena perempuan yang kau cintai mengkhianatimu. Sakit juga ya ditinggal pas sayang-sayangnya dan akan menaiki pelaminan malah tidak jadi! " ledek Rumi, dan Jefri malah tertawa bukannya kesal ataupun amarah.
"Aku lebih ikhlas meninggalkan dia sekarang, dan lebih ikhlas lagi kalau kau yang akan kunikahi! " Jefri mendekati Rumi.
"Kau sengaja ke toko ku, menggodaku, membantuku dan berniat menikahiku dan itu tidak akan terjadi jangan berharap! Karena kau mempunyai hal jahat kepadaku! "sentak Rumi.
"Pertemuan tidak disengaja dan entah kenapa aku menjadi selalu membayangkanmu setalah beberapa menit melihatmu! Aku mengorek informasi pribadimu dan kayaknya ada hubungan antara kejadian beberapa tahun itu, walau kau tidak tau pasti tapi aku bisa menjadi bukti! " ucapan Jefri membuat Rumi menelan ludahnya sendiri dengan tatapan melongonya.
__ADS_1
"Lepaskan aku! " Rumi memberontak, bagaimana pun juga dia tengah mengobrol dengan keluarga mantan suami keponakannya itu.
"Aku bilang temani aku sampai jam delapan malam, apa kau tuli! " pekik Jefri dengan nafasnya yang menggebu membuat Rumi terdiam.
"Maaf, aku membuatmu takut tapi yang pasti kita sudah mengetahui jati diri masing-masing. Aku tidak ada niatan jahat kepadamu, aku selalu mencari informasi tentang keluarga Sarah, tapi selalu gagal hingga akhirnya tuhan mempertemukanku denganmu dan aku pun langsung terpana kepadamu aku ingin minta maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga Sarah. " Jefri menunduk.
"Kau! " Rumi semakin ingin keluar dari mobil itu.
"Percayalah padaku, di keluargaku tidak ada yang mempercayaiku, aku tau aku sangat tau kejadian itu hingga seseorang yang sangat kejam itu menjauhkan ku dari keluargaku sendiri, hingga berbagai rencana membunuhkupun telah dia lakukan.Aku menjadi di benci dan menjadi yang paling di hindari! " Jefri menatap nanar Rumi, baru kali ini dia melampiaskan pikirannya pada seseorang. Karena sebelumnya kalau pikiran itu menghantui dia akan mencari bar lalu menemui dan menggoda wanita untuk pelampiasannya dan melupakan sesaat kepahitan hidupnya.
"Lalu kenapa kau tidak mengatakannya di pengadilan! " teriak Rumi.
"Buktiku hanya mata dan mulut, itu bukan bukti yang kuat harus ada bukti yang lebih kuat dan itu ada pada keponakanmu! " sahut Jefri, dan malah membuat Rumi berfikir berbeda.
"Kau mencoba menghasutku, aku tidak akan terpengaruh! Bagaimana pun juga kau termasuk keluarga Dinar yang membuat keponakanku meninggal dengan sangat tragis! "terikan itu kembali keluar dari mulut Rumi sambil memukul-mukul Jefri.
"Foto yang di bagi dua, yang dibelakangnya ada kata key," ucap Jefri dan Rumi pun menjadi diam tidak memukul Jefri lagi.
"Foto itu diberikan oleh Dinar pada kedua anaknya, tapi karena foto itu cuma satu dia pun merobek dan membagikannya. Dan aku yakin kalau sobekan itu ada pada Aldara dan Algi yang pasti isi foto itu masih misteri!" jelas Jefri dan Rumi pun hanya menyimak sambil menatap kedua mata Jefri, mencari kebohongan disana.
"Aldara tidak pernah mengatakan prihal foto itu! " gumam Rumi tapi masih terdengar oleh Jefri.
"Mereka tidak pernah tau soal foto itu, walau pun mereka menemukannya! Jadi selain membantuku membina cinta kita, bisakah kau jaga foto itu jangan sampai orang lain menemukannya! Karena aku yakin foto itu bisa membuktikan kejahatan orang itu! " ucap Jefri dan membuat Rumi bergidik.
"Hah pantas saja kau tidak nikah-nikah! Lebay cap jahe!" sindir Rumi membuang muka.
"Dan jangan berharap terlalu lebih padaku! " sambung Rumi dan Jefri terkekeh.
"Kau tau jika Dinar dan Sarah di jodohkan karena perusahaan dan berujung tragis, kalau kita itu dijodohkan oleh tuhan dan berujung manis! " Jefri menatap teduh Rumi, sedangkan Rumi hanya menghembuskan nafas kasar.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, favorit dan vote ya......