Dendam Si Gadis Penggoda

Dendam Si Gadis Penggoda
Gila Karena Velo


__ADS_3

Selena tersenyum dengan begitu manis dan anggun setelah dia selesai menggunakan baju yang rencananya akan dia gunakan di hari pertunangannya dengan Rigo. Dia berjalan mendekati Rigo yang masih belum tersadar akan kedatanganya dari ruang ganti, jadi dia ingin lebih dekat dengan Rigo agar Rigo dapat melihat dengan jelas bahwa Selena jauh lebih cantik di banding wanita selingkuhannya.


" Kak Rigo? "


Rigo menegakkan kepalanya untuk menatap Selena, dia terdiam sesaat menatap wajah serta baju yang di gunakan Selena. Cantik,.... Itulah kenapa Rigo tersenyum dengan tatapan mata yang terlihat begitu terpesona.


" Sudah saya bilang kan, Nona? Anda memang benar-benar sangat cantik. " Ujar pegawai butik khusus untuk baju pernikahan dan juga acara resmi lainnya.


Rupanya ucapan pegawai butik itu membuat Rigo kehilangan tatapan terpesonanya, senyumnya juga menghilang begitu saja dari bibirnya. Kenapa? Karena sebelum Selena datang kepadanya dengan setelan baju yang indah itu, Rigo justru tengah memikirkan Velo, dan begitu Selena berada di hadapannya, dia tersentak, dan tanpa sadar membayangkan Velo yang berdiri di hadapannya dengan pakian yang di gunakan Selena. Itu adalah alasan Rigo terpesona, dan suara pegawai butik membuat Rigo tersadar sekaligus terkejut dengan apa yang sedang di lakukan, di pikirkan oleh otaknya.


Rigo mengepalkan tangannya menahan emosi kepada dirinya sendiri yang sulit menghilangkan Velo dari pikirannya. Padahal masih butuh beberapa hari untuk cukup sebulan hubungan suami istrinya dengan Velo, tapi kenapa semua tentang Velo seperti sudah mendarah daging? Selena, dia padahal sangat cantik seperti biasanya, jadi apa yang membuat Rigo menjadi seperti ini? Bukankah selama ini dia mencintai Selena hingga rela melakukan apapun? Dulu dia tidak pernah mengeluh memakan makanan yang di sukai Selena tanpa perduli itu seleranya apa bukan. Sekarang kenapa dia seolah merasa cinta atau rasa tertarik tidak memiliki arti? kenapa dia seperti menjadi orang lain dan gencar melakukan kepura-puraan saat bersama Selena? Menyukai lukisan, makanan, dia yang tidak menyukai pertunjukan ballet harus sering menonton dan berpura-pura menyukainya hanya demi Selena bisa merasa bahagia, senang dan nyaman bersamanya. Jika bersama dengan Velo, dia bahkan bebas memaki, melakukan apa yang dia suka, tidak artinya tidak, dan iya artinya iya.


" Kak Rigo, menurut kak Rigo, pakaian mana yang cocok untukku? Apa warna ini cocok untukku? Kak Rigo suka warna apa, bagiamana kalau kita pakai warna kesukaan kak Rigo? "


Rigo terdiam sebentar.


" Selena, aku menyukai warna hitam. "


Selena memaksakan senyumnya dengan mimik seperti tidak nyaman mendengarnya.


" Tapi warna hitam itu kelam kak, bagaimana kalau kita pakai warna moka saja? Warna moka kan gelap, kak Rigo pasti akan menyukainya. "


" Aku, menyukai warna hitam, Selena. "


Selena terdiam sebentar, dia menatap Rigo mencari tahu sebenarnya apa yang ingin Rigo katakan, dan inginkan? Warna hitam? Bukankah Rigo tahu benar Selena tidak menyukai warna hitam? Pakaian Selena saja hanya punya satu wana hitam itupun jarang dia pakai terkecuali tas dan sepatu. Padahal Selena bisa melihat saat Rigo melihat tampilannya tadi, Rigo benar-benar terpesona hingga tersenyum dengan begitu jelas, lalu kenapa tiba-tiba menginginkan warna hitam?


" Kak Rigo, nanti jas yang akan di gunakan kak Rigo kan warna hitam, jadi tidak masala kan? "

__ADS_1


Rigo tersenyum kelu, memang benar seperti dugaannya. Selama dia menjalin hubungan dengan Selena, Rigo hanya tahu semua tentang Selena, semua hal tentang Selena hampir dia tahu, dia sibuk melakukan hal yang di sukai Selena, dia sampai kehilangan dirinya sendiri dan mengabaikan dirinya. Sekarang Rigo sampai lupa kalau dia bahkan sangat menyukai warna hitam.


" Terserah kau saja, Selena. " Ujar Rigo yang sudah tidak tahu harus mengatakan apa lagi, selain dia seperti tersadar jika selama ini dia begitu terobsesi dengan Selena, semua tentang Velo, juga wajahnya terus mengganggu tak memberikan otaknya untuk istirahat sebentar saja.


Selena menghela nafas, sepertinya ada yang Rigo pikirkan sampai Rigo jadi aneh begini, batin Selena.


Setelah selesai dengan urusan baju, Selena mengajak Rigo untuk pergi ke toko perhiasan membeli sepasang cincin untuk mereka nanti.


Seperti kebanyakan wanita anggun dan feminim, Selena membeli cincin yang simpel dengan hiasan berlian yang cenderung kecil. Rigo tidak mengatakan apapun, dia menurut saja dengan pilihan Selena.


Saat akan membayar sepasang cincin itu, Rigo tak sengaja melihat sebuah cincin berlian dengan berlian yang cukup menarik perhatiannya. Kebetulan Selena pergi sebentar ke kamar mandi, jadi Rigo sekalian membeli cincin itu dan memasukkan ke dalam kantong jaketnya. Sialan! Dia benar-benar seperti orang bodoh karena Velo, bahkan hanya melihat cincin yang mungkin Velo akan suka dia langsung membeli tanpa memikirkan apapun saat itu.


" Sialan! Aku ini sebenarnya sedang kenapa? " Gumam Rigo kepada dirinya sendiri.


" Kak, sudah selesai? " Tanya Selena yang baru saja kembali dari toilet.


" Iya. " Jawab Rigo.


" Kak, kita pergi makan malam saja yuk? Ini kan sudah mau malam juga. "


Rigo mengangguk, pokonya dia tidak bisa banyak bicara karena takutnya dia akan salah memangil nama dan membuat Selena tersinggung nantinya.


Seperti yang di inginkan Selena, mereka kini tengah makan malam di tempat yang Selena inginkan. Makanan yang di pesan oleh Selena juga hampir semua makanan kesukaan Selena, yang lebih membuat Rigo terdiam tanpa kata adalah, Selena tidak menanyakan apa yang ingin Rigo makan karena menganggap apa yang dia sukai adalah apa yang juga di sukai oleh Rigo.


" Kak, besok malam kita pergi nonton yuk? Ada film baru yang katanya seru. " Ucap Selena di sela makan malamnya.


" Ah, Faro bilang juga ada film aksi yang baru, pemerannya juga aktor dan aktris terkenal Hollywood yang vakum beberapa tahun itu ya? "

__ADS_1


Selena memaksakan senyumnya, lalu menggelengkan kepala.


" Bukan film aksi, tapi tentang roman dan balas dendam. "


" Oh, begitu. " Ujar Rigo lagi-lagi lupa kalau bersama Selena dia hanya bisa mengikuti apa yang di sukai Selena saja.


Setelah selesai makan, Rigo mengantarkan Selena untuk pulang, padahal Selena sudah berkali-kali mengatakan jika ingin tinggal di apartemen Rigo. Tapi Rigo yang sedang kacau pikirannya tidak mungkin membiarkan Selena tinggal di sana.


" Kak? " Panggil Selena sebelum dia turun dari mobil.


" Iya. "


Selena langsung mencium bibir Rigo begitu Rigo menoleh padanya. Tapi, Rigo terus mengingat Velo membuat Rigo yang kesal dengan otaknya itu segera menjauhkan dirinya dari Selena.


" Kak Rigo kenapa? "


Rigo menelan salivanya sendiri karena dia juga tidak tahu harus mengatakan apa.


" Aku, aku, ada Ayahmu, Selena. " Ucap Rigo yang kebetulan melihat Ayahnya Selena keluar dari rumah. Selena menoleh dan menghela nafas.


" Ya sudah, aku masuk dulu ya kak? "


" Iya. "


Setelah itu Rigo meninggalkan kediaman Selena, berjalan cepat menuju apartemen. Bukan apartemennya, tapi apartemen Velo karena dia ingin memastikan sendiri sebenarnya apa yang dia rasakan, apa yang di lakukan Velo sampai dia seperti akan gila di buatnya.


Dengan langkah cepat Rigo berjalan, menuju lift, lalu menuju unit milik Velo. Langkahnya terhenti begitu dia melihat Velo yang baru menekan kode kunci tengah menoleh menatap Rigo dengan mimik datarnya.

__ADS_1


Rigo mengepalkan kedua tangannya, mengeraskan rahang menahan tubuhnya yang ingin berlari ke arah Velo. Tidak, dia tidak bisa menahan itu sehingga dengan cepat Rigo melangkahkan kaki, dan langsung meraih tengkuk Velo, menciumnya, mendorong pintu yang sudah sedikit terbuka, dan...... ( Wk wk )


Bersambung.


__ADS_2