Dendam Si Gadis Penggoda

Dendam Si Gadis Penggoda
Memohon, Merendahkan Diri


__ADS_3

Selena duduk di ruang tamu milik orang tua Rigo, sebenarnya dia merasa agak tidak pantas kalau dia datang kesana dan mengadukan apa yang sudah Rigo lakukan. Tapi dia tidak bisa percaya begitu saja dengan ucapan Ibunya yang mengatakan kalau Ibunya Rigo terkesan tidak terlalu perduli dengan dirinya padahal jelas anaknya bersalah. Kedatangan Selena ke sana juga bukan hanya sekedar ingin mengadukan apa yang Rigo lakukan, tapi dia juga ingin meminta orang tua Rigo agar memajukan tanggal pernikahan, atau mengganti hari pertunangan menjadi hari pernikahan. Simple saja, Selena tidak sanggup merelakan cita-cita yang sudah dia impikan sejak kecil harus musnah begitu saja karena tidak ada finansial yang mendukung, makanya dia hanya bisa menggantungkan nasibnya kepada Rigo sekarang.


Beberapa saat kemudian.


" Ada apa, Selena? " Tanya Ibunya Rigo, dan sekarang Ayahnya Rigo juga ikut menemui Selena untuk menemani istrinya yang akhir-akhir ini terus memarahinya, menyalahkannya karena Rigo yang katanya berselingkuh dari calon tunangannya. Aneh, padahal yang berselingkuh adalah Rigo, tapi yang kena amarah adalah Ayahnya.


Selena memaksakan dirinya untuk tersenyum, dia menyapa dulu dengan sopan karena tidak mungkin juga dia langsung bicara pada intinya yang mana itu jelas tidak sopan.


" Selamat siang, paman dan bibi? Maaf kalau kedatangan ku mengganggu akhir pekan kalian berdua. "


Ibunya Rigo juga tersenyum.


" Tidak apa-apa, di minum dulu tehnya. "


" Baik, Bibi. "


" Tumben sekali kau datang kemari, ada perlu apa Selena? " Tanya Nyonya Elena sebentar tersenyum dengan tatapan aneh yang bisa Selena rasakan. Sungguh tidak biasa berhadapan secara langsung dengan Ibunya Rigo, tapi meski begitu dia yang sudah tidak ada pilihan lain mau tidak mau hanya bisa menahan kecanggungan itu dan beratap semua akan berpihak kepadanya seperti sebelumnya.


" Bibi, paman, sebenarnya aku datang karena ada satu hal yang sangat mempengaruhi pikiran, emosiku yang terus terpacu untuk baik dan membuatku jadi bersedih. Ibuku sudah datang tempo hari, aku pikir setelah itu semuanya akan membaik, tapi justru hubungan di antara kami berdua malah semakin memburuk. "

__ADS_1


Diluar dugaan, ternyata Ibunya Rigo hanya menghela nafas dan terlihat tidak ingin bicara. Entah dia merasa kesal dengan putranya sendiri, atau dia kesal karena Selena membahas masalah itu lagi setelah Ibunya. Apa yah di lakukan oleh Ibunya Rigo, di tambah Ayahnya Rigo yang hanya bisa diam tentu saja membuat Selena merasa tidak di perdulikan. Tapi dia juga tidak bisa dia saja karena hubungannya dengan Rigo harus tetap berjalan baik menuju ke pernikahan agar dia juga bisa mendapatkan support dari Rigo.


" Bibi, Paman, bisakah tolong bantu bujuk Rigo untuk mengganti tanggal pertunangan menjadi hari pernikahan? "


Nyonya Elena mengeryit, menatap Selena dengan tatapan bingung dan heran.


" Selena, kenapa kau begitu terburu-buru untuk menikah? Usiamu masih sangat muda, aku dengar kau juga ingin sekali menjadi balerina kan? Sebenarnya kau ingin menikah apakah ada tujuan tersendiri? "


Selena mencengkram tasnya yang ia letakkan di pangkuannya. Tujuan lain? Benar, selama ini dia bukan terpacu karena perasaan cinta saja, tapi dia lebih tertarik dengan Rigo yang pasti akan menuruti semua keinginanku, membiayai cita-citanya untuk menjadi Balerina terkenal. Dulu Rigo amat memujanya, apapun yang di inginkan Selena, tanpa harus Selena katakan Rigo pasti akan memberikannya. Tapi sekarang semua sudah berubah, sekarang dialah yang mengharapkan Rigo hingga sampai tidak tahu mendatangi orang tuanya sendiri seperti seorang pria yang tengah melamar kekasihnya. Kemana perginya harga diri, martabat Selena yang selama ini dia jaga? Kenapa bisa berubah terbalik seperti ini? Padahal dulu dia yakin selain Rigo lah yang akan berjuang sekuat tenaga untuk melamarnya, mencari tempat yang bagus dan mewah untuk melamar, tapi nyatanya sekarang?


" Bibi, Paman, aku hanya takut kehilangan kak Rigo. Aku sangat mencintai kak Rigo, kalau dia bersama dengan wanita selingkuhannya terus, bagaimana denganku? "


" Selena, maafkan perbuatan tidak menyenangkan dari putraku itu. Tapi, di banding kau seperti ini, bukankah akan lebih baik kalau kau mengakhirinya dengan segera? "


Selena tercengang, dia menatap Nyonya Selena ingin memastikan apa yang sebenarnya di maksud oleh Ibunya Rigo itu.


" Sebenarnya apa maksud ucapan Bibi barusan? " Tanya Selena karena tak mendapati dengan jelas apa yang di maksud Nyonya Elena dengan kalimat tidak biasanya tadi.


" Aku kasihan padamu yang harus memiliki kekasih seperti putra brengsek ku itu, tapi apakah kau tidak kasihan kepada dirimu sendiri? Kau sampai datang padaku memohon untuk memajukan pernikahan. Selena, kau masih muda, cantik juga, untuk apa kau begitu terobsesi dengan pernikahan? Kalau tujuanmu adalah untuk uang, status atau yang lainnya, maka akan aku berikan saran ini padamu. Berjuanglah dengan kemampuanmu sendiri, Selena. Kenali bagaimana dunia ini bekerja, jangan takut jatuh dan jangan ragu untuk bangkit saat kau jatuh. Kau akan di hargai, di hormati, di kenal, di jadikan sebagai panutan saat kau bisa berdiri di atas kakimu sendiri. "

__ADS_1


Selena menggigit bibir bawahnya. Matanya berkaca-kaca seolah ingin mengatakan juga apa yang sedang dia pikirkan mengenai saran orang tua Rigo itu. Pertama dia tahu benar jika cita-citanya membutuhkan banyak dana, kedua dia tidak memiliki kemampuan bekerja seperti kebanyakan orang karena dari kecil dia hanya mengalami tentang ballet. Ketiga dia juga tidak tahu harus bagiamana caranya berjuang dalam memahami dunia karena dia sudah terbiasa mendapatkan apa yang ia inginkan dengan mudah sejak kecil.


" Bibi, aku, aku tidak menginginkan apapun kecuali menikah dengan Kak Rigo dan hidup dengan bahagia. " Ucap Selena, tentu saja dia tidak mau dan tidak mungkin mengakui alasan sebenarnya ingin menikah dengan Rigo. Dia berharap dengan alasan cinta orang tua Rigo dapat memahami kepedihannya dan bertindak tegas.


" Selena, padahal kau bisa mendapatkan pria yang lebih baik di banding putraku yang brengsek itu. " Ujar Nyonya Elena.


" Tapi, aku sangat mencintai kak Rigo, Bibi. "


Ayahnya Rigo hanya bisa memijat kepalanya yang terasa sakit karena dia yakin benar setelah Selena pergi nanti dia akan mendapatkan amukan dari istrinya.


" Rigo itu pria brengsek, pergilah cari pria yang lebih baik, Selena. Lagi pula pasti banyak pria yang mengantri untukmu, kenapa kau malah fokus dengan Rigo yang tidak tahu bagaimana caranya menghargai wanita? " Ujar Ayahnya Rigo yang terpancing kesal, bagaimanapun semua ucapan Selena itu pasti membuat istrinya emosi. Ada Selena saja dia menahan kemarahannya, kalau tidak ada tamu, sudah pasti istrinya itu akan seperti iblis penghancur dunia.


" Paman, aku- "


" Kau ingin kami melakukan apa, Selena? " Tanya Nyonya Elena yang sudah tidak tahan lagi menahan sakit kepalanya.


" Aku, aku ingin Bibi dan Paman menemui wanita itu, bersama denganku. "


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2