Dendam Si Gadis Penggoda

Dendam Si Gadis Penggoda
Jangan Membicarakan Cinta!


__ADS_3

Rigo terdiam dengan tatapan terkejut melihat istrinya terdiam saat ada seorang pria asing memeluknya dari belakang. Entah seperti apa ekspresi Velo saat ini karena lampu di sana tidak semua di nyalakan. Marah, dia benar-benar marah karena harus melihat istrinya berada di pelukan pria lain, di tenangkan oleh pria lain yang entah siapa tidak bisa dengan jelas Rigo melihat wajahnya.


Rigo mengeraskan rahangnya, mengepalkan tangannya yang seperti ingin meninju wajah pria itu. Rigo berjalan tanpa suara, menyalakan lampu dan membuat pria itu berbalik, lalu mereka bisa melihat antara satu dengan yang lainnya. Berbeda dengan Rigo yang begitu terkejut melihat pria asing itu ternyata adalah Zegon, pemilik perusahaan besar yang saat ini menjalin kerja sama dengan perusahaan milik Ayahnya, Velo justru masih terdiam dengan tatapan kosong. Entah apa yang akan terjadi di antara Zegon dan Rigo, Velo benar-benar tidak memikirkan masalah itu, bahkan dia tidak mendengarkan apapun selian suara Ibunya yang terus memenuhi kepalanya.


" Kenapa anda di sini? kenapa anda memeluk istriku?! " Kesal Rigo yang masih mencoba untuk menahan dirinya untuk tidak berbuat di luar kendali.


Zegon tersenyum miring, istriku? Rasanya kesal sekali mendengar kalimat itu, tapi dia juga harus menahan diri bukan? Velo, dia sedang sangat hancur jadi dia tidak ingin membuat Velo semakin bersedih. Zegon membuang nafasnya, berjalan mendekati Rigo, lalu mendorong Rigo untuk keluar dari apartemen.


Begitu mereka sudah sampai di luar, Rigo menepis tangan Zegon dengan kuat, matanya yang menunjukkan sorot kemarahan begitu jelas terlihat, tapi juga sama sekali tak membuat Zegon merasa takut dan segan walaupun memang benar Velo dan Rigo sudah menikah.


" Kekasihku, membutuhkan aku makanya aku ada di sini. " Zegon mengakhiri kalimat yang dia ucapkan dengan senyuman yang terasa begitu dingin juga mengejek Rigo.


Mungkin memang benar pernikahan antara Velo dan Rigo sama seperti perjanjian lisan setara dengan pasangan kekasih biasa, tapi Rigo tidak bisa menerimanya, dia benci sekali saat Zegon menyebut Velo sebagai kekasih dari Zegon sendiri.


" Tuan Zegon yang terhormat, wanita itu adalah istriku, dia memilki janji, sumpah pernikahan bersama denganku. Tolong jaga bicara ada, kekasih apa? Anda seharusnya tahu apa yang anda lakukan tidak benar kan? "


Zegon menghela nafas, tersenyum menatap Rigo dengan tatapan yang sama sekali tidak bisa Rigo artikan. Pria di hadapannya memang terlihat lembut, tapi sayangnya kelembutan saja tidak akan cukup untuk Velo, dan Zegon sendiri juga tidak menginginkan Velo terus bersama dengan Rigo.


" Wanitaku, sampai matipun hanya akan menjadi wanitaku. "


Rigo semakin mengeratkan kepalan tangannya. Tidak tahan lagi, dia benar-benar marah dan tidak bisa bersikap sopan lagi. Bagaimanapun di banding pria lain Rigo merasa dia adalah pria yang paling berhak untuk menyebut Velo sebagai wanitanya.

__ADS_1


" Tutup mulut lancang mu! " Kesal Rigo tapi dia masih dengan hebat menahan kepalan tangannya sampai gemetar agar jangan sampai melukai orang lain.


" Kau tidak perduli hubungan apa yang terjadi di antara kalian, tapi Velo sekarang adalah istriku. Dia hanya bisa bersama denganku, jadi menjauhlah, jangan mengganggu lagi. "


Zegon tersenyum miring, lagi, dia mencibir Rigo dengan tatapan matanya yang dingin dan mencibir seenaknya.


" Aku adalah pria pertamanya, kami mengabiskan beberapa tahun bersama, menjalani hari-hari seperti pasangan suami istri, lalu karena satu hal dia mendekatimu, dan melakukan suatu hal yang penting. Kau tidak bodoh, kau pasti tahu dan menyadarinya bukan? "


Rigo menahan nafasnya sampai beberapa detik dengan hati yang membatin, jadi pria yang pernah di maksud Velo adalah Zegon? Pantas saja Velo memiliki banyak uang, Zegon sepertinya memang sangat memanjakan Velo. Rigo terdiam, dia teringat kembali bahwa selama menikah dengan Velo dia tidak seroyal itu kepada Velo. Mungkin satu bulan sekali, dia bisa membelikan barang bermerek mewah untuk Velo, tapi kalau di bandingkan hidup bersama Zegon, tentu saja setiap hari ingin membeli apapun tidak akan sulit untuk Velo bukan?


" Memang kenapa kalau kau pria pertamanya? Selama Velo tidak mencintaimu dan tidak ingin hidup bersamamu, aku akan tetap mengikatnya dengan pernikahan ini. "


" Velo tidak perlu mencintaiku, dia tahu kemana dia harus kembali. Kau, hanyalah pijakan sementara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Asalkan dia sudah selesai dengan apa yang dia inginkan, maka dia akan kembali tanpa melihat pijakan yang ia gunakan saat itu. "


" Anda terlalu menganggap remeh perasaan manusia rupanya, sudah aku katakan bukan? Selama Velo tidak mencintaimu, maka aku akan berusaha membuatnya mencintai pijakan sementara ini, dan meyakinkannya untuk tetap bersama. "


Zegon tersenyum dengan tatapan menghina.


" Bodoh dan naif! Kau tidak mengenali Love ku dengan baik rupanya, dia tidak akan mencintaimu, tidak akan mencintaiku, tidak akan mencintai siapapun, bahkan dia tidak mencintai dirinya sendiri. Kau tahu kenapa? Dia tidak membutuhkan cinta, dia tidak ingin tahu caranya menerima cinta, dia tidak ingin tahu caranya mencintai. Love ku, dia tidak mencintai apapun selain ambisinya. Jadi berhentilah terus membicarakan tentang cinta di hadapanku, karena untuk orang sepertiku dan seperti Love, kau tidak akan bisa memahaminya. "


Zegon membuang nafas, membalikkan tubuhnya.

__ADS_1


" Aku sarankan jangan memiliki perasaan apapun, karena perasaanmu itu tidak akan ada artinya untuk Love ku. "


Bug!


Rigo tidak tahan lagi hingga tangannya benar-benar melayang ke wajah Zegon cukup kuat. Zegon tidak membalas, dia hanya tersenyum miring dan menyeka pipinya dengan punggung tangannya.


" Semua ucapanku membuatmu kesal kah? Ini hanya peringatan saja, bahkan saat mengalaminya itu akan menjadi sejuta kali lipat lebih menyakitkan. "


Rigo terdiam sebentar.


" Pergilah, aku tidak ingin melakukan yang lebih lagi. " Ucap Rigo karena dia sudah cukup lama berada di luar, sementara Velo entah bagaimana keadaannya sekarang.


Zegon tersenyum miring dan berbalik, sebenarnya dia masih ingin menemani Velo sampai pagi besok, tapi kalau dia kukuh pasti akan ada keributan besar, dan akhirnya membuat Velo semakin kacau.


Love, aku pergi dulu, jangan terlalu bersedih meskipun itu sangat sulit. Aku mencintaimu, itu sudah cukup. Aku akan menunggu dengan patuh, jadi kuatlah, lakukan apa yang ingin kau lakukan siapa tahu dengan begitu hatimu bisa mendapatkan kelegaan. Jangan lupa untuk kembali, aku juga sudah semakin kehabisan stok kesabaran.


Begitu Zegon meninggalkan tempat itu, dengan segera Rigo masuk ke dalam dan melihat keadaan Velo. Dia bersimpuh menatap Velo yang duduk diam dengan wajah frustasi, berantakan juga.


" Velo, ikutlah denganku, ayo kita lihat sesuatu yang menarik. " Rigo meraih tangan Velo, tapi dengan cepat pula Velo melepaskan tangannya dari Rigo.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2