Dendam Si Gadis Penggoda

Dendam Si Gadis Penggoda
Perubahan Yang Terjadi


__ADS_3

Berkat tak sengaja memperhatikan penjual kaki lima yang sedang sibuk menjual makanan yang dia jual, Ayah Fer akhirnya memutuskan untuk membuka usaha kecil-kecilan, serupa yaitu, kaki lima juga. Berbekal uang yang di berikan Velo padanya, dia bisa membeli sebuah gerobak beserta kebutuhan yang lainnya, dia juga bisa menyewa kamar, sejenis kosan begitu.


Ini sudah satu Minggu dia mencoba berjualan, dan syukurlah walaupun tidak selalu ramai dalam setiap harinya cukup banyak yang terjual. Mulai dari pertama dia berjualan, Ayah Fer sudah menyiapkan tempat untuk menabung berbentuk tabung yang akan dia gunakan untuk mengumpulkan sebagian uangnya di sana. Bukan untuk kebutuhan dirinya, tapi dia ingin menabung untuk Velo. Walaupun Velo mungkin tidak membutuhkannya, tidak Sudi menerima uang darinya, tapi dia akan tetap mengumpulkan uang dan suatu hari jika dia bertemu Velo, dia akan diam-diam memberikannya kepada Velo.


Sisi seorang Ayah bangkit dari dirinya setelah menerima uang dari Velo saat itu, dia sadar benar dengan sakit yang dia derita bahwa semua hal, kemewahan tidak akan menjamin apapun, tidak akan di bawa ke alam baka juga. Sekarang dia hanya bisa menjalani hidupnya dengan baik, rajin menabung agar saat dia memberikannya kepada Velo mati sudah banyak isinya. Mengenai Selena, dia juga mengingat benar bahwa Selena juga putrinya maka dari itu dia juga menyediakan satu lagi. Bukan ingin tidak adil, hanya saja selama ini dia tidak pernah memberikan uang sama sekali kepada Velo, jadi yang ia tabung untuk Velo jauh lebih banyak dari untuk Selena. Di tambah lagi, dia bisa menghasilkan uang juga karena Velo bukan?


" Sudah waktunya untuk pulang ya? " Gumam Ayah Fer karena suasana juga sudah mulai sepi. Untungnya tempat dia berjualan tidak jauh dari kamar sewanya, jadi dia juga tidak perlu repot dan lelah berjalan kaki jauh.


Di sisi lain.


Selena mengajukan lamaran pekerjaan di beberapa tempat secara online karena uang hasil menjual mobil juga sudah tidak banyak lagi. Sekarang yang tersisa juga hanya tinggal rumah dan mobil yang masih kredit itu. Selena juga sudah memasarkan mobilnya untuk oper kredit, tapi masih belum menemukan peminat.


" Uh Hah! Na! " Nyonya Fer mencoba untuk memanggil Selena yang tidak sengaja ketiduran di depan laptopnya. Saat itu dia benar-benar haus ingin minum, dan Selena juga tidak kunjung bangun padahal dia sudah mencoba untuk memanggilnya sekuat tenaga.


Nyonya Fer benar-benar sangat tersiksa sekali dengan keadaannya sekarang, dia menyesal sekali karena dulu begitu semena-mena terhadap suaminya hingga di masa sulit ini suaminya memilih pergi karena tidak tahan dengan sikap dan perlakuannya.


Fer,.....


Satu nama itu begitu dia rindukan sekarang, dia benar-benar ingin ada pria itu di dekatnya, bersama menjalani hari baik suka maupun duka. Tapi kemana dia pergi? Kenapa pria yang dulu berkata sangat mencintainya pergi tanpa kabar? Bukankah sudah biasa mereka bertengkar toh nantinya juga akan membaik? Kenapa sudah lewat lumayan lama suaminya belum ingin kembali?


Nyonya Fer menangis tanpa suara, sedih, sungguh sedih sekali. Padahal dia pikir hidupnya akan selalu berkecukupan, dia akan bahagia seperti sebelumnya, dia tidak pernah membayangkan kalau akan ada masa di mana dia akan merasakan kesulitan seperti ini, sakit dan tubuhnya tidak bisa di gerakkan sama sekali. Sekarang dia hanya bisa mengandalkan putrinya saja, untuk merawatnya, juga untuk mengurus rumah.

__ADS_1


Hatinya tentu saja sakit, dulu putrinya sangat cantik dan tidak pernah terlihat tak segar. Kini bahkan untuk mandi saja Selena hampir tak ada waktu kecuali saat malam hari ketika Ibunya tertidur. Rasanya ingin mati saja, tapi dia juga masih ingin melihat putrinya sampai dia menikah lalu hidup bahagia dengan keluarganya, juga masih ingin bertemu suaminya, meminta maaf atas apa yang dia lakukan selama ini.


Deg!


Nyonya Fer terdiam, dia tersentak saat membayangkan kalau dia ingin bertemu suaminya dan meminta maaf padanya.


Apakah semua penderitaan ini karena aku pernah menyiksa dan menyakiti Velo? Apakah Menag benar seperti itu?


Nyonya Fer kembali menangis sedih, sebenarnya dia juga ingat kalau butiknya bangkrut karena ada butik milik Velo, tapi bagaimanapun dia juga salah karena tidak menggunakan kemampuannya dengan baik agar bisa bersaing secara sehat. Iya, pada intinya perbuatan jahatnya lah yang telah menyengsarakan dirinya, sikap arogan dan ingin menang sendiri, hebat sendiri mengantarkan dirinya dalam kesulitan, bahan anak dan istrinya jadi merasakan kesulitan itu juga.


Maaf, Ve. Aku minta maaf, tolong maafkan aku, aku tahu aku salah, aku pantas di hukum, aku pantas di benci, aku minta maaf.


***


Rigo membuang nafasnya, meletakan ponselnya karena dia tengah membaca pesan dari asistennya. Dia menatap Ayahnya dengan wajah malas yang bisa di lihat oleh Ayahnya Rigo, tapi sayangnya Ayahnya Rigo tidak perduli akan hal itu.


" Tidak mau. "


" Harus mau! "


" Ayah! "

__ADS_1


" Apa?! "


Rigo membuang nafasnya lagi. Benar-benar sebal dengan Ayahnya yang begitu keras kepala, kalau sudah a maka dia juga harus a! Tidak adil bukan? padahal sudah jelas tahu bagaimana cerita hubungannya dengan Zegon, Velo, dan dirinya, tapi Ayah yang tidak berperasaan itu benar-benar seperti ingin menaburkan satu ton garam di atas lukanya yang masih menganga.


" Ayah, aku tidak akan sanggup melihat pria itu di sana nanti. Aku juga tidak siap kalau harus bertemu dengan Velo. Mereka berdua pasti akan sangat bahagia, saling bergandengan tangan dan saling menatap penuh cinta, hah! Tidak, aku tida mau! Aku tidak akan datang! " Rigo kembali meraih ponselnya, sebentar melihat ke arah Ayahnya untuk membaca arti dari ekspresi Ayahnya yang terlihat kesal kepada Rigo.


" Anak bodoh, kau pikir acara itu adalah acara pernikahan, hah? "


Rigo menatap Ayahnya dengan dahi mengeryit bingung.


" Memang acara apa? " Tanya Rigo.


" Pesta untuk merayakan kehamilan, dan calon penerus serta anggota baru keluarga Greff. "


Rigo terdiam sebentar, tidak mungkin Velo hamil kan? Setahu Rigo, Velo bukan penyuka anak kecil, jadi tidak mungkin kan?


" Apa yang akan punya anak itu, Zegon? "


" Tidak tahu, Zegon itu memang satu-satunya anak laki-laki di keluarga Greff yang sekarang, tapi Zegon juga punya dua adik dan satu kakak. Hanya tinggal adik bungsunya yang belum menikah, jadi tidak tahu dari anak yang mana bayi itu akan lahir. "


Rigo kembali terdiam, tetap saja walaupun buka Velo yang hamil, tapi dia juga akan berada di sana kan?

__ADS_1


" Jangan banyak berpikir, memang kenapa kalau kau bertemu Velo di sana? Kenapa kau yang merasa takut? Memang kau ada salah apa? "


Bersambung.


__ADS_2