Dendam Si Gadis Penggoda

Dendam Si Gadis Penggoda
Penyesalan Terdalam


__ADS_3

Velo terus berjalan dengan wajah datarnya, ini sudah cukup jauh dia berjalan kaki dengan heels di dua kakinya. Sudah lecet, bagian depan juga bagian belakang, tapi Velo bahkan tida ingin mengaduh, tidak juga ingin meringis kesakitan. Kenapa dia jadi seperti ini? Kenapa perasaannya, cara kerja otaknya, hatinya, semua tidak bisa dia rasakan lagi bagaimana dan sebenarnya apa yang dia inginkan?


Velo terdiam sebentar, dia menatap langit sore yang mulai mendung. Sebentar dia kembali berjalan kaki padahal dia bisa memesan taksi dan pulang dengan nyaman. Velo memilih untuk berjalan kaki, membiarkan saja jari kakinya, dan bagian lainnya lecet karena heels, dia pikir dia bisa sedikit menghukum dirinya atas apa yang dia lakukan.


Dia memang terlalu menutup mata atas apa yang dia lakukan, tapi apakah salah jika hatinya mendendam? Tidak, dia bukan malaikat, dia manusia biasa, dia tidak bisa meminta dirinya untuk menjadi sosok manusia berhati malaikat.


" Jika pada akhirnya aku juga tidak menemukan apapun dari semua yang aku lakukan, setidaknya aku sudah melakukan apa yang ingin aku lakukan. Hatiku adalah hatiku, perasaanku adalah perasaanku, begitu juga denganmu, Rigo. Kau melihat dari sudut pandang seorang malaikat, tapi yang kau lihat dan perhatikan adalah seorang iblis. Jika ingin memahami, kau harus terbentuk menjadi iblis dulu. Hanya iblis yang bisa melihat hati iblis lainnya, tapi sayangnya aku pasti tidak akan menyukai hal itu. Pergilah Rigo, kenangan kita selama ini biar aku yang simpan. Kau bebas membenciku, kau bebas memakiku, aku akan diam, tersenyum di dalam hati dan mengatakan terimakasih dengan tulus. Terimakasih karena sudah memberikan kenangan, kehangatan, perhatian, dan juga cinta. Akan aku ingat baik-baik, tapi maaf tidak bisa membalasnya. " Gumam Velo yang masih tak menghentikan langkah kakinya.


Ini bukan soal perempuan brengsek yang membuang pria setelah tidak butuh lagi, tapi ini tentang perasaan Rigo. Iya, Velo hanya ingin Rigo menjaga perasannya agar tidak terluka. Velo menyadari benar sebanyak apa dia memiliki kekurangan, dia tidak memiliki apapun yang bisa dia banggakan sebagai seorang wanita. Hatinya yang jahat, jika semua orang tahu jangankan mendekat, melihat saja mereka pasti akan lari bukan? Rigo, pria berwajah tampan dan memiliki kebaikan hati yang tulus mana mungkin pantas bersama perempuan brengsek sepertinya?


Sudah mulai malam, dan Velo masih belum berhenti berjalan kaki. Dia masih saja berjalan dengan wajah datarnya, hingga dia melihat seorang pria paruh baya duduk di kursi trotoar, memegangi perutnya sembari merintih kesakitan hingga tubuhnya gemetar.


Pria itu, pria yang sudah membuat hidupnya begitu menderita. Pria yang dengan angkuh mengusirnya, menganggapnya pengganggu, pria yang telah membentuk duitnya untuk menjadi iblis. Velo terdiam, melihat pria itu begitu menderita kenapa dia tidak merasakan apapun? Bukankah seharusnya dia bahagia seperti yang pernah dia bayangkan? Velo menggigit bibir bawahnya, ternyata dia masih tetap tidak bahagia seperti yang dia bayangkan selama bertahun-tahun ini.

__ADS_1


Velo merogoh tasnya, dia mendapatkan sekitar sepuluh lembar lebih, dan dia mulai menjalankan kakinya untuk mendekati pria paruh baya yang tak lain adalah Ayah Fer. Dia memberikan uang itu tanpa ekspresi apapun. Sementara Ayah Fer, pria itu menaikkan wajahnya untuk melihat siapa yang menyodorkan bangak uang padanya.


Velo........


Matanya berkaca-kaca menatap Velo yang masih tak berekspresi apapun. Melihat kembali uang itu dia hanya bisa menangis tanpa suara dengan tubuhnya yang masih gemetar. Velo meletakkan saja uang itu di dekat Ayah Fer, lalu kembali mengambil dompetnya. Hanya tersisa uang asing, dan Velo mengambil semua itu lalu memberikannya kepada Ayah Fer, tepat di atas uang yang dia letakkan sebelumnya.


" Aku membencimu, aku juga tidak akan menyebutmu seperti sosok yang seharusnya. Ambilah semua uang itu, pergilah jauh dari sini, jangan pernah muncul di sini. Jika melihatku di tempat lain nanti, segeralah menyingkir karena melihatmu sama saja melihat masa laluku. Anggap saja uang itu adalah harga dari benih sialan yang kau titipkan di rahim Ibuku. " Setelah mengatakan itu Velo berjalan menjauh meninggalkan Ayah Fer.


Ayah Fer mengambil uang yang di berikan Velo dengan tangannya yang semakin gemetar hebat. Seumur hidupnya, sepeserpun uang tidak pernah dia berikan untuk Velo padahal Velo sering memintanya saat dia datang ke desa. Sekarang Velo memberikan uang sebanyak ini, bukankah sangat tidak pantas untuknya menerima? Tapi, dia hanya bisa mengabaikan rasa malunya, menyimpan baik-baik uang itu dan akan dia gunakan untuk berobat. Tentu saja dia tidak akan pergi ke tempat sebelumnya karena dia anggap klinik itu tidak pecus.


***


Brak!

__ADS_1


Rigo memukul lemari baju apartemen miliknya dengan sangat kuat. Dia benar-benar kesal, dia marah, dia kecewa dengan Velo yang begitu tidak berperasaan. Padahal selama ini dia sudah cukup bersabar, menunggu dengan diam, sebisa mungkin terus memperlakukan Velo dengan lembut dan baik, tapi kenapa Velo bahkan tidak bisa melihatnya sama sekali?


" Ah......! "


Rigo memukul lagi lemari bajunya hingga tak memperdulikan betapa banyak darah di punggung tangannya. Ini adalah untuk pertama kalinya Rigo begitu putus asa oleh seorang wanita, ini juga adalah tangis pertama kalinya untuk seorang Rigo kepada wanitanya.


Dia marah, tapi dia juga menyesal hingga membuat emosinya tak karuan dan membuatnya menangis. Jujur dia sangat menyesal sudah mengatakan kalimat menyakitkan kepada Velo, juga membentaknya. Tapi dia terlalu cemburu, dia sangat tidak suka dengan Velo yang menatap Zegon dengan tatapan tidak biasa. Perasaan Velo yang tidak mudah di tebak membuatnya takut sendiri, kapan Velo memiliki keinginan untuk meninggalkannya? Kapan Velo akan jatuh cinta padanya? Kapan dia bisa benar-benar menjalani hari bersama, berdua?


Dia terlalu takut hingga kemarahannya sangat sulit untuk di cegah.


" Apakah jika aku tidak muncul kau akan mencoba menghubungiku? Tolong hubungi aku, Ve. Tolong minta aku untuk datang, karena dengan begitu aku akan berlari kepadamu. "


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2