
Selena terdiam menunggu Rigo datang, ini sudah tiga puluh menit dia menunggu dan sepertinya masih harus menunggu lagi. Padahal biasanya Rigo yang akan menunggunya, bahkan sampai berjam-jam pun Rigo tidak akan mengeluh dan tetap tersenyum lebar menyambut kedatangannya. Benar-benar di luar dugaan karena Rigo begitu berubah sampai seperti orang yang tidak Selena kenal. Dulu Rigo akan terlihat bahagia hanya dengan kebersamaan mereka, menggunakan pakaian yang Selena pilihkan, memakan makanan yang Selena sukai, menonton film kesukaan Selena, menonton pertunjukan ballet bersama, berbelanja bersama, Rigo tidak pernah protes. Setiap kali dia hanya mengatakan, Selenaku cantik sekali! Entah menggunakan pakaian warna apa dan bagaimana penampilannya. Sekarang? Rigo justru sering menunduk dan melamun seolah sedang memikirkan sesuatu yang tidak berhubungan dengannya.
" Kak Rigo benar-benar berubah setelah mengenal wanita sialan itu. " Gumam Selena menahan air matanya yang seakan ingin jatuh begitu saja.
" Selena, maaf membuatmu menunggu! Sudah dari tadi? " Rigo dengan nafasnya yang tidak beraturan mengambil posisi duduk bersebrangan meja dengan Selena. Dia juga menyeka keringat di wajahnya mengadakan bahwa dia terburu-buru untuk menemui Selena.
" Aku, sudah satu jam berada di tempat ini, kak. "
Rigo terdiam sebentar, lalu tersenyum kikuk. Satu jam ya? Tapi ya mau bagaimana lagi kalau Velo sedang menahannya? Memang wanita itu benar-benar di luar nalar kelakukanya. Minta pakaikan penutup dada, minta menaikkan resletingnya, dan semua itu alasannya adalah karena tangannya sedang malas. Belum lagi minta dipangku, segala berciuman cukup lama tapi begitu Rigo bereaksi malah alasan pinggangnya sedang tidak mood? Pinggang tidak mood? benar-benar aneh, tapi sangat lucu. Membatin itu Rigo tanpa sadar tersenyum sendiri, bagaimanapun karakter manja memang sangat tidak cocok untuk Velo. Yah, mungkin tujuan Velo adalah untuk membuat Rigo merasa Velo benar-benar menyebalkan lalu cepat merasa bosan agar semua berakhir dengan segera. Tapi, Rigo memiliki segunung kesabaran jadi mari kita lihat sampai di mana tingkah Velo nantinya, ataukah malah Velo sendiri yang akan bosan memaksa diri bersikap manja seperti itu?
Selena menyeka air matanya, seperti inilah Rigo semenjak mengenal Velo. Padahal dulu fokus Rigo selalu terarah padanya, sekarang Rigo bahkan bisa tersenyum aneh seperti anak remaja yang sedang jatuh cinta padahal baru beberapa detik lalu Selena mengatakan jika dia sudah lama menunggu, sekitar satu jam yang seharusnya Rigo membujuk Selena untuk tidak marah lagi kan?
" Kak Rigo? "
" Iya? " Rigo mengeryit bingung melihat Selena yang ternyata sedang menangis entah sedari kapan.
" Se Selena, kenapa menangis? Ah, aku minta maaf datang terlambat, kau kesal sampai menangis karena aku lama datangnya? "
__ADS_1
Selena terdiam sebentar, sepertinya Rigo memang semakin menjauh darinya.
" Kak Rigo, katakan padaku di mana kurangnya aku? Katakan di mana aku membuat kesalahan sehingga aku bisa memperbaiki diri, agar Kak Rigo melupakan wanita itu. "
Rigo tersentak, terdiam tak bisa berkata-kata. Yah, bagaimanapun selama ini terlalu jelas jejak yang di tinggalkan Velo. Sejujurnya selama ini Rigo sendiri juga sudah bisa menduga kalau Rigo mengetahui benar kalau Selena pasti memiliki kecurigaan terhadapnya. Anehnya kenapa dia juga masih merasa terkejut saat Selena bertanya langsung padanya seperti ini?
Rigo menghela nafas, apa yang salah? Tentu saja dia memahami dirinya sendiri setelah satu Minggu benar-benar menghabiskan banyak waktu bersama Velo, dan mencoba untuk tidak menghubungi Selena. Rigo mampu menahan diri untuk tidak menemui Selena, tapi Rigo tidak mampu untuk menahan diri bertemu Velo. Cinta atau bukan, nyatanya Rigo masih salah paham dengan perasaannya sendiri selama ini. Dia pikir dia mencintai Selena dengan setulus hati dan akan bahagia menikahi Selena, tapi dia lupa kalau mencintai diri sendiri juga adalah hal yang penting. Mengalah agar pasangan bahagia itu juga perlu, tapi diri sendiri juga perlu bahagia, dan keduanya bahagia barulah itu bisa di sebut dengan keluarga bukan? Bahagia bersama, dua orang menjadi satu, saling memahami, mengerti, membahagiakan satu sama lain, berkorban untuk satu sama lain? Dan apa yang di lakukan Rigo selama ini bersama Selena?
" Kau tidak memiliki kekurangan apapun, kau tidak perlu memperbaiki apapun, Selena. Selama ini aku yang kurang memahami satu hal penting. Aku minta maaf karena pada akhirnya aku menyakitimu dengan ini. Aku minta maaf, aku benar-benar minta maaf karena aku sendiri tidak tahu pada akhirnya semua akan berubah. "
" Apa? Satu hal penting apa yang membuat kak Rigo begitu berubah? Katakan, apa agar aku tidak terus menyalahkan semua ini?! "
Rigo menunduk, dia terdiam tidak tahu harus bagiamana mengatakan itu. Apalagi melihat Selena menangis, dia benar-benar tidak tahan dan jadi tidak sanggup untuk mengatakan yang sebenarnya. Tentu dia merasa bersalah, bagaimanapun Selena adalah wanita yang memiliki arti sendiri baginya, selama ini dia sudah menjaga Selena seperti menjaga adiknya sendiri.
Rigo mengeryit memikirkan apa yang sedang di pikirkan otaknya tanpa sengaja. Adik? Kenapa juga Rigo selama ini memperlakukan Selena seperti adiknya? Aneh! Padahal sejak pertama dia berpacaran dengan wanita, Rigo yang tinggal di negara bebas tanpa batasan kepercayaan tentu saja terbiasa untuk menyentuh wanita sejauh yang dia inginkan. Benar, sebenarnya dia kenapa begitu menahan diri terhadap Selena? Apakah dia memperlakukan Selena karena cinta, apakah dia memperlakukan Selena seperti orang biasa yang ingin melindungi idolanya? Jadi perasaan seperti apa selama ini yang dimiliki Rigo terhadap Selena?
" Kak, jawab pertanyaan ku! Hal apa yang di maksud kak Rigo?! " Selena membentak dengan air matanya yang jatuh.
__ADS_1
Rigo mengepalkan kedua tangannya. Sial! Dia tidak tahu harus mengatakan apa, dia tidak tahu bagaimana bisa menyampaikan apa yang sedang dia pikirkan?
" Selena, maaf. "
" Berhenti untuk minta maaf! Aku tidak ingin mendengar maaf terus. Sekarang berjanjilah padaku untuk tidak menemui wanita itu lagi, kita majukan tanggal pernikahan kita, bila perlu hari pertunangan kita di jadikan hari pernikahan saja. "
Rigo terdiam, Velo tentu saja tidak keberatan untuk tidak bertemu dengannya lagi, tapi sekarang posisinya adalah Rigo yang tidak ingin melakukannya.
" Selena, tolong biarkan dulu aku tenang. Sekarang aku sedang perlahan menata kekacauan di hati dan otakku. Aku tidak ingin salah melangkah, sebelum kita menikah dan pada akhirnya aku akan semakin melukaimu. "
" Maksud kak Rigo? Menikah denganku bisa jadi adalah kesalahan? "
" Tidak, bukan begitu maksud ku. "
Selena meraih tasnya, dan berjalan dengan cepat meninggalkan Rigo di sana. Dia hanya bisa menangis membawa kekecewaan yang begitu besar karena ternyata Rigo juga tidak memintanya untuk tinggal, mencegahnya agar jangan pergi.
Bersambung.
__ADS_1