
" Tidak bisa, sayang! Kita harus memisahkan Rigo dari perempuan itu, masa iya kita biarkan Rigo yang brengsek bertemu pasangan brengsek, nanti anak mereka jadi seperti apa? "
Nyonya menghela nafas, lalu me tahap suaminya dengan tatapan tajam membuat suaminya tak lagi ingin bicara. Sebenarnya dia memang benar-benar tidak rela kalau Rigo bersama wanita yang tidak baik, tentu saja alasannya karena dia ingin putranya mendapatkan wanita yang baik, seperti istrinya sehingga bisa membaeanya ke jalan yang baik. Tapi entah bagaimana cara istrinya menilai, sepertinya Velo dirasa sangat cocok untuk menjadi menantu, padahal kalau di pikir lagi siapa sih yang ingin memiliki menantu yang sama brengseknya dengan putranya?
" Kau tidak akan memahaminya. " Ujar Nyonya Elena.
" Apa? Apa yang tidak mampu aku pahami? "
" Kepekaan yang di miliki wanita, perasaan seperti terbawa merasakan sakit dari sesama wanita, seperti itu. "
Tuan Horrison mengeryit bingung sembari mengantuk tengkuknya.
" Tolong katakanlah dengan jelas, aku tidak mampu mengartikannya. "
Nyonya Elena menghela nafasnya.
" Kau melihat bagaimana dia sengaja menggambarkan keburukannya di depan kita? Dia seolah haus perasaan ingin di benci, dia seperti menantikan makian dari kita. Menurutmu bagaimana bisa begitu? Selena datang dengan wajah polos, tatanan bahasa dan penempatan kalimat yang rapih, memaksa tapi dengan nada bicara pasrah. Selena tentu saja sedang berusaha payah menjaga sikap agar kita menyukainya, tapi Velo justru ingin kita membencinya. "
Tuan Horrison terdiam sebentar. Iya, walaupun era sekarang adalah era yang jauh berbeda dengan dirinya saat muda, tapi Velo terlalu berani seolah dia sengaja ingin di benci. Tapi kenapa? Aneh sekali, apakah dia tidak menginginkan uang? Wajah Rigo, setidaknya dia yakin benar jika wajah Rigo juga termasuk tampan. Lalu Sebenarnya apa yang di inginkan wanita itu? Tuan Horrison membulatkan matanya karena memiliki satu dugaan yang tiba-tiba melintas di kepalanya.
" Sayang, wanita itu pasti maniak gila mesum! Dia pasti menginginkan putra kita untuk memuaskan dirinya kan? "
Nyonya Elena membuang nafas kasarnya, menatap Tuan Horison dengan tatapan kesal.
__ADS_1
" Sudah kubilang kalau kau tidak akan bisa menebaknya. "
Tuan Horrison terdiam lemas karena apapun pendapatnya akan selalu salah di mata istrinya.
" Sorot matanya, aku merasa dia sedang terjebak dalam luka. Dia seperti membutuhkan pertolongan, tapi ada sesuatu di dalam dirinya yang mencegah adanya orang mendekat. Dia menderita, tapi anehnya dia malah menimbun banyak luka sampai aku bisa melihat dia bicara tanpa emosi apapun. Dia, tidak sadar bahwa dia sebenarnya membutuhkan pertolongan, bukankah rasanya akan sangat menyakitkan berada di posisi itu? "
Tuan Horison mengangkat kedua bahunya karena dia memang tidak melihat dan memperhatikan Velo sedetail itu.
" Sudahlah, kenapa juga kita malah terus membicarakan perempuan itu? Menderita atau tidak itu kan urusan dia, mau di tolong atau tidak itu juga haknya. Kita tidur saja, ini sudah malam. "
Nyonya Elena terdiam menahan kesal. Pembicaraan di butik antara Velo dan Nyonya Fer, apakah perlu untuk dia ceritakan kepada suaminya? Nyonya Elena menggeleng karena tidak ingin mengikuti apa yang dia pikirkan.
Setelah hari itu, Rigo mengirimkan pesan kepada Ibunya untuk jangan menemui Velo dulu. Memang sempat mendapatkan penolakan dari Ibunya, tapi untungnya Rigo terus memberi tahu kondisi Velo yang tidak baik, dan Ibunya mencoba untuk sabar dan membiarkan Velo sampai dia tenang dan siap kembali bertemu dengan Ibu mertuanya lagi.
Satu Minggu kemudian.
" Fer, besok carilah kerja. Aku tidak mau tahu kau harus dapat kerja. "
Ayah Fer yang kala itu sedang mengelap sepatu yang di jual butik hanya terdiam sembari mengentikan pekerjaannya sebentar. Lagi? Parahnya dia di haruskan mendapatkan pekerjaan di hari itu, kerja apa dia benar-benar pusing memikirkannya.
" Sayang, bagaimana kalau berikan aku sedikit modal? Di usiaku ini kan sulit mencari uang, aku ingin membuka usaha makanan kaki lima, siapa tahu berhasil. "
Nyonya Fer membuang nafasnya dengan tatapan tajam.
__ADS_1
" Modal? Kalau kau butuh modal seharusnya kau mencari kerja dulu, baru setelah itu kumpulkan uang untuk modal usaha. Lagi pula kau saja tidak yakin berhasil atau tidak tapi mau buang-buang uang untuk membuka usaha. "
Ayah Fer tak lagi ingin bicara, benar-benar serba salah, dan tidak di hargai sama sekali suaranya. Sebentar dia menunduk mengingat mantan istrinya dulu, semarah apapun dia, pasti tidak akan mengatakan hal sekasar ini kan?
Suara pesan masuk, dan setelah pesan itu masuk dia bisa tersenyum karena ternyata putrinya di minta untuk menjadi model di acara pameran busana besok malam. Segera dia meneruskan pesan itu kepada Selena dan meminta Selena untuk bersiap. Yang ada di pikiran Nyonya Fer saat ini adalah, dia akan mendapatkan uang dari Selena, dan jelas Selena selalu di bayar lumayan malah seperti sebelumnya.
" Lihatlah putriku, setidaknya dia lebih berguna di banding dirimu yang hanya bisa merengek memprotes usia tidak muda lagi. " Nyonya Fer berbicara dengan mimik angkuh membuat Ayah Fer semakin tak ingin bicara lagi.
Disisi lain.
Velo tersenyum miring, dia juga mendapatkan peluang yang sama seperti Selena. Aksi memukaunya di beberapa waktu lalu benar-benar membuat banyak tawaran untuk menjadikannya model. Tapi kali ini Velo akan menggunakan kesempatan untuk mendapatkan dua tujuan. Pertama mengalahkan Selena, kedua dia bisa menekan keadaan agar membuat Selena tidak bisa mendapatkan tawaran lagi. Dengan begitu dia tidak akan bisa di manfaatkan oleh kedua orang tuanya agar bisa menghasilkan uang kan?
Jahat? Apa itu jahat? Di dunia ini yang Velo tahu hanya bersikap jahat. Tidak penting untuknya benar atau salah, bagaimana perasaan orang lain, karena dia bahkan tidak perduli dengan perasannya sendiri.
***
Tuan Horrison dan juga Rigo kini tengah tersenyum setelah berjabat tangan karena kesepakatan untuk kerja sama sudah deal.
" Semoga kerja sama kita berjalan lancar, Tuan Greff. " Ucap Tuan Horison yang mendapatkan senyum dengan maksud dari kliennya.
" Tuan Greff, jika ada waktu mari kita makan malam bersama, anda harus mencoba masakan istriku yang pasti tidak akan mengecewakan. " Ujar Tuan Horison yang benar-benar bahagia sekali bisa menjalin kerja sama dengan perusahaan besar, bahkan perusahaan besar milik keluarga Greff sudah masuk ke jajaran atas.
" Kalau begitu, panggil saja nama ku, jangan nama keluargaku agar kita bisa lebih akrab. " Ujarnya.
__ADS_1
" Ah, baik Tuan Zegon. "
Bersambung.