Dendam Si Gadis Penggoda

Dendam Si Gadis Penggoda
Tentang Selena


__ADS_3

" Ve, yang patut untuk membuatmu bahagia seharusnya bukan karena menyakiti orang kan? Maaf aku mengatakan hal semacam ini, lagi. Aku sudah mencoba untuk memahami dan mengerti dirimu, tapi aku selalu merasa kalau kau pasti akan merasa lega dan bisa hidup dengan bahagia saat kau bisa merelakan semuanya yang terjadi ini. Ve, aku mengatakan ini karena aku ingin kau bahagia, aku ingin melihatmu hidup seperti orang pada umumnya. Aku- "


" Berhenti! " Velo menatap Rigo dengan tatapan marah, hatinya masih saja tidak bisa melakukan apa yang Rigo katakan karena perjalanan hidupnya benar-benar tidak biasa. Jika boleh menyalahkan satu orang di dunia ini, dia akan tetap menyalahkan Ayahnya, menyalahkan dirinya sendiri, menyalahkan dunia yang berputar dan terlalu lama meletakkan dirinya di posisi bawah.


Rigo berjalan mendekati Velo yang kini mulai terlihat marah, Rigo mencoba meraih tangan Velo tapi Velo dengan cepat menepisnya. Rigo menghela nafas, lalu menatap Velo dengan tatapan yang begitu dalam.


" Ve, aku tahu kau marah karena aku tidak mampu memahamimu dan mengerti akan semua luka yang pernah kau rasakan, tapi bisakah kau berhenti? Mari kita hidup dengan baik, perlahan melupakan masa lalu yang menyakitkan, biarkan aku perlahan mencoba untuk membahagiakanmu. "


Velo tersenyum dengan tatapan tak suka. Melupakan masa lalu menyakitkan? Tidak, itu jelas tidak akan bisa dia lakukan. Setiap orang normal yang hidup, tentu tidak akan mungkin bisa melupakan masa lalunya kan? Ini tentang masa lalu menyakitkan, walupun tidak ada luka lagi di tubuhnya, tapi hatinya masih saja sakit setiap kali mengingatnya. Wajah Ibunya yang tidak bernyawa saat dia terakhir melihatnya, lalu di teruskan dengan tawa lebar dari Ayahnya, makian dari wanita yang seharusnya di sebut Ibu tiri, lalu pengalaman sepuluh tahun hidup di luaran seperti gelandangan. Hampir di lecehkan pria berkali-kali, di pukuli karena di tuduh mencuri, hampir di culik dan akan di jual di tempat pekerja malam, hujan ke hujanan panas, kepanasan. Tidak kah kalau apa yang dia alami ini seharusnya bisa dia hindari asalkan sedikit saja di berikan tempat oleh Ayah dan Ibu tirinya? Bahkan jika mereka meletakkan Velo di kandang anjing, Velo pasti masih bisa tersenyum bahagia dan mengatakan terimakasih dengan tulus.


Sekarang bagaimana dengan semua kesakitan itu, luka sedalam itu, perasaan membenci yang begitu berkobar bisa dia lupakan? Benar, berdamai dengan masa lalu dan membalas dendam dengan hidup bahagia adalah jalan yang kebanyakan di ambil alih oleh kebanyakan orang. Tapi lihatlah Velo yang sekarang, dia bisa memiliki kewarasan karena keinginan membalas dendam, dia kuat, dia mampu melakukan apapun untuk satu tujuan, jadi bisakah orang lain memahaminya? Tidak! Tidak akan ada yang bisa memahaminya.


" Rigo, kau ingin aku berhenti, sayangnya sebelum aku merasa aku puas aku tidak akan berhenti. "

__ADS_1


Rigo terdiam sebentar, dia kembali menatap kedua bola mata Velo yang memerah tapi entah perasaannya bagaimana, yang jelas Velo bukan seperti ingin menangis.


" Baiklah, tapi masalahnya bukankah Selena tidak ada hubungannya dengan ini? Lepaskan saja dia, Ve. Biarkan dia menjalani Harinya dengan baik karena dia tidak turut serta dalam urusan kedua orang tuanya denganmu bukan? "


Velo tersenyum dengan tatapan marah. Dia berjalan cepat menuju kamarnya dan membuka kunci laci meja riasnya miliknya untuk mengeluarkan amplop coklat yang lumayan tebal isinya. Velo kembali ke luar kamar dan memberikan amplop coklat itu kepada Rigo.


" Buka lah, lihat baik-baik photo gadis yang ada di sana. "


Rigo dengan bingung mengeluarkan semua isi yang ada di dalam amplop coklat itu. Photo Velo saat remaja menggunakan seragam sekolah menengah atas, dan satu lagi photo gadis muda juga berseragam yang pasti adalah teman sekolah Velo.


" Dia, adalah satu-satunya teman yang aku punya selama aku sekolah menengah atas. Saat itu dia menjadi siswa baru di kelas, dia tidak pernah ragu mendekatiku yang Kumal, dia tidak pernah merasa rendah berteman denganku. Suatu hari dia mengatakan padaku bahwa dia hamil, dan dia ingin menuntut kekasihnya untuk menikahinya. Tapi seminggu kemudian dia meninggal karena bunuh diri. "


" Tunggu, aku benar-benar tidak mengerti, apa hubungannya gadis ini dengan pembicaraan kita? "

__ADS_1


Velo membuang nafasnya.


" Gadis itu, namanya Maria. Dia juga seorang balerina muda. Dia adalah gadis paling cantik di sekolah, dia memiliki banyak penggemar pria. Suatu hari dia dan Selena sama-sama akan mengikuti lomba, dia lulus sampai ke tahap akhir menuju final, tapi dia tiba-tiba memutuskan untuk mundur dan membuat Selena di nyatakan sebagai juara satu. " Velo mengepalkan kedua tangannya. Rasanya sakit sekali setiap kali harus menceritakan masa lalu, tapi entah mengapa dia ingin mengatakan ini kepada Rigo.


" Selena, dia mendekati juri pria dengan tampang polos, anggun dan menjijikan itu. Dia diam-diam menjalin hubungan dengan juri pria yang adalah kekasih dari Maria. Demi Selena, pria bajingan itu meminta Maria untuk mundur dan berjanji untuk menikahinya, karena itu adalah penawaran yang Maria sangat inginkan, dia mengikuti ucapan kekasihnya. Tapi sampai Selena menjadi juara, pria itu justru memberikan beberapa lembar uang dan meminta Maria menggugurkan kandungan! Maria, gadis baik hati itu sangat takut dengan orag tuanya yang terus memaki dirinya karena mundur dari lomba, dia selalu tertekan oleh orang tuanya, dia pikir kalau dia di nikahi oleh pria itu, dia bisa bebas dari orang tuanya meski usianya masih sangat muda. Tapi, kekasihmu yang seperti anjing itu, menghancurkan dirinya, menghancurkan hatinya, membuat dia semakin tertekan dan memilih mati! "


Velo menggigit bibir bawahnya karena tubuhnya gemetar hebat. Sementara Rigo hanya bisa terkejut sendiri dengan ucapan Velo.


" Kau, tidak akan bisa mengerti bagaimana rasanya untuk kedua kalinya melihat orang yang dekat denganmu meninggal dengan menyedihkan bukan? Maria, dia menangis di ujung nyawanya, dia bilang dia bahagia memiliki sahabat sepertiku, aku hanya diam dengan mata membulat takut, aku tidak bisa menangis dan membuat dadaku sakit sekali. Setelah itu aku membaca semua buku catatan hariannya, dia mengatakan banyak hal terutama kekasihnya yang terus membedakan antara dia dan Selena. Dia memergoki Selena dan kekasihnya menonton film bersama, memakai baju pasangan, makan bersama, dan banyak lagi kegiatan bersama. Kau tahu seberapa gilanya dia dalam mencintai pria bajingan itu kan? Dia rela mengikuti kemana Selena dan kekasihnya pergi. "


" Mungkin, Selena tidak mengetahui kalau pria itu sudah punya kekasih. " Ujar Rigo yang sebenarnya hanya ingin membuat Velo tidak banyak berpikir.


Velo kembali tersenyum dengan tatapan mengejek saat dia mendengar nama Selena. Velo menyalakan ponselnya, memutar rekaman suara yang sempat di rekam oleh mendiang Maria.

__ADS_1


" Dengarkan baik-baik rekaman suara ini, kau tidak mungkin tidak mengenali suara kekasihmu sendiri kan? " Velo memutar rekaman suara antara Selena dan juga Maria.


Bersambung.


__ADS_2