
Nyonya Fer duduk terdiam di atas tempat tidur sembari menitihkan air mata. Kali ini dia benar-benar tidak bisa melakukan banyak hal seperti biasanya, kenapa? Itu karena saat sadar pagi tadi, dia begitu kesal luar biasa melihat suaminya masih di rumah dan belum juga pergi untuk mencari kerja. Dengan mata membelakak marah Nyonya Fer bangkit dari posisinya, segera menghampiri suaminya yang bahkan tidak menyadari kalau dia sudah tersadar dan tengah berjalan ke arahnya. Entah apa tangan sedang dia pikirkan dengan menunduk memegangi kepalanya itu, mungkinkah dia ingin menggunakan alasan sakit kepala untuk bisa terhindar dari amukannya?
" Kenapa kau masih ada di rumah?! " Kesal Nyonya Fer sembari memukul pundak suaminya. Tentu saja itu membuat Ayam Fer terkejut, dia benar-benar pusing memikirkan bagiamana dia harus mendapatkan uang agar bisa menebus obat istrinya. Bahkan dia sendiri juga sedang tidak enak badan, jadi rasanya benar-benar tidak karuan.
Ayah Fer bangkit, dia tahu istrinya sedang tidak baik jadi ia takut kalau nanti istrinya akan pingsan lagi. Ayah Fer meraih lengan istrinya berjaga-jaga agar tak kembali harus melihat istrinya pingsan.
" Sayang, tolong tenangkan dirimu dulu ya? Tadi Dokter langganan datang untuk memeriksa keadaanmu, dia bilang tensi darahmu benar-benar tinggi, jadi dia minta untuk kau kurangi marah-marah dan coba memikirkan hal yang lain dulu ya? "
Nyonya Fer menepis tangan Ayah Fer, pantas saja dia merasa tubuhnya benar-benar tidak bersahabat akhir-akhir ini. Kepalanya sakit dan pusing, tengkuknya juga sangat pegal, tapi karena masalah yang begitu besar datang padanya dia jadi tidak bisa tenang dan berusaha untuk berpikir dan terus berpikir keras hingga tensi darahnya naik tinggi.
" Aku akan tenang, jadi sekarang pergilah untuk mencari pekerjaan. Aku tidak ingin melihatmu terus di rumah tidak bisa menghasilkan uang seperti bongkahan batu yang tidak berguna. "
Ayah Fer menghela nafas panjangnya, sungguh dia berharap dia akan memiliki kesabaran yang banyak untuk menghadapi istrinya itu.
" Baik, aku akan mencari pekerjaan kalau memang itu yang kau inginkan. Tapi masalahnya apa kau bisa sendirian di rumah? Pembantu sudah pergi beberapa saat tadi karena ingin mengunjungi putrinya di desa. "
Nyonya Fer menghela nafas kesalnya.
" Sialan! Kenapa dia pergi begitu aku membayar gajinya?! "
__ADS_1
" Sudahlah, Dokter bilang kan kau tidak boleh banyak pikiran dulu. Kalau memang mau bisa disini bisa sendiri, aku akan pergi untuk mencari kerja. "
" Dimana Selena? "
" Dia mulai bekerja, dia menjadi kasir mini market yang tidak jauh juga dari rumah. "
Nyonya Fer memegangi dadanya yang begitu terasa cepat detak jantungnya. Kasir mini market? Sekolah sudah tinggi, mahal pula bayarnya tapi hanya jadi kasir mini market?
" Kenapa? Kenapa dia bekerja dengan status rendahan seperti itu? Dia sekolah sampai sarjana, tapi malah bekerja hanya sebagai kasir? Menyekolahkan dia sudah habis miliaran, kenapa bisa seperti ini?! Ah! "
Ayah Fer segera menahan tubuh istrinya karena dia kembali pingsan. Benar-benar tidak tahan lagi dengan semua ini, sebenarnya dia harus bagaimana? Kalau dia menyembunyikan tentang kebenaran pastilah nanti istrinya akan jadi semakin marah. Bersikeras mengusirnya pergi untuk mencari kerja, tapi kalau di rumah tidak ada siapa-siapa dia juga pasti akan kesulitan bukan? Makanya dia memberitahu bahwa pembantu sudah pergi pagi tadi, dan masalah Selena, bukankah dari awal dia sendiri yang mengatakan tidak masalah kerja apa asalkan bisa menghasilkan uang?
Salah, ternyata cara yang dia lakukan tak membatu istrinya sama sekian. Karena begitu tersadar bibir istrinya miring, tak bisa bicara dengan jelas, bahkan separuh tubuhnya tak bisa bergerak dengan normal membuat Ayah Fer ketakutan sendiri.
" Kau, kau kenapa? Kau bicara apa? " Ayah Fer mencoba untuk menenangkan istrinya, dia pikir itu adalah tindakan reflek saja saat istrinya sudah sangat kesal, tapi menunggu hampir satu jam, istrinya terus bicara tidak jelas dengan bibir miring dan tangan serta kakinya tak bisa bergerak normal. Ayah Fer hanya bisa membuang sebentar rasa malunya, dia kembali menghubungi Dokter untuk memintanya datang dan memeriksa kembali istrinya.
Jangan tanya kenapa dia bisa tidak punya uang sama sekali, karena semua yang yang di hasilkan berada di tangan istrinya. Tidak ada yang di beritahu betapa kode kartu debit, itulah mengapa Ayah Fer juga tidak bisa melakukan apapun kalau soal keuangan.
Bingung, Ayah Fer benar-benar tidak tahu harus bagaimana, dia ketakutan karena istrinya menjadi aneh. Pada akhirnya dia terpaksa menghubungi Selena dan memintanya untuk segera pulang dan membantunya menjaga Nyonya Fer.
__ADS_1
Selena sengaja mengabaikan panggilan telepon dari Ayahnya, dia benar-benar tidak tahu harus bagaimana menjelaskan kepada senior di tempatnya bekerja kalau dia mengangkat telepon di jam kerja karena hal itu di larang keras.
***
Velo membaca semua pesan yang masuk ke ponselnya. Ternyata Nyonya Laurent, Helena, juga Juno begitu mengkhawatirkan dirinya karena mereka tahu benar malam itu adalah malam yang paling sulit untuk dia lalui. Lalu dia juga membaca pesan yah di kirimkan Zegon padanya.
Cintaku, cobalah untuk sedikit mendengarkan ucapan orang lain ya? Pria yang menjadi suamimu itu, pria bajingan itu, pria yang sudah mencurimu sepertinya lumayan baik. Aku benci mengakuinya, tapi aku benci kalau kau sampai menginginkan dia. Tiga hari ini aku akan ke luar negeri untuk bisnis, rasanya aku pasti akan gila lagi karena tidak bisa diam-diam melihatmu bekerja di butik. Jaga diri baik-baik sayang, aku akan segera kembali dan diam-diam lagi melihat mu bekerja. Ah, aku lupa bilang padamu kalau saat kau bekerja dengan serius seperti itu, kau benar-benar terlihat sangat seksi.
Velo tersenyum membaca pesan yang di kirimkan Zegon padanya. Pria itu, pria empat puluh tahun itu benar-benar adalah pria yang sulit untuk Velo hadapi. Cara dia menatap, cara dia menyentuh, cara dia tersenyum, cara dia berbicara, semua tentangnya begitu membekas di ingatannya. Pria yang memiliki kepercayaan diri sangat tinggi itu, sungguh tidak akan mudah menyerah begitu saja.
Rigo terdiam melihat Velo yang terus tersenyum menatap ponselnya. Kenapa Velo tersenyum terus menerus? Mungkinkah Velo bahagia saat membaca pesan dari Zegon?
" Velo? "
" Iya? "
" Apa ada hal menyenangkan? "
" Tentu saja, suamiku keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk di pinggang sampai paha, bagaimana aku tidak bahagia? "
__ADS_1
Bersambung.