
Pertengkaran demi pertengkaran terjadi, Ayah Fer dan Nyonya Fer benar-benar tidak bisa lagi menyembunyikan kemarahannya satu sama lain. Selena yang datang lebih dulu ke rumah hanya bisa terdiam mendengar pertengkaran keduanya. Mereka saling memaki, menyalahkan satu sama lain, menghina satu sama lain, bahkan Nyonya Fer juga menampar wajah Ayah Fer sebanyak dua kali, dan entah pukulan apa lagi yang di dapatkan pria itu dari istrinya.
Sekarang semuanya benar-benar berubah, Setiap hari yang dia dengar adalah pertengkaran dari kedua orang tuanya, juga tekanan luar biasa yang di berikan kedua orang tuanya.
Uang, sebenarnya semua masalah datang karena keuangan mereka yang merosot drastis. Butik yang beberapa waktu lalu mengadakan diskon besar-besaran tak ada artinya sama sekali karena hanya beberapa item saja yang terjual. Untuk menutupi kebutuhan rumah tangga, dan membayar beberapa cicilan, akhirnya Nyonya Fer memutuskan untuk menjual tiga butiknya, beserta isinya. Sudah akan serah terima kunci besok, tapi ternyata hal itu mengguncang hati Nyonya Fer. Bagaimanapun butik itu adalah butik warisan dari keluarganya, dia pikir usaha butik akan memberikan untung tiada henti.
Dulu, orang tua Nyonya Fer memiliki usaha masing-masing. Ibunya Nyonya Fer memiliki usaha butik, sedangkan Ayahnya menjual makanan ringan yang hanya di edarkan di beberapa mini market, juga di eceran ke warung-warung biasa. Tentu saja dia memilih usaha butik yang menurutnya lebih berkelas, lalu membiarkan adik tirinya menjalankan usaha Ayahnya karena dia tahu benar Ayahnya bahkan kesulitan dalam banyak hal untuk usaha kecil itu.
Sial! Benar-benar sial luar biasa karena nyatanya usaha butik miliknya malah bangkrut, sedangkan usaha makanan ringan yang di jalankan adik tirinya malah sangat maju sekarang. Bahkan Nyonya Fer melihat iklan makanan ringan milik adik tirinya di televisi, juga di jalanan besar kota. Tidak bisa meminta bantuan dari adik tirinya, itu semua karena hubungan Nyonya Fer dan juga adik tirinya sama sekali tidak baik, bahkan mereka jarang sekali akur. Lebih tepatnya adalah, Nyonya Fer memang tidak menyukai adik tirinya karena dia anggap telah merebut kasih sayang kedua orang tua darinya.
" Selena? "
Selena menoleh ke ambang pintu yang kini sudah di buka oleh Ayahnya. Tidak bertanya, Selena diam saja dan sama sekali tidak perduli dengan apa yang akan di katakan oleh Ayah atupun Ibunya nanti.
" Selena, Ayah di usir keluar oleh Ibumu. Kau ingin tetap tinggal disini atau mau ikut Ayah? "
Selena terdiam sebentar. Sungguh dia sama sekali tidak heran jika semua akan menjadi seperti ini mengingat pertengkaran hebat beberapa hari belakangan benar-benar seperti sudah tidak ada jalan keluar lagi.
" Ayah ingin tinggal dimana? "
__ADS_1
Ayah Fer diam sebentar dengan wajah menunduk.
" Ayah ingin pulang ke desa, untuk sementara Ayah akan tinggal di rumah mendiang nenekmu. Memang tidak sebagus rumah di sini, tapi Ayah akan membersihkan rumah itu agar kau nyaman tinggal di sana nantinya. "
" Aku tidak bisa tinggal di desa, Ayah. Di desa apa yang akan kita lakukan? Aku tidak bisa melakukan apapun, di desa juga tidak semudah di kota. Lagi pula nanti kalau Rigo mencariku bagaimana? Akan sulit sekali jika nanti aku ada di desa, bisa-bisa Rigo tidak menemukan ku. "
" Selena, Rigo tidak akan mencarimu, dia terlihat tidak perduli padamu. " Ucap Ayah Fer, sebenarnya dia sendiri juga tahu kalau ucapannya barusan pasti akan menyakiti hati putrinya, tapi akan lebih baik seperti ini agar Selena bisa cepat bangkit dan memilih pria baru yang sama kayanya seperti Rigo, atau lebih kaya jika ingin.
" Ayah, ikut bersama Ayah aku pasti akan sering merasa kelaparan. Kalau aku ikut dengan Ibu, aku akan terus merasakan tekanan yang begitu besar. Tidak ada yang lebih baik dari kalian berdua, kalian berdua sama-sama ingin membunuh ku secara perlahan. "
" Bukan begitu, Putri Ayah tersayang. Ayah mengatakan ini karena Ayah tidak ingin kau merasa tidak di perdulikan. Ayah perduli, ayah juga tidak apa-apa merawatmu seorang diri. Ayah tahu kau pasti akan kesulitan, tapi Ayah akan berusaha supaya kau bisa tetap makan dengan baik. "
Selena tersenyum dengan tatapan mata yang menjelaskan kalau di benar-benar sangat lelah dengan semua ini.
Ayah Fer terdiam karena dia tidak mengerti benar apa maksud dari kalimat yang di ucapkan oleh putrinya itu. Tapi sepertinya Ayah Fer bisa menebak bahwa dia akan di butuhkan dan di mintai tolong di saat sedang di butuhkan, tapi jika tidak butuh maka akan lebih baik kalau tidak mendekat karena hanya akan membuat putrinya tidak nyaman dan menjadi penghalang untuk putrinya.
" Dasar tidak berguna! Kalau kau berani pergi ke desa, maka jangan salahkan aku kalau kau tidak akan pernah menemui Selena lagi! " Ucap Nyonya Fer yang sebenarnya sedari tadi mendengarkan ucapan Ayah Fer dan juga Selena.
***
__ADS_1
Velo tersenyum, dia terkekeh karena tahu benar bagaimana pertengkaran yang terjadi dengan keluarga Selena. Dari mana Velo bisa tahu? Maka jawabannya adalah dari pembantu rumah Nyonya Fer yang hanya tinggal tersisa dia seorang. Velo tidak sengaja bertemu dengan pembantu rumah Nyonya Fer saat pembantu itu mendatangi Butik untuk mengantarkan makan siang bagi dua tuannya. Velo mengobrol sebentar tanpa sepengetahuan Nyunya Fer dan Ayah Fer. Dia membujuk pembantu rumah Nyonya Fer untuk melaporkan dan merekam semua yang terjadi di rumah itu, tentunya dengan iming-iming gaji tiga kali lipat dari gaji yang di berikan oleh Nyunya Fer. Tentu saja pembantu itu langsung menyetujui tawaran Velo karena sudah dua bulan ini dia tidak mendapatkan gaji dari Nyonya Fer.
" Apa yang membuatmu tertawa? " Tanya Rigo sembari mengambil posisi duduk di sebelah Velo yang sangat hobi menghabiskan malam di balkon apartemen.
Velo melepaskan handset nya, meletakkan ponselnya, lalu tersenyum menatap Rigo.
" Memikirkan kekasihmu yang sekarang sedang bersedih. Aku sudah memberitahu apa yang terjadi padanya kan? Bagaimana tanggapan mu? Kau kasihan? Sedih sampai ingin tersedu-sedu? Hem? " Velo terkekeh seorang diri padahal Rigo sama sekali tidak memberikan reaksi.
" Velo, apa melihat orang lain bersedih begitu membahagiakan untukmu? " Tanya Rigo.
" Iya, aku senang sekali. "
Rigo membuang nafasnya.
" Aku tidak tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi padamu di masa lalu, tapi sepertinya aku yakin benar kalau hubunganmu dan juga Selena sangat kental kan? Kenapa kau tidak coba untuk lebih dekat dengan mereka, lalu menilai sendiri bagaimana mereka. "
" Tidak, aku tidak mau melakukannya. Perlahan aku menonton mereka, melihat orang tua bertengkar pagi, siang, malam. Situasi Selena, dan aku benar-benar sama, menyenangkan bukan saat kita bisa membuat orang lain merasakan apa yang kita alami? "
Bersambung.
__ADS_1
Please kasih komen saat ada typo ya kesayangan.
othor lagi sibuk banget gak ada waktu untuk cek lagi 🙏🙏