Dendam Si Gadis Penggoda

Dendam Si Gadis Penggoda
Menemui Orang Tua Rigo


__ADS_3

Velo tersenyum melihat dua pegawai Nyonya Fer berdiri di hadapannya untuk melamar pekerjaan. Seperti pegawai sebelumnya, dia juga di berhentikan secara sepihak karena butik milik Nyonya Fer terus mengalami penurunan omset. Minggu sebelumnya hanya menjual lima item, dan Minggu ini mereka hanya menjual dua item itupun yang murah sehingga Nyonya Fer menggunakan alasan kurang pandainya pegawai untuk memberhentikan tanpa upah karena upah mereka di anggap tidak perlu dengan keadaan butik yang sangat sepi.


Velo sebenarnya tida membutuhkan pegawai lagi, tapi demi memuaskan rasa haus dari balas dendam, Velo akhirnya menerima dua pegawai itu, dan rencananya Velo akan menggunakan bekas butik Helena sang sahabat untuk membuka butik khusus untuk tas, sepatu, dan barang branded lainnya. Ide ini mendadak saja Velo pikirkan, di tambah Juno dan Laurent, juga sisa barang dari butik Helena, semuanya pasti akan maju.


Nyonya Laurent dan Juno menitipkan barang mereka dengan perjanjian bagi hasil di luar modal mereka tentunya, begitu juga dengan Helena. Ah, dunia sedang berpihak kepada Velo, tentu saja Velo harus baik-baik memanfaatkan situasi dan mengontrolnya agar tetap selalu di dalam genggamnya.


" Berapa jumlah karyawan di tempat kerja kalian sebelumnya? " Tanya Velo kepada dua mantan pegawai Nyonya Fer.


" Ada tiga belas, Nona Ve. Satu butik dua orang, sekarang butik kan sepi jadi tidak pakai pegawai yang freelance lagi. "


Velo menghela nafas.


" Jadi sekarang tinggal sepuluh pegawai yang masih menetap ya? " Ujar Velo.


" Sebelum kami di berhentikan, ada tiga karyawan yang memilih mengundurkan diri, satu lagi menikah, dan yang lainnya juga sedang bersiap mencari pekerjaan baru karena keadaan yang tidak mendukung untuk bertahan lagi. "


Velo tersenyum tipis.


" Oh, keadaan yang tidak mendukung maksudnya adalah? "


" Nyonya Fer dan Tuan Fer sangat berubah semenjak butik sepi, dulu mereka tidak pernah berbicara kasar meskipun nada bicaranya tinggi. Tapi semenjak butik sepi bukan hanya suka memaki, tapi juga menyumpahi, bahkan sudah sampai main tangan. "


" Oh, begitu ya? Sisa pegawai yang lain apa mau bekerja di tempatku? "

__ADS_1


Dua mantan pegawai Nyonya Fer tersentak dengan tatapan terkejut.


" Nona Ve, anda serius? "


Velo mengangguk membuat dua mantan pegawai Nyonya Fer saling menatap dan menahan tangis haru. Iya, setidaknya mereka tidak perlu melihat ke enam sahabatnya yang tersisa kesulitan mencari pekerjaan.


" Satu butik akan di jaga oleh tiga pegawai, di tambah Keysa orang kepercayaanku di butik ini jadi empat orang. Tapi tugas Keysa hanyalah membawa kunci, menghitung stok barang, mencocokkan nota penjualan, keluar masuk barang, kalau kalian ada waktu harus bantu dia, dan Keysa tidak berkewajiban melayani pembeli, kalian bisa sampaikan ini juga kepada enam teman kalian, dan teman kalian akan berjaga di butik yang bersebrangan dengan bekas mereka bekerja sebelumnya. "


Dua pegawai itu mengangguk paham dengan cepat.


Velo tersenyum senang.


Nyonya Fer, dan Tuan Fer yang terhormat, bagaimana ya wajah anda berdua saat melihat mantan karyawan anda bekerja di butik ku? Haha......


Dua hari setelah itu.


Nyonya Fer menggebrak mejanya dengan wajah kesal bukan main. Hari ini semua karyawannya mengirimkan pesan ingin mengundurkan diri, jujur saja dia kesal sekali padahal dia sengaja menyisahkan enam orang untuk berjaga di butiknya. Tapi sekarang tidak ada satupun karyawan yang tersisa, dan yang lebih menyebalkan dan semakin membuat marah adalah, dia melihat tiga mantan karyawannya bekerja di butik seberang miliknya yang sudah jelas butik itu adalah milik Velo, perempuan yang selama ini menjadi selingkuhan calon mantunya.


" Dasar wanita iblis! Aku sudah bersabar selama ini dan masih ingin bersaing secara sehat, tapi kau malah merebut semua pegawai butikku yah sudah tahunan bekerja denganku, bahkan orang kepercayaan yang sudah bekerja dua belas tahun juga dia rebut! Dasar pelac*r! Tidak bisa di biarkan, aku harus memberitahu orang tua Rigo dan membuat orang tua Rigo menghancurkan pelac*r itu. "


Nyonya Fer tidak jadi membuka butiknya karena jelas lah dia tidak mampu berjaga seorang diri, jadi dia memutuskan untuk menemui saja orang tua Rigo dan mengadukan semua keburukan tentang Velo, tentu saja akan dia tambah supaya bisa lebih membakar emosi kedua orang tua Rigo agar mereka cepat bertindak.


Setelah satu jam lebih menempuh perjalanan, akhirnya Nyonya Fer sampai di kediaman orang tua Rigo. Dia menghela nafas lega karena akhirnya sudah sampai, dan sebentar lagi dia akan keluar dari kamar karena Nyonya Fer juga sudah di persilahkan masuk, kini dia tengah duduk di ruang tamu.

__ADS_1


" Selamat pagi, Nyonya? " Sapa Nyonya Fer begitu Ibunya Rugi datang ke ruang tamu. Ibunya Rigo atau panggil saja dia Nyonya Elena. Wanita itu tersenyum untuk menghargai sapaan dari Nyonya Fer lalu duduk dengan santai bersebrangan meja dengan Nyonya Fer.


" Silahkan di minum tehnya, Nyonya. " Ujar Nyonya Elena setelah pelayan rumahnya memberikan secangkir teh untuknya.


" Baik, Nyonya. " Setelah menikmati beberapa tenggak teh yang sangat wangi dan enak itu, akhirnya Nyonya Elena memulai pembicaraan karena dia sungguh tidak terlalu nyaman berada di dekat calon besannya itu.


" Sepagi ini anda sudah bertamu kira-kira apa ada yang ingin di sampaikan? "


Nyonya Fer memaksakan senyumnya, dan dia langsung bersiap-siap untuk mengutarakan apa yang ingin dia katakan.


" Nyonya Elena, sebentar lagi kan pertunangan anak-anak kita akan di langsungkan, saya sangat senang menunggu hari itu tiba, tapi ternyata ada satu masalah besar dengan hubungan anak-anak kita.


Nyonya Elena mengeryit bingung bertanya tanpa bicara.


" Begini Nyonya Elena, sebenarnya putriku mengetahui perselingkuhan antara Rigo dan wanita lain, anda tahu kan bagiamana sifat Selena? Dia memilih diam dan menerima saja karena tidak berani menyinggung Rigo, apalagi anda dan suami. "


Nyonya Elena membuang nafas kasarnya.


" Jadi putraku berselingkuh ya? Ini bukan hal yang baru sejujurnya, dan anda sekaligus putri anda pasti sudah tahu bagaimana sifat Rigo sebelumnya kan? Aku menyetujui hubungan Rigo karena melihat perubahan Rigo yang begitu baik saat memiliki hubungan dengan Selena. Tapi ternyata dia kembali seperti dulu, ini benar-benar membuat sakit kepala. "


Nyonya Fer sebentar diam karena merasa kebingungan melihat Nyonya Elena berbicara dengan tenang, tapi dia juga tidak ingin cepat menyerah karena dia harus menggambarkan betapa buruknya Velo agar dia menjadi murka.


" Masalahnya bukan hanya itu, tapi perempuan yang menjadi selingkuhan Rigo adalah seorang pelac*r. Dia selalu saja mengunakan pakaian yang kurang bahan, terbuka membuat tubuhnya begitu menonjol. Dia tinggal di apartemen mewah, Alexandre Gold, bahkan dia juga membuka enam butik dalam waktu singkat. Dia pasti banyak memeras uang Rigo. "

__ADS_1


" Nyonya Fer, aku memang tidak tahu siapa wanita itu, benar atau tidak dia pelac*r, tapi aku selalu memantau keuangan putraku. Sejauh yang aku lihat, putraku justru lebih banyak membuang uang untuk putrimu dari pada pelac*r itu. "


Bersambung.


__ADS_2