
" Lepas, aku bisa mengurusnya sendiri. " Velo menatap Zegon dengan tatapan marah, wajahnya yang memerah benar-benar karena dia ingin sangat kesal, dan kecewa kepada pria yang selalu mengutamakan dirinya dalam kondisi apapun sampai tidak perduli kalau diri sendiri bahkan memiliki luka yang cukup parah. Sudah begitu terlihat kesakitan sampai wajahnya pucat, Zegon masih saja menahan lengan Velo, dia melihat kaki Velo yang memiliki banyak luka, di tambah Velo tidak menggunakan alas kaki sama sekali. Zegon ingin Velo berbalik dengan posisi berlawanan arah dengannya sehingga dia bisa dengan nyaman mengobati luka di kaki Velo, dan tentu saja Velo menolaknya dengan keras.
" Dari pada mengurus kakiku yang lukanya tidak ada seujung kuku jika di bandingkan dengan lukamu, bukankah lebih baik kau mengurus lukamu dengan baik? Kenapa kau sangat keras kepala dan tidak mau patuh, hah?! Kau mau mati lebih cepat? " Kesal Velo.
Zegon memaksakan dirinya untuk tersenyum, wajah marah yang penuh perhatian itu, benar-benar adalah ciri khas seorang Velo. Matanya yang tajam, mulut yang selalu bicara dengan pedas dan menyakitkan, tapi dia memperhatikan orang lain di baik sikap arogan dan kasarnya itu. Bagaimana dia tidak semakin jatuh cinta padanya? Yah, walaupun keadaan begitu sulit untuk mereka berdua bersama, tapi Zegon tentu saja akan tetap pada pendiriannya.
" Ah! Iya, sakit! Ini sakit sekali! " Velo tersentak, dia segera mendekati Zegon dan ikut memegang bagian yang sakit karena dia sendiri tida tahu harus mengatakan apa. Zegon tersenyum melihat Velo yang begitu mengkhawatirkan dirinya. Jarak mereka yang begitu dekat akhirnya membuat Zegon tidak bisa lagi menahan diri untuk mengecup pipi Velo.
" Kau berbohong? " Tanya Velo lagi-lagi menatap marah.
Zegon terkekeh pelan.
" Pulanglah, ini sudah akan larut malam. Aku janji akan baik-baik menjaga diri, juga akan mematuhi perintah Dokter. "
Velo menghela nafas, kesal sekali rasanya karena Zegon masih saja berpura-pura tidak apa-apa padahal wajahnya sangat pucat dan keringat di wajahnya begitu banyak. Velo tahu adanya dia hanya akan membuat Zegon terus menanyakan dia tidak masalah, dia tidak sakit, jadi Velo memutuskan untuk pulang lebih dulu dan membiarkan Zegon istirahat.
" Baiklah, kau istirahat dengan baik. Besok aku akan datang lagi kesini, pastikan kau menepati ucapanmu tadi, jangan biarkan aku melihatmu tidak ada lagi di dunia ini, kau mengerti? "
Zegon tersenyum, lalu mengangguk.
Setelah itu, Velo keluar dari ruangan dimana Zegon di rawat.
" Nona Ve, buat saya antar ya? " Ucap Sekretaris Zegon yang juga sedang menunggu di luar.
Velo terdiam sebentar, melihat orang tua Zegon dan juga Adiknya masih berada di sana, menatapnya dengan tatapan marah, menyelidik dan memaki, rasanya Velo gatal untuk membalas tatapan itu. Tapi, dia tidak ingin membuat keributan apapun yang pada akhirnya akan membuat Zegon bangun lagi hanya untuk menolong dirinya.
__ADS_1
" Pergilah, kami bisa mengurus kak Zegon dengan baik. Pastikan, kau temui dokter Kel*min terlebih dulu, takutnya kau mengidap penyakit menular yang mengerikan. " Ujar Adiknya Zegon dengan nada bicara yang pelan.
Sekretaris Zegon hanya bisa menggeleng keheranan, dan itu bisa di lihat oleh adiknya Zegon yang sudah lama menyukainya. Dia jadi tak bisa lagi banyak bicara, dia takut akan membuat pria itu ogah dekat dengannya, meksipun memang dari awal sekretaris Zegon sama sekali tak memberikan kesempatan apapun untuknya.
" Jal*ng sialan, gara-gara kau kami dalam masalah buruk seperti ini. " Ujar Ibunya Zegon. Matanya sangat tajam, cara mencibirnya dan memaki benar-benar sangat menjiwai sekali, tapi sayangnya Velo sama sekali tak merasakan apapun selain perasaan masa bodoh, bahkan apa yang di katakan adiknya Zegon saja dia sudah lupa.
" Nona Ve, Tuan Zegon pernah mengatakan padaku, dengarlah apa yang bisa membuatmu menjadi bersemangat, dan jangan mendengar hal yang membuat mengalami terbunuh. Anda adalah orang yang mudah memahami ucapan, Nona Ve pasti tahu apa maksud saya kan? "
Velo tersenyum menatap Sekretarisnya Zegon.
" Aku tidak mendengar apapun sampai kau bicara barusan. Tenang saja, aku tahu apa yang harus aku terima dan tidak aku terima. "
Sekretaris Zegon tersenyum, dia mengangguk dengan lega bisa merasa kalau Velo memang adalah wanita yang memahami benar apa makna ucapannya tadi.
" Tidak perlu, aku akan kembali sendiri karena aku membawa mobil kesini. Tolong beritahu aku kondisi Zegon. Katakan padanya untuk menepati ucapannya tadi, aku pulang dulu ya? "
Sekretaris Zegon menunduk paham, dia hanya bisa menatap Velo dengan tatapan pilu. Rasanya benar-benar ironi sekali melihat Tuan dan kekasihnya berada di dalam hubungan yang begitu rumit. Terlalu banyak penghalang, saling tersakiti seperti ini, entah kapan penderitaan ini akan berakhir, dan semoga saja mereka berdua benar-benar akan bahagia nantinya.
" Cara bicaramu begitu sopan padanya seolah dia sudah menjadi Nyonya mu saja. " Ujar Ibunya Zegon. Sekretaris Zegon hanya bisa mengangguk tanpa ekspresi.
" Katakan berapa? "
Sekretaris Zegon mengeryit, lalu menatap Ibunya Zegon penuh tanya.
" Singkirkan saja wanita itu, dengan begitu semua akan beres kan? "
__ADS_1
Sektretaris Zegon tersenyum.
" Baiklah, berapa anda mampu membayar saya Nyonya besar? "
Ibunya Zegon membuang nafas, dia menatap sekretaris Zegon dengan tatapan mengejek. Ternyata dia juga mata duitan? Batinnya di dalam hati.
" Betapa yang kau minta, sebutkan saja. "
Sekretaris Zegon menghela nafasnya.
" Setara dengan nyawa anda sendiri, Nyonya besar. " Kalimat di akhiri dengan senyum di bibir Sektretaris Zegon.
" Dasar lancang! " Maki orang tua Zegon bersamaan. Sekretaris Zegon memang jarang sekali bicara, dia akan memperlakukan orang lain dengan sangat formal, tapi dia hanya akan hangat kepada Zegon saja karena baginya Zegon adalah satu-satunya yang perlu dia layani, dan yang bisa dia anggap teman serta keluarga.
" Nyonya dan Tuan besar, saya tahu anda memiliki banyak sekali uang. Tapi anda juga tidak bisa mempermainkan nyawa seseorang, merenggut hidupnya, sekaya apapun manusia, mereka tetap bukan Tuhan. Tolong, maafkan kelancangan saya, semua saya katakan karena saya tidak ingin di kemudian hari keinginan mengerikan semacam ini akan terlintas lagi di benak anda berdua. "
" Kak, tapi wanita itu sudah membuat semuanya menjadi kacau. " Ujar Adiknya Zegon.
" Setahu saya, yang membuat Tuan menikahi mantan istrinya adalah manta istrinya, Tuan menjalani rumah tangga yang tidak dia inginkan juga adalah mantan istri, juga anda semua. Tuan juga cedera cukup parah karena Tuan besar, jadi di bagia mana peran Nona Ve sehingga anda semua menyebutnya sebagai tersangka? "
" Tutup mulutmu! Aku tidak akan memperpanjang masa kerjamu, jadi pergilah! Jangan datang lagi. "
" Maaf, yang bisa melakukan itu adalah Tuan Zegon sendiri. "
Bersambung.
__ADS_1