Dendam Si Gadis Penggoda

Dendam Si Gadis Penggoda
Katakan Saja, Akan Diterima!


__ADS_3

" Selama sebulan penuh Tuan Zegon di tahan oleh keluarganya, hingga suatu hari Tuan Zegon memberontak karena ingin menemui Nona Ve. Tujuan Tuan Zegon menemui keluarganya adalah untuk kembali meminta restu agar di izinkan menikahi Nona Ve. Tapi perdebatan sengit terjadi di antara Tuan Zegon dan juga Tuan besar. Saya tidak tahu siapa yang memecahkan vas bunga berukuran besar yang ada di ujung ruangan kerja milik Tuan besar. Lalu karena Tuan besar tidak dapat menahan diri lagi, Tuan besar memukul Tuan Zegon. Sebenarnya Tuan Zegon bukan orang yang bisa dipukuli begitu saja, tapi karena dia datang untuk meminta restu makanya dia menahan pukulan itu sampai dia tidak sengaja terjatuh dengan posisi tengkurap, lalu pecahan vas bunga yang cukup lebar dah runcing menembus kulit perutnya. " Ucap Sekretarisnya Zegon melalui sambungan telepon yang terhubung dengan Velo.


" Nona Ve, saya tidak pernah melihat Tuan Zegon begitu mencintai wanita, tapi saya juga tidak pernah tahu kalau cinta yang dia miliki benar-benar membuatnya menjadi hilang kendali. Dia pernah mengatakan kepada saya bahwa, tidak penting anda mencintai Tuan atau tidak, selama dia bisa melihat anda di dekatnya, melakukan apa yang anda suka asal tidak meninggalkannya, dia rela mencintai tanpa harus di cintai. Meskipun Tuan Zegon sudah melarang ini, tapi saya benar-benar ingin memberitahu kepada Nona Ve bahwa, Tuan Zegon juga banyak membantu lancarnya rencana balas dendam anda selama ini. Nona Ve, tujuan saya menghubungi anda dan mengatakan semua ini adalah, saya ingin anda tahu betapa besar perasaan cinta Tuan Zegon untuk anda. Saya mohon, berikanlah dia keputusan atas saran anda. Datang, atau anda akan memilih pergi darinya. "


Setelah ucapan Sektretaris Zegon berakhir, Velo jatuh di lantai dengan posisi duduk. Matanya menatap kosong, ponselnya juga jatuh begitu saja tak dia hiraukan sama sekali. Lagi, kenapa orang yang dekat dengannya haus menderita? Datang atau pergi? Pilihan mana yang akan Velo ambil?


Setelah terdiam cukup lama dengan kondisinya yang seperti sangat hancur, Velo menoleh ke arah di mana ponselnya berada, dan sepertinya ada satu pesan yang masuk. Pesan itu dikirimkan dari sekretaris Zegon, dia memberitahu alamat rumah sakit dimana Zegon mendapatkan perawatan intensif sekarang.


Velo kembali terdiam, dia memukuli dadanya berkali-kali karena rasanya sakit sesak, penuh, dan pengap sekali. Padahal dia tidak begitu cantik, dia tidak lahir dari keluarga terhormat, kenapa Zegon harus begitu mencintainya? Di tambah Rigo, pria itu juga jelas sekali kalau juga mencintainya. Jika saja ini di alami oleh wanita lain, dia pasti akan sangat bahagia luar biasa karena di cintai oleh dua pria tampan dan memiliki uang. Tapi bagi Velo, dia merasa dirinya yang hina tidak pantas untuk dicintai, dia yang terbiasa di benci akan sulit menerima cinta dari siapapun juga.


Velo memegangi dadanya, lalu perlahan bangkit dari posisinya. Dia sebentar melihat lantai apartemen yang tertinggal banyak noda darah yang berasal dari kakinya. Entah sebanyak apa luka yang terjadi di kakinya, meski sangat perih nyatanya Velo tidak ingin memperdulikannya. Setiap dia berjalan tertinggal bekas darah yang belum mengering. Kelima ujung kakinya terluka, samping kanan dan kiri, belakang juga luka cukup banyak.

__ADS_1


" Kenapa, kenapa aku merasa begitu berdosa? Kenapa aku tidak bahagia? Kenapa aku tidak bisa lagi mengenali diriku sendiri?! Hah.... Hahahahahaha........... " Velo tertawa terbahak-bahak, tapi seperti biasanya, tawanya yang begitu keras dan nyaring di dengar adalah bentuk lain dari sebuah tangisan yang tersedu-sedu.


Velo terdiam sebentar begitu kakinya berhenti di depan pintu kamarnya. Tangannya sudah bergerak akan membuka pintu kamar itu, tapi dia urungkan niatnya, lalu berjalan keluar apartemen setelah mendapatkan kembali tas dan ponselnya yang sedikit mendapatkan retakan di bagian layarnya. Dia tidak bisa membuang satu untuk merenungi kesedihan diri, dia harus bisa melupakan rasa sakit itu agar bisa muat bertarung di masa depan.


Zegon......


Tanpa alas kaki, Velo berjalan menuju parkiran mobil, lalu menjalankan mobilnya menuju ke rumah sakit di mana Zegon sedang di rawat. Pria itu, pria bodoh itu bahkan mengabaikan luka serius di perutnya hanya untuk minat seorang Velo yang rendahan, hina dan menjijikan? Bahkan jika Velo adalah seorang pria, dia bahkan tidak akan Sudi memiliki cinta kepada dirinya sendiri.


Begitu sampai di rumah sakit, Velo tidak bisa langsung menemui Zegon karena saat itu sedang ada orang tua Zegon, juga kakak serta adik perempuan Zegon. Mereka semua kompak menatap Velo dengan tatapan marah dan benci. Tentu saja tatapan seperti itu adalah hal biasa untuknya, tapi yang tidak biasa adalah suasana hatinya sekarang yang sedang sangat tidak ingin berdebat dengan siapapun.


" Dasar wanita murahan! Dulu kau membuat rumah tangga kakakku hancur, sekarang kau ingin membuatnya celaka? Dimana letak rasa malumu, hah?! " Adiknya Zegon juga tak kalah pedas mulutnya, dan Velo masih memilih untuk diam.

__ADS_1


" Entah dosa apa yang aku lakukan di masa lalu, kenapa dan bagaimana bisa putraku yang membanggakan itu jatuh cinta dan gila hanya karena wanita hina seperti ini? Dia dengan berani menentang keluarganya sendiri hanya untuk sampah busuk seperti ini?! Aku rasa kau meracuni dia, cepat mengaku! " Ucap Ayahnya Zegon, dan Velo masih diam.


" Lihatlah, lihat wajah tidak malunya itu! Dia terus diam mengabaikan kita pasti karena dia sangat percaya diri kalau Kakak akan terus melindunginya. "


Velo hanya membuang nafasnya, tidak apa-apa, katakan saja apa yang ingin dia katakan. Toh semua ucapan menyakitkan itu tak akan mengubah apapun yang sudah terjadi.


" Enyahlah, pergi sejauh mungkin! Oh, atau kau butuh uang untuk itu? Katakan saja berapa nominalnya. Walaupun aku yakin satu sen kemahalan untuk membayar harga dirimu, tapi agar tidak melihat wajah menjijikanmu itu aku akan mengeluarkan banyak uang. " Ujar Ayahnya Zegon.


Velo tak menjawab, dia hanya menatap sebentar Ayahnya Zegon dan memilih untuk menatap ke arah lain setelahnya.


" Dasar wanita menjijikan! " Adiknya Zegon berjalan cepat, lalu menampar pipi Velo dengan sangat kuat.

__ADS_1


" Apa-apaan kau?! " Zegon berada di ambang pintu, menyender memegangi perutnya yang mungkin terasa sakit karena dia memaksa diri untuk bangun.


Bersambung.


__ADS_2