
...Warning dibawah ini ada adegan dewasa yang belum cukup umur dan yang sedang berpuasa diharapkan scroll sampai ketengah cerita yang ada tanda * nya ya kakak readers semua nya, maafkan Author yang menuliskan adegan hareudang karena sudah ada alur nya jika cerita di rubah nanti Author sendiri yang pusing mikirin alur cerita nya hehe Happy Reading kakak 😉...
...🍃...
...🍃...
...🍃...
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
"Lepaskan aku Pangeran, kau tidak bisa melakukan ini padaku". Seru Sukma melati mendorong tubuh Pangeran Asopati menjauh darinya.
"Aku merindukanmu Sukma, seharusnya kau sudah menjadi milikku seandainya kau mau mengikuti keyakinan ku dan tidak mewarisi ajaran sesat Romo mu". Tukas Pangeran Asopati meraih sebelah tangan Sukma melati dan mengecupnya.
Tolong jangan lakukan ini padaku Asopati, jika kau terus seperti ini mungkin aku bisa goyah dan melakukan hal yang seharusnya tidak ku lakukan, batin Sukma melati didalam hati nya.
Setelah itu Pangeran Asopati membelai wajah cantik Sukma melati mendongakan kepala perempuan siluman itu ke hadapan nya, mata mereka saling memandang hembusan nafas pun menyatu, kini Sukma melati sudah tidak dapat menahan dirinya lagi, Sukma mendekatkan tubuh sintal nya ke dekapan Pangeran Asopati sehingga kedua bagian atas nya menyentuh dada Pangeran Asopati dan membuat jantung laki-laki itu berdegup kencang.
Di iringi hembusan angin malam dibawah kaki perbukitan gunung wingit kedua nya saling melepas rindu, tangan Pangeran Asopati sibuk melucuti semua yang menempel di tubuh perempuan cantik yang ada di hadapan nya, bibir mereka saling memagut dengan sesekali mengeluarkan suara-suara aneh nya.
Kemudian kedua tangan Pangeran Asopati memainkan dua bagian atas milik Sukma lalu memainkan saliva nya di atas puncak nya, Pangeran tampan itu menggigit kecil milik Sukma yang sudah mulai mengeras membuat tanda merah di sekitar sana, terdengar suara-suara aneh dari bibir perempuan itu membuat Pangeran Asopati semakin terbawa permainan nya.
Terlihat Sukma melati tidak tahan lagi untuk memainkan milik Pangeran Asopati yang sudah mulai sesak dibawah sana, tangan nya mulai meraih milik pribadi Pangeran Asopati dan memainkan nya sesuai irama membuat laki-laki tampan itu melenguh dan mengejangkan tubuh nya tidak lama setelah itu bibir mungil Sukma mengecup dan memagut habis milik Pangeran Asopati dengan sesekali memainkan saliva nya di atas puncak nya.
Kemudian keduanya pun melakukan penyatuan nya dengan di sinari cahaya rembulan, dan hembusan angin dingin dari kaki gunung wingit.
Hentakan demi hentakan dilakukan oleh Pangeran Asopati yang kini memimpin permainan di atas sana membuat Sukma melati melenguh dan menggigit bibir bawah nya, suara-suara aneh keduanya mengisi kekosongan ruang hampa di malam itu, lalu Sukma melati mendorong tubuh Pangeran Asopati ke bawah rerumputan kaki bukit itu dan giliran memimpin melakukan permainan nya di atas tubuh laki-laki tampan itu.
Sukma melakukan hentakan di atas sana sedangkan kedua tangan Pangeran Asopati sibuk memainkan sesuatu yang sedari tadi mengganggu mata nya, dua bagian atas milik Sukma dipagut habis oleh laki-laki tampan itu hingga akhirnya keduanya mulai merasakan sesuatu didalam dirinya, Sukma melati terus memacu hentakan nya di iringi suara-suara aneh membuat tubuh Pangeran Asopati bergetar hebat dan melenguh panjang karena sesuatu didalam dirinya telah keluar begitu saja menembus milik pribadi Sukma yang telah melemahkan nya malam ini.
Setelah itu keduanya saling berpelukan dan mengecup satu sama lain, di kedua mata mereka masih ada cinta yang tersisa.
"Terima kasih Sukma, kau telah memberikanku apa yang aku mau, ketika kau mengandung keturunanku aku akan sering menemuimu". Ucap Pangeran Asopati seraya memeluk tubuh polos Sukma melati.
__ADS_1
"Tapi Pangeran...". Sahut Sukma yang tidak dapat melanjutkan kata-kata nya karena kecupan dari Pangeran Asopati tepat di bibir nya.
*
*
Sementara di hutan angker sana terlihat Ki Seno yang telah berhasil melarikan diri dari kejaran penguasa gaib, karena dia berhasil menipu Raja dari hutan angker itu dengan mengatakan jika saat ini anak perempuan nya Sukma melati telah dibawa ke gunung wingit untuk di musnahkan dan jika Ki Seno tidak pulang dengan selamat maka anaknya Sukma melati juga tidak akan selamat dan bernasib buruk.
"Baiklah aku akan melepaskanmu demi kehidupan putriku, tapi jika dia tidak segera kembali aku akan menghancurkan semua penghuni di gunung itu". Seru penguasa gaib itu dengan membulatkan kedua mata nya.
"Aku akan menjamin jika anak perempuanmu akan segera kembali, kami adalah golongan jin muslim kami tidak akan berbohong padamu". Sahut Ki Seno mendongakan kepala nya ke atas.
Setelah itu nampak Ki Seno melesat meninggalkan dimensi gaib hutan itu dan menemui pak Jarwo dan juga Tuan Jansen yang tengah menunggu dirinya di perbatasan dimensi gaib.
"Ki Seno apakah kau baik-baik saja, maafkan aku tidak dapat membalas kebaikanmu". Tukas pak Jarwo menundukan kepalanya penuh sesal.
"Tugasmu adalah menyelamatkan jiwa-jiwa tidak berdosa itu, tentang keselamatanku adalah tanggung jawabku kau tidak perlu meminta maaf, lekaslah kembali ke raga mu sembuhkanlah jiwa sesat yang telah menikahi Sukma melati, karena dia tidak boleh menjalin hubungan terlarang dengan makhluk gaib seperti kami". Tegas Ki Seno seraya menepuk pundak pak Jarwo.
Wuuush...
Jiwa pak Jarwo telah memasuki raga nya kembali, nampak beliau membuka kedua mata nya dan bangkit dari duduknya menatap jiwa Tuan Jansen yang sudah ada disamping nya.
"Mari aku antarkan kau menemui anak dan istrimu". Ajak pak Jarwo seraya berjalan membuka pintu kamar khusus nya.
Ketika pak Jarwo membuka pintu itu nampak simbah Parti sudah berada didepan nya dan memandang Tuan Jansen keheranan.
"Siapa hantu londho ini Le?". Tanya simbah Parti dengan mengkerutkan kening nya yang sudah dimakan usia.
"Dia adalah Tuan Jansen van disk". Jawab pak Jarwo.
Van disk..., batin simbah mengingat nama keluarga itu.
"Jadi kau papa Petter". Tukas simbah Parti mengaitkan kedua alis mata nya.
__ADS_1
Dan tiba-tiba dari arah belakang simbah nampak Rania yang sedang berjalan dengan Petter yang mengambang.
"Papaa...". Seru Petter dengan mata berkaca-kaca.
Kemudian kedua nya saling menghambur dan berpelukan melepaskan rindu satu sama lain nya, terlihat Tuan Jansen berderai air mata dengan memeluk tubuh hampa anak laki-laki nya itu.
"Papa ik mis je, waarom heb je me niet vanaf het begin gevonden (papa aku merindukanmu, kenapa kau tidak menemukanku dari dulu)". Ucap Petter terisak.
"Vergeef papa, Japan martelde me en vermoordde me langzaam, zodat ik jou en je moeder niet kon vinden (maafkan papa, dulu nippon menyiksaku dan membunuhku perlahan-lahan jadi aku tidak bisa menemukanmu dan ibumu)". Tukas Jansen mendekap erat tubuh hampa anak laki-lakinya.
Kemudian datanglah Evana yang melesat dengan cepat setelah mengetahui kedagangan suami nya, ketiga hantu londho itu saling memeluk dan melepaskan rindu nya.
Nampak Rania berurai air mata melihat pemandangan mengharukan yang ada di depan mata nya.
"Mari Le kita ke teras biar Rania yang akan membuatkan kopi hangat untukmu". Ucap simbah Parti dengan menepuk pundak Rania yang sedang terharu dengan pertemuan keluarga hantu Belanda itu.
"Ee iya mbah". Sahut Rania seraya mengusap air mata yang membasahi wajahnya.
Kemudian Rania berjalan ke arah dapur untuk membuatkopi hangat, lalu Wati yang keheranan melihat sepupunya sedang berwajah sendu pun bertanya ada apa sebenarnya.
"Kau kenapa Rania, aku lihat matamu sembab?". Tanya Wati dengan mengaitkan kedua alis mata nya.
"Entahlah Wat aku juga bingung, aku sedang bahagia sekaligus bersedih di waktu yang bersamaan". Jawab Rania dengan wajah sendu nya.
"Memangnya kau sedang ada masalah apa, ceritalah padaku jangan kau simpan sendiri, aku ini kan kakak sepupumu yang akan selalu ada untukmu". Seloroh Wati seraya merangkul Rania yang ada disamping nya.
*
*
...Bersambung....
...Yuk kak beri semangat untuk Author dengan cara tinggalkan vote atau hadiah nya, supaya aku semakin semangat melanjutkan cerita ini, Love u all 💕...
__ADS_1