DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Persahabatan yang mengharukan.


__ADS_3

Dengan rasa penasaran yang besar, Wati pun mengungkapkan apa yang mengganjal didalam hati dan pikiran nya.


"Ma maaf La bukan nya aku menguping percakapan kalian, tapi aku memang mendengar semuanya, kalian mengatakan jika Lala sudah mempunyai anak, ehm anak yang mana yang kalian maksud, setauku Lala belum pernah hamil, kapan melahirkan nya." ucap Wati dengan menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Ehm cerita nya panjang Wati, kalau kau ingin tau semua nya, lain waktu tanya saja pada Rania, tapi jangan dibahas sekarang ya, pekerjaan kita masih banyak yang belum selesai di dapur." jelas Lala dengan menyunggingkan senyum nya.


Setelah itu mereka semua membantu mempersiapkan makanan, untuk acara tahlilan disana, dan setelah acara selesai mereka semua pulang ke rumah nya masing-masing, nampak pak Jarwo dan mbah Karto memutuskan untuk menemani Anto, kedua nya akan menginap disana sampai tujuh hari meninggal nya Ari berakhir, sementara Lala dan mbakyu nya memutuskan tinggal sementara di rumah Rania, malam hari nya di rumah itu nampak ramai sekali, karena Wati yang merasa senang ada lebih banyak orang di rumah nya, terlebih lagi Luna yang masih berobat pada pak haji Faruk, masih menginap di rumah mbah Karto, dia juga datang berkunjung ke rumah Rania, ke empat gadis itu berbincang macam-macam hal, dari dunia hiburan negara gingseng, sampai seputar dunia mistis, menurut Luna setelah pakde nya tidak berada di rumah, dirinya kerap sekali merasakan merinding disetiap tubuh nya.


"Rania jujur saja kak Luna takut jika arwah penasaran itu masih sering datang menemui kakak." jelas Luna dengan mengusap tengkuk nya.


"Maksudnya kak Luna masih merasakan kehadiran arwah itu ya?." tanya Lala dengan mengaitkan kedua alis mata nya.


"Iya La terkadang disaat pakde ku tidak berada di rumah nya, aku merasakan ada yang memperhatikanku, tapi aku tidak tau siapa yang sedang melihatku, apakah mungkin arwah itu mengikutiku sampai ke desa ini ya." jawab Lala dengan menelan ludahnya kasar.


Aku tidak mungkin mengatakan kebenaran itu, aku tidak mau kak Luna semakin cemas, mungkin lebih baik aku tidak mengatakan yang sebenarnya, batin Rania didalam hati nya.


"Aduh kenapa kalian jadi mirip Rania, sedikit-sedikit bahas yang mistis, aku yang tidak tau apa-apa jadi takut tau." seru Wati seraya melipat kedua tanga didepan dada.


Nampak Lala merasa lucu mendengar ucapan Wati, setiap kali mereka membahas sesuatu yang tak masuk akal, nampak Wati hanya terdiam tanpa berkata, dan banyak sekali pertanyaan yang mengganjal didalam hati nya.


"Wati seharusnya kau bersyukur, tidak pernah berurusan dengan hal mistis seperti kami semua, itu arti nya hidupmu jauh lebih bahagia daripada kami." celetuk Lala menghibur Wati yang nampak menundukan kepalanya.

__ADS_1


Kemudian Rania memberitau Wati jika hal mistis itu tidak akan masuk di akal manusia, jadi Wati harus bersyukur karena akalnya masih berjalan normal, tidak seperti mereka semua yang kerap merasa ketakutan sendiri.


"Kau lihat saja kak Luna, hubungan nya dengan kekasihnya menjadi renggang, semenjak ada arwah penasaran yang menghantuinya." jelas Rania pada Wati.


Dan ternyata arwah penasaran yang dibicarakan Rania, nampak melesat masuk ke dalam rumah itu, nampak arwah Pardi mengikuti Luna, meski Luna sudah di ruqiah oleh pak haji Faruk, tapi pengaruh dari arwah Pardi masih ada didalam tubuh Luna, karena dimalam tertentu Luna akan merasakan, jika dirinya berhubungan badan dengan seorang lelaki tampan, yang pernah berjanji akan membantu kehidupan nya kelak, ya dia adalah arwah Pardi yang menyamar didalam mimpi Luna, pak haji Faruk memerlukan waktu untuk membersihkam aura gelap dari tubuh Luna, karena sebelumnya Luna sendiri sudah pernah menerima lelaki itu sebagai suami di alam mimpi nya, sehingga arwah Pardi masih terikat dengan gadis cantik itu.


Terlihat arwah Pardi melesat bersembunyi di dalam rumah Rania, sedangkan Rania dan Lala yang sangat peka dengan kehadiran makhluk gaib, nampak memandang ke segala arah, keduanya seakan mencari tau keberadaan makhluk itu.


Aku merasakan ada makhluk lain disini, apakah itu Petter ya, batin Rania didalam hati nya.


Dan tidak lama kemudian Petter melesat menghampiri Rania, dia mengatakan pada Rania jika dia harus segera menyusul kedua orang tua nya, karena ada sesuatu yang harus dia kerjakan di alam lain.


"Apakah kau akan lama berada disana Petter, aku masih merindukanmu, sudah lama kita tidak melakukan hal yang menyenangkan bersama." ucap Rania pada Petter dengan wajah sendu.


"Aku akan sering datang menjengukmu Rania, aku hanya pergi ke alam lain bukan kembali ke alam keabadian, karena setelah aku kembali ke alam keabadian, aku tidak akan pernah bisa kembali menemuimu, tapi kami semua tidak bisa berlama-lama di alam manusia, kekuatan kami semakin melemah jika terus menerus berada disini." jelas Petter dengan mata yang berkaca-kaca.


"Baiklah Petter sampaikan salam sayangku pada kedua orang tuamu, sering-sering lah mengunjungiku, karena aku tidak bisa memecahkan misteri tanpa bantuanmu." tukas Rania dengan berlinang air mata.


Terlihat Petter hanya menganggukan kepala nya, hantu itu melesat perlahan meninggalkan Rania, gadis itu tertunduk pilu sekali lagi dia harus merelakan sahabat hantu nya untuk pergi, sedangkan arwah Pardi yang melihat kepergian Petter nampak tersenyum lega, arwah Pardi mengira dengan kepergian Petter, dia bisa leluasa mendekati Luna, tanpa dia tau Rania sudah sedikit memiliki kemampuan untuk membuatnya menjauh dari Luna.


"Sudah ya Ran kalian kan hanya berpisah untuk sementara saja, karena tempatnya memang tidak seharusnya di alam kita." seru Lala seraya merangkul Rania.

__ADS_1


Sementara Wati dan Luna hanya terdiam dengan saling memandang, kedua nya yang tidak tau apa-apa sekali lagi hanya menatap bingung Rania.


"Nduk sudah semakin malam, sebaiknya kita kembali ke rumah pakde mu sekarang." ujar Wulan berjalan menghampiri anak gadis nya Luna.


Lalu Luna berpamitan pada semua orang, nampak Rania berpesan pada Luna, untuk membaca doa sebelum tidur dan memutar murottal di kamar nya.


"Jangan lupa pesanku ya kak, karena mbah Karto tidak ada di rumah, pasti arwah itu akan berusaha mendekati kakak lagi." jelas Rania dengan mengkerutkan kening nya.


Setelah itu Luna bersama ibu nya kembali ke rumah mbah Karto, nampak di rumah itu hanya ada mbah Darmi, perempuan tua itu tidak memiliki bakat seperti suami nya, tapi dia dapat merasakan makhluk gaib yang datang bersama Luna masuk ke dalam rumah nya.


Astagfirullohaladzim semoga tidak terjadi hal yang buruk setelah ini, bapak sedang tidak berada di rumah tapi kenapa aku merasakan ada makhluk lain di rumah ini, batin mbah Darmi dengan mengaitkan kedua alis mata nya.


"Ada apa mbakyu kenapa wajahmu berubah seakan mencemasaskan sesuatu?." tanya Wulan yang penasaran.


"Ehm tidak ada apa-apa Lan, lebih baik malam ini kau temani anakmu tidur di kamar nya, entah kenapa firasatku tidak enak." jawab mbah Darmi dengan menghembuskan nafasnya panjang.


*


*


...Yuk kak panjangkan List Vote dan hadiahnya, jangan lupa dukung Author di novel horor yang terbaru Dendam Perempuan Berjubah Merah, semoga kalian sehat selalu dan dilimpahkan rejeki nya ya amin 🙏...

__ADS_1


...Bersambung....


__ADS_2