
Beberapa hari berlalu kesehatan bu Ema semakin menurun, sedangkan Ari yang tidak bisa berangkat bekerja ke kota terus merawat ibu mertua nya itu.
Dan pada suatu malam sund.l bo.ong Rara datang kembali melihat tubuh tua ibu nya yang sedang terbaring lemas di atas tempat tidur nya, hantu Rara menatap sendu ibu nya yang sekarang sering sakit-sakitan itu.
Lalu bu Ema terbangun dari tidur nya dan melihat sund.l bo.ong Rara sedang berdiri menatapnya di pojokan kamar nya.
"Rara apakah itu kau nduk". Seru bu Ema dengan berlinang air mata.
Sedangkan hantu Rara yang menatap nanar ibu nya tidak bergeming dari pojok ruangan itu, kemudian bu Ema berjalan menghampiri sund.l bo.ong itu dengan berderai air mata.
"Anakku kembalilah pada ibumu nak hu hu hu". Ucap bu Ema terisak dihadapan arwah gentayangan anak nya.
Sementara Ari yang berada didalam kamar nya mendengar seseorang yang sedang menangis.
Jangan jangan ibu terbangun dan menangis lagi, lebih baik aku melihatnya di kamar itu, batin Ari didalam hati nya.
Ceklek...
Ari membuka pintu kamar ibu mertua nya yang sedang duduk di lantai dengan menangis dihadapan sesosok hantu perempuan.
"Rara". Ucap Ari dengan mata berkaca kaca.
"Ari tolonglah ibu untuk mengembalikan Rara menjadi manusia lagi nak, lihatlah Rara datang menjengukku". Tukas bu Ema dengan air mata yang membasahi seluruh wajah nya.
Kemudian Ari berjalan mendekati sund.l bo.ong itu ditatapnya wajah Rara yang sudah setengah busuk itu tapi tidak ada rasa takut atau pun jijik dari Ari.
"Sayangku kau kembali kesini lagi, kenapa sangat lama untukmu menemuiku kembali istriku". Ucap Ari berderai air mata.
Kemudian hantu perempuan itu berbalik badan dan menembus tembok kamar bu Ema, hantu sund.l bo.ong itu pergi tanpa berpamitan.
"Tidak Rara jangan tinggalkan ibumu ini hu hu hu". Pekik bu Ema menangis histeris.
"Ibu sudahlah jangan seperti ini, kita harus mencari tau kenapa Rara masih gentayangan disini". Cetus Ari dengan wajah sendu nya.
"Aku tau sebuah cara untuk membuat Rara kembali menjadi manusia nak, tapi kau harus melakukan sesuatu". Tukas bu Ema menatap tajam kedua mata Ari.
__ADS_1
"Apa yang ku lakukan bu?". Tanya Ari dengan mengernyitkan dahi nya.
Kemudian bu Ema bangkit dari duduk nya dan berjalan ke arah lemari kecil yang ada di kamad nya, dia mengeluarkan sebuah buku tua peninggalan kakek dari pak Sugeng.
"Ini Le bacalah disana ada sebuah cara untuk mengembalikan wujud Rara menjadi manusia kembali, tapi kita harus menyembunyikan hal ini dari semua orang". Jawab bu Ema seraya memberikan sebuah buku tua usang pada Ari yang menatap bingung wajah ibu mertua nya.
Setelah itu Ari membuka lembar demi lembaran buku tua itu, disana tertulis ada sebuah cara untuk mengembalikan wujud hantu sund.l bo.ong untuk menjadi manusia seutuh nya yaitu dengan menusukan paku emas ke tengah ubun-ubun kepala hantu itu.
Dan setelah itu wujud hantu sund.l bo.ong akan berubah kembali menjadi manusia seutuh nya, dan dapat memberikan kekayaan dan kemakmuran untuk laki laki yang akan menjadi suami nya.
"Baiklah bu, aku akan melakukan petunjuk dari buku ini tapi aku tidak mengerti rapalan mantra mana yang harus ku baca". Seru Ari dengan mengaitkan kedua alis mata nya.
Kemudian bu Ema membuka buku tua itu dan mencari tau dimana bacaan tentang mantra yang harus dibacakan Ari.
Setelah menemukan bacaan mantra yang akan digunakan untuk merubah Rara menjadi manusia lagi, keduan nya nampak bersyukur dan tersenyum bahagia.
*
*
Keesokan hari nya Ari pergi ke kota untuk memesan sebuah paku emas yang akan dia gunakan untuk merubah wujud hantu sund.l bo.ong Rara, karena Ari ingin paku emas itu jadi hari itu juga, dia berpesan pada orang di toko emas itu jika barang pesanan nya harus jadi saat itu juga.
Nampak Ari sudah mempersiapkan semua keperluan yang akan dia gunakan untuk memanggil arwah Rara datang ke kamar nya.
"Bu saya sudah menyiapkan semua nya, bahkan saya sudah memandikan paku emas itu menggunakan bunga tujuh rupa". Tukas Ari menatap wajah tua ibu mertua nya.
"Baiklah Le cepatlah kau lakukan pekerjaanmu untuk memanggil arwah penasaran Rara datang kesini, supaya kau bisa menancapkan paku emas itu di kepala nya". Cetus bu Ema dengan membulatkan kedua mata nya.
Kemudian Ari membacakan rapalan mantra sesuai petunjuk ibu mertua nya tapi arwah penasaran Rara tidak kunjung datang juga.
Terlihat wajah cemas dari keduanya karena hantu Rara yang mereka tunggu tidak kunjung datang.
"Apa yang harus kita lakukan bu, sudah hampir tiga puluh menit kita membacakan mantra dan juga membakar dupa untuk nya, tapi Rara tidak juga datang kesini". Tukas Ari dengan menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
Tapi bu Ema tidak mau menyerah begitu saja, dia meminta Ari untuk membacakan mantra itu satu kali lagi dibantu dengan nya yang akan memanggil jiwa puteri semata wayang nya.
__ADS_1
Dan benar saja hantu Rara kembali ke rumah Ari menembus tembok tembok yang ada di kamar nya.
Wuush...
Hantu Rara menatap nanar kedua orang yang ada di depan nya, dengan sesekali tertawa menkutkan.
Kemudian Ari membacakan rapalan mantra untuk menusukan paku emas yang sedang dia bawa ke atas ubun-ubun kepala Rara.
Dengan sekuat tenaga Ari menancapkan paku emas itu ke atas kepala hantu sund.l bo.ong yang ada didepan nya, seketika wajah hantu perempuan itu basah dengan darah yang mengalir dari atas kepala nya.
Nampak kepala sund.l bo.ong itu bergedek ke kanan dan ke kiri secara bergantian, darah yang mengaliri wajah nya berubah menjadi perempuan cantik dengan rambut yang tergerai bebas.
Terlihat bu Ema dan Ari menatap heran perubahan Rara dari sund.l bo.ong menjadi seorang manusia kembali seperti dulu lagi.
Tidak membutuhkan waktu lama hantu perempuan itu sudah menjadi manusia seutuh nya, baju lusuh yang dia pakai sebelumnya menghilang membuat tubuh Rara polos tanpa penutup sama sekali.
Kemudian bu Ema berjalan mendekati puteri nya yang sudah berubah wujud itu, tapi dia masih saja terdiam tanoa berkata apapun.
"Ambilah selimut itu Le pakaikan pada istrimu supaya dia tidak kedinginan". Tukas bu Ema dengan mata berkaca kaca.
Lalu Ari berjalan mendekati Rara yang berdiri dengab tubuh polos nya, terlihat kerinduan di mata Ari apalagi setelah melihat tubuh polos istri nya yang masih saja menggoda seperti dulu.
"Ibu akan membaca buku ini lagi Le untuk menemukan jawaban kenapa Rara hanya diam saja tanpa berkata apapun pada kita". Ucap bu Ema seraya berjalan meninggalkan kamar Ari.
Setelah itu Ari membawa Rara ke kamar mandi dan memandikan tubuh Rara dengan air bunga tujuh rupa dengan sesekali membaca rapalan mantra.
Terlihat Ari tergoda dengan kemolekan tubuh polos istri nya yang sekarang sudah ada didepan mata nya, Ari mengusap lembut bibir mungil Rara dan mengecup nya dengan penuh cinta.
*
*
Duh Ari bikin hareudang aja nih author nya kabur dulu ah takut baper buat nerusin cerita nya 😂
👣
__ADS_1
👣
...Bersambung....