DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Musibah di desa Randu garut.


__ADS_3

Sementara itu mbah Karto yang berada di rumah sakit diberi tau oleh pak Jarwo jika Lala menghilang dari rumah.


"Kau tau darimana Le?". Tanya mbah Karto terbelalak.


"Barusan Kasmi meneleponku mbah, dia memberi kabar jika mas Bima sudah dicelakai oleh buto itu bahkan sekarang buto itu membawa Lala beserta bayi nya". Jelas pak Jarwo dengan wajah cemas.


"Astagfirullahaladzim, kita sudah dipermainkan oleh buto itu, dia sengaja mencelakai warga yang lain supaya kita tidak fokus menjaga Lala dan dia bisa leluasa membawa Lala dengan bayi nya". Tukas mbah Karto dengan menghembuskan nafasnya panjang.


"Lalu apa yang harus kita lakukan mbah". Sahut pak Jarwo dengan memijat pangkal hidung nya.


"Kita harus kembali ke desa Randu garut dan melihat dengan mata batin, karena jika hanya menerka-nerka kita tidak akan tau jawaban nya". Tegas mbah Karto seraya berjalan meninggalkan pak Bagio di Rumah sakit.


Sementara itu Weny dan bu Fatimah yang ingin kembali ke rumahnya nampak terkejut melihat ada kaki manusia yang terlentang di pinggir sawah, keduanya berjalan dengan berjinjit mendekati pinggiran sawah itu.


Setelah keduanya didekat sana, salah satu dari mereka memutuskan untuk mendongakan kepalanya ke bawah supaya mereka dapat melihat siapa yang ada disana.


"Ya Allah gusti Wen, ini Erwin suamimu". Pekik bu Fatimah dengan membulatkan kedua matanya.


Setelah mendengar jika yang tergeletak disana adalah suaminya, nampak Weny berteriak histeris dengan berderai air mata.


Dan teriakan Weny pun terdengar oleh warga yang dapat melarikan diri dari kejaran buto ireng tadi.


"Alhamdulillah akhirnya mas Erwin ketemu juga" Seru Ateng seraya membantu mengangkat tubuh Erwin ke atas jalanan.


"Apa maksudmu ngomong begitu Teng, ada yang musibah malah alhamdulillah". Gertak bu Fatimah dengan menepuk lengan Ateng.


"E anu bu, saya tidak bermaksud begitu, sebenarnya tadi saya juga ikut meronda bersama mas Erwin dan pak Bagio juga tapi kami melihat makhluk menyeramkan di rumah mbah Sumi, akhirnya kami semua lari meninggalkan pak Bagio disana, tapi karena saya saya cemas setelah menunggu di pos ronda hampir satu jam, akhirnya saya ingin mencari tau apakah pak Bagio masih disana, ehm malah saya bertemu ibu-ibu disini". Jelas Ateng dengan wajah cemas.


"Lho Teng kau meninggalkan suamiku disana, kau ini bagaimana to, bisa-bisanya suamiku ditinggal sendirian, kalau ada apa-apa bagaimana". Pekik bu Fatimah dengan berderai air mata.


"Ma maaf bu tadi itu kami panik, tapi pak Bagio tidak sendirian disana". Sahut Ateng dengan menundukan kepalanya.

__ADS_1


"Lalu dimana suamiku, tadi aku sudah ke rumah mbah Sumi tapi dia tidak ada disana". Tukas bu Fatimah terisak.


"Sudah lah bu, nanti kita cari tau lagi dimana pak Bagio, lebih baik sekarang kita tolong mas Erwin dulu kasihan dia". Ucap Weny seraya memeluk erat suaminya.


Setelah itu semua orang membawa Erwin ke rumah mbah Sumi, karena Bima yang biasa membantu mengobati warga ada disana.


Sesampainya di rumah mbah Sumi nampak semua orang yang ada di dalam rumah itu kebingungan melihat banyak warga yang datang kesana.


"Ada apa ini Teng?". Tanya mbah Ahmad pada Ateng yang membantu membopong Erwin.


Kemudian Ateng mengatakan semuanya kejadian sewaktu mereka melarikam diri dari rumah itu.


"Kami dikejar makhluk menyeramkan mbah, dan ini mas Erwin kami temukan sudah terluka begini di persawahan sana". Jelas Ateng dengan nafas tersengal-sengal.


"Mas Bima nya ada to mbah, saya ingin meminta tolong supaya dia mengobati mas Erwin". Tukas Weny berderai air mata.


"Ada nduk tapi sebentar ya, mas Bima nya sedang melakukan ritual untuk mencari tau keberadaan Lala, seperti yang kau lihat tadi Lala hilang dibawa pergi makhluk gaib". Cetus mbah Ahmad dengan memijat pangkal hidung nya.


Kemudian nampak bu Fatimah bertanya pada Kasmi yang baru saja datang menyuguhkan teh hangat pada semua orang yang ada di ruang tamu nya.


"Ehm itu bu, tadi suamiku sudah membawanya ke rumah sakit". Jawab Kasmi dengan menghembuskan nafasnya panjang.


"Apa, dibawa ke rumah sakit Kas, memangnya suamiku kenapa". Seru bu Fatimah dengan membulatkan kedua matanya.


"Nanti bu Fatimah tanya saja pada suamiku ya, dia sedang perjalanan pulang setelah mengantar pak Bagio ke rumah sakit". Jelas Kasmi dengan mengusap peluh di keningnya.


"Sebenarnya ada apa to Kas, mas Erwin ditemukan terluka seperti ini, lalu pak Bagio dibawa ke rumah sakit,dan tadi juga kami melihat Lala naik kereta kuda, seperti ada yang janggal dengan semua ini". Ucap Weny dengan mengkerutkan kening nya.


Kemudian dengan berat hati Kasmi menceritakan semua kejadian yang menimpa adiknya Lala, terlihat semua warga yang tadinya ingin mengusir Lala nampak tertunduk penuh sesal.


Aku terpaksa menceritakan yang sebenarnya, karena kejadian ini sudah mulai meluas ke telinga warga lain nya, batin Kasmi didalam hatinya.

__ADS_1


Kreeaaak...


Terdengar suara pintu yang terbuka, ternyata Bima sudah keluar dari dalam kamar Lala, lalu dia berjalan menghampiri mbah Ahmad dan mengatakan sesuatu yang menggetarkan hati laki-laki tua itu.


"Maafkan saya pak, saya tidak sanggup membawa anak bapak kembali karena Lala sudah dibawa pergi ke alam buto ireng itu dan mereka sudah melakukan pernikahan gaib dengan persetujuan Lala sendiri, jadi akan sangat susah membawanya kembali, jika bapak tidak percaya dengan saya katakan, bapak bisa bertanya kembali pada menantu bapak atau mbah Karto". Cetus Bima menyipitkan kedua matanya.


Terlihat mbah Ahmad duduk lemas di bangku ruang tamu nya, nampak beliau memegangi sebelah dada nya, sepertinya jantung mbah Ahmad sangat sesak setelah mendengar penjelasan Bima.


Kemudian Kasmi berlari menghampiri bapaknya yang wajahnya sudah pucat itu.


"Pak bapak minum obat dulu ya". Ucap Kasmi seraya memberikan beberapa butir obat pada bapaknya.


Sedangkan Bima sedang sibuk mengobati Erwin yang terbaring di ruang tamu mbah Sumi, lalu Bima menjelaskan jika mereka semua sudah membuat buto ireng itu marah karena tadi mereka sempat ingin mengusir Lala dari rumahnya.


Nampak mereka semua saling memandang dan terpancar ketakutan dari mata mereka semua, mereka yang sudah ingin mengusir Lala mengatakan jika mereka tidak tau apa-apa dan tidak sengaja membuat buto itu marah.


"Lebih baik kalian semua menyediakan sesajen tambahan di rumah supaya buto itu tidak mendatangi kalian di rumah". Cetus Bima memandangi semua orang.


"Assalamualaikum". Seru seseorang diluar sana.


"Waalaikumsalam". Sahut semua orang kecuali Bima.


Ternyata itu adalah pak Jarwo dan mbah Karto yang baru saja pulang dari rumah sakit, lalu Kasmi menghampiri suaminya dan memintanya untuk segera mencari Lala dan membawanya pulang, kemudian Bima pun menjelaskan hal yang tadi dia jelaskan pada mbah Ahmad.


Nampak pak Jarwo pun tertunduk lesu, dia sependapat dengan Bima jika Lala sudah setuju menikah dengan buto itu maka akan sulit untuk membawanya kembali, karena Lala sudah menerima buto itu sebagai suaminya.


Sementara mbah Karto yang juga mendengar penjelasan Bima nampak mengkerutkan kening nya, dia sibuk mencerna kata-kata yang Bima ucapkan.


Dan tidak lama setelah itu nampak Evana datang melesat menghampiri mbah Karto untuk mengatakan sesuatu.


*

__ADS_1


*


...Bersambung. ...


__ADS_2