DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Mbah Karto memasuki alam gaib.


__ADS_3

Setelah itu mbah Karto bergegas menuju ke hutan angker yang berada diperbatasan desa Rawa belatung, dan sebenarnya mbah Karto sedang melangkahkan kaki tua nya menuju ke alam gaib, tempat dimana dua dimensi berbeda ruang dan waktu.


Karena begitu mbah Karto memasuki kawasan hutan angker itu, dia bisa merasakan banyak nya aura hitam disana, lalu mbah Karto duduk menyilakan kedua kaki nya dan menyatukan kedua tangan nya stelah itu mbah Karto mulai membaca rapalan mantra.


Dan tidak menunggu lama jiwa mbah Karto lepas meninggalkan raga nya yang sedang duduk dengan posisi bertapa itu, dengan berhati-hati dan juga waspada mbah Karto mulai mencari pintu gerbang gaib alam itu, ternyata letak gerbang gaib alam itu berada dibalik pohon tua yang sangat besar, yang sebelumnya selalu menjadi tempat bertemu dan berpisah nya Ari dengan istri gaib nya Sukma melati.


Dan hanya dengan sekejap mata saja, mbah Karto sudah sampai di dimensi lain, terlihat alam gaib disana masih gelap meski suasana disana sudah menunjukan siang hari dengan ada nya matahari di atas langit.


Tapi suasana di alam gaib benar-benar berbeda dengan alam manusia, tapi tiba-tiba langkah mbah Karto dihentikan oleh beberapa pengawal yang menjaga pintu gerbang alam gaib itu.


"Berhenti... Ada perlu apa kau datang ke alam kami?". Tanya makhluk setengah ular dengan kepala dan wajah yang menyerupai manusia dan bagian tubuh nya yang bawah berupa ular yang berdiri menghadang mbah Karto.


"Aku ingin bertemu dengan penguasa alam gaib". Jawab mbah Karto dengan berkacak pinggang.


"Baiklah ikutlah bersamaku ke pendopo jika kau ingin bertemu dengan penguasaku". Ucap makhluk setengah ular itu seraya berjalan merayap menggunakan tubuh ular nya.


Lalu mbah Karto mengikuti siluman ular itu dari belakang dengan wajah cemas, kedua mata mbah Karto sibuj menyelidik mencari keberadaan Ari yang dia duga berada disana.


Kreek...


Sebuah pintu besar dengan ornamen berhiaskan emas dan berlian terbuka dengan sendiri nya, membuat takjub mata yang memandang nya.


Kemudian siluman ular itu meminta mbah Karto untuk menunggu disana, karena penguasa alam gaib akan segera menemui nya, nampak siluman ular itu berjalan merayap meninggalkan mbah Karto seorang diri di pendopo mewah alam itu.

__ADS_1


Tidak lama kemudian datang sesosok makhluk tinggi besar dengan wajah tampan dan rupawan datang memasuki pendopo itu dengan beberapa pengawal dan juga selir nya, terlihat mbah Karto berdiri menyambut kedatangan makhluk itu dan memberikan salam dengan menyatukan kedua tangan nya.


"Lungguho anak menungso, ono perlu opo awakmu sampe teko neng alamku (duduklah anak manusia, ada perlu apa kau sampai datang ke alamku)?". Ucap lelaki tampan yang sedang duduk di singgasana dengan hiasan emas berlian nya.


Oh ternyata dia adalah penguasa di alam gaib, jika berada di alam nya dia menjelma menjadi makhluk yang rupawan, batin mbah Karto didalam hati nya.


"Koe ora usah mbatin ngono, opo wae seng arep mbok weruhi takono karo aku rak usah ragu-ragu, aku iso berubah wujud dadi opo wae neng endi wae sak gelemku, opo meneh neng alamku dewe kabeh warga ku yo iso merubah wujude sak senenge ati ne (kau tidak usah ngebatin seperti itu, apapun pertanyaanmu tanyakanlah padaku tanpa sungkan, aku bisa berubah wujud menjadi apapun dimanapun aku mau, terlebih di alam ku sendiri semua pengikutku juga bisa merubah wujud nya sesuka hati nya)". Seru penguasa gaib itu dengan suara berat nya.


"Ngeten Yai, kulo ajeng tanglet nopo putu kulo Ari wonten meriki (begini mbah, aku ingin bertanya apakah cucuku Ari ada disini)". Tanya mbah Karto dengan mengaitkan kedua alis mata nya.


"Iyo bener bocah kui ono neng kene, tapi mulai saiki bocah kui bakal urip neng alamku saklawase ( iya benar anak itu ada disini, tapi mulai sekarang anak itu akan hidup di alamku selamanya)". Jawab penguasa gaib itu dengan menyeringai.


"Tapi Yai wonten masalah nopo kok putune kulo di kengken teng meriki selawase (tapi mbah ada masalah apa kok cucuku diminta tinggal disini selamanya)". Tukas mbah Karto dengan wajah cemas nya.


Ya Allah Le, awakmu nekat tenan ngelakoni koyo ngene (ya Allah nak, dirimu nekat sekali melakukan seperti ini), batin mbah Karto didalam hati nya seraya mengelus dada nya.


"Tapi Yai, nopo kulo saget ketemu kalih piyambak e (tapi mbah, apakah aku bisa bertemu dengan nya)". Tanya mbah Karto dengan menghembuskan nafas yang panjang.


"Entenono sediluk meneh bocah kui teko mrene (tunggulah sebentar lagi anak itu akan datang kesini)". Jawab penguasa gaib dengan seringai kecil diwajah nya.


Lalu tidak lama kemudian terlihat sepasang lelaki dan perempuan cantik memasuki pendopo itu dengan bergandengan tangan, lelaki itu adalah Ari bersama istri gaibnya Sukma melati.


Kemudian mbah Karto terbelalak melihat Ari sedang bersama perempuan cantik yang dia duga adalah istri gaibnya, anak dari penguasa alam gaib.

__ADS_1


"Le ayo muliho mertuo mu loro nemen Le (nak ayo pulanglah mertua mu sakit keras nak)". Tukas mbah Karto dengan wajah cemas nya.


"Tidak mbah, aku sudah tidak punya urulan lagi dengan kalian semua, terlebih kau sudah jahat padaku karena kau telah memisahkanku dari Rara". Cetus Ari dengan memalingkan wajah nya.


"Le aku mung pengen awakmu ora keblinger, Rara kui wes ora ono kudune awakmu tetep neruske dalan uripmu, ora malah sansoyo ndadi rabi karo bongso alus Le (nak aku hanya ingin dirimu tidak salah langkah, Rara itu sudah tidak ada harus nya dirimu tetap melanjutkan jalan hidupmu, bukan nya malah semakin menjadi menikah dengan makhluk halus nak)". Seru mbah Karto dengan mengusap peluh dikening nya.


"Sudahlah mbah pergilah, aku sudah bahagia disini dengan istriku Sukma melati, jangan kau hancurkan lagi kebahagiaanku". Pekik Ari dengan berkacak pinggang.


Terlihat mbah Karto sudah kehabisan akal untuk membujuk Ari kembali ke alam manusia, dan mbah Karto tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena jika mbah Karto melawan bisa jadi dirinya menjadi sasaran amukan semua makhluk halus yang berada di alam gaib itu.


"Nggihpun Yai, kulo pamit wangsul riyin, nek kadose Ari mboten purun wangsul kalih kulo (ya sudah mbah, saya pamit pulang dulu, jika memang Ari tidak mau pulang bersamaku)". Ucap mbah Karto dengan menyatukan kedua tangan nya seakan berpamitan pada penguasa gaib itu.


Setelah itu mbah Karto berjalan dengan langkah gontai keluar dari pendopo mewah itu, pikiran nya tidak karuan beliau bingung akan menjelaskan apa pada Anto adik laki-laki nya Ari yang sedang menunggu nya pulang membawa kangmas nya kembali.


Lalu mbah Karto membalik badan nya dan memandang Ari sekali lagi, mbah Karto berharap Ari akan berubah pikiran tapi nampaknya pendirian Ari sudah kuat dia memeluk istri gaib nya dengan penuh cinta tanpa memperdulikan sesepuh desa nya yang bersusah payah ingin menjemputnya kembali ke alam manusia.


*


*


...Bersambung....


...Mari kak tinggalkan jejak kalian dengan meninggalkan like atau komentar disetiap bab yang kalian baca, supaya author semakin semangat ketika melihat jejak kalian disetiap bab nya, sehat selalu dan dilancarkan rejekinya ya kakak" readers semuanya Love u all 💕🌷...

__ADS_1


__ADS_2