DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Ada duka dibalik kebahagiaan.


__ADS_3

"Sukma kau terlihat sangat cantik, aku sangat bahagia akhirnya kita akan segera bersatu". Tukas pangeran Asopati dengan senyum manisnya.


Terlihat Sukma hanya tersenyum simpul dan menganggukan kepalanya, mereka berdua berjalan bersama menuju tempat pelaminan nya, karena kedua nya akan segera melangsungkan pernikahan nya, para sesepuh alam gaib datang untuk menyatukan kedua makhluk gaib itu.


Pak Jarwo yang turut menghadiri acara hajatan di hutan wingit nampak memandang sesosok makhluk gaib yang datang bersama raja buto.


Aku merasa tidak asing dengan buto itu, jangan-jangan dia adalah buto yang telah membawa Lala ke alamnya, batin pak Jarwo dengan membulatkan kedua matanya.


Sementara itu buto ireng ki Ageng sedo alias Elang memang datang ke acara hajatan itu dengan romo nya, dia terlihat mengikuti kemanapun raja buto itu pergi.


Sampai akhirnya penguasa hutan wingit datang dan menyapa kedua buto ireng itu.


"Ageng sedo berubahlah menjadi sosok yang tampan untuk malam ini, karena hari ini adalah hari kemenangan untuk kita semua". Seru penguasa hutan wingit pada buto ireng.


Dan tidak lama setelah itu nampak kedua buto ireng itu merubah wujudnya, menjadi sosok yang tampan dan rupawan.


"Nah Elang kau terlihat semakin gagah, bagaimana kabarmu, aku mendengar kabar jika kau telah menikahi seorang manusia, apakah kau sangat bahagia bersamanya, karena anakku Sukma melati juga sempat menikahi seorang manusia sebelum ini, dan sampai sekarang Sukma melati tidak bisa melupakan nya, dan aku terpaksa memaksanya menikahi pangeran dari golongan jin muslim itu". Jelas penguasa hutan wingit bercerita pada kedua buto ireng.


"Kabarku kurang baik raja, aku memang menikahi seorang manusia, dan aku sangat mencintainya, tapi dia menghianatiku dengan laki-laki lain, aku benar-benar ingin melenyapkan laki-laki itu". Tukas Elang dengan mengkerutkan keningnya.


"Berani sekali istrimu yang hanya manusia biasa menghianatimu, dan kenapa kau masih membiarkan nya hidup". Seru penguasa hutan wingit.


Kemudian romo Elang menjelaskan, jika anaknya itu sangat mencintai istri manusianya, apalagi kedua nya sudah memiliki keturunan.


Nampak Elang hanya menundukan wajahnya sendu, dia berjalan menjauhi keramaian di malam itu.


Sementara pak Jarwo yang mendengar percakapan mereka terlihat sangat terkejut, ingin sekali pak Jarwo menghampiri pangeran Asopati dan mengatakan jika suami gaib Lala ada disana, tapi pak Jarwo mengurungkan niatnya.


Aku tidak boleh merusak acara bahagia pangeran Asopati, lebih baik aku berbicara setelah acara selesai, batin pak Jarwo dengan menghembuskan nafasnya panjang.


Dan secara tidak sengaja Elang melihat kehadiran pak Jarwo di acara hajatan malam itu, kemudian Elang ingin menghampiri pak Jarwo dan menanyakan dimana keberadaan Lala karena saat ini Senopati sedang sakit dan membutuhkan ibundanya.

__ADS_1


Lalu romonya menghentikan niat Elang, dan mengatakan jika Elang tidak boleh mendekati pak Jarwo, karena pak Jarwo datang bersama rombongan jin muslim, dan dia tidak ingin acara malam itu ada kendala.


"Jika memang kau menghawatirkan istrimu itu, pergi dan carilah dia jangan membuat kegaduhan disini". Tukas romo Elang seraya melesat meninggalkan Elang yang tertunduk pilu.


Lala kau dimana istriku, di atas singgasana ada sepasang pengantin yang sedang berbahagia, mengingatkanku denganmu, batin Elang dengan wajah yang sendu.


Sedangkan Lala yang di alam manusia terlihat sedang bersedih di dalam sebuah kamar, dihati dan pikiran Lala hanya ada Senopati anaknya, dan laki-laki yang masih dicintainya.


Anakku Senopati bagaimana kabarmu saat ini nak, apakah kau masih sakit, maafkan ibundamu yang tidak bisa menjagamu dengan baik, batin Lala didalam hatinya.


Terlihat Lala terisak menahan rindu pada anaknya yang tidak bisa ditemuinya lagi.


"Aku harus kembali ke alam gaib dan membawa anakku Senopati, jika kangmas Elang menghalangiku lebih baik aku mati saja". Gumam Lala pada dirinya sendiri.


Kemudian Lala bangkit dari duduknya dan berjalan keluar, nampak Lala berjalan kesana kemari dengan memijat pangkal hidungnya.


Apa yang harus aku lakukan supaya aku bisa kembali ke alam gaib itu, batin Lala didalam hatinya memikirkan sebuah rencana.


"Ah iya tidak jauh dari sini ada pondokan mbah Wongso yang dulu sering membantu warga". Gumam Lala pada dirinya sendiri seraya berjalan keluar dari tempat tinggalnya.


Sementara Evana dan Jansen terlihat sangat terkejut karena melihat ada seorang perempuan sedang berjalan seorang diri di dalam hutan, perempuan itu adalah Lala yang sedang berjalan menuju pondokan mbah Wongso, Lala tidak tau jika mbah Wongso telah tiada dan di pondokan itu tidak ada siapapun.


Tok tok tok...


"Permisi apa ada orang di dalam". Seru Lala dengan mengetuk pintu pondokan itu.


Kenapa tidak ada yang menjawab ya, apakah mbah Wongso sudah tidak tinggal disini lagi, batin Lala seraya membuka pintu pondokan itu.


Kreeaaak...


Lala mendorong pintu pondokan itu, nampak di dalam sana sangat gelap dan berantakan, kemudian Lala memutuskan keluar dari sana dan menghembuskan nafasny panjang.

__ADS_1


Harus kemana lagi aku meminta tolong, jika mbah Wongso sudah tidak tinggal disini lagi, batin Lala didalam hatinya dengan wajah yang sendu.


Nampak Evana dan Jansen mengawasi Lala dari kejauhan, kedua hantu itu tidak dapat melihat dengan jelas wajah perempuan itu, dan mereka juga tidak berani mendekat karena di sekitar Lala tercium aroma negatif yang cukup besar, membuat hantu Evana dan Jansen enggan untuk mendekat.


Kedua hantu londo itu hanya bisa mengikuti Lala dari kejauhan tanpa bisa memandang wajah Lala dengan jelas, lalu mereka melesat kembali mengikuti Lala yang berjalan tergesa-gesa kembali ke padang ilalang yang selama ini menjadi tempat tinggalnya.


Tapi setelah Lala membuka pintu rumah dan masuk ke dalamnya, tiba-tiba Lala menghilang dari pandangan mata Evana dan Jansen.


Kedua hantu itu sangat terkejut mengetahui jika perempuan yang di duga adalah Lala sudah menghilang dari pandangan matanya.


Kemana perempuan itu pergi, dia hanyalah manusia biasa yang di lingkupi aura negatif, tidak mungkin dia bisa menghilang hanya dengan sekejap mata saja, batin Jansen bertanya-tanya.


Tidak lama setelah itu nampal seorang laki-laki tampan sedang berjalan ke arah padang ilalang, dan sangat ajaib Laki-laki itu juga menghilang tanpa jejak sama seperti Lala.


"Tadi perempuan itu menghilang di padang ilalang yang sama dengan laki-laki itu, apakah mungkin keduanya saling berhubungan, jangan-jangan perempuan itu memang Lala". Ucap Evana pada Jansen yang mengkerutkan keningnya.


"Kita harus memastikan nya, karena ada yang janggal dibalik semua ini". Sahut Jansen seraya melesat ke arah padang ilalang yang ada dihadapan nya.


Setelah mencari dengan teliti, nampak Evana mengatakan jika tempat itu hanyalah padang ilalang dan mustahil jika ada seseorang yang menghilang tiba-tiba disana.


Karena kedua hantu itu tidak bisa menemukan sesuatu yang mencurigakan, keduanya memutuskan untuk menemui mbah Karto di rumahnya.


Terdengar Evana menceritakan semua kejadian aneh di hutan itu, dan mbah Karto semakin Bertanya-tany Kenapa ada seorang manusia yang tinggal di tengah hutan itu, apalagi perempuan itu juga datang menghampiri bekas pondokan mbah Wongso.


Apakah perempuan yang dimaksud Evana dan Jansen benar-benar Lala, tapi jika memang itu dia, kenapa dia malah bersembunyi di dalam hutan dan tidak kembali ke rumah orang tuanya, batin mbah Karto dengan mengkerutkan Keningnya.


*


*


...Yuk kak berikan Vote dan hadiahnya, aku sudah up dua kali sehari special untuk kalian, butuh tambah dukungan dari kalian semua pembaca tercinta terima kasih 🙏...

__ADS_1


...Bersambung....


__ADS_2