
Ternyata bayangan hitam itu adalah makhluk peliharaan mbah Ngatimin, makhluk itu datang untuk membawa jiwa Rania bersama nya, tapi Rania bukanlah gadis kecil yang tidak tau apa-apa lagi, ketika makhluk itu berusaha membawa jiwa nya pergi, terdengar Rania membacakan ayat-ayat suci yang membuat makhluk itu terbakar, dan melesat pergi meninggalkan Rania di kamar nya.
Setelah itu nampak Rania menangis histeris, seraya duduk di atas lantai keramik kamar nya, seisi rumah itu sangat terkejut ketika mendengar suara tangisan Rania, lalu bude Walimah dan Wati bergegas berlari ke kamar Rania, kedua nya sangat terkejut ketika melihat Rania sudah duduk lemas dengan wajah yang ketakutan.
Wuush...
Petter melesat menghampiri Rania di kamar nya, hantu londo itu terlihat sangat mencemaskan sahabatnya itu, tapi Petter hanya bisa berdiri mengambang di sudut kamar Rania.
"Kau kenapa nduk cah ayu." seru bide Walimah seraya mengusap air mata Rania.
"Huhuhu... Rania takut bude, tadi ada makhluk jahat yang ingin membawa jiwa Rania pergi, untung saja Rania cepat sadar dan membaca ayat-ayat suci." jelas Rania seraya memeluk bude Walimah.
"Sudah yo nduk, tenangkan lah hati mu, setelah ini kalian berdua ikut bersamaku saja, tahlilan di rumah bu Siti, aku tidak tenang meninggalkan kalian berdua di rumah." tukas bude Walimah dengan mengkerutkan kening nya.
Kemudian mereka bersiap untuk membantu tahlilan di rumah bu Siti, nampak Petter selalu berada di dekat Rania, Petter yang mengetahui jiwa sahabat nya sedang terancam, merasa sangat cemas jika membiarkan Rania seorang diri.
Malam itu di rumah bu Siti, banyak warga yang datang untuk melakukan pengajian disana, Rania yang sedang membantu di dapur rumah itu, nampak mengusap tengkuk nya, karena bulu-bulu halus ditubu nya meremang, ternyata disamping pintu dapur itu, ada arwah pak Parjo yang tengah menatap nanar ke arah Rania, wujudnya tidak lagi berantakan tapi bau anyir darah tetap tercium dipernafasan Rania.
"Kau tidak perlu takut melihat wujudnya lagi Rania, dia datang untuk meminta tolong padamu, itu pun jika kau bersedia menolong nya." bisik Petter ditelinga Rania.
Lalu Rania bangkit dari duduknya, berjalan menjauhi beberapa orang yang ada di dapur itu, nampak arwah pak Parjo melesat mengikuti langkah kaki Rania, dan di balik pintu kamar mandi, terlihat Rania bertanya pada arwah pak Parjo, yang saat itu tengah berdiri mengambang menatap wajah Rania dengan nanar.
"Apa yang bisa Rania lakukan untuk mengungkap pelaku tabrak lari itu pak, bahkan Rania tidak berada di tempat kejadian." tukas Rania dengan mengkerutkan kening nya.
Kemudian arwah pak Parjo menjelaskan pada Rania, jika dia harus menggunakan kekuatan nya, untuk melihat pelaku tabrak lari itu, hanya dengan cara begitulah arwah pak Parjo dapat tenang di alam nya.
"InsyaAlloh ya pak, Rania tidak bisa berjanji tapi Rania akan berusaha membantu sebisa nya." jelas Rania dengan menghembuskan nafas nya panjang.
__ADS_1
Plaak...
Tiba-tiba Wati datang dan menepuk pundak Rania dari belakang, terlihat Rania terkejut dengan detak jantung yang berdegup kencang.
"Kau sedang apa disini, ayo kita bantu menghidangkan makanan itu ke depan." seru Wati dengan berkacak pinggang.
"Astagfirullohaladzim Wati, kau itu selalu mengagetkanku saja." tukas Rania dengan menghembuskan nafas nya panjang.
"Jangan bilang kau disini karena berbicara dengan hantu." ucap Wati seraya mengusap tengkuk nya.
"Memang iya, itu hantu nya disampingmu sedang melotot." seloroh Rania menakuti Wati.
Acara tahlilan malam itu selesai dengan lebih cepat, nampak bu Siti masih lemas di atas tempat tidur nya, Rania yang tidak tahan melihat kesedihan bu Siti akhirnya menjelaskan pada perempuan itu, jika arwah suami nya tidak akan tenang di alam nya, jika bu Siti larut dalam duka nya.
"Bu Siti harus kuat menghadapi cobaan ini, insyaAlloh pelaku itu akan segera tertangkap." ucap Rania menenangkan hati bu Siti.
"Nduk apakah kita bisa berangkat sekarang, karena mbah Karto mendapat penglihatan buruk tentang Luna." ucap mbah Karto dengan wajah cemas.
"Baiklah mbah kita ke kota sekarang saja, Rania pamit pada bude dulu." jelas Rania seraya berjalan menghampiri bude nya.
Nampak Wati mengatakan pada Rania, jika dia tidak bisa ikut ke kota, karena pekerjaan di rumah sangat banyak, dan Wati harus membantu ibu nya.
"Kau tidak apa-apa kan Ran jika pergi berdua saja dengan mbah Karto, kasihan ibu tidak ada yang membantu pekerjaan rumah nya." ujar Wati dengan mengaitkan kedua alis mata nya.
Setelah itu Rania menyetujui permintaan Wati, gadis itu mengendarai sepeda motor nya bersama mbah Karto, tapi ditengah perjalanan tiba-tiba ada bayangan merah melesat, menghentikan laju sepeda motor yang dikendarai Rania.
Braak...
__ADS_1
Terdengar suara sesuatu yang terjatuh, nampak Rania dan mbah Karto terguling dari sepeda motor itu, nampak mbah Karto mengekerutkan kening nya menatap tajam pada makhluk halus yang ada dihadapan nya.
"Kau berani sekali mencelakai kami, akan ku tangkap kau supaya kau tidak bisa berbuat jahat pada siapa pun lagi." tukas mbah Karto seraya membaca rapalan mantra.
Nampak arwah itu kesakitan dan meminta ampun pada mbah Karto, hantu itu menjelaskan jika dia hanya diperintahkan untuk menghentikan mereka menemui Luna, karena mbah Ngatimin tidak ingin pekerjaan nya diganggu oleh mbah Karto.
Jahat sekali manusia itu, dia menyalah gunakan kemampuan yang diberikan Alloh untuk keuntungan nya sendiri, batin mbah Karto didalam hati nya.
Lalu mbah Karto mengeluarkan botol kayu yang ada didalam tas nya, dengan membaca rapalan mantra mbah Karto memasukan makhluk merah itu ke dalam botol yang dipegang nya.
"Aku tidak akan melepaskanmu lagi, karena kau akan kembali melakukan perbuatan jahat pada manusia." tukas mbah Karto seraya menutup botol kayu itu kembali.
Kemudian mbah Karto meminta Rania untuk melanjutkan perjalanan nya kembali, dan disepanjang jalan terdengar Rania berkata pada mbah Karto, jika dia lelah berurusan dengan hal-hal mistis yang terjadi disekitarnya, tapi mbah Karto meyakinkan Rania, jika kelebihan nya memang diperuntukan untuk berurusan dengan hal gaib.
"Kau harus bersyukur nduk, bagaimana pun Alloh sudah memberikan kelebihan itu padamu, dan jika banyak kejadian mistis disekitarmu itu memang sudah takdir nya, jadi kau cukup menjalani nya dengan ikhlas, insyaAlloh ada berkah untukmu kelak, dulu mbah Karto juga tidak mau mempunyai kemampuan seperti ini, tapi dari beberapa masalah yang terjadi, akhirnya mbah Karto menerima dengan ikhlas kemampuan yang tidak semua orang miliki, dengan begitu kita bisa membantu seseorang yang membutuhkan bantuan kita." cetus mbah Karto memberi petuah pada Rania.
Nampak Rania hanya menganggukan kepala nya, seraya mengendarai sepeda motor, gadis itu mengkerutkan kening nya, dengan pikiran nya yang membayangkan semua kejadian didalam hidup nya.
Seperti nya mbah Karto benar, jika aku tidak memiliki kemampuan ini, aku tidak akan memiliki sahabat tak kasat mata seperti Petter dan kedua orang tua nya, bahkan setelah kematian simbah, aku masih bisa berkomunikasi dengan nya, batin Rania didalam hati nya.
*
*
...Yuk kak berikan Vote dan hadiah yang kalian punya untuk author, dukungan kalian sangat berharga untuk ku, terima kasih sudah mendukungku sampai sejauh ini, maaf jika author tidak bisa doubel up lagi, karena novel ini akan dibagi ke season berikut nya 🙏...
...Berdambung....
__ADS_1