
Kemudian Sukma melati kembali masuk ke dalam kamarnya, dia membangunkan Ari dan mengajaknya segera ke pendopo.
"Kangmas cepatlah berpakaian Romo dan para sesepuh alam gaib sedang menunggu kita di pendopo". Ucap Sukma melati seraya merapikan baju yang dia pakai.
"Baiklah dek aku juga sudah cepat ini, ngomong-ngomong apa yang harus aku bicarakan pada para sesepuh alam gaib itu dek?". Tanya Ari dengan mengernyitkan dahi nya.
"Kau ungkapkan saja semua keinginanmu jika kau ingin tinggal disini selamanya dan bersatu denganku, karena kau harus segera membalas rasa sakit hatimu pada warga desa itu". Seru Sukma melati dengan melingkarkan kedua tangan nya di leher Ari.
Dan setelah perbincangan itu kedua nya bergegas berjalan ke pendopo, terlihat di dalam sana sudah penuh makhluk gaib dengan berbagai bentuk yang sudah menunggu kedatangan Ari, sepertinya mereka akan menyidang Ari dengan berbagai pertanyaan.
Ternyata begitu Ari dan Sukma melati sampai di pendopo itu, Ari harus duduk terpisah dari istri gaibnya yang saat ini sedang duduk di sebuah altar di samping Romo nya sang penguasa alam gaib.
Sementara Ari harus duduk di tengah-tengah banyaknya makhluk yang hadir malam itu, mereka semua hadir dengan wujud yang beraneka ragam, seperti siluman pada umum nya tubuh mereka ada yang setengah binatang dan setengah lagi seperti manusia tapi ada juga yang berwujud menyeramkan seperti makhluk jadi-jadian.
Para sesepuh itu menanyai Ari dengan berbagai pertanyaan, tentang keseriusan nya berhubungan dengan Sukma melati, karena setelah dia memberikan sumpah setia pada penguasa alam gaib maka wujudnya akan berubah menjadi setengah siluman setelah itu dia harus memberikan keturunan pada Sukma melati, karena darah dagingnya akan menjadi penerus penguasa alam gaib.
Terlihat Ari langsung menyetujui ucapan sesepuh alam gaib itu tanpa berpikir sedikitpun, meskipun Sukma melati terlihat senang dengan keputusan suami nya tapi ada sedikit perasaan sedih ketika dia mendengar jika suami nya itu akan menjadi manusia setengah siluman, karena bagaimanapun cinta Sukma melati untuk Ari sangat tulus meskipun dia adalah makhluk gaib, Sukma tidak ingin Ari menyesali keputusan nya itu karena dia menjawab tanpa berpikir terlebih dulu.
"Romo bolehkah aku berbicara sebentar dengan suamiku". Bisik Sukma disamping singgasana Romo nya.
"Jangan sekarang nak, saat ini semua sesepuh sedang menentukan kelangsungan hubunganmu dengan anak manusia itu". Ucap penguasa gaib itu pada anak perempuan nya yang sedang duduk dengan wajah yang gelisah.
"Tapi Romo ini sangat penting bagiku". Celetuk Sukma melati dengan mengiba dihadapan Romo nya.
__ADS_1
"Aku bilang tidak sekarang nduk, kau pikir Romo tidak tau apa yang kau pikirkan saat ini, jangan memakai perasaanmu sama seperti anak manusia itu, buatlah dia seperti kita jangan sampai kau yang seperti dia" Seru penguasa alam gaib dengan membulatkan kedua mata nya.
Nampak Sukma melati sedikit kecewa mendengar permintaan nya ditolak oleh Romo nya, sementara Ari yang sedang berbicara dengan para sesepuh itu terlihat di panggil ke sebuah ruangan.
Dan disana sudah ada sesosok siluman macan tutul yang sedang menatap tajam ke arahnya, sedangkan Ari yang nyali nya sedikit menciut berusaha memberanikan diri nya untuk maju mendekati macan tutul yang sedang menatap ke arah nya seakan ingin memangsa nya.
Aku harus berani mendekati macan tutul ini, karena aku yakin Sukma tidak akan tega membiarkanku di mangsa hidup-hidup oleh binatang buas ini, batin Ari didalam hati nya.
Seperti dugaan nya macan tutul itu hanya diam ditempatnya dengan memandangi nya saja, lalu tidak lama kemudian macan tutul itu berubah wujud menjadi seorang lelaki tua dengan jenggot putih yang panjang dan juga kuku yang tak kalah panjang nya.
Lelaki tua itu menghampiri Ari dengan tatapan dingin, membuat bulu ditubuh nya meremang.
"Hahaha... Kau tidak perlu takut padaku anak manusia, bagaimanapun kau adalah suami dari Sukma melati, tenanglah aku tidak akan mencelakaimu". Seru lelaki tua seraya mengusap jenggot panjang nya menggunakan kuku panjang ditangan nya.
"Tapi mbah... Apa yang harus lakukan disini, istriku sedang menungguku diluar sana". Ucap Ari dengan detak jantung yang berdegup kencang.
Kemudian Ari meraih botol usang itu dan segera meminumnya, dan setelah Ari menghabiskan air di botol itu tubuhnya menggigil tidak karuan seluruh tubuhnya merasakan panas dan dingin secara bersamaan, badan Ari menggeliat seperti cacing kepanasan dan setelah itu nampak Ari berusaha merobek baju yang dia kenakan.
Kedua mata Ari membulat dengan sempurna, dia memposisikan tubuh nya setengah berjongkok di lantai ruang gelap itu, dan tanpa terduga keluar ekor dari belakang tubuh nya lalu dengan sekejap mata saja tubuh manusia Ari sudah berubah sempurna menjadi seekor macan tutul dengan tubuh tinggi besar nya, terdengar macan tutul itu mengaum sangat kencang dan membuat suara auman nya menggema ke seluruh penjuru pendopo itu.
Terlihat lelaki tua itu tertawa puas ketika melihat wujud Ari sudah berubah menjadi macan tutul seperti dirinya.
"Mulai sekarang aku adalah gurumu, akan ku bekali kau dengan berbagai ilmu gaib supaya kau pantas menjadi pasangan dari anak penguasa gaib". Tukas lelaki tua itu dengan membelai atas kepala Ari yang sudah menjadi macan tutul itu.
__ADS_1
Lalu lelaki tua itu membawa Ari keluar dari sana untuk menuju ke ruang tengah pendopo lagi, karena semua makhluk gaib sedang menantikan kedatangan nya.
Nampak seekor macan tutul sedang berjalan dibelakang tubuh lelaki tua dengan jenggot panjang nya.
"Permisi Raja, maafkan hamba terlalu lama didalam sana, terimalah persembahanku". Ucap lelaki tua itu dengan memberikan seorang anak kecil yang sedang pingsan ke hadapan penguasa gaib nya.
"Terima kasih ki, kau tidak perlu bersusah payah memberikan persembahan padaku, karena kau sudah bersedia menerima anak manusia itu menjadi muridmu aku sudah senang". Tukas penguasa gaib itu dengan mengarahkan jari telunjuknya pada seekor macan tutul yang sedang berdiri diam disamping guru nya.
Kemudian penguasa gaib itu memerintahkan Ari yang sudah berwujud macan tutul itu naik ke atas singgasana nya, lalu dengan perlahan macan tutul itu menaiki anak tangga singgasana pendopo megah itu dengan menggoyangkan ekor nya ke kenan dan kiri.
"Mendekatlah padaku, aku akan memberikanmu kekuatan supaya kau dapat merubah wujud mu lagi menjadi manusia". Tukas penguasa gaib yang sedang berdiri dengan memegang kepala macan tutul yang ada didepan nya.
Dan setelah penguasa gaib itu komat kamit membacakan sebuah ajian mantra, nampak wujud Ari berubah kembali menjadi seorang manusia.
"Berdirilah ucapkan sumpah setiamu padaku". Seru nya dengan suara yang berat.
"Aku Ari sujatmiko suami dari Sukma melati akan bersumpah jika jiwa ragaku akan ku persembahkan padamu wahai penguasa alam gaib, aku akan selalu setia menuruti perintahmu, karena keinginanmu adalah kewajiban bagiku". Cetus Ari dengan berjongkok dibawah penguasa gaib itu, dengan kedua tangan nya menyatu di depan dada nya seraya menundukan kepala nya.
Terdengar tawa puas dari penguasa gaib itu, dia menepuk kedua pundak Ari seraya mempersilahkan nya berdiri kembali dan memintanya untuk mendampingi anak perempuan nya yang sedang duduk disamping singgasana nya.
*
*
__ADS_1
...Bersambung. ...
...Mari terus dukung Author dengan memberikan like, hadiah atau vote nya ya kakak, insyaallah jika viewers naik Author akan mengadakan give away kecil-kecilan hehehe hanya kecil loh kak ga gede jadi nanti jangan di hujat ya soalnya aku bisa down nanti kalau ada yang ngehujat, bantu doa dan terus dukung karya ku ya kakak readers semuanya Love u all 💕...