
Beberapa hari kemudian paman Marni sudah ditangkap polisi dan harus menjalani hukuman atas perbuatan nya.
Marni mendatangi Rania mengucapkan terima kasih dan berpamitan padanya, jiwa Marni sudah tenang dan akan pergi ke alam keabadian.
Evana dan Petter juga mengucapkan selamat tinggal pada Marni, semuanya melambaikan tangan dan Marni menghilang begitu saja.
Wati yang dari tadi melihat Rania berbicara sendiri dan melambaikan tangan nya bergidik ketakutan.
"Apa yang kau lakukan Rania, bisa tidak jangan menakutiku seperti itu", ujar Wati dengan mengelus tengkuk nya.
"Eh Wati sejak kapan kau disitu, perasaan tadi gak ada siapa siapa", ucap Rania dengan seringai diwajahnya.
"Kau itu aneh jelas jelas gak ada siapa siapa lalu kau melambaikan tangan pada siapa".
"Tadi mbak Marni berpamitan, ya aku melambaikan tangan dong", seru Rania seraya berjalan ke dapur, disusul Wati yang ketakutan mendengar ucapan Rania.
"Bude Walimah masak apa", tanya Rania.
"Ini masak sayur sup buat simbah".
"Simbah dimana bu", tanya Wati.
"Sepertinya simbah lagi dikebun", tungkas bude Walimah yang masih sibuk memasak.
__ADS_1
Setelah itu Rania dan Wati menyusul simbah ke kebun, tapi sesampainya mereka disana, simbah tidak terlihat.
"Loh simbah kemana ya Wat", tanya Rania dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Entahlah kita tunggu saja disini", jawab Wati yang langsung duduk di atas tumpukan kayu.
"Aku mau jalan jalan saja, jika kau mau disini ya sudah", ujar Rania seraya berjalan meninggalkan Wati.
"Eh tunggu dong, kau pikir aku berani disini sendirian", ucap Wati yang berlari menyusul Rania.
*W**uuuusshhhh*...
Evana dan Petter terbang menghampiri Rania.
"Duh kok aku merinding ya Ran", seru Wati dengan mengelus tengkuk nya.
"Kau ini bisa tidak jangan memberitahuku tentang hal hal yang menyeramkan", sungut Wati dengan kesal.
"Oke deh Wati maaf ya jangan takut lagi dong", ucap Rania dengan seringai diwajahnya.
Setelah mereka berjalan melintasi kebun warga yang lain nya, samar samar Rania melihat makhluk tinggi besar sedang mengawasinya.
Rania menjadi ketakutan karena dia teringat kejadian dengan mbah Wongso, Rania takut jika mbah Wongso kembali mengincarnya.
__ADS_1
Kemudian Rania mengajak Wati berjalan lebih cepat, Wati yang tidak tau apa apa malah berjalan santai dan membuat Rania membentaknya.
"Wati cepatlah dibelakang sana ada hantu yang menyeramkan sepertinya dia berbahaya", ujar Rania dengan berjalan terburu buru.
Tiba tiba Evana dan Petter datang memberitahu Rania jika ada makhluk menyeramkan yang mengikutinya, lalu Petter berkata jika makhluk itu mirip dengan kepala desa kampung gaib.
Rania yang mendengar ucapan Petter semakin ketakutan jika dia dibawa kembali ke kampung gaib.
"Wati cepatlah kita harus segera sampai di rumah, aku ingin meminta bude memanggil mbah Karto".
"Tapi ada apa Rania kenapa wajahmu berubah seperti orang yang ketakutan", tanya Wati dengan heran.
"Sudahlah jangan banyak bertanya, kau tidak akan mengerti".
Rania mengajak Wati berlari kerumah nya, sesampainya di rumah Rania menemui simbah dan menceritakan semua nya.
Kemudian simbah meminta bude Walimah ke rumah mbah Karto, dan memintanya membawa mbah Karto ke rumah sekarang juga.
Bude Walimah bertanya pada simbah apa yang terjadi, kemudian simbah bercerita jika kepala desa kampung gaib datang mengikuti Rania pulang ke rumah ini.
Bude Walimah yang panik segera mengendarai motornya menuju ke rumah mbah Karto.
...* * * * *...
__ADS_1
teman teman readers sekalian bantu like dan vote nya ya biar aku tambah semangat nulisnya terima kasih 💕
...Bersambung. ...