DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Pak Jarwo kecelakaan!!!


__ADS_3

"Sudahlah La jangan kau pikirkan lagi suami gaibmu itu, hidupmu di dunia ini harus tetap berjalan, lihatlah semua orang di rumah ini sangat memperdulikanmu, mbah Karto dan pak Jarwo rela melakukan apa saja supaya kau dapat terbebas dari suami gaibmu itu, dan kau bisa hidup normal seperti orang lain nya". Ucap Rania dengan wajah sendu.


"Baiklah Rania, aku akan mencoba melupakan suami gaibku dan melanjutkan kehidupanku kembali, aku tidak ingin membuat kalian semua hawatir lagi". Jelas Lala dengan tersenyum simpul.


Nampak di luar sana pak Jarwo sudah bersiap di atas sepeda motor nya untuk segera pergi mencari jimat suci untuk Lala, dan disepanjang perjalanan seperti ada yang mengikuti pak Jarwo dari belakang.


Sosok gaib itu melesat menghentikan laju sepeda motor pak Jarwo, dia berdiri tepat dihadapan pak Jarwo yang sedang memicingkan kedua matanya.


Sosok gaib itu adalah Bagaskara, yang ingin berbicara dengan pak Jarwo, Bagaskara mengatakan jika dia bisa membantunya untuk membebaskan Lala dari suami gaibnya, tapi dengan satu syarat supaya dia masih bisa menemui Lala kembali, tapi pak Jarwo menolaknya karena tidak ada beda nya jika Lala terbebas dari suami gaibnya tapi makhluk sepertinya akan tetap hadir di kehidupan Lala.


Setelah itu pak Jarwo bergegas meninggalkan Bagaskara, nampak buto itu sangat kesal dan ingin mencelakai pak Jarwo.


Jika manusia itu berhasil mendapatkan jimat suci untuk Lala, bukan hanya kangmas Elang saja yang tidak bisa menemui Lala tapi aku pun juga akan bernasib sama, batin Bagaskara didalam hatinya.


Setelah itu Bagaskara melesat mengikuti kemana pak Jarwo pergi, dan terbesit didalam pikiran nya jika dia harus mencelakai pak Jarwo, kemudian Bagaskara membuat insiden kecelakaan di jalan raya, di jalan yang berlawanan arah dari pak Jarwo ada sebuah mobil yang sedang melaju dengan kecepatan sedang dan Bagaskara membuat pengemudi mobil itu mengantuk dan kehilangan fokusnya, sampai mobil yang dikemudikan nya memasuk jalur lain dan menabrak beberapa pengendara sepeda motor termasuk pak Jarwo.


Braaak...


Terdengar benturan yang sangat keras dan beberapa pengendara sepeda motor itu sudah tergeletak di jalanan dengan luka di setiap tubuhnya, nampak Bagaskara menyeringai puas dan meninggalkan tempat itu, karena dia sudah lega pak Jarwo tidak akan bisa mendapatkan jimat suci untuk Lala.


Sementara itu pak Jarwo sedang menahan sakit ditubuhnya karena luka di kaki nya akibat benturan keras dengan aspal jalan raya, dan tidak lama kemudian daranglah beberapa ambulance untuk mengangkut korban kecelakaan termasuk pak Jarwo ke rumah sakit terdekat.


Sesampainya di rumah sakit itu semua korban kecelakaan segera mendapatkan pertolongan pertama, dan perawat menghubungi keluarga para korban.


Sedangkan Kasmi yang mendapat telepon dari rumah sakit, yang memberitau jika suaminya terlibat kecelakaan lalu lintas nampak sangat terkejut, dan menangis sesegukan meratapi nasib buruk suaminya.


Lalu semua orang di rumah itu bergegas menghampiri Kasmi dan menanyakan kenapa dia menangis seperti itu.


"Kangmas Jarwo kecelakaan dan saat ini dia sedang di rumah sakit huhuhu". Jelas Kasmi berderai air mata.

__ADS_1


Kemudian mbah Karto berusaha menerawang melalui mata batin nya, kenapa pak Jarwo bisa celaka seperti itu.


"Astagfirullahaladzim". Seru mbah Karto yang masih memejamkan kedua matanya.


Nampak semua orang di rumah itu sangat hawatir, mereka semua memandangi mbah Karto dengan penuh tanya.


"Ada apa mbah, apa yang terjadi pada kangmas Jarwo?". Tanya Kasmi terisak.


"Kecelakaan yang di alami Jarwo bukanlah murni karena kecelakaan, tapi semua itu sudah di atur oleh salah satu buto ireng itu". Jawab mbah Karto dengan mengaitkan kedua alis matanya.


"Maksud mbah Karto, suami gaibku yang membuat kecelakaan itu terjadi". Seru Lala dengan membulatkan kedua matanya.


"Tidak nduk bukan dia, tapi salah satu dari mereka". Jelas mbah Karto dengan menghembuskan nafasnya panjang.


Apakah yang dimaksud mbah Karto adalah kangmas Bagaskara, batin Lala didalam hatinya.


"Rania ibu memintaku pulang ke rumah, karena tidak ada yang membantu pekerjaan di rumah apalagi simbah sedang kurang sehat, jika kau masih ingin menginap disini tidak apa-apa aku pulang duluan ya". Jelas Wati pada Rania.


"Baiklah Wat, sampaikan pada simbah dan juga bude kalau aku akan menginap beberapa hari lagi disini". Sahut Rania dengan mengaitkan kedua alis matanya.


Kemudian Wati pun segera pergi meninggalkan rumah Lala, sedangkan Rania tetap berada disamping Lala yang sedang merawat bapaknya yang tengah terbaring di atas ranjangnya.


"Semua ini salahku, karena aku kalian semua jadi susah". Ucap Lala berderai air mata.


"Sudahlah La jangan kau sesali semuanya, lebih baik kau banyak berdoa pada Alloh supaya semuanya lekas membaik". Tegas Rania yang bangkit dari tempat duduknya.


Setelah itu Rania berpamitan pada Lala untuk keluar sebentar, karena dia ingin menemui sahabat tak kasat matanya, yang sudah beberapa hari tidak dapat berkomunikasi dengan Rania, karena terhalang pagar suci yang ada di rumah Lala.


Kemudian Rania melangkahkan kakinya ke halaman rumah Lala, karena disana sudah ada Petter dan kedua orang tuanya, nampak Petter melesat menghampiri Rania dan mengatakan jika simbahnya sedang kurang sehat.

__ADS_1


"Iya Petter aku sudah tau itu, tapi ada yang harus ku selesaikan disini terlebih dulu, bisakah kalian semua membantuku". Tukas Rania dengan mengekerutkan keningnya.


Kemudian Rania menceritakan kisah Bambang pada ketiga teman tak kasat mata nya itu, mereka semua mengerti dengan kecemasan Rania dan bersedia menyelesaikan misteri itu.


Setelah mendengar cerita Rania, Petter dan kedua orang tuanya melesat ke warung bakso pak Rahmat, siang itu sangat ramai dan banyak pembeli yang mengantri disana, tapi hanya ada Pardi saja yang melayani semua pembeli itu, nampak disudut ruangan ada sesosok pocong yang berdiri mengambang dan meludahi semua mangkok bakso yang akan di nikmati para pembeli, dan setiap pembeli yang akan menikmati bakso itu tanpa membaca doa terlebih dulu, akan merasakan kelezatan bakso pak Rahmat, sedangkan pembeli yang membaca doa sebelum makan tidak akan menyukai rasa bakso itu.


Terlihat Evana melesat ke berbagai sudut dan melihat situasi di warung bakso itu, ternyata setelah kematian Bambang warung bakso pak Rahmat semakin ramai sampai pak Rahmat sendiri ikut membantu di dalam dapur sana, dan di dekat pak Rahmat ada sesosok areah yang sedang mengambang memperhatikan setiap gerakan pak Rahmat.


"Apakah kau Bambang, arwah penasaran yang mati karena ditumbalkan oleh pemilik warung bakso ini?". Tanya Evana pada Bambang.


"Kalian siapa, darimana kau tau namaku". Jawab Bambang dengan mengkerutkan keningnya.


"Kami diminta Rania untuk membantumu, bukankah kau mengenal Rania, seorang gadis yang bisa melihat makhluk tak kasat mata seperti kita". Jelas Jansen yang melesat mendekati Bambang.


Nampak Bambang mengkerutkan keningnya, dan mengatakan jika dia hanya tau gadis itu dan tidak terlalu mengenalnya.


"Kami adalah sahabat Rania, dan kami juga yang akan membantumu supaya jazadmu itu dapat dikuburkan dengan layak, kau lihat pocong disana, dia adalah utusan dukun yang dibayar oleh juraganmu itu, dan setelah kau mati menjadi tumbalnya warung bakso ini semakin ramai, tapi semua itu tidak akan bertahan lama karena pocong itu akan menginginkan tumbal yang baru lagi, karena itu lah kau harus masuk ke dalam mimpi temanmu itu dan katakan saja padanya jika kau mati karena ditumbalkan oleh pak Rahmat, dan minta dia untuk memberitau keluargamu dimana jazadmu dikuburkan". Jelas Evana.


"Tapi bagaimana caranya supaya aku bisa memasuki mimpi Pardi?". Tanya Bambang dengan menundukan kepalanya.


"Kau tenang saja, kami yang akan membantumu untuk memasuki alam bawah sadar Pardi, dan katakan padanya supaya tidak bekerja lagindi warung bakso ini jika dia masih ingin hidup di dunia ini". Jawab Evana yang melesat mendekati Pardi.


*


*


...Yuk kak panjangkan list Vote dan hadiah nya, berikan dukungan pada author yang sudah berusaha doubel up untuk kalian semua terima kasih 💕...


...Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2