
Malam itu Luna tertidur tanpa membaca doa, karena dia sudah terpengaruh oleh arwah Pardi, sementara Wulan yang sedang merapikan pakaian ke dalam lemari, tidak tau jika Luna sudah tertidur tanpa membaca doa dan memutar murottal, Wulan akan menginap di desa itu selama beberapa hari lagi, sampai Luna bisa terlepas dari pengaruh buruk, tapi malam itu tanpa dia sadari anak gadisnya itu, terperangkap dengan pengaruh arwah Pardi, dia berhasil masuk ke dalam alam mimpi Luna, Pardi menjelma menjadi sesosok lelaki tampan, yang sudah Luna terima menjadi suami nya.
Keduanya saling memeluk dan mengecup bibir masing-masing, Luna seakan lupa jika yang ada dimimpi nya adalah arwah penasaran yang mengganggu hidupnya, nampak lelaki tampan itu meminta Luna, untuk segera kembali ke kota dan jangan berhubungan lagi dengan pakde nya.
"Luna sayang apakah kau tidak merindukanku, lekaslah kembali ke kota dan jangan berhubungan dengan lelaki tua itu, aku akan membuat hidupmu bergelimang harta, jika kau menuruti kemauanku, dan ingatlah kau tidak boleh berhubungan dengan lelaki lain, karena kau hanya milikku, dan satu lagi pesanku padamu, karena aku hanya bisa hadir dimalam hari, jangan pernah kau membaca ayat-ayat suci ataupun mendengarkan nya, bukankah kau mencintaiku Luna, bisakah kau menuruti ucapanku." tukas lelaki tampan didalam mimpi Luna.
Nampak Luna menganggukan kepalanya, gadis itu tidak sadar dengan apa yang dilakukan nya, kemudian arwah Pardi melakukan perbuatan kotornya, dia melakukan penyatuan nya dengan Luna didalam mimpi nya, sementara di dunia nyata nampak Wulan merasa aneh, karena Luna nampak gelisah didalam tidur nya, anak gadisnya seperti sedang berbincang dengan seseorang, terkadang Luna mengangguk ataupun menggelengkan kepalanya, dan yang lebih aneh lagi terdengar Luna seperti sedang merintih menahan sesuatu, nampak gadis itu memejamkan kedua matanya dengan menggigit bibir bawah nya, suara erangan terkadang terdengar sampai ke telinga Wulan.
Jangan-jangan Luna sedang diganggu arwah penasaran itu lagi, karena dia tidak bisa mendekati Luna di dunia nyata, akhirnya arwah itu masuk ke alam mimpi Luna, karena mas Karto sedang tidak ada di rumah, arwah itu kembali mengusik Luna, batin Wulan didalam hatinya menerka-nerka.
Setelah itu Wulan bangkit berdiri berjalan tergesa-gesa, dia menggoncang-goncangkan tubuh Luna, supaya anak gadisnya itu segera terbangun dari tidurnya, tapi usahanya sia-sia saja karena Luna seakan enggan membuka kedua mata nya, kemudian Wulan membacakan ayat-ayat suci dan dibisikan nya melalui telinga Luna, tidak berselang lama Luna pun membuka kedua matanya, nampak keringat dingin membasahi kening Luna, gadis itu terbangun dengan nafas yang tersengal-sengal, masih segar didalam ingatan nya, jika dia bermimpi melakukan permainan panas, dengan seorang lelaki tampan yang menyebutnya sebagai suami nya, tapi Luna enggan untuk menceritakan mimpi itu, Luna malu mengatakan pada ibu nya, jika dia telah melakukan permainan panas didalam mimpi nya.
Mungkin memang aku tidak perlu bercerita pada ibu, lagipula itu hanya mimpi, tapi kenapa rasanya sangat nyata ya, sampai tubuhku ini rasanya sangat lelah, batin Luna didalam hatinya.
Nampak arwah Pardi mendengus kesal, karena dia belum puas melakukan penyatuan nya dengan Luna, kedua mata Pardi membulat menatap tajam pada Wulan, arwah Pardi ingin sekali menyakiti Wulan, tapi dia sadar jika dia nekat melakukan nya, maka mbah Karto akan menyadari keberadaan nya, yang masih terus mengikuti Luna.
"Kau mimpi apa to nduk, ibu melihatmu sangat gelisah ketika tidur, apakah kau bermimpi buruk lagi?." tanya Wulan dengan mengaitkan kedua alis matanya.
"Ehm tidak bu sepertinya Luna hanya kelelahan saja." jawab Luna tidak mengatakan yang sebenarnya.
__ADS_1
Bagaimanapun aku sangat menikmati mimpi itu, bagaimana mungkin aku mengatakan yang sebenarnya pada ibu, jika aku bermimpi melakukan permainan panas dengan seorang lelaki tampan, tapi didalam mimpiku lelaki itu mengatakan padaku, jika dia adalah suamiku, batin Luna didalam hatinya dengan menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Ya sudah nduk kau tidur lagi jangan lupa baca doa ya, murotal nya diputar sekalian supaya kau tidak bermimpi buruk." seru Wulan seraya melangkahkan kaki nya ke dapur.
Terlihat Luna menggaruk kepalanya yang tidak gatal, gadis itu masih terbayang sosok lelaki yang ada dimimpi nya, lelaki itu lebih tampan dari mantan kekasihnya Brian, sehingga didalam hati kecil Luna berharap jika dia bisa bertemu langsung dengan lelaki itu.
Semoga tidak hanya didalam mimpi, aku berharap bisa bertemu dengan lelaki itu, gumam Luna pada dirinya sendiri dengan tersipu malu.
Nampak Pardi berdiri mengambang di sudut kamar itu, arwah Pardi sangat bahagia karena Luna membayangkan jelmaan dirinya, ketika Luna ingin merebahkan tubuhnya, gadis itu akan membaca doa sebelum tidur, tapi lagi-lagi arwah Pardi mempengaruhi Luna, supaya Luna segera merebahkan tubuhnya, agar dia bisa bertemu dengan lelaki tampan yang ada didalam mimpi nya, tapi ketika Luna sudah hampir memejamkan kedua matanya, Wulan datang ke kamar itu dan mengejutkan Luna.
Bruuk...
"Astaga ibu kenapa bisa jatuh begini, lihatlah kening ibu berdarah karena terbentur kaki lemari itu." seru Luna dengan wajah panik.
"Maaf ya nduk ibu jadi mengagetkanmu, tiba-tiba kepala ibu pusing, dan mata ibu berkunang-kunang." jelas Wulan dengan memegangi kepalanya.
Setelah itu Luna memapah ibu nya ke tempat tidur, gadis itu meminta ibu nya untuk beristirahat, sementara dia membersihkan luka dikening ibu nya.
Nampak mbah Darmi terbangun dari tidurnya, karena mendengar kegaduhan di kamar Luna, nampak perempuan tua itu merasakan kehadiran makhluk gaib disana, mbah Darmi bergegas mengambil garam yang biasa dipake mbah Karto untuk mengusir makhluk halus, dilemparkan nya gar itu ke seluruh sudut kamar Luna, terlihat arwah Pardi kesakitan setelah terkena lemparan garam itu, dia melesat pergi meninggalkan kamar Luna.
__ADS_1
Sementara Luna dan ibu nya menatap bingung, dengan apa yang mbah Darmi lakukan, keduanya hanya terdiam melihat perempuan tua itu komat-kamit membaca sesuatu seraya melemparkan garam ke berbagai arah.
"Syukurlah dia sudah pergi." ucap mbah Darmi dengan menghembuskan nafasnya panjang.
"Mbakyu ada apa to?." tanya Wulan setengah meringis merasakan sakit dikening nya.
"Tadi ada makhluk halus disini Lan, aku takut jika dia mengganggu kalian berdua, untung saja mas Karto selalu meninggalkan garam suci yang sudah didoakan nya, sehingga aku bisa menghalau pergi makhluk itu." jawab mbah Darmi seraya mengusap peluh dikeningnya.
Lalu mbah Darmi memberikan ramuan tradisional pada Wulan, supaya dia tidak merasakan nyeri dikeningnya, mbah Darmi mengingatkan Luna untuk lebih banyak beribadah, dan membaca ayat-ayat suci supaya makhluk gaib tidak datang mendekatinya.
"Percuma saja nduk kalau kau ruqiah, tapi tidak diimbangi dengan ibadah dan membaca doa, makhluk gaib itu akan terus mengganggumu dengan berbagai cara, karena itulah aku memintamu untuk lebih banyak beribadah setelah ini, supaya makhluk itu tidak bisa mengganggumu lagi." cetus mbah Darmi dengan mengekerutkan keningnya.
*
*
...Yuk kak dukung Author dengan memberikan Vote atau hadiahnya, karena dengan Vote dan hadiah yang kalian berikan padaku, akan semakin membuatku semangat menulis, salam sayang untuk kalian semua 💕...
...Bersambung....
__ADS_1