DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Keajaiban disaat melawan Bima.


__ADS_3

Bima dengan angkuhnya menggunakan tenaga dalamnya untuk melukai mbah Karto, tapi pak Jarwo berhasil menangkis serangan Bima, nampak mbah Karto membulatkan kedua matanya, beliau sangat terkejut dengan serangan Bima yang tiba-tiba.


"Mbah Karto sadarlah, dia bukanlah adikmu lagi, dia hanyalah manusia sesat yang serakah dan keji, kau harus bisa melawan nya". Seru pak Jarwo menyadarkan mbah Karto dari lamunan nya.


"Maafkan aku Le, tadi aku sempat terbawa perasaanku, bagaimanapun juga dia adalah adikku, sudah tugasku untuk mengajaknya kembali ke jalan yang benar, tapi sepertinya usahaku sia-sia saja, dia sudah menganggapku sebagai musuhnya, mari kita satukan kekuatan dan mengalahkan nya Le". Ucap mbah Karto dengan wajah sendu.


Kemudian keduanya menyatukan kekuatan nya, nampak mbah Karto duduk bersila dan memberikan tenaga dalam nya pada pak Jarwo yang ada dihadapan nya, bagaimanapun raga mbah Karto sudah tua, meskipun kesaktian dan tenaga dalamnya lebih besar dari pak Jarwo tetap saja tubuh tua nya tidak akan sanggup bertahan lama.


Setelah kekuatan mbah Karto berpindah pada pak Jarwo, terlihat tenaganya semakin bertambah beserta kesaktian nya, pak Jarwo berjalan mendekati Bima dan terjadilah perlawanan di antara kedua nya.


Meskipun pak Jarwo sudah dibekali ilmu dari mbah Karto tetap saja Bima sedikit unggul dari nya, nampak guratan cemas di wajah mbah Karto, lalu mbah Karto pun nampak berdoa meminta bantuan dari Tuhan sang pencipta alam, mbah Karto berdoa dengan khusyuk tanpa memperhatikan pertikaian yang terjadi di antara Bima dan pak Jarwo.


Adu ilmu terjadi disana, kekuatan Bima dengan suar cahaya berwarna merah berhasil menghempaskan tubuh pak Jarwo, tapi pak Jarwo dapat bangkit dengan cepat membalas serangan Bima, pak Jarwo membaca rapalan mantra kemudian dari kedua telapak tangan nya keluarlah suar cahaya berwarna putih keemasan dan mengenai tubuh Bima dan membuatnya terpental dan terguling beberapa kali.


Kurang ajar, ternyata jika kekuatan mereka disatukan, aku bisa terluka seperti ini, batin Bima dengan nafas yang tersengal-sengal.


Nampak Bima berusaha mencelakai mbah Karto yang sedang duduk bersila dengan memegang tasbih disebelah tangan nya, tapi suatu keajaiban terjadi kesaktian Bima tidak dapat melukai tubuh mbah Karto.


Setelah itu pak Jarwo menyerang Bima yang sedang tercekat karena kesaktian nya tidak mempan pada tubuh tua mbah Karto.


Braaak...

__ADS_1


Tubuh Bima terpelanting karena tenaga dalam pak Jarwo berhasil mengenai tubuhnya, setelah itu mbah Karto pun bangkit dari duduknya berjalan menghampiri Bima dan melemparkan tasbih yang dipegang nya ke tubuh Bima.


Dan tiba-tiba keajaiban pun terjadi lagi, nampak Bima yang muda dan tampan berubah wujud menjadi sosok seorang lelaki tua dengan rambut putih yang beruban dan wajah keriputnya.


"Tidak tidak mungkin aku berubah menjadi tua lagi". Pekik Bima yang sudah berubah wujud menjadi mbah Wongso.


Terlihat pak Jarwo sangat terkejut dan membulatkan kedua matanya, pak Jarwo tidak pernah menyangka jika wujud asli Bima pemuda yang tampan itu adalah seorang laki-laki tua.


"Sudah So, bertaubatlah sekarang, Allah sudah membantuku untuk melawanmu, kesaktianmu tidak ada guna nya dimata Allah sang pemberi kehidupan". Tegas mbah Karto dengan mengaitkan kedua alis matanya.


"Kau tidak usah berbangga diri terlebih dulu, meskipun kau sudah berhasil membuat diriku menjadi tua kembali, tapi sesungguhnya akulah yang menang, karena aku sudah berhasil menumbalkan gadis itu pada buto sesembahanku". Sahut mbah Wongso tertawa lepas dengan memegangi bagian dadanya yang luka dalam.


"Sudah Le, biarkan dia menanggung beban atas perbuatan nya sendiri, dia sudah tidak bisa melakukan perlawanan lagi, lebih baik kita mencari cara untuk membawa Lala kembali". Jelas mbah Karto menghentikan pak Jarwo.


Setelah itu mbah Karto dan pak Jarwo berjalan meninggalkan mbah Wongso, yang sudah tergeletak tak berdaya, mereka berdua ingin meminta bantuan Pangeran Asopati sejenis jin muslim yang dulu pernah membantu pak Jarwo membebaskan jiwa mbah Karto.


Sesampainya di puncak gunung wingit pak Jarwo menjelaskan pada pangeran Asopati tentang maksud dan tujuan nya datang ke istana itu.


"Pangeran kami sangat membutuhkan bantuanmu, adikku Lala sudah di jadikan istri oleh makhluk gaib yang ilmu nya tinggi, kami kuwalahan untuk melawan nya, karena gerbang gaib disana tidak dapat kami masuki dengan mudah". Jelas pak Jarwo dengan menundukan kepalanya.


"Aku bisa saja membantu kalian, tapi saat ini aku sedang berusaha membawa Sukma melati ke istanaku tapi romonya masih menghalangiku untuk menemuinya, selain itu manusia sesat yang sempat bersama sukma masih berusaha kembali pada Sukma dan hati Sukma menjadi bimbang untuk bersamaku di istana ini". Tukas pangeran Asopati dengan mengkerutkan keningnya.

__ADS_1


Lalu mbah Karto meyakinkan pangeran Asopati jika Ari tidak akan mengganggu hubungan nya dengan Sukma melati, karena setelah ini mbah Karto akan membawa Ari ke pondok pesantren supaya dia lekas sadar dengan perbuatan buruknya, karena dulu Ari sempat terguncang jiwanya sehingga mbah Karto mengira kali ini pun Ari juga mengalami gangguan pada hati dan pikiran nya.


Kemudian pangeran Asopati menjelaskan jika dia ingin membantu mereka hanya karena ingin menghentikan perbuatan buto ireng, karena pangeran Asopati adalah golongan jin muslim dia sangat paham jika pernikahan dua dunia tidak bisa terjadi sehingga dia sangat menentangnya.


Lalu pangeran Asopati meminta mbah Karto dan juga pak Jarwo kembali ke rumahnya dan menyiapkan ritual untuk memancing buto ireng itu keluar dari alamnya, karena jika berada diluar alamnya buto ireng itu tidak bisa memaksimalkan kekuatan nya sehingga pangeran Asopati dapat dengan mudah membantu mereka mengalahkan buto itu dan bisa dengan mudah masuk ke gerbang gaib istana buto itu, dan mereka dapat membawa Lala kembali ke alam manusia.


Dan disaat mbah Karto dan pak Jarwo kembali ke desa Randu garut, nampak di rumah itu baru saja selesai melakukan acara tahlilan, satu persatu warga pergi meninggalkan rumah itu yang tersisa hanya Rania dan Wati beserta bude Walimah yang sedang membersihkan ruang tamu.


Lalu Rania mengecup punggung tangan mbah Karto dan juga pak Jarwo, terlihat Rania memandang ke segala arah mencari keberadaan teman-teman hantu nya.


"Dimana Petter dan kedua orang tuanya mbah?". Tanya Rania mengkerutkan keningnya.


"Nduk kami tidak dapat menemukan botol ajaib yang telah dipakai Bima untuk mengurung mereka semua, Bima itu adalah Wongso adikku, ternyata dia sudah bersekutu dengan berbagai makhluk gaib untuk mendapatkan kesaktian yang lebih sehingga dia bisa menjadi muda kembali, tapi berkat Allah kami sudah mengalahkan nya dan saat ini dia sedang tidak berdaya seorang diri di tengah hutan sana". Jelas mbah Karto dengan menghembuskan nafasnya panjang.


*


*


...Maaf ya para pembaca Author terlambat update hari ini, karena kemarin ada masalah di RL dengan toxic people yang bikin author ga fokus nulisnya, semoga kalian semua sehat selalu dan terhindar dari toxic people 😊...


...Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2