DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Mengakhiri teror pocong.


__ADS_3

Sesuai dengan petunjuk simbah Rania, akhirnya mbah Karto pergi menemui pak haji Faruk, mereka berdua berencana ingin menghentikan teror pocong di desa Rawa belatung.


Pak haji Faruk akan mengadakan pengajian di Rumah bu Jamilah sementara mbah Karto akan memanggil hantu pocong pak Kasmuri untuk datang supaya istri nya dapat melihat langsung wujud suami nya yang telah berubah menjadi hantu pocong.


*


*


Malam pun tiba beberapa warga datang ke rumah bu Jamilah untuk melakukan pengajian yang akan dipimpin oleh pak haji Faruk, sedangkan mbah Karto sedang berada di area pemakaman untuk memancing kehadiran pocong pak Kasmuri dan mengikuti arahan mbah Karto untuk datang ke rumah nya.


Terlihat mbah Karto membacakan mantra mantra sampai akhir nya wujud pocong pak Kasmuri keluar dari liang kuburnya, terbang ke atas kegelapan malam.


Wuuuussshh...


Blek blek blek...


Terdengar suara langkah yang melompat mendekati mbah Karto yang sedang duduk bersila.

__ADS_1


Hantu pocong itu menatap tajam ke arah mbah Karto dengan muka yang dipenuhi belatung dan bola mata yang sudah hampir hilang sebelah.


Lalu mbah Karto seperti memerintahkan pocong itu untuk mengikutinya menuju ke rumah nya.


Disepanjang jalan yang di lewati sudah di kosongkan supaya tidak ada warga yang lewat dan melihat penampakan pocong pak Kasmuri.


Sesampainya di rumah nya bu Jamilah sudah berdiri didepan teras nya menanti kedatangan mbah Karto yang akan membuktikan jika suami nya lah yang menjadi hantu pocong selama ini.


Blek blek blek..


Sesampainya mbah Karto di rumah bu Jamilah, nampak suasana mendadak mencekam karena teriakan dari hantu pocong itu yang kepanasan karena mendengar lantunan ayat suci yang dibacakan pak haji Faruk dan juga warga yang lain nya.


"Panas... panaaas... ". Teriak hantu pocong yang menggeliat di tanah seperti cacing kepanasan.


Terlihat bu Jamilah sangat terkejut melihat wujud suami nya yang telah berubah menjadi hantu pocong sama seperti yang warga bicarakan selama ini.


Bu Jamilah berteriak histeris sampai semua orang yang berada didalam rumah berhamburan keluar untuk melihat kenapa bu Jamilah sangat histeris.

__ADS_1


Semua warga yang sudah berada diluar rumah terlihat ketakutan melihat penampakan pocong didepan mata nya.


Kemudian mbah Karto menghampiri bu Jamilah dan memintanya supaya ikhlas dan menuruti permintaan warga supaya membongkar makam suami nya itu.


Karena bu Jamilah sudah menyaksikan sendiri jika suami nya telah menjadi pocong akhirnya dia ikhlas dan setuju jika makam suami nya harus segera di bongkar, lalu pak haji Faruk mendekati pocong pak Kasmuri dengan membacakan beberapa ayat suci pak haji Faruk melepaskan tali pocong yang mengikat di kepala pak Kasmuri sebagai simbol jika istri nya sudah setuju untuk membongkar makam nya.


Meski pun begitu esok hari makam pak Kasmuri tetap harus dibongkar dan disempurnakan kembali setelah melepas tali pocong yang ada didalam kubur.


Setelah tali pocong terlepas tiba tiba ada asap yang membumbung tinggi ke atas dan seketika wujud pocong itu hilang lenyap bersama asap yang membumbung tinggi ke udara ditelan kegelapan malam.


Pak haji Faruk melakukan sujud syukur karena satu masalah di desa ini sudah selesai, terlihat bu Jamilah menangis histeris bersama hilang nya wujud pocong suami nya.


*


*


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2