DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Menyelamatkan Evana.


__ADS_3

Petter berteriak histeris melihat mama nya jatuh tersungkur tepat di hadapan nya.


"Mama, ik zal Rania hierheen brengen als het je kan redden (mama, aku akan membawa Rania kesini jika itu akan menyelamatkanmu)".


"Nee Petter, je verraadt je vrienden niet omwille van mama, ze kunnen ons alleen maar pijn doen, maar Rania is een ziel die nog leeft, je moet voor haar zorgen schat (jangan Petter kamu jangan mengkhianati temanmu demi mama, mereka hanya bisa menyakiti kita tapi Rania adalah jiwa yang masih hidup kamu harus menjaga nya)".


Petter yang mendengar ucapan mama nya tersadar dia menangis berderai air mata melihat mama nya disiksa kepala desa kampung gaib tepat didepan matanya.


Tapi Petter juga tidak bisa mengorbankan jiwa Rania yang sudah menjadi teman baiknya selama ini.


Sementara Rania yang berada dipendopo pemakaman terus berdoa didepan nisan sesepuh alam gaib untuk meminta bantuan, karena cahaya bulan purnama meredup tertutup awan.


Tidak lama kemudian awan yang menutupi bulan purnama itu pun menyingkir dan seketika warga kampung gaib tidak bisa menyadari keberadaan Petter dan Evana meski mereka melihatnya tapi semua warga kampung gaib itu mengira Petter dan Evana adalah bagian dari mereka.


Kemudian Petter meminta Evana melepas tali yang mengikat nya, setelah tali itu terlepas Petter memapah tubuh hampa Evana keluar dari pendopo kampung gaib.


Petter mengeluarkan kaca yang diberikan kuncen di pemakaman tadi, dia mengarahkan kaca nya ke atas langit seketika cahaya bulan purnama memantulkan cahaya ke kaca itu tiba tiba cahaya begitu menyilaukan mata Petter dan Evena.

__ADS_1


Angin kencang datang meluluh lantahkan pepohonan dikampung gaib.


Whut whuut...


Wuuussshh...


Petter dan Evana terbang terbawa angin sampai kedepan pohon kembar didepan pemakaman, kemudian Petter memapah tubuh mama nya yang lemas tidak berdaya karena disiksa kepala desa kampung gaib.


"Petter kau sudah kembali, apa yang terjadi dengan mama mu", tanya Rania dengan wajah cemas.


"Kepala desa itu menyiksa mama ku Rania hu hu hu", jawab Petter dengan berderai air mata.


"Aunty tidak apa apa Rania, cepatlah kita harus kembali".


Kemudian Rania melepas rajah ditangan nya dan meletakanya disamping nisan sesepuh alam gaib dan membaca doa supaya jiwa nya dapat kembali ke raga nya.


Petter membawa mama nya dibantu Rania terbang kembali ke alam nyata.

__ADS_1


W**uusshh**...


Tidak lama kemudian mereka sampai kembali kerumah Rania.


"Cepatlah nduk masuk ke ragamu", ucap mbah Karto dengan membaca mantra nya.


Lalu Rania terbangun dari tidurnya dan memeluk simbahnya yang berada disamping tempat tidurnya.


"Syukurlah nduk kau kembali dengan cepat, simbah hawatir jika kau kenapa kenapa " ucap simbah dengan memeluk tubuh cucu nya itu.


"Iya mbah Rania tidak apa apa tapi mama Petter dia sepertinya terluka parah", ujar Rania seraya berjalan mendekati Petter dan Evana.


"Mbah Karto tolonglah mamaku, aku mohon mbah", ujar Petter dengan berderai air mata karena melihat mama nya sudah tidak sadarkan diri.


"Baiklah aku akan mengobati mama mu, datanglah kerumahku sekarang juga, aku tidak dapat mengobatinya disini", jawab mbah Karto yang langsung berdiri dari tempat duduknya.


Setelah itu Petter terbang kerumah mbah Karto membawa tubuh hampa mama nya yang sudah tidak sadarkan diri dengan harapan mbah Karto dapat menyembuhkan nya.

__ADS_1


...* * * B**ersambung* * * ...


__ADS_2