DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Murka hantu sund_l bo_ong!!!


__ADS_3

Sedangkan dibelakang Ari nampak Anto yang mengejarnya berusaha menghentikan Ari yang sedang berlari ditengah hujan.


"Mas berhentilah, jangan lanjutkan perbuatanmu itu". Pekik Anto dengan berteriak mengejar Ari.


Sementara pak Dahlan dan pak Eko yang melihat kejadian didepan nya nampak bingung harus melakukan apa dan berteriak dari dalam pos kampling memanggil Anto.


"To ada apa, kenapa kau mengejar Ari?". Tanya pak Dahlan setengah berteriak.


"Pak tolong aku mengejar mas Ari". Jawab Anto seraya berlari mengikuti kangmas nya itu.


Kemudian kedua hansip itu memutuskan untuk membantu Anto mengejar Ari yang berlari ke area pemakaman.


Setelah mengejar Ari ke area pemakaman, mereka bertiga berhenti mendadak ketika melihat Ari berhenti didepan makam Rara dengan menangis histeris dan berusaha menggali tanah kuburan yang ada didepan nya.


"Ayo kita hentikan Ari". Seru pak Dahlan bergegas berlari mendekati Ari yang sedang menggali tanah kuburan Rara menggunakan tangan kosong.


Kemudian mereka bertiga memegangi tangan Ari dan mengajaknya kembali ke rumah, tapi tenaga Ari sangat kuat sehingga mereka bertiga kuwalahan memegangi badan Ari.


"Lepaskan aku, jika tidak aku akan mencelekai kalian semua". Pekik Ari dengan membulatkan kedua mata nya.


*


*


Sementara di rumah mbah Karto kekacauan terjadi disana, Rara yang sudah sangat murka karena kehidupan nya di usik oleh mbah Karto nampak sangat marah.


Rara mendekati tubuh mbah Darmi yang sudah terkapar tidak berdaya di lantai, kemudian Rara mencekik leher mbah Darmi istri mbah Karto.


Dengan cepat mbah Karto membaca rapalan mantra dan menaburkan segenggam garam yang sudah didoakan nya, membuat tubuh Rara menjadi kepanasan dan melepaskan tangan nya dari leher mbah Darmi.


"Nduk nek awakmu ora nurut omonganku, omahmu iso tak rusak jazadmu iso tak musnahke (nak jika dirimu tidak menuruti omonganku, kuburanmu bisa ku rusak dan jazadmu bisa ku musnahkan)". Gertak mbah Karto menatap tajam pada sund.l bo.ong Rara.


Karena sudah merasa terancam dan tidak tau mau berbuat apa lagi hantu sund.l bo.ong Rara pergi meninggalkan rumah mbah Karto dan kembali ke rumah Ari untuk menemui laki laki yang sangat dicintai nya itu.

__ADS_1


Tapi sesampainya di rumah itu sund.l bo.ong Rara tidak dapat menemui Ari suami nya.


"Nduk tolonglah Ari suami mu, dia seperti orang tidak waras berteriak memcarimu, ibu hawatir jika Ari menjadi gila kembali". Seru bu Ema berderai air mata dihadapan hantu anak perempuan nya itu.


Setelah mendengar ucapan ibu nya, hantu Rara terbang di kegelapan malam mencari jejak suami tercinta nya.


Sedangkan Anto bersama kedua hansip yang berada di area pemakaman nampak sibuk mengikat tubuh Ari menggunakan tali tambang yang ada di rumah juru kunci pemakaman itu.


Udara dingin menyeruak di seluruh penjuru pemakaman itu petir menyambar sesekali dengan kilat yang menyilaukan mata, samar samar terlihat langkah kaki seseorang yang mendekat ke arah mereka bertiga yang sedang mengikat Ari ke sebuah pohon supaya dia tidak dapat bergerak lagi.


"Mbah Karto". Cetus pak Dahlan dengan mengucek kedua mata nya yang basah karena air hujan.


Setelah mbah Karto datang mendekat ke arah mereka, nampak wajah mereka berubah sangat lega karena sesepuh di desa itu datang di waktu yang tepat, lalu mereka semua memberi salam pada mbah Karto seraya mencium punggung tangan nya.


"Mbah tolonglah mas Ari, dia seperti orang tidak waras mencari keberadaan hantu almarhum istri nya". Ucap Anto dengan nafas tersengal sengal.


"Sudah Le, aku sudah tau semua nya, sekarang aku minta salah satu dari kalian pergilah ke rumah pak haji Faruk dan minta beliau untuk datang ke pemakaman ini sekarang juga, karena jika dibiarkan semakin lama hantu Rara akan semakin kuat dan bisa mencelakai siapa saja yang ditemui nya kecuali orang orang yang dicintai nya semasa hidup nya". Tukas mbah Karto dengan membulatkan kedua mata nya.


Nampak dari mereka bertiga tidak ada yang berani pergi sendirian ke rumah pak haji Faruk, karena mereka semua takut jika sampai bertemu dengan sund.l bo.ong Rara.


Dan dengan berat hati keduanya menuruti perintah mbah Karto dan berjalan meninggalkan area pemakaman dengan badan yang basah kuyup karena kehujanan, keduanya berjalan tergesa gesa karena takut jika hantu Rara menghampiri mereka.


Lalu ditengah perjalanan terdengar suara anak ayam yang berkeciap dengan suara berisik, membuat pak Dahlan dan pak Eko beringsut ketakutan.


"Wah kang jangan jangan sund.l bo.ong itu ada disekitar kita saat ini". Bisik pak Dahlan ditelinga pak Eko.


Dan benar saja dari atas pohon yang ada dibelakang mereka terdengar suara cekikikan seorang perempuan.


Hihihihi...


Terlihat sesosok sund.l bo.ong sedang duduk di dahan pohon dengan punggung yang berlubang mengeluarkan bau busuk dan juga belatung yang berjatuhan ke bawah tanah, membuat kedua hansip yanh berada dibawah nya menjadi ketakutan dan tubuh nya bergetar dengan kencang.


Lalu hantu sund.l bo.ong itu turun ke bawah hanya dengan sekedipan mata saja, terlihat wujud menyeramkan hantu Rara dengan mata semerah darah yang melotot ke arah kedua hansip yang saat ini ada didepan nya.

__ADS_1


"Dimana suamiku". Seru sund.l bo.ong Rara dengan suara tawa mengerikan nya.


Nampak pak Dahlan dan pak Eko tidak berani menjawab ucapan hantu perempuan yang ada didepan nya, karena keduanya sudah terduduk lemas di tanah dengan menutup kedua mata nya.


"Katakanlah dimana suamiku, jika kalian diam saja, aku akan melenyapkan kalian berdua". Pekik Rara yang akan mencekik leher kedua hansip itu.


Tapi disaat tangan Rara akan menyentuh leher kedua hansip itu, tanpa sengaja pak Eko membuka lebar genggaman tangan nya dan membuat garam yang ada di tangan nya mengenai tangan Rara yang akan mencekik leher nya.


"Aawww panaass...". Pekik Rara menjauh dari kedua hansip yang akan di cekik nya.


Kemudian pak Dahlan dan pak Eko membuka kedua mata nya yang sedari tadi ditutupi menggunakan tangan nya, dan menatap bingung ke arah sund.l bo.ong yang berusaha menjauhi mereka begitu saja.


"Kau apakan hantu itu kang?". Tanya pak Dahlan mengernyitkan dahi nya.


Dan belum sempat pak Eko menjawab pertanyaan nya, pak Dahlan teringat pesan mbah Karto yang harus melemparkan garam yang ada di genggaman tangan nya untuk mengusir hantu sund.l bo.ong itu.


Lalu dengan berani pak Dahlan berjalan mendekati hantu Rara yang sedang berdiri mengambang di depan nya.


"Kesini kau kalau berani, aku tidak takut lagi padamu". Cetus pak Dahlan menghampiri hantu sund.l bo.ong yang menatap nanar ke arah nya.


Kemudian pak Eko berlari menghampiri pak Dahlan dan memarahi nya, karena berani menantang hantu perempuan itu.


"Ayo Lan kita lari saja, sebelum hantu itu membunuh kita disini". Tukas pak Eko dengan badan gemetar.


Sementara hantu sund.l bo.ong yang merasa ditantang oleh pak Dahlan merasa sangat murka dan terbang mendekati keduanya hendak mencelakai kedua hansip yang berada didepan nya.


Byurr...


Nampak pak Dahlan menaburkan sejumput garam yang ada di genggaman nya ke wajah hantu perempuan yang sudah berada dihadapan nya.


*


*

__ADS_1


...Berikan semangat pada author dengan tinggalkan jejak like atau komentar nya ya kakak, syukur-syukur ada yang mau kasih hadiah atau vote buat author abal-abal ini makasih sudah mau mampir di cerita horor recehku ini, salam sayang untuk kalian semua, semoga selalu sehat dan diberi rejeki yang berlimpah amin 💕...


...Bersambung....


__ADS_2