
Setelah menenangkan dirinya bu Siti mulai menceritakan apa yang dilihatnya di rumah Ari.
"Jika aku menceritakan apa yang baru saja ku lihat, pasti kau tidak akan percaya dan meragukan ucapanku". Seru bu Siti dengan nafas yang masih berderu kencang.
"Memangnya apa yang kau lihat bu?". Tanya bude Walimah dengan mengaitkan kedua alis mata nya.
"Ta tadi aku melihat Rara hidup kembali bu". Jawab bu Siti dengan wajah ketakutan.
"Ah kau ini bercanda saja bu, mana mungkin orang yang sudah meninggal bisa hidup lagi". Seru bude Walimah dengan seringai kecil di wajah nya.
"Sudah ku duga kau tidak akan percaya dengan perkataanku, tapi aku tidak mungkin salah lihat". Tukas bu Siti dengan membulatkan kedua mata nya.
"Mungkin itu orang lain yang kebetulan mirip dengan Rara bu, ini kan masih pagi mana mungkin ada hantu". Cetus bude Walimah dengan bergurau.
"Aku tidak bilang dia itu hantu, aku hanya bilang Rara hidup lagi bu". Seru bu Siti dengan tatapan mata yang tajam.
Sementara simbah Parti yang baru saja pulang dari kebun mendengar pembicaraan bu Siti dengan bude Walimah dan meyakinkan bu Siti dengan apa yang dia ceritakan.
"Sumpah demi Allah mbah, aku tidak bohong dan tidak mungkin salah lihat, aku benar benar melihat Rara sedang memeluk bu Ema yang sedang bersedih". Tukas bu Siti menjelaskan pada simbah.
"Ya sudah nduk jika kau yakin dengan apa yang kau lihat, sekarang aku minta kau jangan ceritakan hal ini pada orang lain lagi karena akan menimbulkan kegemparan pada warga desa, lebih baik kita pastikan dulu apakah itu benar Rara atau bukan, lebih baik kau pulang saja dulu biar nanti aku yang akan mencari tau kebenaran nya". Ucap simbah Parti pada bu Siti.
Setelah itu bu Siti berpamitan pada simbah Parti dan juga bude Walimah, nampak bu Siti pulang dengan langkah gontai karena masih merasa takut.
Sedangkan simbah yang mengernyitkan dahi nya terlihat kerutan di kepala nya, dia sedang berpikir keras apa yang sebenar nya terjadi.
"Mbah apa yang akan kita lakukan". Ujar bude Walimah dengan menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Kau tenang saja nduk, biar Evana yang akan menyelidiki kebenaran nya". Ucap simbah seraya berjalan menuju gudang dibelakang rumah.
Setelah sampai didalam gudang rumah nya, terlihat simbah sedang berbicara dengan Evana dan memintanya untuk mencari tau tentang Rara yang menurut informasi dia hidup kembali di dunia ini.
Lalu Evana terbang menembus tembok rumah simbah dan segera pergi ke rumah Ari, kedua mata Evana menyelidiki keberadaan Rara yang di maksud simbah Rania.
"Ini bu sapu nya, aku sudah membersihkan semua kamar yang ada di rumah ini". Tukas Rara berbicara pada ibu nya.
__ADS_1
Kedua mata Evana terbelakak melihat seorang perempuan yang sudah meninggal dunia nampak sehat sehat saja dan kembali hidup di dunia ini.
Apa yang sebenarnya terjadi, bagaimana mungkin hantu bisa hidup kembali menjadi seorang manusia, batin Evana didalam hati nya.
Wush...
Evana terbang kembali ke rumah simbah Rania, sedangkan Rara yang merasakan kepergian Evana nampak gelagapan mengetahui ada angin dingin yang menerpa kulit nya.
"Bu sepertinya baru saja ada makhluk lain yang datang kesini". Cetus Rara dengan menatap ke segala arah.
"Apa maksudmu nduk?". Tanya bu Ema denga mengernyitkan dahi nya.
"Sepertinya ada makhluk halus yang datang kesini untuk mengintaiku bu". Jawab Rara dengan wajah yang cemas.
"Apa kau yakin nduk, berarti ada yang mengetahui jika kau kembali hidup nduk". Seru bu Ema dengan wajah ketakutan.
"Tenanglah bu, kau tidak usah hawatir jika ada yang mengetahui keberadaanku, ibu cabut saja paku emas yang ada di atas kepalaku ini". Cetus Rara dengan menundukan kepala nya.
"Kau tidak boleh berkata seperti itu nduk, yakinlah semua akan baik baik saja". Tukas bu Ema seraya memeluk tubuh anak perempuan nga itu.
Terlihat Ari sedang menata sesajen di depan pohon keramat dan mulai membakar dupa dengan merapalkan sebuah mantra, dan tidak lama kemudian datang sesosok siluman ular sanca yang melilit tubuh Ari yang sedang duduk bersila.
Ular sanca raksasa itu berubah wujud menjadi seorang perempuan cantik yang sedang duduk di pangkuan Ari.
"Bukalah mata mu mas ini aku istrimu". Seru Sukma melati seraya mengecup bibir Ari yang sedang terkunci rapat.
Kemudian Ari membuka kedua mata nya dan ternyata saat itu dia sedang berada disebuah kamar mewah tempatnya melakukan permainan bersama istri gaib nya waktu itu.
"Sukma istriku, kau datang menjemputku". Ucap Ari dengan memeluk tubuh memikat istri gaibnya itu.
"Iya kangmas, aku sangat merindukanmu". Bisik Sukma melati ditelinga Ari.
Dan tanpa berlama lama kedua nya melepaskan rindu dengan melakukan penyatuan nya, terlihat Sukma melati tidak sabar ingin melakukan permainan nya dengan suami nya itu sudah hampir satu minggu dia tidak melepas rindu nya pada laki laki yang ada didepan nya itu.
Ari begitu menyenangkan hati Sukma melati karena dia sangat pintar melakukan permainan nya sehingga membuat Sukma sangat bahagia, suara suara aneh mulai mengisi telinga kedua nya.
__ADS_1
Hentakan demi hentakan Ari lakukan pada Sukma yang sedang berada dibawah nya, terdengar lenguhan panjang keduanya di iringi hentakan yang semakin cepat menandakan permainan kedua nya akan segera berakhir dengan keindahan.
"Terima kasih kangmas sudah menyenangkanku malam ini". Ucap Sukma melati dengan menggigit pundak Ari.
"Aku yang berterima kasih padamu dek, karena mau menerimaku menjadi suamimu". Ujar Ari mengecup kening istri gaibnya itu.
Setelah permainan itu nampak Sukma melati memberi imbalan pada Ari berupa kepingan emas yang berjatuhan dari atas ke tempat tidur nya.
"Itu untukmu mas, bisa kau pergunakan untuk keperluan duniawi mu". Seru Sukma melati yang bergelayut manja dipelukan Ari.
"Terima kasih banyak istriku, kau benar benar bisa membuatku bahagia dengan segalanya yang kau berikan". Tukas Ari memeluk Sukma semakin erat.
"Ingatlah mas, meski kau mendapatkan segala kebahagiaan di alam mu, kau tidak boleh melupakanku sekalipun". Cetus Sukma melati dengan membulatkan kedua mata nya.
"Kau tenanglah dek, aku tidak mungkin melupakanmu". Seru Ari dengan mengecup punggung tangan Sukma melati.
Setelah itu kedua nya tertidur bersama di ranjang kamar Sukma dengan saling memeluk.
Sementara Rara yang berada di rumah sangat hawatir menantikan kedatangan suami nya yang tidak kunjung sampai di rumah, nampak Rara semakin gelisah karena jam sudah sangat larut malam tapi tidak ada tanda tanda kepulangan suami nya.
Kemudian Rara nekat keluar dari dalam kamar nya, meski dia tau Anto sedang berada di rumah saat itu.
Tok tok tok...
Terdengar Rara sedang mengetuk pintu kamar ibu nya, dan setelah ibu nya membukakan pintu kamar nya terlihat wajah ibu nya sangat cemas karena takut jika keberadaan Rara akan diketahui oleh Anto.
"Apa yang kau lakukan diluar kamarmu nduk?". Tanya bu Ema dengan wajah yang sangat cemas.
"Aku hawatir pada mas Ari bu, sudah larut malam sekali tapi dia belum pulang ke rumah juga". Jawab Rara dengan wajah sendu nya.
Astaga aku lupa jika ini adalah malam jumat, pasti Ari sedang menemui istri gaib nya itu, batin bu Ema didalam hati nya seraya menepuk jidat nya.
*
*
__ADS_1
...Bersambung....