
Evana melesat perlahan mendekati mbah Karto, tapi pergerakan nya terhenti karena Bima membalikan badan nya menghadap mbah Karto.
Gawat laki-laki itu menghadap kesini, jika aku nekat melesat mendekati mbah Karto, dia bisa melihat kehadiranku, batin Evana didalam hatinya.
Sementara Jansen yang mengetahui jika Evana sedang kebingungan berusaha mengalihkan perhatian Bima, Jansen sengaja menampakan wujudnya dihadapan bu Fatimah, yang sedang sesegukan setelah mengetahui suaminya dicelakai buto itu.
Wuuush...
Jansen menampakan dirinya didepan bu Fatimah dengan wujudnya yang pucat pasi, dan tatapan mata yang kosong.
Aaa setaaaan....
Pekik bu Fatimah mengalihkan perhatian Bima, kemudian Bima pun menghampiri bu Fatimah dan menanyainya.
Lalu bu Fatimah mengatakan jika baru saja dia melihat penampakan hantu londho sedang menatap dingin ke arahnya.
Hantu londho dimana dia, kenapa aku tidak melihatnya, batin Bima didalam hati dengan memandang ke segala arah.
Sedangkan Evana yang berhasil melesat mendekati mbah Karto mengatakan pada laki-laki tua itu jika dia ingin berbicara di tempat lain, setelah itu mbah Karto masuk ke dalam kamar yang sudah Kasmi siapkan untuknya.
Kemudian Evana dan Jansen segera mengikuti mbah Karto masuk ke dalam kamar itu, dan disana nampak Evana dan Jansen mengatakan sesuatu tentang kecurigaan nya pada Bima.
"Kami melihat ada yang aneh dengan laki-laki muda itu mbah, dia tinggal di gubuk ditengah hutan, dan tadi sebelum Lala menghilang kami juga melihat si Bima itu sedang mencampurkan sesuatu ke dalam minuman mbah Ahmad sampai beliau tidur dan tidak sadarkan diri, makanya si Lala bisa keluar dari rumah ini tanpa sepengetahuan bapaknya, sepertinya si Bima itu yang merencanakan semuanya, karena dia menutup pintu kamar Lala sehingga kami tidak berani menerobos masuk kamarnya, coba saja mbah Karto mencari tau sesuatu tentang Bima itu". Tukas Evana yang berdiri mengambang bersama Jansen.
"Sebenarnya aku tidak dapat melihat apapun pada diri anak muda itu, karena setiap kali aku ingin menatap kedua matanya, dia selalu menundukan pandangan nya dariku, meskipun aku menaruh curiga padanya tapi aku tidak memiliki cukup bukti untuk menuduhnya". Cetus mbah Karto mengkerutkan keningnya.
*
*
Sementara di alam gaib tempat buto itu berada, nampak perayaan meriah sedang berlangsung untuk menyambut kedatangan Lala sebagai pengantin baru, bayi Lala yang di alam manusia masih berumur satu hari saja di alam buto itu berubah menjadi anak yang sudah berumur sepuluh tahun, sepasang penganting baru itu duduk di singgasana yang berhiaskan perhiasan yang menyilaukan mata.
__ADS_1
"Mas Elang, terima kasih sudah memilihku menjadi istrimu". Ucap Lala seraya mengecup punggung tangan Elang.
Lalu datanglah dua orang perempuan yang tak kalah cantiknya dengan Lala, dua perempuan itu bernama Sekar dan Mekar, mereka adalah istri pertama dan istri kedua Elang.
"Kau jangan salah sangka pada kangmas Elang, kau itu bukanlah satu-satunya istrinya, kami berdua adalah istrinya sebelum kau, jadi kau juga harus berbagi suami dengan kami berdua, selain itu kau harus menyiapkan hati kalau mas Elang ingin memiliki istri baru lagi". Tegas Sekar menyeringai menatap Lala.
Terlihat Lala hanya menundukan kepalanya, bulir-bulir air matanya jatuh begitu saja, dadanya terasa sesak mendengar ucapan Sekar di hari pernikahan nya.
Kemudian Lala bangkit dari duduknya dan berlari meninggalkan keramaian di acara pernikahan nya, Lala berlari ke sebuah taman yang banyak bunga-bunga indah bermekaran.
Di dalam istana sana nampak Elang membentak Sekar yang mengatakan hal yang telah menyakiti Lala di hari pernikahan mereka, Mekar yang lebih pendiam nampak menenangkan Elang supaya tidak marah di depan tamu pernikahan nya.
Kemudian Elang berlari mengejar Lala dan memeluk Lala dari belakang, nampak Lala berusaha melepaskan pelukan Elang dan mendorongnya begitu saja.
"Jangan temui aku dulu mas, aku sudah kecewa padamu, tadinya aku pikir hanya aku satu-satunya istrimu tapi ternyata kau sudah memiliki istri yang lainnya, dan setelah memilikiku kau masih ingin menambah istri lagi". Seru Lala berderai air mata.
"Kau jangan salah paham dulu La, sekar dan mekar memanglah istriku tapi hatiku hanya untukmu, aku menikahi mereka karena perintah romoku, semua itu hanyalah demi hutang budi saja". Jelas Elang seraya dengan wajah sendu.
Nampak Lala sangat marah karena menyadari jika dia bukanlah satu-satunya perempuan yang ada di hati Elang, tapi Elang berlutut dihadapan Lala dan memohon padanya supaya mempercayai cinta tulus yang dia punya hanya untuk Lala.
Aku harus memisahkan kangmas Elang dari istri barunya itu, aku tidak ingin kehadiran manusia itu menyisihkan diriku, batin Sekar didalam hati nya.
Kemudian Lala pun luluh setelah mendengar ungkapan cinta tulus dari Elang, Lala memeluk erat Elang kemudian bibir mereka saling memagut dan memainkan salivanya.
Sekar yang melihat itu semua menjadi naik pitam, dia berjalan menghampiri keduanya dan mengatakan jika romo Elang telah datang.
"Kangmas Elang maaf aku mengganggu kebersamaan kalian, aku hanya ingin memberitau jika romo mu sudah datang dan ingin bertemy dengan kalian dan juga cucu barunya". Ucap Sekar dengan memalingkan wajahnya.
Dan tanpa menjawab ucapan Sekar, Elang berjalan dengan menggenggam tangan Lala meninggalkan Sekar begitu saja.
Kurang ajar, karena kehadiran manusia itu kangmas Elang benar-benar sudah tidak memperdulikanku, aku harus menyingkirkan manusia itu secepatnya, batin Sekar didalam hati nya.
__ADS_1
Terlihat Seno anak dari Elang dan Lala menatap tajam pada Sekar, anak itu seakan tau jika ibu nya dalam bahaya.
"Kenapa kau melihatku seperti itu anak keturunan manusia". Pekik Sekar membentak Seno.
"Memangnya aku tidak boleh melihatmu, bukankah kau juga ibuku". Seru Seno menyeringai.
"Ciiih". Seru Sekar dengan memalingkan wajahnya.
Dasar perempuan licik, kau pikir aku tidak tau jika kau berniat menyakiti ibuku, gumam Seno pada dirinya sendiri.
Kemudian Seno masuk ke dalam istana untuk bertemu dengan mbah kakungnya, yaitu sang raja penguasa istana itu.
Meskipun Seno memiliki darah manusia, tapi mbah kakungnya itu tidak membeda-bedakan cucu nya.
"Selamat datang yo Le di rumah barumu, kelak jadilah seperti mbah kakungmu ini, menjadi penguasa seluruh makhluk disini". Tukas raja itu pada cucu nya.
Apa maksud romo ingin menjadikan anak keturunan manusia itu menjadi penerusnya, aku tidak rela jika istana ini memikiki raja dengan keturunan manusia, batin Sekar dengan wajah murka.
Lalu Mekar yang berada disampingnya berusaha menenangkan Sekar yang terlihat marah.
"Mbakyu Sekar jangan dimasukan ke dalam hati ya, ucapan romo itu hanyalah untuk memuji cucu nya saja, sudah pasti yang akan menjadi penerusnya kelak adalah anakmu, karena dia adalah anak pertamanya kangmas Elang". Cetus Mekar menenangkan hati Sekar.
"Tapi aku harus waspada Mekar, aku tidak ingin anak manusia itu merebut semuanya dariku, bahkan sekarang kangmas Elang sangat mencintainya, tadi aku melihatnya berlutut dihadapan manusia itu, bukankah kau tau selama ini kangmas Elang tidak pernah bersikap seperti itu pada kita". Tukas Sekar dengan membulatkan kedua matanya.
Sedangkan Elang yang sudah tidak sabar ingin melakukan permainan nya dengan Lala, meminta ijin pada romi nya untuk istirahat di kamarnya.
Kemudian Elang membopong Lala dihadapan banyak mata yang sedang menatap mereka, semua makhluk yang ada disana mengatakan jika Elang yang disana dikenal dengan nama Ki Ageng sedo tidak pernah memperlakukan istrinya yang lain seperti dia memperlakukan Lala sekarang.
Sekar yang mendengar perkataan itu, semakin terpancing amarahnya, dia meninggalkan keramaian pesta itu untuk menemui seseorang yang akan membantunya memisahkan Lala dengan Elang.
*
__ADS_1
*
...Bersambung. ...