DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Kecemburuan istri pertama Elang.


__ADS_3

...Warning!!! ...


...Di bab ini terdapat adegas dewasa, yang belum cukup umur diharapkan scrol kebawah sampai menemukan tanda * okeh para pembaca yang bijak. ...


...🍃...


...🍃...


...🍃...


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


Sekar pergi menemui Romonya yaitu Raja Rantapati, dia menceritakan semua keluh kesahnya.


"Romo, tolonglah aku untuk memisahkan kangmas Elang dari istri baru nya itu, sikap kangmas Elang sudah sangat berubah, dia lebih mencintai manusia itu". Ucap Sekar terisak dihadapan Romonya.


"Berani sekali Elang membuatmu menangis seperti ini". Seru Raja Rantapanti dengan membulatkan kedua matanya.


"Iya Romo, ini masih hari pertamanya menikahi manusia itu, tapi aku sudah tersisih dari hati kangmas Elang". Tukas Sekar mengiba pada Romonya.


Kemudian Raja Rantapati memutuskan untuk mendatangi Raja Buanamukti, dia adalah Romonya Elang, Raja Rantapati tidak ingin jika anak perempuan nya terus bersedih.


Sedangkan didalam kamar pengantin sana, Lala yang sudah mengenakan baju khas jawa dengan rambut yang sudah tergerai bebas, sedang saling menggoda di atas ranjang.


Tangan Elang dengan lihai melepas semua baju khas jawa yang menempel di tubuh Lala, bibir keduanya saling memagut dengan tangan mereka yang sibuk memainkan milik masing-masing.


Terdengar suara-suara aneh Elang mengerang kencang, ketika milik pribadinya sedang dimainkan sesuai irama oleh Lala, tangan Lala yang mungil sedang memuaskan milik pribadi Elang, kemudian Elang pun menghempaskan Lala ke tempat tidurnya.


Nampak Elang yang sangat tampan sedang berdiri tegap dihadapan Lala, menyunggingkan senyumnya yang sangat menawan, Lala nampak terpana dengan ketampanan Elang dengan milik pribadi nya yang sudah menjulang kokoh didepan matanya.


Kemudian Elang pun meraih tangan Lala dan mengecupnya dengan lembut, terlihat Lala sudah mulai menggeliat kegelian karena sebelah tangan Lala sedang sibuk memainkan milik pribadi Lala, nampak Lala menahan gejolak didalam dirinya, Lala menggigit bibir bawahnya erat dengan sebelah tangan nya yang meremas guling disampingnya.


Lalu saliva Elang mulai bermain dileher dan kedua bagian atas milik Lala, membuatnya merasa semakin terbang ke atas awan, darahnya mulai berdesir, nalarnya hilang, apalagi saat bibir Elang menjamah puncak milik bagian atas milik Lala dengan tangan Elang yang masih sibuk bermain di atas milik pribadi Lala, membuat Lala semakin mengerang dengan suara-suara anehnya.


Elang semakin liar melakukan permainan nya, menjamah tubuh Lala dengan perasaan yang lebih besar dari sebelumnya, karena saat ini mereka sudah saling memiliki dan sama-sama mencintai satu sama lain.


Terlihat Lala sudah pasrah tanpa perlawanan, dia lebih banyak diam menikmati setiap sentuhan yang Elang lakukan di atas nya, hingga akhirnya tubuh tegap Elang menghentaknya, milik pribadi Elang melesak masuk ke dalam milik pribadi Lala tanpa penghalang, membuat jiwa dan raga Lala semakin terbang ke atas awan.

__ADS_1


Lala benar-benad menikmati permainan nya dengan Elang, karena waktu pertama kali dia melakukan permainan nya dengan Elang dia sedang dalam keadaan yang tidak sadarkan diri.


Suara-suara aneh Lala terus memacu Elang supaya lebih dalam lagi menghentakan miliknya, sehingga membuat Lala mengejang dan sesuatu didalam dirinya keluar begitu saja, meleleh membasahi sekujur tubuh Elang yang nafasnya sudah tersengal-sengal, dan Elang yang sudah di atas puncaknya pun juga terlihat mengeluarkan sesuatu didalam sana, keduanya pun terkulai lemas dan tertidur pulas dengan saling memeluk.


...*...


...*...


Sedangkan Sekar yang kembali ke istana suaminya nampak kebingungan mencari Elang yang tidak ada dimanapun, lalu seorang pengawal mengatakan jika Elang sedang bersama istri barunya didalam kamar.


Aku tidak akan membiarkanmu bersama kangmas Elang lebih lama lagi, batin Sekar didalam hatinya.


Kemudian Sekar melangkahkan kaki nya ke kamar Elang yang sudah tertutup dari dalam.


Tok tok tok...


Terdengar suara ketukan pintu yang membangunkan keduanya, nampak Lala enggan melepas pelukan nya, dan Elang dengan lembut mengecup bibir mungil Lala dan berbisik di telinga nya jika dia akan segera kembali.


Lalu Elang dengan bertelanjang dada membuka pintu kamarnya, nampak Sekar tercekat melihat Elang dengan dada lapangnya membuka pintu kamarnya, dan di atas ranjang sana ada Lala yang sedang berbaring dengan pakaian nya yang tergeletaka di bawah lantai.


"Apa yang kau lakukan Sekar, kenapa kau mengganggu malam pertamaku". Seru Elang dengan menghempaskan tangan Sekar.


Berani sekali kangmas Elang memperlakukanku seperti ini, semua ini karena manusia itu, lihat saja aku akan memisahkan kalian berdua bagaimanapun caranya, batin Sekar dengan hati yang penuh dendam.


"Kangmas, aku hanya ingin menyampaikan pesan Romo mu karena di istana sana masih banyak tamu yang ingin mengucapkan selamat padamu, bahkan Romoku juga datang untuk memberi ucapan dan hadiah padamu". Ucap Sekar dengan seringai di wajahnya.


"Aku tau pasti ini semua ulahmu, kau sengaja mengundang Raja Rantapati ke istana ini, supaya aku tidak dapat bersama Lala malam ini". Tukas Elang dengan membulatkan kedua matanya seraya meninggalkan Sekar begitu saja.


Aku yakin kau akan segera keluar menemui Romoku, karena kau tidak akan berani menolak perintah Romomu sendiri, batin Sekar dengan menyeringai penuh arti.


"Istriku sayang aku harus menemui tamu diluar sana, apakah kau ingin menemaniku menemui mereka?". Tanya Elang dengan mengecup lembut kening Lala.


"Aku masih sangat lemas, bolehkan aku berbaring disini saja". Jawab Lala bergelayut manja dipelukan Elang.


"Tentu saja sayangku, berbaringlah disini, setelah urusanku selesai, aku akan segera menemuimu kembali". Cetus Elang mengecup lembut bibir Lala.


Setelah itu Elang berjalan meninggalkan Lala di kamar seorang diri, nampak Lala sedang membayangkan permainan nya tadi dengan Elang.

__ADS_1


Seumur hidupku, baru kali ini aku merasakan sesuatu yang sangat nikmat, berlangsung cukup lama dan membuatku menikmati setiap detiknya hingga aku merasakan puncaknya, batin Lala dengan tersenyum malu-malu.


Sesaat Lala terhanyut dengan lamunan nya, terdengar suara ketukan di pintu kamar itu, membuatnya terperanjat dan Lala segera bangkit untum memakai pakaian nya.


Tok tok tok...


"Iya sebentar". Sahut Lala yang berjalan tergesa-gesa membuka pintu kamarnya.


Cekleek...


Nampak Lala membuka pintu kamar itu dengan terburu-buru, sampai kakinya tersandung dan membuat kancing bajunya terlepas karena tertarik oleh gagang pintu kamarnya.


Sedangakan diluar sana ada adik tiri Elang yang bernama Bagaskara, dia tengah berdiri mematung dengan menangkap tubuh Lala yang menantang karena beberapa kancing baju nya terbuka sehingga bagian atas miliknya terbuka lebar dan tersentuh oleh jari-jari tangan Bagaskara.


"Ehm maafkan aku". Tukas Lala seraya menutupi kedua bagian atas miliknya dengan tangan yang menyilang.


Nampak Bagaskara terbelalak dengan menelan ludahnya kasar, sampai akhirnya Lala menyadarkan nya dari lamunan.


"Kau siapa, dan mau apa kau mengetuk pintu kamar ini". Seru Lala dengan menepuk lengan Bagaskara.


"Aku Bagaskara adik tiri kangmas Elang". Sahut Bagaskara seraya menjabat tangan Lala.


Kemudian Bagaskara menjelaskan jika dia sedang mencari Elang, karena banyak tamu yang sedang menunggu nya, dan Lala mengatakan pada Bagaskara jika Elang baru saja meninggalkan kamarnya.


Setelah itu Lala kembali masuk ke dalam kamarnya, sedangkan Bagaskara yang membayangkan kedua milik Lala yang menggantung indah didepan matanya, membuatnya terus terbayang didalam ingatan nya.


Terlihat Sekar dan Mekar sedang berdiri tidak jauh dari sana, lalu Sekar mengatakan pada Mekar jika dia punya cara hebat untuk menyingkirkan Lala, Sekar pun berjalan menghampiri Bagaskara yang sedang tersenyum sendiri di depan kamar Lala.


"Aku tau apa yang ada didalam pikiranmu saat ini". Ucap Sekar membuyarkan lamunan Bagaskara.


*


*


Kuy kak berikan dukungan Vote dan hadiahnya jika kalian ingin memberjkan motivasi untukku, ditunggu list Vote dan hadiahnya para pembaca tercinta 💞💕


...Bersambung. ...

__ADS_1


__ADS_2