
"La apa yang kau lakukan disini tengah malam begini?." seru Rania seraya bangkit dari tidur nya.
"Ehm ta tadi aku aku melihat almarhumah simbah Parti." sahut Lala gagap.
"Apa kau serius La, simbahku datang menemuimu, tadi aku juga bermimpi bertemu dengan nya, beliau mengatakan padaku untuk yakin dengan keputusan yang telah ku ambil, karena beliau akan selalu mengiringi langkahku, aku pikir itu hanya mimpi La, ternyata itu adalah bentuk pesan dari simbah." tukas Rania dengan mengkerutkan kening nya.
"Apapun yang akan kau lakukan percaya pada Tuhan Ran, pasti kau bisa menyelamatkan jiwa kak Luna dari alam gaib." ucap Lala.
Hari berlalu dengan cepat, tepat setelah shalat isya mbah Karto dan pak Jarwo sudah mempersiapkan segala keperluan yang akan digunakan, untuk memulai ritual perjalanan gaib, aneka sesajen dengan bunga tujuh rupa dan dupa yang mengepul, menjadi tanda jika ritual akan segera dilakukan, nampak Rania merebahkan tubuhnya di atas tikar di tengah-tengah sesajen itu, lalu pak Jarwo mulai membaca rapalan mantra jawa, sementara mbah Karto tengah duduk bersila dengan membaca ayat-ayat suci, terlihat dimata batin mbah Karto jika Senopati, sudah menunggu Rania di depan pagar gaib dimensi lain, tapi tiba-tiba berhembus angin kencang, tercium aroma bunga kamboja memenuhi ruangan itu, ternyata itu adalah pertanda datangnya simbah Parti, untuk mengiringi perjalanan gaib cucu nya.
"Parti kenapa kau kembali kesini, aku akan menjaga Rania dengan baik, dan di alam sana sudah ada Senopati yang akan bersama Rania, kau bisa kembali ke alam mu jangan cemaskan cucumu." ucap mbah Karto didalam batin nya.
Lalu arwah simbah Parti mengatakan jika dia tetap ingin bersama Rania, belia menjelaskan jika jiwa nya akan lebih tenang jika dia sendiri yang mengiringi Rania selama di alam gaib.
"Baiklah jika itu yang kau mau, setelah ini aku akan segera mengirim jiwa Rania pergi, bersiaplah." tukas mbah Karto seraya membaca rapalan mantra jawa.
INGSUN AMETIK AJIKU SI MOYONGGOSETO,INGSUN DATOLLOH,MALAIKAT PAPAT,JIBRAIL,NGISROPIL,NGIZROIL,MIKAIL LAN SEBALANE KABEH,SIRO PODO INGSUN KONGKON BUKA PAGER GAIB IKU, ASTAGHFIRULLOOHAL ADZIIM.
__ADS_1
Sementara itu pak Jarwo tengah mengeluarkan jiwa Rania dari dalam raganya, nampak jiwa nya berjalan menuju lorong yang ada di depan nya, lorong gelap dengan aura dingin yang menusuk kedalam jiwa nya, tapi tiba-tiba terasa sentuhan yang menghangatkan jiwa Rania, sesosok arwah berdiri mengambang disamping nya dengan memeluk erat jiwa Rania, gadis itu menolehkan pandangan nya, nampak simbah Parti tengah menyunggingkan senyum nya, Rania membalas pelukan simbahnya seraya meminta izin untuk perjalanan yang akan dilakukan nya.
"Pergilah nduk Senopati sudah menunggumu, simbah akan selalu berada didekatmu, tujuanmu sangat mulia pasti gusti Alloh akan selalu meringankankan bebanmu." tukas simbah Parti dengan menyunggingkan senyum nya.
Setelah itu Rania melangkahkan kaki nya perlahan memasuki lorong gelap yang ada didepan nya, berdirilah sesosok lelaki tampan dan berwibawa, dia adalah Senopati anak lelaki Lala yang jika berada di alam gaib, dia akan menjadi lelaki dewasa yang sangat tampan, nampak Rania tercekat melihat wujud Senopati.
Senopati menggandeng erat tangan Rania, supaya jiwa nya tersamarkan dari makhluk gaib, yang berusaha mengincar jiwa manusia sepertinya, sementara simbah Parti memilih menjaga Rania dari jarak jauh, supaya beliau juga bisa memantau keberadaan jiwa Luna.
"Pangeran Senopati ada apa gerangan kau datang ke wilayahku." sapa sesosok buto berbulu hitam lebat, dengan tinggi hampir tiga meter.
"Aku datang untuk mencari kerabat ibundaku, kau sudah tau kan jika ibundaku adalah seorang manusia, ada sesosok arwah yang telah membawa pergi jiwa saudara ibuku, dia membawanya ke alam ini, jika kau mengetahui sesuatu katakanlah padaku, aku akan sangat berhutang budi padamu." jelas Senopati.
"Terima kasih raja untuk petunjukmu, aku permisi dulu." seru Senopati seraya melesat pergi bersama Rania yang sedari tadi hanya terdiam.
Ternyata bentuk buto semenyeramkan itu, untung saja Senopati tidak menampakan wujudnya yang sebenarnya, batin Rania didalam hatinya.
"Kau tidak perlu takut padaku Rania, aku tidak akan menampakan wujudku yang sebenarnya, bukankah kau sudah terbiasa melihat makhluk gaib, jadi kau harus menguatkan dirimu, karena setelah ini akan ada lebih banyak lagi, bentuk makhluk gaib yang akan kau lihat." jelas Senopati.
__ADS_1
Nampak Rania hanya menganggukan kepalanya, gadis itu hanya bisa menerka-nerka dimana dia bisa menemukan jiwa Luna, dan setelah pergi ke arah barat nampak Senopati dan Rania berhenti di depan padepokan, dengan gapura bambu dan atap jerami, keduanya memandang ke segala arah, nampak rumah-rumah berjejer di dalam sana, ada beberapa arwah yang menjelma menjadi manusia pada umumnya, mereka tidak berwujud seperti hantu-hantu pada umumnya, mereka memiliki kehidupan layaknya manusia, ada beberapa pedagang yang menjual bahan makanan disebuah pasar, dan ada petani yang bekerja di sawah nya.
"Se seno apakah ini benar alam gaib, kenapa mereka melakukan aktifitas layaknya manusia pada umumnya." ujar Rania dengan membulatkan kedua matanya.
"Nampaknya mereka ingin membangun kehidupan baru di alam ini, mereka menginginkan kehidupan nya kembali seperti dulu, karena itu lah arwah penasaran yang merindukan kehidupan dimasa lalu nya, selalu pergi ke tempat ini, untuk memulai kehidupan baru nya." jelas Senopati dengan mengaitkan kedua alis matanya.
Setelah itu Senopati melepaskan genggaman tangan nya dari Rania, menurut Seno jiwa Rania akan aman berada di tempat itu, karena kebanyakan dari penduduk desa gaib itu, adalah jiwa-jiwa manusia sama sepertinya, lalu Rania berjalan perlahan melihat berbagai bahan yang dijual di pasar itu, dan dipenglihatan nya memang makanan yang dijual disana, adalah bahan makanan manusia, sementara Senopati mengikuti Rania dari arah belakang, Rania yang masih tidak percaya dengan pemandangan yang dilihatnya, hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal, lalu dia melanjutkan perjalanan nya ke sebuah gedung yang sangat besar, ada lapangan besar ditengah-tengah bangunan itu.
Apakah ini bangunan sekolah, ada lonceng dan rak buku di dalam sana, batin Rania memandang ke segala arah.
Dan dilihatnya beberapa anak muda tengah duduk di dalam nya, mereka sedang membaca buku dan ada seorang perempuan yang berdiri di depan papan tulis yang besar, di salah satu bangku itu ada seseorang yang menarik perhatian Rania, dia tengah menulis pembelajaran yang diberikan oleh guru yang ada di depan.
Kenapa aku merasa mengenalnya, aku tidak dapat melihat wajahnya dengan jelas dari sini, bagaimana caranya aku bisa melihat wajahnya ya, batin Rania didalam hati nya.
*
*
__ADS_1
...Maaf ya kemarin tidak up, habis Vaksin Author teler jadi tidur terus, jangan lupa baca novel ku Dendam perempuan berjubah merah ya, akan segera update kembali....
...Bersambung....