
Akhirnya Luna kembali mengemudikan mobilnya ke rumah, nampak wajah cantik Luna berseri-seri setelah bertemu dengan pujaan hatinya.
Aah aku masih merindukan nya, lebih baik besok aku memintanya untuk tidak lembur dulu, gumam Luna pada dirinya sendiri.
Nampak arwah Pardi semakin terbakar cemburu, padahal dia baru pertama kali bertemu dengan Luna, tapi seakan jiwa nya dipenuhi api cemburu, karena Luna selalu memikirkan kekasihnya.
Sesampainya di rumah Luna melangkahkan kaki nya yang jenjang, pintu rumah itu sudah terkunci dari dalam, dan Luna mengetuk pintu itu seraya mengucapkan salam.
Tok tok tok...
"Assalamuallaikum." seru Luna.
"Waalaikumsallam." sahut seorang perempuan di dalam sana.
Cekleek...
"Tumben nduk pulang nya lebih cepat?." tanya Wulan seorang janda yang hanya tinggal berdua dengan Luna anaknya.
"Iya bu tadi ada sedikit masalah di cafe, semua pelanggan tiba-tiba pergu meninggalkan cafe dan pindah ke tempat lain." jawab Luna dengan mengerucutkan bibir nya.
"Mungkin hari ini belum rejeki mu nduk, sana isya an dulu sebelum tidur." tukas Wulan dengan senyum ramah nya.
Lalu Luna berjalan gontai masuk ke dalam kamar nya, nampak arwah Pardi melesat mengikuti Luna.
Wuuush...
Sekelebat angin dingin melewati tubuh Wulan, nampak perempuan paruh baya itu membalikan tubuhnya dan memandang ke segala arah.
Seperti ada sesuatu yang baru saja melewatiku, dulu aku pernah merasakan hal seperti ini, tapi sudah lama sekali semenjak penglihatanku ditutup teman lama bapak, batin Wulan didalam hatinya.
__ADS_1
Terlihat Wulan ingin mengunci kembali pintu rumah nya, sedangkan Luna yang berada di dalam kamar nya malah sibuk memainkan gawai nya, padahal ibu nya sudah berpesan supaya dia segera melakukan ibadah sholat isya.
Hmm aku mandi dulu deh setelah itu aku akan menelepon Brian, baru bertemu sebentar tapi aku masih merindukan nya, batin Luna didalam hati nya.
Kemudian Luna beranjak dari tempat tidur nya, dia bergegas masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya, nampak arwah Pardi memperhatikan setiap lekuk tubuh Luna, dan dia hanya bisa menelan ludah nya kasar.
Disaat hidup belum pernah sekalipun aku melihat pemandangan seindah ini, kenapa disaat aku mati baru bisa melihatnya, mungkin ada guna nya juga aku tiada, jika aku masih hidup pasti aku tidak akan pernah bisa, melihat seorang gadis cantik dan molek sepertinya, batin Pardi didalam hatinya dengan jiwa lelaki nya yang mulai bangkit.
Nampak Luna sedang mengusap seluruh tubuh nya menggunakan sabun, aroma sabun itu mirip dengan aroma tubuh Luna, karena setiap hari Luna memakai sabun mandi dengan aroma yang sama, setelah selesai mandi Luna hanya memakai handuk untuk menutupi tubuh molek nya, gadis itu kembali ke kamar nya dan meraih ponsel nya untuk menghubungi kekasihnya.
Terdengar Luna berbincang melalui panggilan video, dan Brian pun menggoda kekasihnya yang hanya memakai handuk ketika berbicara dengan nya.
"Sayang kau sengaja menghubungiku disaat kau selesai mandi ya, jangan menggodaku disaat aku tidak bersamamu." ucap Brian diseberang telepon sana.
"Memangnya kenapa jika aku seperti ini, rambutku kan masih basah makanya aku belum berganti baju." jelas Luna.
Lalu Pardi membuat Luna merasakan kantuk yang luar biasa, karena arwah Pardi sangat cemburu melihat kemesraan sepasang kekasih itu.
"Sayang aku tidur duluan ya, mata ku berat sekali rasa nya." jelas Luna seraya mematikan ponsel nya.
Setelah itu Luna berbaring di atas ranjang nya, gadis itu lupa dengan pesan ibu nya, supaya dia melakukan ibadah sholat isya, dan tidak berselang lama Luna akhirnya terpejam di atas ranjang nya, lalu arwah Pardi yang sudah memiliki kekuatan untuk menyentuh sesuatu, dengan cepat membuka handuk yang menutupi tubuh molek Luna.
Nampak di kedua mata Pardi tubuh seorang gadis cantik yang mulus dan menggoda jiwa nya, Pardi berniat memasuki alam mimpi Luna, supaya gadis itu dapat merasakan setiap sentuhan yang akan dilakukan nya, di dalam mimpi Luna Pardi menjelma menjadi seorang lelaki yang sangat gagah dan tampan, lelaki itu memiliki perawakan wajah seperti orang luar, yang akan membuat Luna terkesima ketika melihat nya.
Seorang lelaki tampan tiba-tiba masuk ke dalam kamar nya, dan menatap Luna dengan penuh cinta, lelaki itu berdiri tepat dihadapan Luna dengan ketampanan paripurna, untuk sesaat Luna terpana tapi tiba-tiba lelaki itu meraih tangan Luna dan mengecup nya dengan lembut, seketika Luna tersanjung dan pikiran nya mulai tidak waras, jemari lelaki itu menggenggam tangan Luna sangat erat, bibir nya mengecup punggung tangan Luna hingga gadis itu merasa terbang di atas awan, dan tiba-tiba lelaki itu menarik Luna ke dalam pelukan nya, darah Luna terasa berdesir nalar nya seakan hilang, apalagi disaat bibir lelaki itu menjamah leher nya, kesadaran Luna terasa hilang gadis itu sudah tidak bisa membedakan mimpi dan kenyataan.
Tubuh lelaki itu harum semerbak menggelitik indra penciuman nya, semakin terasa detak jantung Luna berpacu dengan gairah yang tidak bisa ditahan nya, deru nafas Luna semakin tersengal-sengal suara-suara aneh nya pun mulai terdengar mengisi kekosongan ruang hampa malam itu, di dalam mimpi nya Luna merasakan seluruh tubuh nya dijamah oleh lelaki tampan itu, tubuh nya menggelinjang menahan nikmat yang luar biasa.
Sementara di luar kamar Luna, nampak ibu nya sedang berjalan ke arah dapur dan mendengar suara-suara aneh Luna, perempuan paruh baya itu mengkerutkan kening nya berpikir apa yang sedang anak gadis nya lakukan.
__ADS_1
Tidak biasanya Luna seperti itu, kenapa dia mengerang denga suara begitu ya, lebih baik aku melihat nya sekarang juga, batin Wulan didalam hati nya.
Nampak ibu Luna berjalan ke kamar yang tidak terkunci itu, dan di dalam sana terlihat anak gadis nya sedang tertidur dengan mengeluarkan suara-suara aneh nya.
"Astagfurullohaladzim Luna, nduk bangunlah kau sudah sholat belum." seru Wulan seraya menggoncang-goncangkan tubuh Luna.
Lalu Luna membuka kedua mata nya, dan dia bangkit dari tidur nya dengan handuk yang sudah terlepas dari tubuh nya, nampak Luna bergegas memakai handuk itu kembali dengan deru nafas yang masih tersengal-sengal.
"Ada apa bu?." tanya Luna dengan peluh yang membasahi seluruh tubuh nya.
"Kau itu sudah mandi belum kenapa keringatmu banyak sekali, lekaslah mandi dan sholat isya sebelum waktu nya habis." jawab ibu nya yang memandang aneh pada Luna.
Ti**dak mungkin aku menceritakan mimpi tadi pada ibu, kenapa mimpi ku terasa sangat nyata ya, dan lelaki tadi sangat tampan membuatku pasrah menerima setiap sentuhan nya, batin Luna didalam hatinya.
"Loh kok malah melamun to nduk, cepat mandi sana ibu mau ke dapur ambil minum dulu." tukas Wulan seraya berjalan keluar dari kamar Luna.
Aaah ibu kenapa membangunkan ku disaat yang tidak tepat, mungkin aku bisa melanjutkan mimpi tadi, dasaar Luna kenapa mikir yang bukan-bukan sih, gumam Luna pada dirinya sendiri.
Nampak arwah Pardi sedikit kecewa karena Luna terbangun dari tidurnya, tapi dia juga terlihat puas sudah bercumbu dengan Luna meski hanya sesaat.
Sepertinya Luna menyukai sentuhanku didalam mimpi nya, setelah ini aku akan melanjutkan permainanku dengan nya, batin Pardi didalam hatinya.
*
*
...Yuk kak panjangkan list Vote dan hadiah nya untuk terus mendukung author 🙏...
...Bersambung....
__ADS_1