DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Tragedi dibalik kematian Ayu.


__ADS_3

Beberapa hari kemudian Rania yang sudah hampir menyelesaikan ujian sekolahnya mendadak didatangi oleh sosok hantu Ayu, hantu itu mengikutinya sampai ke sekolah.


Wuuush...


Terasa angin dingin menerpa tengkuk Rania, seketika Rania membalikan badan nya dan melihat hantu Ayu tengah berdiri mengambang dibelakangnya.


"Kita bicara nanti saja ya, aku masih ada urusan sebentar". Ucap Rania pada hantu Ayu.


Kemudian Petter datang melesat menghampiri Ayu yang sedang tertunduk pilu, Petter menanyakan ada perlu apa dia mengikuti Rania.


Lalu Ayu menjelaskan pada Petter jika dia ingin meminta bantuan Rania, untuk mengungkap misteri kematian nya, nampak Petter mengaitkan kedua alis matanya.


"Lebih baik aku yang membantumu karena Rania sedang sibuk belajar, jadi aku minta padamu jangan menghantui Rania kemanapun, katakanlah padaku apa yang bisa ku bantu?". Tanya Petter yang memandang Ayu dengan tatapan tajam.


Setelah itu ayu menjelaskan pada Petter jika ayah tirinya telah menyiksa dan melecehkan nya, karena Ayu tidak mau menuruti hasrat sang ayah tiri, akhirnya Ayu di pukuli sampai memar di sekujur tubuhnya, dan disaat Ayu tidak berdaya karena rasa sakit disekujur tubuhnya, akhirnya ayah tirinya merenggut paksa kehormatan Ayu berkali-kali dalam waktu sehari saja, sampai akhirnya Ayu lemas dan meninggal dalam posisi masih melakukan hubungan badan dengan ayah tirinya.


"Dan setelah semua itu terjadi, ayah tiriku menjebak kekasihku yang sore itu datang ke rumah, karena seharian dia tidak bisa menghubungi ponselku, jadi dia mencemaskanku, tapi ayah tiriku memukul kepalanya hingga dia pingsan, lalu ayah tiriku membuat seakan-akan aku sedang melakukan hubungan badan dengan kekasihku yang tidak berdosa itu, kemudian laki-laki jahat itu mengarang cerita pada ibuku seakan-akan dia tidak melakukan apapun padaku huhuhu...". Jelas Ayu terisak pilu.


"Astaga jahat sekali laki-laki itu, lalu dimana kekasihmu sekarang". Ucap Petter dengan mengkerutkan keningnya.


"Dia di kurung dalam tahanan, padahal dia tidak bersalah dan tidak melakukan apa pun padaku". Jelas Ayu.


Kemudian Petter meminta Ayu untuk menunjukan dimana rumahnya, karena mereka harus mencari sesuatu sebagai bukti, jika kekasih Ayu tidak bersalah.


"Seharusnya polisi bisa mengungkap misteri kematianmu, dan akan terungkap siapa yang sebenarnya bersalah". Tukas Petter seraya melesat meninggalkan sekolahan Rania.

__ADS_1


"Ayah tiriku meyakinkan ibuku untuk tidak melanjutkan kasus ini dan memberi kesaksian pada polisi jika ibuku sendiri yang menjadi saksi atas kekerasan yang kekasihku lakukan padaku, ibuku terlalu percaya dengan laki-laki jahat itu dan mengikuti semua ucapan nya, ibu tidak pernah tau jika selama ini dia hidup bersama laki-laki jahat yang seperti iblis itu". Seru Ayu berderai air mata.


"Kenapa laki-laki itu jahat sekali padamu, dan kenapa ibumu sangat percaya pada ucapan nya, seharusnya ibumu melanjutkan kasus kematianmu itu". Celetuk Petter dengan mendengus kesal.


"Aku baru tau setelah aku tiada jika ayah tiriku itu dulunya adalah mantan kekasih ibuku, dulu ibuku lebih memilih menikah dengan ayahku, dan setelah ayahku meninggal dunia, laki-laki itu mendekati ibuku kembali sampai akhirnya mereka memutuskan untuk menjalin hubungan dalam sebuah pernikahan, dari awal aku sudah tidak menyukai ayah tiriku itu tapi ibuku tidak pernah meminta persetujuanku untuk menikah dengan laki-laki jahat itu, setiap hari ayah tiriku itu selalu memandangku dengan tatapan yang menjijikan, dan beberapa kali dia sengaja menyentuh tubuhku, aku sempat mengadu pada ibuku tapi dia tidak percaya dengan ucapanku, dan mengatakan jika itu pasti tidak sengaja, akhirnya aku lelah mengatakan yang sebenarnya hingga akhirnya disaat ibuku pergi bekerja ayah tiriku kembali ke rumah dan melecehkanku, sampai aku meninggal dia masih melakukan hal kotor itu padaku huhuhu". Tukas Ayu berderai air mata kesedihan.


Nampak Petter hanyut dalam kesedihan Ayu, dan mengatakan pada Ayu jika manusia seperti ayah tirinya itu lebih baik tiada dan tidak perlu hidup di dunia lagi.


"Bagaimana kalau kita membuatnya ketakutan Ayu, sampai akhirnya dia mengakui kejahatan nya sendiri". Seru Petter dengan membulatkan kedua matanya.


"Lalu bagaimana caranya kita membuatnya ketakutan Petter, sementara aku tidak bisa menampakan wujudku pada manusia biasa, hanya manusia yang memiliki kelebihan seperti Rania saja yang bisa melihatku". Tegas Ayu dengan mata berkaca-kaca.


"Aku akan memberikan sedikit energiku padamu, karena aku sudah lama meninggal jadi kekuatanku lebih besar darimu, setelah kau memiliki energiku kau bisa menampakan wujudmu pada manusia yang ingin kau ganggu itu". Tukas Petter dengan semangatnya.


"Sudahlah tidak perlu berterima kasih padaku, mari kita melesat ke rumah ibumu, dan lihat saja apa yang akan kita lakukan pada laki-laki jahat itu". Ucap Petter yang melesat lebih cepat.


*


*


Sesampainya di rumah Ayu, nampak suasana duka disana masih terasa, ibu Ayu masih mengurung diri di dalam kamarnya, dan ada beberapa anggota keluarga nya yang menghibur ibu Ayu.


Sedangkan ayah tiri Ayu nampak berbincang dengan warga sekitar yang melayat ke rumahnya, terdengar ayah tiri Ayu bersandiwara didepan semua orang seakan dia sangat berduka atas kepergian Ayu.


"Aku sudah menganggap Ayu seperti anakku sendiri pak, karena aku memang belum pernah menikah sejak ibu nya Ayu memilih menikah dengan almarhum bapaknya Ayu, makanya saya sangat emosi ketika melihat Ayu di nodai oleh kekasihnya". Ucap ayah tiri Ayu bersandiwara didepan warga.

__ADS_1


Kemudian warga yang melayat itu menghibur ayah tiri Ayu dengan menepuk pundaknya, warga itu mengatakan jika dirinya adalah ayah tiri yang sangat baik untuk Ayu, jadi Ayu akan sangat bersyukur pernah memiliki ayah tiri sepertinya.


Terlihat Ayu dan Petter membulatkan kedua matanya, nampaknya kedua hantu itu sangat kesal melihat sandiwara ayah tiri Ayu, dan setelah itu Petter memindahkan sedikit kekuatan nya pada Ayu, supaya Ayu dapat menampakan wujudnya dan membuat ayah tirinya ketakutan karena melihat penampakan nya.


Wuuush...


Ayu melesat mendekati ayah tirinya, kemudian Ayu menghembuskan udara dingin ke sebelah telinga ayah tirinya, dan laki-laki jahat itupun bergidik karena bulu-bulu halus ditubuhnya meremang.


"Aku akan membunuhmu". Bisik Ayu ditelinga ayah tirinya.


Kemudian laki-laki itu menolehkan kepalanya dan melihat ada sosok Ayu disampingnya.


"Tidaak... Jangan ganggu aku". Pekik laki-laki jahat itu.


"Kenapa pak, siapa yang mengganggumu". Seru bapak-bapak yang ada disana.


Nampak ayah tiri Ayu menghembuskan nafasnya panjang dengan jantung yang berdegup kencang, dan dia menjelaskan pada warga yang ada disana jika tadi dia terkejut karena melihat hantu Ayu.


"Ah bapak ini ada-ada saja ini masih siang loh, masak ada hantu to, lagipula ini kan belum ada satu minggu kematian Ayu pak, dan pastinya arwahnya masih ada disekitar rumah ini, tapi bapak tidak perlu takut karena arwah yang masih berada disekitar rumah tidak akan menyakiti keluarganya sendiri". Ucap tetangga samping rumah Ayu.


*


*


...Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2