
Setelah terkena garam yang dihamburkan oleh pak Dahlan, nampak sund.l bo.ong itu kepanasan dengan wajah yang berlumuran darah karena kulit wajah nya mengelupas ketika garam yang diberikan mbah Karto menyentuh kulit wajah nya.
"Aaargh... Aku tidak terima dengan yang kalian perbuat padaku, tunggu saja aku akan mencelakai kalian berdua". Seru hantu sund.l bo.ong Rara seraya terbang menghilang dikegelapan malam.
"Alhamdulillah... Akhirnya hantu perempuan itu pergi juga, ayo kang kita harus cepat sampai di rumah pak haji Faruk sebelum semuanya terlambat". Tukas pak Dahlan berjalan setengah berlari dengan nafas yang tersengal sengal.
Dan ditengah guyuran hujan pak Dahlan dan pak Eko bersusah payah untuk segera sampai di rumah pak haji Faruk karena ada sebuah pohon yang tumbang ditengah jalan dan menghalangi perjalanan mereka ke rumah pak haji Faruk.
"Ayo Lan kita terabas saja, melewati pohon tumbang ini adalah satu-satu nya jalan tercepat untuk segera sampai ke rumah pak haji". Jelas pak Eko seraya memanjat batang pohon yang tumbang ditengah jalan itu.
Lalu giliran pak Dahlan yang akan memanjat batang pohon itu tapi naas bagi nya, sebuat batang pohon menancap di lutut pak Dahlan dan membuatnya berteriak kesakitan.
"Aduuh... Tolong aku kang ada batang pohon yang menancap di dekat lutut ku". Pekik pak Dahlan dengan memegangi lutut nya yang berdarah karena ada sebatang kayu yang menancap di bawah lutut nya.
"Astaga Lan, kau ini tidak hati-hati bagaimana kalau sund.l bo.ong itu datang kesini dengan keadaanmu yang terluka seperti ini". Ucap pak Eko dengan wajah cemas nya.
Kemudian dengan berhati-hati pak Eko menarik batang pohon yang menancap dibawah lutut pak Dahlan, dan beruntung nya batang kayu itu tidak masuk terlalu dalam jadi luka pak Dahlan masih bisa ditahan sebentar dengan mengikat luka itu menggunakan sapu tangan yang pak Dahlan bawa di saku celana nya.
"Kau harus tahan luka ini sampai di rumah pak haji Faruk Lan, jangan sampai kau kehabisan darah". Cetus pak Eko seraya mengikat luka pak Dahlan menggunakan sapu tangan.
"Aku akan menahan nya kang, kau jalanlah terlebih dulu supaya lebih cepat sampai di rumah pak haji Faruk". Seru pak Dahlan memandang wajah pak Eko dengan serius.
"Kita harus bersama Lan, tidak mungkin aku meninggalkanmu dengan keadaanmu yang terluka seperti ini". Ucap pak Eko dengan berjalan memapah pak Dahlan disamping nya.
*
*
Sementara di tempat pemakaman mbah Karto bersama Anto berusaha membawa Ari ke rumah juru kunci tempat itu, yang letaknya tidak jauh dari kuburan Rara.
__ADS_1
Tapi tiba-tiba saja tercium bau busuk dan amis darah yang membuat perut Anto menjadi mual dan memuntahkan isi perut nya, ternyata ada sesosok sund.l bo.ong yang berada tidak jauh dari mereka.
Hihihi...
Terdengar suara cekikikan hantu perempuan itu membuat Anto jatuh lemas setelah melihat wujud mengerikan almarhum kakak ipar nya.
"Mbak Raraa...". Ucap Anto dengan membulatkan kedua mata nya.
Lalu mbah Karto menghampiri Rara yang sedang berdiri mengambang didepan Anto.
"Le bawalah kangmas mu ke rumah juru kunci kuburan ini dan ikatlah Ari disana, tunggu sampai aku datang, berdoa lah pada Tuhan supaya semua masalah ini cepat selesai". Tukas mbah Karto seraya berjalan kehadapan sund.l bo.ong Rara.
Kemudian sund.l bo.ong Rara terbang ke berbagai arah mengecoh penglihatan mbah Karto yang sedang berdiri dihadapan nya.
Lalu sund.l bo.ong itu mencakar punggung mbah Karto dari belakang membuat sesepuh desa Rawa belatung itu sedikit goyah dan menggerakan tubuh tua nya mencari keberadaan hantu perempuan yang sudah melukai nya.
Lalu mbah Karto berjalan tertatih ke arah kuburan Rara dan hendak melakukan ritual disana tapi lagi-lagi sund.l bo.ong Rara mengangkat tubuh tua mbah Karto ke atas dan melemparkan tubuh nya ke sembarang arah.
Tubuh tua mbah Karto terpelanting ke semak-semak yang ada disamping pemakaman itu, lalu dengan susah payah mbah Karto berusaha bangkit dan membaca rapalan mantra membuat sund.l bo.ong Rara sedikit melemah dan terjatuh ke bawah tanah dari ketinggian.
Hujan semakin deras dengan petir yang menggelegar kencang membuat suasana di pemakaman itu semakin mencekam, terlihat keduanya sedang mengatur kekuatan masing masing untuk saling melawan.
Terlihat mbah Karto duduk dengan menyilakan kedua kaki nya dan merapatkan kedua tangan nya, mulutnya komat kamit membaca sebuah ajian mantra setelah itu mbah Karto membuka lebar kedua tangan nya tanpa terduga nampak cahaya suar berwarna keemasan menembus tubuh sund.l bo.ong Rara dan membuatnya terhempas ke belakang.
Brak...
Tubuh sund.l bo.ong itu membentur nisan yang ada dibelakang nya, dan dengan berjalan tertatih mbah Karto bangkit dari duduknya menuju ke arah kuburan Rara berada.
"Nduk manuto karo aku, balik o neng alam mu, ojo ngurusi urusan duniawi meneh, Ari kui wes ora jodohmu, ikhlasno kabeh nek koe pengen Ari lan ibumu tenang neng dunia iki (nak menurutlah padaku, kembalilah ke alam nu, jangan ikut campur dengan urusan dunia lagi, Ari itu sudah bukan jodohmu, ikhlaskan semua nya jika kau ingin Ari dan ibumu tenang di dunia ini)". Tukas mbah Karto dengan nafas yang tersengal sengal.
__ADS_1
Lalu dengan amarah yang menguasai nya sund.l bo.ong itu akan mencelekai mbah Karto dari belakang, nampak sund.l bo.ong Rara membuat wujudnya menjadi lebih banyak dan mengitari tubuh mbah Karto yang terkepung di tengah-tengah.
Tapi tiba-tiba saja pak haji Faruk datang dari belakang dengan langkah seribu membacakan ayat-ayat suci yang membuat hantu sund.l bo.ong Rara kepanasan tidak karuan.
"Tidak... Aaa panaaas". Pekik sund.l bo.ong itu dengan menutupi kedua telinga nya.
Dengan percaya diri pak haji Faruk menghampiri hantu perempuan dengan punggung berlubang yang saat ini sudah ada didepan nya.
Terlihat pak haji Faruk membaca lantunan ayat-ayat suci seraya memainkan tasbih yang ada di genggaman tangan nya dan melemparkan tasbih itu ke arah sund.l bo.ong Rara.
Plaak...
Tasbih itu mengenai tubuh hantu sund.l bo.ong dan membuatnya terkapar seperti cacing kepanasan di atas tanah, setelah itu mbah Karto menghampiri pak haji Faruk dan memintanya untuk terus melanjutkan membaca ayat-ayat suci itu supaya hantu Rara tidak dapat berkutik lagi.
Kemudian mbah Karto melangkahkan kaki nya mendekati sund.l bo.ong yang sedang terkapar di tanah dengan komat kamit membacakan rapalan mantra, untuk melepaskan paku emas yang masih menancap di atas ubun-ubun kepala Rara.
Dan setelah paku emas itu berhasil terlepas dari ubun-ubun kepala Rara, nampak dengan jelas tubuh sund.l bo.ong itu mengeluarkan kepulan asap dengan darah yang mengalir deras dari atas kepala nya membanjiri wajah pucat hantu perempuan itu.
Sedangkan pak Dahlan dan pak Eko yang bediri kaku didekat sana terlihat sangat ketakutan dengan badan yang gemetar, ketika mereka berdua melihat wujud menyeramkan Rara yang berlumuran darah dengan mata melotot menatap keduanya.
Lalu pak haji Faruk membacakan ayat kursi dengan menengadahkan kedua tangan nya meminta kepada Tuhan yang maha esa supaya memberikan kekuatan padanya untuk memusnahkan hantu sund.l bo.ong yang ada dihadapan nya saat itu.
"Dengan ijin Allah penguasa seluruh alam semesta ini, aku akan memusnahkanmu dengan ayat-ayat suci nya". Seru pak haji Faruk seraya memejamkan kedua mata nya menyerahkan semuanya kepada yang maha kuasa.
*
*
...Bersambung....
__ADS_1
...Terima kasih untuk semua readers yang bersedia membaca cerita recehku ini, maaf 🙏 jika ada penulisan kata atau cerita yang tidak sesuai dengan ekspetasi kalian semua, karena author ini hanyalah manusia biasa yang tidak sempurna dan luput dari kesalahan, bijaklah dalam membaca hargai karya author meski tidak sesuai keinginan kalian, tinggalkan saran yang membangun semangat untuk author di komentar, karena sekecil apapun semangat dari kalian bisa membuatku semakin semangat dalam melanjutkan cerita ku ini, semoga kalian semua sehat selalu dan mendapat rejeki yang berlimpah ya amin 💕...
...🍃 ig : novi_putri 🍃...