
"Baiklah Abimana kau tidak perlu mengatakan apapun pada ibu, ibu akan mencari tau sendiri, pergilah dari hadapanku sekarang, sebelum amarahku membuatmu terluka." seru Sekar dengan membulatkan kedua mata nya.
Kemudian Abimana melesat pergi menjauhi ibunda nya, sementara Sekar yang kebingungan berusaha mencari tau tentang apa yang disembunyikan Abimana darinya, perempuan gaib itu membaca mantra-mantra khusus, untuk melihat semua kejadian di istana suami nya.
Nampak didalam penglihatan nya, Elang dan Abimana terlibat perdebatan, ternyata mereka telah membicarakan dirinya dan juga Lala, terlihat amarah dari raut wajah Sekar, karena suami nya masih saja menyebut nama Lala.
Kurang ajar, aku harus menemui Lala di alam manusia, dan meminta nya mengakhiri hubungan nya dengan kangmas Elang, jika tidak akan ku celakai semua keluarga nya yabg ada di alam manusia itu, batin Sekar dengan membulatkan kedua mata nya.
Setelah itu Sekar berpamitan pada romo nya, yang sedang terbaring sakit di atas tempat tidur, perempuan gaib itu meminta restu dari romo nya untuk melakukan suatu pekerjaan yang sangat penting, tapi Sekar sama sekali tidak mengatakan apa yang akan dilakukan nya.
Wuush...
Sekar melesat ke rumah Lala meski dia sadar, jika dia tidak akan bisa masuk ke dalam rumah itu, tapi nampak dari luar rumah itu sepi dan tertutup rapat, Sekar mengkerutkan kening nya mencari tau dimana keberadaan Lala saat ini, dan ternyata Sekar bersama mbakyu nya, sedang berkunjung ke desa Rawa belatung, karena sudah hampir satu minggu pak Jarwo belum kembali ke rumah.
Aku akan menyusul Lala ke desa itu, dan berbicara langsung padanya, jika dia tidak menuruti ucapanku, maka dia harus bersiap merasakan kesedihan jika orang-orang terdekatnya akan ku celakai, gumam Sekar pada dirinya sendiri.
Sedangkan di desa Rawa belatung, nampak ramai warga yang darang untuk mendoakan Ari, yang sudah lima hari tidak sadarkan diri, karena menurut prediksi mbah Karto dan juga pak Jarwo, ini adalah hari terakhir raga Ari bisa bertahan tanpa jiwa nya, karena semua organ tubuh nya semakin rusak, setelah jiwa nya tidak bersemayam lagi didalam raga nya.
Terlihat Anto menangis sesegukan, bagaimana pun Ari adalah satu-satu nya keluarga yang masih dia miliki saat ini, lalu mbah Karto berjalan tertatih menghampiri Anto seraya merangkul nya, mbah Karto memberikan semangat pada Anto, dan meminta nya untuk tabah, bagaimanapun jiwa Ari belum diketahui keberadaan nya, sehingga tidak ada yang bisa membawa nya kembali memasuki raga nya.
__ADS_1
"Usaha kita sudah sejauh ini untuk membuat Ari kembali ke jalan kebenaran, tapi sepertinya dia lebih memilih mengikuti keinginan konyol nya, sehingga dia berakhir dengan cara seperti ini, kau harus ikhlas dan tabah To, jangan pernah kau sesali semua ini, karena memang ini lah jalan yang ditempuh kangmas mu." ucap mbah Karto dengan wajah sendu.
Terlihat Anto hanya terdiam dengan menundukan kepala nya, terdengar lantunan ayat-ayat suci mengiringi detik-detik terakhir nafas Ari berhembus, raga Ari yang sudah mengeluarkan aroma tidak sedap dari dalam tubuh nya membuat sebagian orang jijik dan memilih membacakan doa dari jarak yang jauh, tapi tiba-tiba tubuh Ari mengejang, nafasnya sudah tidak beraturan, mulut nya menganga lebar dengan tubuh yang bergetar hebat, seperti nya kesempatan hidup Ari sudah berakhir ditangan malaikat maut, tubuh yang terkulai lemas dan tidak ada lagi jantung yang berdetak, menandakan kepergian Ari untuk selama nya.
Tangisan Anto pun pecah menyadari nyawa kangmas nya sudah tidak ada, Anto berlari menghambur memeluk jazad Ari yang tergeletak pucat, lalu pak Jarwo menghampiri Anto seraya merangkulnya, mengajaknya menjauh dari jazad Ari.
"Sudah ya To yang sabar dan ikhlas, jangan kau tangisi jazad kangmas mu, meski kita tau jiwa Ari tidak kembali ke alam keabadian, tapi jiwa nya terjebak di alam antah berantah, dan semua itu karena ulah nya sendiri, kau harus legowo dengan pilihan yang kangmas mu pilih." ucap pak Jarwo dengan menepuk pundak Anto.
"InsyaAlloh pak aku ikhlas dengan semua nya, tapi aku hanya tidak menyangka jika kepergian mas Ari, dengan cara yang tidak masuk akal seperti ini." tukas Anto yang berusaha tegar.
Setelah itu nampak Anto dan pak Jarwo, diminta untuk membantu pak haji Faruk, untuk segera memandikan jazad Ari, dan segera menguburkan nya.
"Mbah Karto sudah melakukan semua yang terbaik, jika mas Ari harus meninggal dengan cara seperti ini, itu sudah menjadi pilihan hidupnya, dia sadar dengan apa yang dilakukan nya, dan resiko apa yang akan dia peroleh, tapi dia tetap melakukan nya, jadi kami minta mbah Karto jangan merasa bersalah seperti ini, jika tidak ada mbah Karto di desa ini, semua warga akan lebih banyak yang celaka, dan terjerumus ke perbuatan yang sesat." ucap Rania dengan menyunggingkan senyum nya.
"Terima kasih nduk, kalian sudah memberikan semangat yang lebih untuk lelaki tua ini." tukas mbah Karto dengan menghembuskan nafas nya panjang.
Terdengar Wati dan Lala meminta mbah Karto untuk istirahat di rumah saja, karena beliau masih dalam tahap penyembuhan dari sakit nya, tapi mbah Karto menolaknya dan memaksa untuk tetap disana sampai proses pemakaman selesai, Rania pun setuju dengan kedua gadis itu, mereka bersamaan memaksa mbah Karto untuk kembali ke rumah nya, sampai pada akhirnya mbah Karto bangkit dari duduknya, dengan memandang ke segala arah.
Sepertinya ada makhluk gaib yang berbahaya di sekitar tempat ini, tapi aku tidak dapat melihat keberadaan nya, batin mbah Karto resah.
__ADS_1
"Ada apa mbah, apa ada yang bisa kami bantu." seru Rania dengan mengaitkan kedua alis mata nya.
"Sepertinya ada yang mengikuti kalian ke tempat ini nduk, Lala kapan kau sampai kesini?." tanya mbah Karto menatap tajam wajah Lala.
"Baru setengah jam yang lalu mbah, karena mbakyu ku itu sudah merindukan suami nya, karena itu lah dia mengajakku kesini, dia tidak mau meninggalkanku di rumah sendiri." jawab Lala dengan menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
Kenapa mbah Karto nampak cemas ya, apa salah satu makhluk gaib itu mengikuti Lala lagi, ah aku tidak bisa menembus ke dimensi lain, sepertinya aku harus belajar lebih dalam lagi, supaya aku dapat membantu semua orang seperti mbah Karto, kasihan beliau sudah sangat tua untuk membantu masalah semua orang, batin Rania dengan wajah sendu.
Ternyata di luar sana ada sosok Sekar, yang sedang menyamar menjadi warga yang sedang melayat, karena kondisi fisik mbah Karto yang menurun, kekuatan nya untuk melihat wujud asli makhluk gaib pun berkurang, sehingga mbah Karto hanya bisa merasakan kehadiran mereka, tanpa tau makhkuk gaib itu sedang merubah wujud nya, sedangkan pak Jarwo yang merasakan hal serupa tidak bisa mencari tau dimana keberadaan makhluk yang menyusup masuk ke rumah itu, karena saat itu pak Jarwo masih membantu proses pemandian jenazah.
*
*
...Terimakasih yang mau mendukung Author dengan memberikan Vote dan hadiah nya, jangan lupa baca juga novel horor terbaru Author tekan tombol like dan favorit nya 😉...
...Bersambung....
__ADS_1