
Keesokan hari nya Rania sudah bersiap dan merapikan, segala peralatan yang akan dibawa nya ke kampus, nampak Wati dan Lala sudah berada di atas sepeda motornya, kedua nya menunggu Rania yang masih sibuk di dalam kamar nya.
"Rania cepatlah kita bisa terlambat sampai ke kampus." teriak Wati dengan mengerucutkan bibir nya.
Tidak lama setelah itu Rania berjalan setengah berlari, dia nampak membawa bungkusan besar berisi pernak-pernik yang akan digunakan untuk menghiasi aula, lalu ketiga nya bergegas berangkat ke kampus, disepanjang perjalanan itu lagi-lagi Rania merasakan kehadiran makhluk gaib yang ada didekatnya.
Siapa lagi yang mengikuti kami, jangan-jangan suami gaib Lala datang lagi, batin Rania dengan mengaitkan kedua alis matanya.
Beberapa menit mereka mengendarai sepeda motor, terasa angin dingin selalu menerpa wajah Rania, lalu dia memandang ke segala arah mencari tau apa yang mengikutinya saat itu, tapi Rania tidak melihat siapapun disekitarnya.
Apakah mungkin ini hanya firasatku saja, gumam Rania dengan menghembuskan nafasnya panjang.
Tidak berselang lama akhirnya mereka sampai di kampus, sudah sangat ramai suasana disana, beberapa mahasiswa sedang bersiap tampis di atas panggung, dan ada juga yang sedang berkumpul bersama mahasiswa lain nya, Wati berkata pada Lala dan juga Rania, jika dia harus ke kantor rektor untuk menyerahkan tugas.
"Aku duluan ya nanti kita bertemu di aula saja bye." seru Wati seraya melangkahkan kaki nya pergi.
Setelah itu Rania mengungkapkan apa yang mengganjal didalam hati nya, Rania mengatakan jika disepanjang jalan dia merasakan kehadiran makhluk gaib tapi dia tidak dapat melihatnya dimanapun.
"Apa kau tidak merasakan kehadiran mereka La?." tanya Rania dengan mengaitkan kedua alis mata nya.
__ADS_1
"Sebenarnya aku merasakan kehadiran mereka, tapi sepertinya itu adalah tanda kehadiran anakku Ran, dia adalah makhluk gaib setengah manusia, jadi dia bisa menyembunyikan wujudnya di depan manusia, dan hanya aku saja yang dapat melihatnya, tapi entah kenapa dia belum menampakan dirinya padaku." jawab Lala bingung.
"Pantas saja aku merasa aneh La, aku selalu bisa merasakan kehadiran mereka, tapi kali ini aku merasa ada yang aneh, karena aku kesulitan mencari keberadaan nya."
"Kau masuk duluan saja Ran, aku akan memanggil anakku dan bertanya padanya, apa yang membuatnya datang menemuiku." tanda Lala seraya berjalan ke sebuah ruangan sepi.
Dengan menyebut nama Senopati tiga kali, dan menggenggam batu giok pemberian nya, Lala meminta anaknya datang kehadapan nya.
Wuussh...
Senopati melesat menghampiri ibu nya, dipandang nya perempuan yang selalu dirindukan nya, Senopati memeluk ibunda nya dan mengutarakan isi hati nya.
"Anakku kau tidak perlu menghawatirkan ibunda, kau lupa jika ibu memakai jimat suci, jimat suci itulah yang akan melindungi ibu, jadi kau tidak perlu mencemaskan ibu lagi, kembali lah ke alammu dan minta romo mu untuk menjauhi ibunda, karena ibu ingin menjalani hari-hari seperti manusia normal lain nya." tukas Lala dengan mata berkaca-kaca.
Nampak keduanya saling memeluk, hati Lala sangat pilu setelah mengutarakan isi hati nya, dia tidak tega mengatakan yang sebenarnya pada Elang, sehingga Lala menitipkan pesan nya pada Senopati.
Dreet dreet...
Terdengar ponsel Lala bergetar, ada pesan dari Rania yang mengatakan jika acara di kampus itu akan segera dimulai, dan Lala meminta anaknya untuk segera kembali ke alam nya, setelah Senopati melesat pergi, Lala bergegas menemui Rania dan Wati, mereka sedang menyiapkan acara disana, nampak Rania sangat sibuk dengan berbagai persiapan disana, tapi tiba-tiba perhatian Rania teralih, karena ada arwah seorang perempuan, yang melesat diantara keramaian di aula itu.
__ADS_1
Bukankah itu arwah Icha, ternyata dia masih berada disekitar kampus, batin Rania didalam hati nya.
Nampak arwah Icha menatap nanar seorang perempuan, yang sedang duduk disamping seorang lelaki tampan, yang menjadi idola di kampus itu, arwah Icha membulatkan kedua mata nya, nampak amarah didalam matanya, Rania yang menyadari kejanggalan disana, berpura-pura tidak melihat semuanya, tapi arwah Icha melesat tepat dihadapan nya, dia menangis memohon bantuan dari Rania, terlihat Rania menghembuskan nafasnya panjang, hatinya tidak tega melihat Icha menangis dihadapan nya, lalu Rania melangkahkan kakinya ke sebuah gudang penyimpanan barang, dan dibelakangnya ada arwah Icha yang melesat mengikutinya, nampaknya Rania sengaja pergi ke gudang itu, untuk berkomunikasi dengan arwah Icha.
"Baiklah Icha apakah yang ingin kau katakan padaku, maaf jika sebelumnya aku berpura-pura tidak melihatmu, sebenarnya aku sudah lelah berurusan dengan hal mistis, tapi aku tidak tega melihatmu, apakah kau gentayangan seperti ini karena kau mati bunuh diri." seru Rania dengan mengkerutkan kening nya.
Setelah itu arwah Icha memandang Rania dengan tatapan sayu, arwah Icha melesat masuk ke dalam tubuh Rania, setelah itu nampak tubuh Rania bergetar hebat, didalam penglihatan batin nya, Rania dapat melihat dengan jelas, kejadian sebelum Icha meninggal dunia, ternyata gadis malang itu bertengkar dengan teman sekelasnya, dan keduanya saling mendorong, sampai pada akhirnya, Icha kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari atas gedung fakultas ekonomi itu, dan setelah memberikan gambaran kejadian itu, arwah Icha keluar dari tubuh Rania, terlihat tubuh Rania berkeringat dingin dengan deru nafas yang kencang, dia membuka kedua matanya seraya mengusap peluh dikeningnya.
"Astagfirullohaladzim Icha, jadi semua itu karena perdebatan kalian, kenapa kau harus berdebat dengan nya seperti itu Cha." ucap Rania dengan nafas tersengal-sengal.
"Dia adalah teman baikku, dan ternyata dia menyukai lelaki yang sama denganku, dia kecewa dan sangat marah setelah mengetahui, jika aku dan Wisnu menjalin hubungan, karena itu lah dia pergi ke atas gedung dan menangis disana, aku yang ingin menjelaskan semuanya padanya, mengikutinya ke atas gedung, tapi kami justru berdebat, dia menyalahkanku karena telah merebut Wisnu darinya, tapi sungguh Rania alu tidak tau tentang perasaan nya, bahkan Wati yang dekat dengan kami juga tidak menyadarinya, yang aku sesalkan adalah dia tidak mengatakan segalanya pada semua orang, sehingga semua orang mengira jika aku mati karena bunuh diri." jelas arwah Icha dengan wajah sendu.
Jadi gadis itu yang menyebabkan Icha jatuh dari atas gedung, lalu apa yang harus ku lakukan supaya dia mengatakan segalanya, batin Rania dengan mengkerutkan kening nya.
*
*
...Berikan Vote dan hadiah nya yuk kak, biar Author lebih bersemangat lagi, karena terlalu banyak kesibukan di real life, semangat nulis agak kendor nih 😥...
__ADS_1
...Bersambung....