
Rania bertanya pada Malik tentang siapa dirinya sebenarnya, lalu Malik mengatakan jika dia adalah makhluk gaib dari dimensi lain.
"Aku adalah keturunan jin muslim yang tinggal di alam yang baru saja kau kunjungi, aku melihatmu bersama sososok jiwa tanpa raga, dan makhluk gaib lain nya, tapi aku merasakan aura positif dalam jiwa mu, entah kenapa aku mengikutimu sampai ke alam manusia, seperti ada ikatan antara kita, yang membuatku ingin bersama denganmu." jelas Malik dengan tatapan sendu.
Kenapa dia menatapku seperti itu, tatapan matanya sayu, seakan aku ikut larut dalam kesedihan nya, batin Rania didalam hati nya.
"Ehm apakah kau makhluk gaib yang sama seperti mereka, kenapa perasaanku mengatakan, jika kau sama sepertiku." ujar Rania penasaran.
"Setiap makhluk bisa terlahir beberapa kali, dan mengalami perputaran reinkarnasi, mungkin saja di masa lalu aku adalah seorang manusia, atau bisa juga di masa lalu kau adalah makhluk gaib sejenisku." jelas Malik dengan mengkerutkan keningnya.
"Apakah makhluk gaib bisa bereinkarnasi menjadi manusia, ataupun sebaliknya?." tanya Rania.
"Tentu saja bisa, perputaran kehidupan sudah ditakdirkan oleh Alloh, semua yang diluar nalar bisa saja terjadi." jawab Malik mengkerutkan keningnya.
Nampak Malik mengatakan keinginan nya, untuk berada didekat Rania dan menjaganya, setelah pertemuan mereka yang tidal disengaja, entah kenapa Malik ingin selalu berada didekat Rania.
"Apakah kau mau menerimaku untuk menjadi penjagamu, aku merasa kecocokam di antara kita, aku ingin menjagamu dari gangguan makhluk jahat." tukas Malik.
Terlihat Rania mengaitkan kedua alis matanya, gadis itu tengah menerka-nerka, siapakah sebenarnya sosok lelaki tampan yang berbicara dengan nya saat itu, dan Rania pun merasa nyaman berada didekatnya.
__ADS_1
"Baiklah jika kau bertujuan baik, terima kasih jika kau ingin menjagaku, karena sahabatku Petter telah memutuskan untuk tinggal di alam lain, dan tidak ada lagi yang menjagaku." tukas Rania.
Sementara itu di alam nyata, waktu shalat subuh sudah tiba, bude Walimah bersama yang lain nya, ingin pergi berjamaah di mushola, tapi nampak Rania belum keluar dari dalam kamarnya.
"Nduk bangunlah ayo kita ke mushola, di luar sudah ada mbah Karto dan yang lain nya." seru bude Walimah dengan menggoncang-goncangkan tubuh Rania.
Terlihat Rania tidak bergeming, gadis itu tetap memejamkan kedua matanya, dengan keringat dingin yang membasahi wajahnya.
"Astagfirullohaladzim nduk, bangun nduk Rania." pekik bude Walimah dengan wajah cemas.
Terdengar suara bude Walimah sampai di luar rumah itu, nampak semua orang tergesa-gesa masuk kembali ke dalam rumah, nampak mbah Karto dan pak Jarwo tercengang melihat bude Walimah, nampak matanya berkaca-kaca seraya membangunkan Rania, yang tengah terbaring di atas ranjangnya.
"Ada apa to Wal kenapa kau panik seperti itu." seru mbah Karto seraya melangkahkan kaki nya ke dalam kamar.
Dengan siapa Rania berkomunikasi, sampai dia melupakan waktu ibadahnya, batin mbah Karto didalam hatinya.
"Lebih baik kalian pergi ke mushola dulu, biarkan aku dan Jarwo yang akan menjaga Rania di rumah, sepertinya ada sesuatu yang terjadi, dan kami harus mencari tau lebih dalam lagi." tegas mbah Karto dengan mengkerutkan keningnya.
Setelah itu semua orang bergegas ke mushola, nampak mbah Karto dan pak Jarwo sedang membaca rapalan mantra jawa, beberapa kali keduanya juga membaca ayat-ayat suci, seraya menggenggam telapak tangan Rania, dan munculah penglihatan di kehidupan lampau Rania.
__ADS_1
...🍁 Flashback on 🍁...
Dikehidupan masa lampau nya, Rania adalah seorang anak dari seorang raja, kerajaan Blambangan adalah daerah kekuasaan romo nya, dahulu dia adalah seorang puteri yang sangat cantik jelita, nama nya adalah putri Prameswari mahadewi, banyak raja-raja dari kerajaan yang ingin melamarnya, karena mendengar kabar kecantikan dan juga kepandaian nya, dia sangat pandai dalam hal pengobatan, setiap kali ada peperangan dan ada yang terluka parah, putri Prameswari mahadewi lah yang memberikan resep obat-obatan, ketika romonya ingin menjodohkan nya dengan pangeran dari kerajaan Sriwijaya, Prameswari pun menolak karena dia sudah menjalin hubungan dengan pangeran Sadewa, anak dari raja Kartanegara, tapi romonya tidak merestui hubungan keduanya, karena kedua kerajaan itu saling bermusuhan, karena tidak ingin dijodohkan oleh romonya, putri Prameswari memutuskan untuk melakukan SATI, sebuah ritual yang mengharuskan dirinya untuk terjun ke dalam kobaran api, dan sebelum Prameswari mengorbankan dirinya dalam kobaran api itu, Prameswari bersumpah bahwa dikehidupan mendatang, dia hanya akan menerima cinta dari pangeran Sadewa.
"Meskipun seribu kehidupan harus ku lalui, untuk bersatu kembali dengan pangeran Sadewa, aku rela melakukan seribu perputaran reinkarnasi kehidupan." pekik putri Prameswari mahadewi.
Setelah itu Prameswari terjun ke dalam kobaran api, nampak tubuh nya terbakar api yang menyala besar, terdengar suara ratapan Prameswari yang menangis, dan manggil nama pangeran Sadewa, tidak lama setelah itu raja Blambangan datang, dan melihat tubuh putri nya sudah terbakar didalam tumpukan kayu itu, nampak kesedihan dan amarah dikedua mata nya, raja itu memutuskan untuk berperang dengan kerajaan Kartanegara, dia ingin membalaskan kematian putri nya Prameswari, lalu raja Blambangan meminta beberapa pengawalnya, untuk mengintai dimana keberadaan pangeran Sadewa.
"Aku akan melenyapkan nyawa nya, ini adalah sumpahku dihadapan abu jenazah putriku." pekik raja Blambangan berderai air mata.
...🍁 Flashback off 🍁...
*
*
...Tunggu ceritanya dengan sabar, kelanjutan ceritanya akan semakin seru, karena Author akan menceritakan kehidupan masa lalu dan masa depan Rania kedepan nya, ada juga kisah Lala dengan suami gaib nya yang belum terungkap, karena Bagaskara masih menyamar dan berada disekitar Lala, dan apakah Luna bisa melahirkan anak gaib nya???...
...Baca juga novel Dendam perempuan berjubah merah, semakin seru loh ceritanya 😉...
__ADS_1
...Bersambung....