DESA RAWA BELATUNG

DESA RAWA BELATUNG
Penyelidikan Peter


__ADS_3

Setelah itu mbah Karto pergi ke rumah Rania dan menceritakan semua kecurigaan nya pada simbah Rania tentang aura gaib yang ada di rumah bu Ani.


Lalu simbah Rania juga berkata jika Peter juga melihat cahaya gaib yang masuk kedalam rumah bu Jamilah dimalam sebelum dia meninggal.


Wuuussshh...


Petter melesat dengan cepat menghampiri mbah Karto dan mengatakan jika ada makhluk menyeramkan di rumah bu Jamilah, makhluk itu berbadan besar dan memiliki mata bulat berwarna merah.


"Wah gawat ini mbakyu jangan jangan si Ani nekat meminta bantuan dari orang pintar untuk membalas dendam pada keluarga Jamilah". Ucap mbah Karto menatap pada simbah Rania yang sedang duduk memakan sirih nya.


"Aku juga tidak tau kang, lebih baik kau selidiki dulu sebelum banyak korban berjatuhan". Cetus simbah dengan mengernyitkan dahi nya.


Kemudian mbah Karto kembali ke rumah nya sementara peter di utus mbah Karto untuk memperhatikan rumah bu Jamilah dari luar, dan melaporkan kejadian gaib yang ada disana.


*


*


Terlihat bu Ani berjalan ditengah malam menuju rumah bu Jamilah dan menaburkan sesuatu.


Petter terkesiap melihat bu Ani yang nampak berhati hati berjalan didepan halam rumah bu Jamilah.


Setelah melancarkan aksi nya bu Ani berjalan kembali menuju rumah nya.

__ADS_1


Plaaak...


Ada seseorang yang menepuk pundak bu Ani dari belakang, dan membuatnya berdiri kaku karena terkejut ada seseorang yang memergoki nya berjalan dari arah halaman rumah bu Jamilah.


"Lho mbakyu ngapain tengah malam diluar rumah". Seru pak Dahlan yang sedang berjalan ke arah pos kampling.


Bu Ani membalikan badan nya dengan nafas yang berderu dan jantung yang berdegup kencang.


"Oalah kang Dahlan mengagetkanku saja". Ucap bu Ani dengan menghembuskan nafas yang panjang.


"Memang mau cari apa mbakyu?". Tanya pak Dahlan dengan seringai kecil di wajah nya.


"Anu kang aku sedang mencari tukang nasi goreng keliling kebetulan suamiku tidak bisa tidur dan lapar". Jawab bu Ani berbohong.


"Nanti kalau aku melihatnya tak suruh ke rumahmu mbak, lebih baik kau pulang saja sudah tengah malam bahaya diluar rumah sendirian". Cetus pak Dahlan.


Sedangkan peter yang curiga dengan sikap bu Ani mengikuti nya kembali ke rumah.


Braaak...


Terdengar bu Ani membanting pintu rumah nya, dia nampak cemas membayangkan jika pak Dahlan mengetahui bahwa dia telah berbuat jahat pada keluarga bu Jamilah.


"Wah pak gawat baru saja pak Dahlan memergoki ku sedang berada didepan rumah si lintah darat itu". Seru bu Ani pada pak Slamet yang sedang berbaring di atas tempat tidur nya.

__ADS_1


"Gawat bu bisa bisa mereka mencurigaimu". Cetus pak Slamet dengan wajah yang cemas.


"Entahlah pak dia melihatku menaburkan tanah itu atau tidak, aku hanya takut saja jika ada yang mengetahui perbuatan ku". Terang bu Ani seraya mengusap peluh di kening nya.


"Kita hentikan saja dulu bu". Tukas pak Slamet dengan mengernyitkan dahi nya.


Terlihat Petter yang bingung mendengar ucapan sepasang suami istri itu.


Apa yang mereka maksud dan apa yang mau di hentikan ya, gumam Petter didalam hati nya.


Kemudian Petter melesat meninggalkan rumah bu Ani dan kembali ke rumah Rania.


Sementara bu Ani menuruti perintah suami nya untuk tidak melakukan ritual santet malam ini, karena semua warga akan curiga jika dalam satu hari di rumah keluarga bu Jamilah ada yang meninggal secara bergantian.


Tiba tiba ditengah malah di rumah bu Ani ada sesosok hantu dengan rambut tergerai bebas mengelilingi sekitar rumah nya.


Kemudian anak laki laki bu Ani yang berumur enam tahun terbangun dan ingin buang air kecil ke kamar mandi, tapi anak itu terkejut melihat penampakan kuntilanak yang sedang memperhatikan nya di di balik lubang kamar mandi nya.


"Aaaaa setaaaaaan". Pekik Bagus anak laki laki bu Ani yang seketika pingsan setelah berteriak ketakutan.


Sementara bu Ani yang terkejut mendengar teriakan anaknya langsung berlari mencari asal teriakan anak tersebut.


*

__ADS_1


*


...Bersambung....


__ADS_2