
"Oalah cari akar tumbuhan to pak, mari saya bantu kebetulan saya sudah tidak ada pekerjaan". Tukas Bima.
"Tidak usah repot-repot mas ini saja sudah cukup kok, ngomong-ngomong mas Bima tinggal di pondokan itu sudah lama?". Tanya pak Jarwo dengan mengkerutkan kening nya.
"Baru beberapa hari saja pak, karena bapak saya sedang sakit makanya saya berkunjung ke desa ini, memangnya kenapa pak". Jawab Bima dengan mengusap peluh di kening nya.
"Pernah tidak mas Bima melihat sesuatu atau mendengar suara yang aneh disekitar sini". Tukas oak Jarwo menyelidik.
Wah gawat jangan-jangan laki-laki ini tau sesuatu tentang adik iparnya yang aku jadikan tumbal, batin Bima didalam hatinya.
"Kalau melihat sesuatu yang aneh belum pernah pak, tapi saya dan warga desa sini menemukan adik ipar bapak di pinggir jalan, kalau tidak salah nama nya Lala, dan saya sedikit mengerti tentang hal gaib lalu saya berusaha melihat apa yang terjadi pada Lala, tapi saya melihat kejadian yang sangat mengerikan pak, adik ipar bapak itu sudah dinodai sesosok buto ireng, saya hawatir jika Lala sampai hamil pak, karena buto ireng itu akan terus mengikuti Lala dimanapun dia berada, karena buto itu pasti menganggap Lala sebagai ibu dari anaknya". Jelas Bima menggetarkan hati pak Jarwo.
Terlihat wajah cemas di rauh wajah pak Jarwo, dia hanya bisa menghembuskan nafasnya panjang dengan memijat pangkal hidung nya.
"Sebenarnya saya juga melihat kejadian itu lewat mata batin saya mas, tapi saya tidak berani menjelaskan lebih lanjut pada istri dan juga mertua saya, karena tadi saya sempat melihat buto ireng itu didalam kamar Lala, dan saya sudah menduga semua itu akan terjadi, dan harapan saya saat ini adalah Lala tidak akan mengandung anak buto itu". Ucap pak Jarwo dengan suara bergetar.
Benar dugaanku jika laki-laki ini bukanlah orang biasa, ternyata dia bisa melihat sesuatua lewat mata batin nya, untung saja aku sudah menutup semua celah supaya dia tidak melihat siapa orang dibalik penumbalan adik iparnya, batin Bima dengan mengaitkan kedua alis matanya.
"Mari pak mampir ke pondokan bapak saya dulu, sepertinya bapak sedang terguncang". Ajak Bima dengan senyum ramahnya.
"Terima kasih mas Bima, saya memang sedikit hawatir jika adik ipar saya benar-benar mengandung anak buto ireng itu". Tukas pak Jarwo dengan menghembuskan nafasnya panjang.
Setelah itu Bima mengajak pak Jarwo untuk duduk di bale dan menyuguhkan teh hangat padanya.
Aku sudah membacakan mantra diminuman ini, supaya laki-laki itu menuruti ucapanku dan tidak akan berani mengusik kandungan gadis itu, karena tadi buto ireng Ki Ageng sedo datang memberitauku jika gadis itu ternyata sedang mengandung benihnya, dan Ki Ageng memintaku membantu merawat bayi yang ada didalam kandungan gadis itu, batin Bima didalam hatinya seraya menyuguhkan teh hangat untuk pak Jarwo.
"Silahkan pak diminum dulu teh nya, supaya bapak sedikit tenang". Tukas Bima menyeringai penuh makna.
__ADS_1
Nampak pak Jarwo meminum teh hangat buatan Bima, tidak ada kecurigaan di mata pak Jarwo karena Bima sudah menutup mata batin semua orang yang akan menerawang dirinya, bagaiamanapun Bima adalah mbah Wongso dia memiliki ilmu dan pengalaman yang lebih banyak dibanding pak Jarwo.
"Terima kasih sekali lagi mas Bima, saya sudah merepotkanmu". Ujar pak Jarwo dengan senyum ramahnya.
Aku akan ikut laki-laki ini kembali ke rumah nya karena aku harus memberikan guna-guna pada semua orang didalam rumah itu, supaya mereka menuruti ucapanku dan tidak mengusik kandungan gadis itu, batin Bima didalam hatinya penuh rencana.
"Jika berkenan saya ingin menjenguk Lala pak, saya sangat memghawatirkan kondisinya, dan tadi saya mendapat titipan dari bapak saya sedikit ramuan obat untuk Lala supaya dia bisa mendapatkan kesadaranya sedikit demi sedikit". Seru Bima seraya bangkit dari duduknya.
"Baiklah mas silahkan jika tidak merepotkanmu". Sahut pak Jarwo menuruti ucapan Bima.
Setelah itu Bima yang sudah keluar dari dalam pondokan dengan membawa sebotol air bergegas berjalan bersama pak Jarwo ke rumah mertua nya.
Sesampainya dia di rumah mbah Sumi, nampak Bima sudah bersiap untuk membacakan rapalan mantra untuk membuat seisi rumah itu menuruti ucapan nya termasuk pak Jarwo yang sedang dalam kondisi kurang sehat sehingga dirinya ikut terpengaruh guna-guna yang Bima kirimkan.
Nampak Bima sedang menikmati sebatang rokok di dalam ruang tamu mbah Sumi lalu dia menghembuskan asap rokok itu sehingga mengepul dan membumbung di dalam rumah itu, Bima sengaja mengirimkan guna-guna melalui asap rokok seraya membaca rapalan mantra jawa nya.
Wuuuush...
Asap rokok itu tanpa sengaja terhirup oleh semua orang yang ada didalamnya, bahkan pak Jarwo yang tadinya tidak percaya dengan orang yang baru dikenalnya tidak menaruh curiga sedikitpun pada Bima.
"Ini mas Bima kopi hitamnya diminum dulu". Ucap Kasmi seraya menyuguhkan kopi itu di atas meja.
"Bisakah saya melihat Lala, saya mendapat titipan obat dari bapak saya supaya Lala lekas normal kembali seperti semula". Cetus Bima menjelaskan maksud kedatangan nya.
Lalu pak Jarwo pun datang dari belakang dan mengatakan pada istrinya jika Bima sudah memberitau nya tentang obat yang diberikan bapaknya untu Lala.
"Ya sudah silahkan mas Bima masuk saja, Lala nya ada didalam kamar kok". Tukas Kasmi seraya membukakan pintu kamar Lala.
__ADS_1
Terlihat Bima menyeringai menatap Lala yang sedang terbaring di atas tempat tidurnya.
Sekarang juga aku akan memberikan ramuan penyubur kandungan ini, supaya gadis ini lekas melahirkan anak Ki Ageng sedo, dan aku akan mendapatkan imbalan darinya, batin Bima dengan kelicikan nya.
Setelah itu Bima membuka penutup botol yang ada ditangan nya, lalu meminumkan air itu pada Lala yang dengan pasrah meneguk air penyubur kandungan itu.
Dan tidak berselang lama Kasmi dan pak Jarwo datang ke kamar Lala untuk melihat kondisinya, dan Bima mengatakan jika ramuan obat dari bapaknya akan segera mengembalikan kesadaran Lala.
"Terima kasih mas Bima sudah membantu kami, seharusnya aku bisa menyembuhkan Lala tapi kesehatanku sedang menurun jadi aku tidak bisa mengurus simbok dan Lala bersamaan". Jelas pak Jarwo dengan wajah yang pucat.
"Astaga mas wajahmu pucat sekali, kau berkeringat dingin, ayo istirahat dulu sejak kau datang tadi kau belum istirahat sama sekali". Ucap Kasmi seraya mengusap peluh dikening suaminya.
"Bapak istirahat saja, biarkan saya membantu mengurus mbah Sumi dan juga Lala". Seru Bima bangkit dari duduknya.
Setelah itu pak Jarwo berjalan ke kamarnya untuk istirahat karena kondisinya sedang tidak sehat, sementara Bima yang masih berada didalam kamar Lala terlihat memanggil sesembahan nya itu dan mengatakan jika dia telah melakukan apa yang diperintahkan nya.
"Teruslah kau jaga calon anakku itu, dan buat gadis itu terus terdiam, karena setelah dia melahirkan anakku aku akan membawanya ke duniaku". Ucap buto ireng itu dengan air ludah yang berpercikan.
Nampak Bima terkejut mendengar ucapan buto itu, dia mengkerutkan keningnya setelah mengetahui jika Lala akan dibawa ke dunia gaib setelah melahirkan anak buto itu.
Apa yang harus aku katakan pada keluarganya, jika Ki Ageng sedo berniat membawa gadis itu setelah melahirkan, batin Bima cemas memikirkan semuanya.
*
*
...Terima kasih ya buat kalian yang sudah memberikan dukungan lebih padaku, buat yang belum meninggalkan jejak Vote dan hadiahnya yuk aku tunggu, yang mau nambahin dukungan juga aku terima dengan senang hati, supaya besok aku terus semangat nulis double up lagi, aku sayang kalian semua para pembaca yang baik hati, Love selalu buat kalian semua 😊💕...
__ADS_1
...Bersambung....